About Leopold S

Anak kampung yang hanya dibekali doa dan ilmu oleh Ibu untuk merantau ke pulau Jawa. Saat ini menjadi Ayah dr 2 anak laki2 badung.

Timor Furak Ride 2018 Hari Ke-2: Atambua – Dili – Baucau. Indah Juga Kejam.

 

Catatan hari pertama:

https://7leopold7.com/2018/07/09/timor-furak-ride-2018-hari-ke-1-kupang-atambua-tour-yg-takkan-mungkin-tanpa-bantuan-bikers-kupang-asbak/

——–

Bangun pagi di kamar hotel. Ngulet-ngulet. Ereksi. Berdiri keluar kamar cari kopi.

Di luar sudah pada sarapan temen-temen riding yang lain. Nasi goreng, dadar telor dan mendoan. Saya comot mendoan, dikunyah sambil nyeruput kopi lokal yg kental pahit.

Ngobrol bentar lalu loncat ke shower.

 

Warning: artikel ini mengcover perjalanan 15 jam, dan pengalaman lintas border, jadi agak sedikit panjang. Semoga berguna bagi yg akan gass Leste juga.

Screen Shot 2018-07-15 at 9.07.41 AM

 

Jam 7 lewat dikit udah siap2 dengan loading di motornya masing2. Tidak lupa bayar kamar hotel yang seharga 250rb rupiah/kamar. Bisa diisi berdua atau sendiri seperti saya. Liat langit, uhuyyyy  sunny day mate.

Diberitau orang-orang di hotel kalau jalan menuju border nanti ada pom bensin. Ahh cucok lah itu. Karena sejak jam 8 malam kemarin motor belum diisi lagi.

 

Hari ini perjalanan akan sangat panjang karena kami harus mengejar keterlambatan berangkat kemarin. Rencana awalnya pagi ini sudah start dari Dili agar malam bisa berhenti di Los Palos.

 

Atambua menuju perbatasan ada sekitar 30-40 km.

Asli rute perjalanannya selepas bandara Atambua asyik banget. Aspal halus, jalan berkelok di perbukitan membuat darah di pagi jadi hangat dengan adreanaline.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.13.58 PM.jpg

Persis di titik puncak bukit kita disuguhi keindangan pemandangan lepas pantai Timor leste. Cakep banget. Hyutttt berdenyut mengayun motor menari di jalan turunan yg tak kalah asyik dan mulusnya.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.16.34 PM

 

Tak terasa kita pun sampai di tikungan terakhir yg 50 meter kemudian border Mota’ain.

IMG_4318

 

 

WAITTTTT DEMANA POM BENSINNYAH?

 

Pretttt… bensin tinggal satu bar, dan kita diberitahu di sisi Timor Leste pom bensin lebih jarang.

Terpaksalah pada isi bahan bakar di kios rumahan yang ENTAH MENGAPA banyak banget menjelang border ini.

 

Saya pasrah saja lihat Er6n diisi bensin premium entah berantah yang disimpan di botol PLASTIK!.

IMG_4310.JPG

Kita lalupun mengarah ke pos pemeriksaaan. Di border ini ada dua proses: utk immigrasi orang dan beacukai barang/motor. Disarankan bagi teman-teman yang akan bawa motor kesini untuk sudah mengkontak kenalan yang akan membantu proses pengisian formulir dan clearance motor.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.19.52 PM.jpg

Apa saja yang harus disiapkan kalau mau nyebrang perbatasan?

  • Kirimkan data STNK, Passport dan SIM via photo. Juga bawa fotokopi ketiganya (dalam satu kertas). Data tersebut akan dipindah ke 4 halaman form yang dibutuhkan oleh border di sisi Timor Leste.
  • Siapkan uang $30 untuk visa fee, dan dana sekitar 500 ribu rupiah untuk ini itu proses clearance motor.
  • Pastikan data STNK dan motor yang dibawa sesuai. Ingat motor harus ada STNKnya.

 

IMG_4333

Di pos perbatasan Indonesia proses mulus dan mudah. Isi form keberangkatan/kedatangan, antri ke imigrasi, distempel dan off we go. Proses smooth dengan fasilitas pos perbatasan yang tergolong bagus dan bersih.

Setelah beres di sisi Indonesia, kita pun cusss menyeberang di antara ratusan meter no man’s land menuju pos border Timor Leste.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.26.46 PM.jpg

Proses yang lebih lama terjadi di pos Timor Leste.

Setelah mengisi form kedatangan dan deklarasi barang, kita akan diminta untuk men-scan semua barang yang dibawa. Harusnya semua perlengkapan lenong di motor dicopot dan discan ya, tapi pos nampaknya santai saja. Jadi yaaa gitu deh..

IMG_4349-001.JPG

Kita menunggu agak lama disini. Terasa lama karena tidak bisa kemana2. Sementara tidak ada kantin atau warteg di dalam kompleks pos perbatasan untuk kita melepas dahaga. Setelah keluar surat jalan, kami harus ke pos pemeriksaan militer yang terletak di sisi kanan gerbang luar pos. Menyerahkan dokumen motor untuk distempel.

Total waktu yang dibutuhkan, pas rombongan saya, sekitar 2 jam.

Ingat Indonesia dan Timor Leste memiliki zona waktu yang berbeda. Timor Leste lebih cepat satu jam. Karenanya sebaiknya memasuki border Indonesia sebelum jam 2 siang kalau membawa motor dan belum dipersiapkan dokumen sebelumnya.

Karena tertahan cukup lama di pos (plus perbedaan zona waktu = 3 jam) dan tidak begitu mengerti kondisi perwarungan di depan, rombongan memutuskan utk rehydrating dan makan di deretan rumah makan di luar pos jaga.

Jangan takut, uang rupiah masih berlaku dg baik disini. Beli minum dan makan juga saya hitung-hitung lebih murah kalau bayar dengan uang rupiah.

Air mineral ukuran 600ml dibayar dengan 10 ribu rupiah dapat 2 botol. Kalau bayar pakai dollar, 1 USD dapat 2 botol. Hmmmmm…aneh.

Kita beres dan siap jalan saat jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 siang.. makk… bakal malam lagi nih ujungnya.

 

GASSSSSS ….

Screen Shot 2018-07-19 at 12.31.29 PM.jpg

Memasuki 30 menit pertama kawasan Timor Leste, memori saya mengingat betul daerah yang dilewati masih belum banyak perubahan sejak 1999. Ini mungkin salah satu wilayah tertandus dan termiskin di Timor Leste. Rumah-rumah masih menggunakan daun/ranting kering. Dengan tiang listrik gagah beserta kabelnya yang melintas di atas mereka.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.32.22 PM

 

Jalanan di Timor Leste dari border Batugade ke Dili ini bisa dibagi tiga kategori:

  1. Jalanan datar, lurus dan lengang melewati perkampungan. Visibility ke sisi kanan kiri jalan cukup baik, pergerakan ke arah jalan terlihat. Cuma ya ati-ati ada banyak sapi yang entah kenapa kok ya nongkrongnya di tepi jalan. Kan banyak lapangan. Kondisi permukaan jalan di kategori ini relative baik.
  2. Jalanan perbukitan yang cenderung dalam kondisi pengerjaan/rusak. Beberapa cukup terjal dan berbahaya kalau ditempuh dalam kondisi hujan utk motor non-offroad. Pasir/debunya tebal. Saat saya menuruni perbukitan bisa dirasakan rem belakang kurang memadai; saat ditambah sedikit rem depan pun motor dengan lucunya tetap meluncur dengan kondisi ban mengunci (non ABS). Kalau tanjakan dan sedang berlumpur hati2 aja yak.
  3. Jalanan datar dengan sedikit elevasi menyusuri pantai. Kondisi umumnya rusak/perbaikan dengan bentuk permukaan masih berbentuk batu dilapisi gravel.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.38.42 PM.jpg

IMG_4368-001

Screen Shot 2018-07-19 at 12.49.55 PM.jpg

Pantai indah di Atabae, 1 jam dr border

Screen Shot 2018-07-19 at 12.52.51 PM.jpg

om Rachmat dan GSnya mah hajaarrrr aja

Semakin mendekati Dili, wilayah nampak lebih sejahtera dan kondisi jalan membaik.

 

Screen Shot 2018-07-19 at 1.04.43 PM.jpg

Screen Shot 2018-07-19 at 1.15.55 PM.jpg

Bisa dikatakan rute Border ke Dili kalau dilihat di map sekitar 75% permukaan jalannya oke. 25% sisanya mix dengan beberapa dalam kondisi pembangunan/terbongkar. Hanya 25% tapi karena kondisi rusak berasa lebih.

18a40eb8-a7fc-4e7a-94b3-bb183449e434

Foto: om Rudiger

Screen Shot 2018-07-19 at 1.21.41 PM.jpg

Pukul 2.30 kita berhenti sebentar untuk refueling dan menambah jumlah air dalam tubuh. Harga bensin di Timor Leste lebih mahal. Sekitar 1.5 Dollar US/liter alias Rp 21.750/liter. Tapi katanya kualitasnya bagus/terjaga dibanding di sisi kita.

Saat berhenti kita sempat ditegur oleh seorang ibu yang baru saja kembali dari ujung timur Timor alias Tutuala dan pulau Jaco. Ibu ini memberikan warning kalau kondisi jalan rusak selepas Dili ke arah timur. Wahhhh…

 

Jam 3 kita gass lagi dan jam 4 sudah memasuki batas kota Dili. Perubahan banyak sekali di kota ini. Ingatan saya akan Dili adalah kota yang sama sekali berbeda tahun 1999 itu.

Sepanjang jalan menuju tengah kota saat itu masih sepi dan banyak sekali tanah kosong di kanan kiri jalan. Jembatan sungai Comoro yang dulu sempit dan sederhana kini jadi megah dipenuhi kendaraan yang melintas. 19 tahun waktu ternyata membawa banyak perubahan.

 

Saya sempat dikode oleh teman-teman untuk berhenti di kota Dili saja mengingat infomasi mengenai kondisi jalan yang rusak dari ibu tadi.

Screen Shot 2018-07-19 at 1.30.03 PM.jpg

 

 

Mempertimbangkan jadwal yang sudah mundur untuk mengejar titik ter timur pulau Timor, saya anjurkan untuk coba dulu setengah jalan (ternyata 2/3 kalau dicek di peta) sampai Baucau. Saya takut kita akan tambah ketinggalan jauh dari jadwal.

 

Rombongan pun lanjut melintasi kota Dili yang benar-benar hidup dan ramai. Jalan halus terbentang luas menyusuri sisi pantai yang dijadikan taman. Dari segi ukuran Dili mungkin sama besar dan ramainya dibandingkan Kupang.  Bedanya lalu lintas terlihat lebih sabaran dan rapi.

Screen Shot 2018-07-19 at 1.31.57 PM

Screen Shot 2018-07-19 at 1.31.12 PM

Keluar kota Dili kita melewati satu bukit tinggi yang memberikan view cantik dengan tikungan yang oke punya. Ke belakang kita melihat profil kota Dili dan background pantai yang indah. Sementara ke depan kita melihat kota kecil Hera dengan lekuk pantai biru dan jajaran perbukitan hijau. Cakep banget dah.

IMG_5784

Kurang lebih setengah jam kita meninggalkan Dili masih mendapat jalanan yang relative baik. Setelah itu? Perjuangan dimulai sodara-sodara.

IMG_2056

Kami memasuki rute dimana pemerintah Timor Leste memutuskan untuk melakukan pelebaran dan penguatan jalan di atas rute lama secara serempak. Artinya kita menghadapi kombinasi jalanan terbuka dengan pondasi batu yang ditutup dengan pasir dan gravel. Selama 140an km.

 

Kondisi jalan seperti ini ditambah jenis motor yang road bias (hanya ada satu yg GS1200, lainnya 2 Er6n (pinjaman/milik teman) dan 3 XMax 250 (salah satunya juga pinjaman).

 

Serba salah, mau digas, motor pinjaman dan spek nya tidak cocok dengan kondisi jalan. Er6n yang dipakai mas Andi malah mengalami persoalan overheat akibat terpaksa jalan pelan + radiator tidak terlalu sehat. Setiap 5 menit motor harus berhenti. Sementara Er6n yang saya pakai semakin sulit starter. Dari yang awalnya hanya bbrp kali harus ditekan, saat itu sdh harus ditekan belasan kali baru engine start.

IMG_3975-001

Kondisi ini menyebabkan perjalanan tidak bisa dikejar sesuai rencana. Saat berhenti istirahat di Vemasse (jarak sih tinggal 25 km lagi dari Baucau, tapi prediksi GPS harus ditempuh dalam waktu 1.5 jam) sekitar jam 7.30 malam, akhirnya diputuskan kita tidak bisa lanjut ke Lospalos, harus menginap di Baucau.

Saya sebelumnya sudah mengechek dengan seorang rekan yang tinggal di Dili, dan diberitahu kondisi jalan mix antara Dili dan Lospalos. Rekan ini ternyata pengguna motor adventure dan sepengetahuan dia, saya bawa Versys.

Pukul 10 malam kami selesai melewati etape terburuk dan masuk ke kota Baucau, langsung menuju hotel yang sempat dipesan mas Andi saat berhenti tadi.

Motor dan biker lumayan tebal ditutup debu sepanjang jalan. Badan juga udah lumayan remeg digojlok jalan rusak ratusan km.

Yang menghibur hati adalah pemandangan yang indah sepanjang tebing pantai utara Timor. Persis seperti rute Great Ocean Road yang terkenal di Victoria, Australia. Percis cis cis.

Screen Shot 2018-07-19 at 1.25.14 PM.jpg

IMG_4439-001.JPG

IMG_4506 2

It has been a long 15 hours ride over mostly open gravel. Good night bro dan sis..

 

 

 

 

 

 

Advertisements

[Opini] AHM Menyerang Pasar Sport 250cc Twin dengan CBR250RR Harga 59.9 Juta : Keuntungan dan Resikonya

 

Saat saya lihat berita AHM rilis CBR250RR edisi 2018 dengan warna baru dan harga yang secara signifikan lebih murah saya kaget. Ini bukan langkah yang biasa dilakukan produsen pada kelas premium (dgn mengecualikan moge). Apalagi oleh Honda yang biasanya secara pricing cenderung lebih tinggi dari harga competitor.

IWB.jpg

Foto: lik IWB

 

Continue reading

Timor Furak Ride 2018 Hari Ke-1: Kupang – Atambua. Tour Yg Takkan Mungkin Tanpa Bantuan Bikers Kupang (ASBAK).

 

Timor adalah salah satu pulau terindah di Asia Tenggara. Saya pertama kali menjejakkan kaki di karang besar ini Agustus 1999 sebagai delegasi pemantau (independent observer) untuk referendum Timor Timur. Momen yang tak terlupakan. Yang buat saya selalu ingin kembali meski beta sonde pung family disini.

Continue reading

Ada Launching Apakah Besok Pagi (30/6/18) di Booth Yamaha Jakarta Fair?

Saya dikontak mas Tanto Yamaha dan juga mbak Candy. Sudah dipersiapkan undangan utk datang ke booth Yamaha di Jakarta Fair. Wegghh ada apa ini?

Memang berbagai rumour sudah beredar baik yg liar ataupun setengah resmi tentang kemunculan bbrp produk.

Misalnya yang sudah memasuki cycle 5 tahunannya adalan New 2019 R25. Diperkenalkan 5 tahun lalu (October 2013) saat Tokyo Motor Show R25 memang bisa dibilang line up paling lawas di kelas 250cc sport twin cylinder. Penjualannya sangat moncer di luar negeri. Di Australia tahta sport sdh diambil R3 2 tahun terakhir ini setelah lama dipegang Ninja 300. Sampai-sampai Kawasaki perlu meningkatkan level persaingan dengan menelurkan Ninja 400. Meskipun terlaris, namun Yamaha tidak bisa berleha-leha. Karena ofensif di pasar membutuhkan jeda bbrp waktu utk menunjukkan hasilnya. New R25 sdh sangat dibutuhkan.

Alternatif lain adalah keluarnya WR150. Setelah cukup lama saya diminta tidak berkomentar soal motor ini, nampaknya rumour kian santer tak tertahan. Pasar di kelas ini masih luar biasa besar. KLX150 masih jadi salah satu andalan penjualan Kawasaki meskipun sdh hadir CRF150.

Perlu diantisipasi WR150 akan dilahirkan dengan berkaca pada kelebihan dan kekuatan kedua pendahulunya. Spek mesin dan ketahanan sasis diklaim dirancang lebih baik dari CRF.

Alternatif ketiga adalah New colour of XMax250. Setelah setahun lebih jadi raja penjualan untuk kelas 250cc (bahkan mengalahkan kelas sportnya), Yamaha perlu berbenah dan melakukan penyegaran dalam memghadapi kemungkinan gempuran pesaing-pesaing matic di kelas 250cc. Penyegaran dalam bentuk warna baru hitam, silver, merah dan biru menurut saya sejauh ini sudah cukup untuk memperluas minat pasar pada motor yang tidak ada lawan (produk Jepang) pada kelas dan harganya ini alias “no contest”.

Apakah introduksi warna ini cukup mas? Menurut saya selama tidak ada pesaing di kelas ini dan dengan spek yang sdh ada sekarang sudah sangat cukup.

Menurut mas Leo sendiri product apa yang akan dilaunching?

Saya tidak tahu. Saya kurang begitu yakin product baru, groundbreaking dan penting seperti New R25 dan WR150 akan diperkenalkan ke dunia dalam event setingkat Jakarta Fair. Saya tentu bisa saja salah. Yang besok pagi waktunya kosong, yuk merapat ke booth Yamaha di Jakarta Fair.

Analisa Persaingan 14 Motor All Class 250cc 2018: Pasar Sport Masih Dominan di angka 53.9 %, Matic 35.7%. Motor Apa Yang Paling Laku di Kelas Ini?

Sudah agak jenuh nulis hanya kelas sport 250cc, saya coba pelajari tabel AISI untuk melihat persaingan pabrikan di all class 250cc (lintas genre) saya coba bandingkan data dari AISI untuk periode 5 bulan Januari hingga Mei 2018 alias Year-to-date (YTD) 2018.

Screen Shot 2018-06-08 at 9.46.11 PM.png

jereng jereng dah

 

Mengapa all class 250cc mas?

Continue reading

[Konsultasi Hukum] Apakah Knalpot Aftermarket Bisa Ditilang Tanpa Menggunakan Alat Pemeriksaan?

Ini cukup sering ditanyakan. Di artikel ini juga saya menyertakan dasar aturan yang dipakai, jadi bisa diprint dan dijadikan pegangan. Ada dua alasan yang digunakan utk menilang: modif=ilegal DAN berisik, mengganggu masyarakat. Saya jelaskan dasar aturan yg harusnya digunakan.

Knalpot aftermarket menurut saya seperti juga ban atau helmet adalah perangkat yang sudah sewajarnya di SNI kan. Mengapa? Karena harus memenuhi standard tertentu untuk ukuran fisik dan tingkat kebisingan.

Screen Shot 2018-05-23 at 11.08.42 AM

Saya sering kali menemukan di jalan knalpot aftermarket yang ampun dah berisik banget. Suaranya aja kenceng berisik, tapi motor ga lewat-lewat. Tambah lagi dibleyer-bleyer. Kelakuan biker seperti ini yang bikin rusak citra knalpot aftermarket dan dijadikan alasan bagi petugas untuk menilang.

gunakan-knalpot-bising-motor-bobotoh-bakal-disita-polisi-rRHsIxf1jk.jpg

Dengan di SNI kan, diatur regulasinya, tentu akan ada kenaikan harga sekian persen, namun ini menjamin kejelasan penerapan aturan di lapangan. Bikernya tenang, penjual tenang, potensi penyimpangan di lapangan juga kecil.

 

Oke sekarang balik ke pertanyaan di atas.

 

Bro/Sis sedang riding asyik dengan menggunakan motor andalan. Hati senang. Lalu di depan menghadang operasi penegakan hukum lantas alias razia. Bro/sis sebagai biker keren merasa woles karena semua perlengkapan dan surat lengkap ada. Kecuali satu: bro/sis sedang pakai knalpot aftermarket. Jreng jreng..

 

Tentu tidak disarankan untuk lari menerabas atau putar balik. Dalam kondisi kacau begini, bro/sis bisa diduga punya niat buruk dan dikenakan daya paksa kepolisian yang lebih besar.

 

Berhenti dengan baik dan jangan melawan petugas.

 

DEFINISI “MELAWAN PETUGAS” ITU APA SIH MAS?

 

Tidak semua tindakan dimana kita punya pandangn berbeda dengan petugas = melawan petugas. Ada ukuran yang sudah diatur dalam pasal 211 dan 212 KUHP.

Screen Shot 2015-12-14 at 11.27.18 am

Dari kedua pasal jelas unsur utama yang HARUS dipenuhi:

“dengan kekerasan atau ancaman kekerasan”

Contohnya apa?

Memaki, membentak, menabrak, memukul.

Anda harus tetap tenang dan santun. Kalau memang salah akui kesalahannya. Reaksi asal marah dari kita justru menunjukkan kepada petugas bahwa anda tidak mengetahui dasar aturannya dan tidak mampu berpendapat..

Kalau anda merasa tidak salah, jelaskan, dan minta bicara dengan pihak atasan.  Catat identitas, jabatan dan satuan wilayahnya.

 

Oke biasanya ada dua alasan yang digunakan untuk menilang:

  1. Larangan memodifikasi motor
  2. Knalpot berisik.

 

ALASAN PERTAMA: MOTOR TIDAK BOLEH DIMODIFIKASI

https://7leopold7.com/2015/12/08/tidak-semua-modifikasi-motor-membutuhkan-uji-tipe/

Tidak semua modifikasi motor itu ilegal.

Modifikasi motor menjadi illegal apabila merubah dimensi (ukuran), daya angkut (buat 3 orang/lebih atau utk pengangkutan barang) dan kapasitas mesin (bore-up cc) tanpa melalui uji tipe. (Pasal 1 angka 12 PP No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (“PP No. 55/2012”).)

——————————————

PERUBAHAN DIMENSI, MESIN DAN DAYA ANGKUT ITU APA MAS?

Bisa dilihat bahwa ini SUDAH DIATUR di bagian penjelasan pasal 131 huruf e PP 55/2012. Jadi tidak perlu mengira-ngira.

  1. Perubahan dimensi adalah merubah ukuran sumbu dan konstruksi Kendaraan Bermotor. Pasal 54 PP 55/2012 mengatur sampai ke milimeter maksimum. Dalam bagian penjelasan kendaraan hanya boleh ditambah dimensinya 50 mm ke kiri atau ke kanan.
  2. Perubahan pada spesifikasi mesin adalah dengan mengganti mesin dengan tipe yang berbeda dari TPT atau melakukan bore-up/merubah kapasitas mesin.
  3. Perubahan pada daya angkut adalah dengan dengan menambah jarak/merubah material sumbu kendaraan untuk memperbesar daya angkut kendaraan.

 

Penggunaan knalpot yang aftermarket tidak masuk kategori modifikasi illegal asalkan knalpot aftermarket tidak melewati ambang batas kebisingan yang sudah diatur KLH.

Acuan yang bisa dipakai adalah Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 07/2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru tertanggal 6 April 2009.

Screen Shot 2018-05-23 at 12.36.10 PM

Screen Shot 2018-05-23 at 12.40.45 PM

Peraturan Menteri ini cukup detail menjelaskan spesifikasi alat yg digunakan serta metode pemeriksaan. Di Australia pemeriksaan dilakukan pada RPM 5000. Di Indonesia uji dilakukan secara dinamis dimana motor diminta lewat pada kecepatan 50 km/jam pada gigi 2-3.

 

ALASAN KEDUA: KNALPOT BERISIK DAN TIDAK LAYAK JALAN

Aturan yang dipakai penegak hukum adalah “UU Lalu Lintas mengatur kendaraaan harus laik jalan termasuk knalpot.” (Pasal 285 ayat 1, UU 22/2009)

Nahhh sekarang apa ukurannya berisik/laik jalan bagi knalpot? Untuk menentukan laik jalan atau tidak, penegak hukum wajib mengikuti

PP No 80/2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Peraturan Pemerintah ini mengatur tentang tata cara alias SOP dalam memeriksa dan menindak alias menilang di jalan. Coba dibaca baik2 lagi 2 kalimat di atas.

Dimana:

(1) Petugas Pemeriksa wajib menggunakan peralatan pemeriksaan yang dapat dipindah-pindahkan sesuai obyek yang akan diperiksa dalam melakukan pemeriksaan (Pasal 17).

Ingat ya WAJIB MENGGUNAKAN alat uji periksa kebisingan.

Fullscreen capture 1262014 25828 AM

Kalau sekarang ini prakteknya langsung tilang bagaimana mas?

Petugas di lapangan bisa saja mengenakan tilang, tapi jika tanpa alat uji, itu melanggar perundang-undangan yang SPESIFIK MENGATUR TATA CARA PEMERIKSAAN DAN PENINDAKAN.

Mengapa pemerintah mengatur tata cara ini? AGAR TIDAK TERJADI PENYIMPANGAN DI JALAN.

Decibel meter atau alat uji kebisingan saat ini di pasaran sudah bisa dibeli dengan harga Rp. 1.5 juta. Mungkin kalau ada product China bisa lebih murah. Pembelian alat ini sebagai perlengkapan standard razia di jalan raya harganya tidak mahal untuk ukuran anggaran tahunan Operasi Zebra/Simpatik/Patuh yang di tingkat Polres (kabupaten) bisa mencapai 190 juta rupiah (sumber data: Rengiat 2017 Satker Polres). Anggaran pada Polresta atau Polrestabes akan lebih besar. Jikapun perlengkapan ini tidak dimiliki, petugas bisa bekerjasama dengan tim Kantor Lingkungan Hidup yang ada di tiap kota/kabupaten.

 

Kewajiban penggunaan alat periksa ini penting, agar penindakan memiliki dasar pelanggaran yang jelas. Kita tidak bisa menyatakan sebuah kendaraan melanggar batas emisi gas buang berdasarkan perkiraan visual. Hal yang sama dengan batas kebisingan.

 

KESIMPULAN:

Penggunaan alat uji kebisingan merupakan persyaratan dalam melakukan penindakan pelanggaran (tilang) knalpot aftermarket. Ini sudah diatur secara spesifik dan jelas dalam PP No 80/2012.

Petugas wajib menggunakan alat ini dengan beberapa pertimbangan:

  1. Kepatuhan terhadap aturan hukum
  2. Menghindari penyalahgunaan wewenang yang mencederai nama baik POLRI dan rasa keadilan di masyarakat

 

Solusi:

  1. Pengadaan alat periksa kebisingan/decibel meter sebagai perlengkapan standard operasi lantas. Harganya di kitaran 1.5 juta rupiah, untuk tingkat Polres masih sangat dimungkinkan. Biker yang merasa memiliki knalpot aftermarket dengan harga cukup signifikan ada baiknya juga melengkapi diri.
  2. Pengaturan knalpot aftermarket dengan di SNI kan. Ini demi kepastian hukum. Juga ya ampunnn masih banyak yg knalpot aftermarket yang asal cempreng berisik doang.

 

Dokumen PP ttg tata cara pemeriksaan dan tilang di jalan bisa diunduh di website Korlantas Polri

http://korlantas.polri.go.id/peraturan-pemerintah-no-80-2012-tata-cara-pemeriksaan-kendaraan-bermotor-di-jalan-dan-penindakan-pelanggaran-lalu-lintas-dan-angkutan-jalan/