Install Piggyback Powertronic Utk Dongkrak Tenaga ZX25R dari sejak Bukaan Throttle Pertama

Ini mengulang tradisi saat pakai R25 dan CBR250RR (punya sendiri ya), untuk mencoba mencari performa tenaga yang lebih okeh, saya udah bbrp bulan WA malam2 dg mas Bram Sportisi ngobrolin cara ngakali tenaga ZX25R yang sbg 4 silinder 250cc bisa ditebak di bawah tenaganya agak kosong. Gimana caranya

Ya yang paling aman dengan piggyback sambil ditune di atas Dyno ujar mas Bram

Bbrp minggu lalu mas Bram kontak, Power Commander V (atau yg disingkat PCV) ternyata nyangkut. Tapi ada pigggyback lain menarik ini, Powertronic perlu dicoba.

Meluncur lah kita, maklum penasaran. Tidak lupa isi RON 95.

Fase pertama, Test Dyno dulu dengan knalpot standard. Untuk tau baseline datanya berapa. Biar ga gembar gembor, naik sekian HP, pas ditanya baseline standardnya berapa, diem. Saya sering ngalamin ketemu postingan gini.

Tenaga pada full throttle diurut di gigi ketiga dari 0 RPM ke limiter didapat tenaga maksimum motor adalah 40,48HP dg torsi 18,99 Nm.

Kemudian Powertronic pun dipasang. Ajibnya, sdh ada opsional switch, sehingga on the fly, kita bisa mengaktifkan settingan tuned, cukup tutup gass (throttle 0%) dan tekan switch.

Ini penting nih, kalau pas jalan dan ga nemu octane 95 ke atas, silahkan matikan tuned standard.

Teman2 tentu tau fungsi piggyback adalah mengubah data yang dikirimkan sensor sebelum sampai pada ECU. Piggyback bukan ECU. saya prefer ini karena menawarkan fleksibilitas sementara itu semua fungsi elektronik (traction control, dll) ga diganggu.

Tujuan dari percobaan pertama ini adalah memompa tenaga di throttle awal-menengah agar tenaga lekas keluar. Ini dilakukan dengan membuat timing pengapian lebih maju, AFR tentu perlu sedikit di basahin.

Kenapa ga sekalian di RPM atas?

Menurut mas Bram, karena sepertinya sudah cukup optimal. Kawasaki sepertinya memang fokus melahirkan produk yang meledak tenaga di atasnya. Agar di atas kertas HP kuat banget. Karena itu tujuan kita lebih pada mengolah di bawah menengah.

Dan setelah terpasang, saat di dyno memang gile perubahannya. pada throttle 20% (dikunci dengan throttle stopper) tenaga naik signifikan dari 5,61 ke 9,43 HP. Sementara itu torsi naik dari 8,52 ke 9,49 Nm.

Engga percaya pada dyno aja, saya dan bung coba gassss dong…..

mulai dengan switch off, oke standard banget lah

Lalu berhenti dan switch on, gassss…. bujubunenggggg (kalau dalam diksi anak sekarang= ANJINGGGGG)

galak amir jek….

jadi begitu kita sentak throttlenya, di zx standard, biasanya motor celingukan dulu bentar, baru gass nya ngisi. Ini saat switch on dan digasss langsung ngejambak men…. rambutnya dalam genggaman tangan kita.

Ngobrol sebelum pulang, ini kita coba dulu, bakal lebih maksimal kalau udh nemu knalpot racing yang header performanya diatas standard. Terutama utk RPM tengah.

Ada yang nanya, mas harga berapa? udah bisa order?

wah harganya belum keluar mas dan mbak. Unitnya juga cuma ada dua, satu di ZX mas Bram. Satunya lagi di saya. Bulan depan rencananya sudah mulai ready.

Yamaha WR155R = Sobat Paten Polda Jateng di Lereng Merapi

Saya mengajar mata kuliah Polmas (Perpolisian Masyarakat) dan HAM di AKPOL Semarang. Salah satu ujung tombak fungsi POLRI adalah pembinaan keamanan masyarakat yang dilaksanakan oleh para petugas Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Asli gaessss ini tugas ga mudah. Para petugas harus keluar masuk desa bekerja sama dengan pamong desa menjaga keamanan lingkungan. Di luar negeri, umumnya 1 petugas = 1 desa. Di Indonesia bisa 1 petugas untuk 2-3 desa atau bahkan lebih yang ukuranya luas melebihi village di luar negeri.

Pak Bripka Anton sambang wilayah desa Balerante di kaki gunung Merapi sisi Klaten

Kendaraan operasional jadi kebutuhan primer tugas bapak/inu Babinkamtibmas ini. Ya ga mungkin to jalan kaki. 1 desa aja bisa berapa belas dusun/RW.

Nah para petugas Babinkamtibmas di Jawa Tengah ini beruntung karena ada sejumlah 30 unit WR155R yang digunakan sebagai sobat pelaksana tugas.

Salah satunya adalah Bapak Bripka Anton Prabawa yang bertugas di di daerah dataran tinggi yang berada di lereng Bukit Merapi, tepatnya di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Setiap hari pak Bripka Anton mesti keliling desa, sambang ke masyarakat untuk membangun komunikasi dan menjaga keasmanan masyarakat. Lokasi desa Balerate yang berada tepat di lereng Gunung Merapi di sisi Klaten ini penuh dengan medan yang berbukit dan jalan makadam (jalan dengan tumpukan batu sungai). Ini rute atau medan yang harus dilahap setiap hari. “Beruntung saya mendapatkan kendaraan dinas dari Polres Klaten yaitu Yamaha WR 155R, sangat cocok di daerah kerja saya,” jelas Bripka Anton.

Menurutnya, WR 155R sangat irit sekali dalam konsumsi BBM, sedangkan terkait dengan suspensi, dirinya puas karena cukup empuk.  Menurutnya, WR 155R ini sangat cocok digunakan di medan yang jalannya belum mulus atau jalan-jalan makadam, bahkan di Desa Balerante, Bripka Anton seringkali menjelajahi ke beberapa sudut desa dengan medan yang cukup terjal. “Jalannya nanjak, kondisi jalan ada yang makadam, tetapi dengan WR 155R terasa enak sekali. Suspensi empuk, untuk tanjakan sangat ringan,” tambahnya.

Bener sekali Pak Bripka Anton, ini yang juga saya rasakan setelah punya WR155R selama hampir 6 bulan ini sejak Maret (salah satu first owner jack hehehehe). Motor ini, ibarat cewek, ga rewel, cakep banget dan mau-an. Tuhh ….

Gimana bro dan sis ada yang udah pake atau lagi pikir2 buat ambil?

Pilih mana Yamaha MT-09 VS Kawasaki Z900? Ini pilihan saya di 2020 ini

Tiga setengah tahun lalu, saya menulis komparasi MT-09 vs Z900. Saat ini keduanya sudah diperbaharui. Coming with a much better package.

Dengan teknologi elektronik yang membuat keduanya lebih baik, mana yang akan saya pilih?

RIDING STYLE

Bro dan sis tentu paham, kedua motor datang dari aliran yang berbeda. Yamaha MT-09 memiliki basic motard. Artinya posisi berkendara lebih berorientasi pada perkotaan. Close quarter combat. Posisi lengan dengan pinggang cukup dekat. Kalau sedang riding mirip seperti berdiri tegak ala supermoto. Jadi bagi mereka yang terbiasa dengan trailbike atau supermoto akan familiar dengan MT-09.

Nah sementara itu Z900 sebagai naked bike memiliki ergonomic lebih condong ke depan. Ala street fighter.

Pada kemacetan jalur perkotaan atau suburb (seperti Gadog, Padalarang, masuk Semarang atau Malang), MT-09 akan memiliki keunggulan manuver. Motor yang lebih ramping (3 silinder vs 4 silinder) dan ringan (lebih ringan 16kg) akan membantu untuk menekuk labirin lalu lintas.

Sementara itu pada jalur yang relative lengang dan long range Z900 menawarkan kestabilan dan kenyamanan.

KARAKTER TENAGA

MT-09 vs Z900 all

Sebagai motor triple engine, MT-09 memiliki karakter tenaga yang meledak di bawah dan menengah. Torsinya minta ampun di kelas CCnya. Yahhh sesuai dah dengan alirannya yang motard. Hampir sebagian besar kecelakaan yang menimpa ridernya terjadi di minggu-minggu pertama, termasuk saya. Meskipun sudah ada throttle mode, namun karakter tenaga sulit memang liar.

Di area perkotaan atau suburb seperti dicontohkan di atas untuk stop n go, MT-09 menawarkan tenaga yang bisa diakses seketika di kitiran bawah-menengah. Jarak pendek masih berani banget saya pake MT-09 take on Z900.

Untung sekali di new MT-09 ini Yamaha sudah membenamkan traction control yang akan membantu pengendalian motor yang aslinya liar banget roda belakangnya ini.

Sementara itu Z900 sebagai inline four normal, bukan crossplane, memiliki karakter tenaga yang lebih tertib. Naiknya lebih predictable dan tidak segalak mesin crossplane. Karakter tenaganya memang lebih dekat ke Z1000. Maklum basis mesinnya adalah Z1000.

Feature/assisst

MT-09 tampil modern dengan assist seperti D-Mode (semacam power modes), Assist & Slipper Clutch, Quick Shift System (QSS), Traction Control System (TCS) dan YCCT (Yamaha Chip Controlled Throttle).

Sementara Z900 diperlengkapi dengan 3 modes KTRC (Kawasaki Traction Control) dan 2 power modes. Utk dash Z900 sdh hadir dg TFT colour.

KESIMPULAN

Kalau boleh mengabaikan selisih harga, pilihan yang saya ambil adalah MT-09.

Motor ini lebih nimble handlingnya, ringan (lebih ringan 17kg), galak torsinya (meski totalnya di rpm atas kalan 10Nm), city warrior. Cocok dengan riding style saya. Apalagi sdh ada QS dan ASC, buat saya ini kepake banget dan upgrade feeling berkendara.

Z900 is a good bike. Smooth power delivery, stable, confidence, refined mesinnya. Amat sangat masuk akal di harga 250jt, namun andai desainnya bisa punya karakter khas seperti Sugomi, ajib bgt.

LOHHH MASS, kan MT09 kalah silinder. Pengalaman punya dan pake sampe 15ribuan km, justru 3 silinder crossplanenya ini yg serak merdu dan berkarakter. Meskipun mungkin Z900 menang diatas kertas spek, namun utk karakter riding, saya pilih MT09.

Eitttssss ini kalau barangnya dua-duanya ada ya ahahahah…

saya dengar saat launching aja MT-09 langsung sold out. Sementara Z900 proses indennya masih hitungan 1 semester. CMMIW.

Yamaha MT-09 Icon Blue

Ini Konsumsi Bensin Ninja ZX25R Setelah 1500km. Ga Beda Jauh Dengan 2 silinder.

Beli motor mahal kok mikir bensin! Cemen kamu!

Tujuan saya nulis artikel ini, bukan karena pelit atau ga kuat beli bensin. Tapi agar kita tau berapa jarak tempuh yang bisa dicapai ZX25R dari satu tankinya. Ini informasi penting untuk riding agak jauh, keluar kota misalnya.

Ingat Indonesia bukan hanya Jakarta, ada banyak tempat dimana jarak antara bensin dengan minimal RON 92 apalagi 95 tidak tersedia. Harus mengandalkan kios.

Continue reading

Ini Kemungkinan Upgrade New Yamaha R25 Utk Respons ZX225R dan CBR250RR SP!

Untuk bisa jawab pertanyaan diatas, kita perlu kembali ke premis dasar:

Yamaha Indonesia adalah basis produksi motor R25/R3 untuk kebutuhan market global. Artinya kebutuhan dan perubahan market di tingkat global yang akan mendikte pengembangan kelas R25/R3. Ini cukup jelas dan rasional. Yamaha ga mau main-main soal volume. Trauma resesi global tahun 2008 memukul Yamaha cukup dalam. Apalagi mengingat porsi total kue sport 250cc makin mengecil di angka 400-500 unit di pasar domestik. Ngapain.

 

Continue reading

Honda Siapkan CBR250RR-R 4 Silinder? Jika ya, strategi “follow and defeat” bisakah digunakan utk kalahkan ZX25R?

 

Ada beberapa pertanyaan yang terus muncul sejak photo rekaan diedarkan majalah Young Machine.

Pertanyaan pertama: seberapa mungkin Honda akan rilis CBR250RR-R 4 silinder?

Pertanyaan kedua: jika ya, apakah strategi “follow and defeat”, yang digunakan Honda pada kelas Mio, sport 150cc, medium matic dan lain-lain, akan berhasil diterapkan untuk menyalip ZX25R?

Continue reading

WR155R Owner Bali – Gasssss Adventure di masa New Normal

Mengisi masa New Normal dengan aktifitas positif, satu komunitas di Bali dengan bendera Adfriendture melakukan riding adventure di wilayah kabupaten Negara hari minggu lalu (12/7).

Menurutu Budi Utama yang merupakan founder dari Adfriendture, salah satu tujuan dari riding ini, adalah mengkampanyekan aktifitas bermotor yang tetap aman dan mematuhi protokol COVID. Intinya tetap gasss tapi aman.

adfriendture__830007112755395701742425349627770609153925n

 

Continue reading