Langkah Antisipasi Yamaha Pada Kelas Sport 250cc

 

Artikel serupa — langkah antisipasi Kawasaki dengan rencana masuknya Yamaha dan Honda — sudah saya tulis dan komunikasikan 3.5 tahun lalu. Ketika itu berita tentang R25 masih dianggap setengah isapan jempol. 2 dari 3 usulan saya kemudian ternyata memang sejalan dengan kebijakan Kawasaki : penguatan basis produksi dan diversifikasi kelas 250cc.

Baca lebih lanjut

Rider 250cc, naik kelas atau pindah 250cc lain? (Testimoni)

 

Ini seperti De javu. Berulang. Tahun 2012 saya mendapat pertanyaan yg sama saat Ninja 250Fi keluar. 2014 saat R25 keluar. Dan sekarang 2016 ketika CBR250RR keluar.

Sudah ada 6 rider 250cc yang tanya ke saya ttg ini via messenger sejak 2 hari ini. Dan memang dalam artikel mengenai pangsa pasar CBR250RR dan Ninja 250 I4, kelompok rider 250cc merupakan salah satu rapid potensial market ketimbang kelas cc di bawahnya.

Jadi gimana mas?

Ini testimoni saya sebagai rider ya, bukan seseorang yang sedang berusaha menjual sesuatu.

  1. Sebenarnya isi paragraph ini ga usah diomongin lagi, tapi ya kudu karena kalau udah kalap sama motor ginian suka ditunda. Kalau belum punya mobil dan rumah TAPI sudah berkeluarga, dahulukan dua itu. Ingat anak-anak tambah besar. Jangan lupa sekolahkan anak ke tempat yang baik. Jangan sekolah sekedar saja supaya bisa DP motor.
  2. Untuk jadi rider yang lebih matang, salah satu caranya dengan mendapatkan pengalaman riding yang bertumbuh-kembang. Jika memang diberi kesempatan dan rezeki lebih, orientasikan kesana.

Maksudnya apa mas?

Sama seperti jawaban saya di 2012 dan 2014. Untuk rider Ninja 250R, kalau mau ganti motor ya perlu berpikir naik kelas. Begitu pula untuk rider Ninja 250FI, berpikirnya ya tambah silinder/cc. Juga bagi rider R25, tambah cc/bore up atau tambah silinder.

Bagi setiap orang interpretasi dari kalimat di atas tentu berbeda-beda.

Ini testimoni saya yg naik bertahap (dihitung mulai dari yg beli sendiri)

  • 1999 – Honda Tiger 200cc
  • 2001 – Tiger jual utk sekolah ke UK
  • Anak lahir dan harus beli mobil, ga motoran
  • 2005 – Yamaha Scorpio 223cc
  • 2007 – Yamaha Vixion 150cc, turun cc krn Scorpio hilang, anak kedua lahir dan harus beli rumah/mobil

——— garis batas – mulai blogging dan motor sebagai aktualisasi diri ———

  • 2012 – Ninja 250Fi 250cc
  • 2013 – Er6n 650cc
  • 2014 – Er6n + R25 (keduanya dijual utk pindah ke Oz)
  • 2015 – MT-09 (847cc) lalu diganti KTM RC8 (1290cc)
  • 2016 – KTM RC8 (1290 cc) + Ninja 1000 (1043cc), keduanya diganti ZX10R

Saya menyisihkan sebagian dari tabungan setiap tahunnya utk upgrade. Dengan begitu saya mendapatkan progress alias kemajuan. Baik dari segi nilai asset yg bertambah (kalau beli motor 2nd penurunan valuenya tipis) maupun dari segi pengalaman/wawasan yang beragam (berbagai jenis motor dengan kapasitas membesar).

Saat naik kelas, motor yang dikendarai memiliki karakter yang benar-benar berbeda. Dari Ninja 250Fi ke Er6n misalnya. Karakter torsi jauh lebih buas bertenaga tapi juga handling butuh skill. Saya belajar beberapa hal yang signifikan disini. Begitu juga saat ambil MT-09, kurva belajarnya berubah banyak. Dan seterusnya.

Hal yang saya pelajari selama 4 tahun terakhir luar biasa banyak. Dengan menguasai pelbagai motor dengan kapasitas beraneka ragam, saya merasakan sense saya bertumbuh semakin utuh dan 3 dimentional.


 

Kembali ke pertanyaan apakah Rider 250cc sekarang perlu ganti ke 250cc lain atau bertambah kapasitas/silinder?

Manapun yang menurut kondisi dan kebutuhan akan membuat teman-teman akan menjadi biker yang berkembang matang.

 

 

Update: Honda CBR1000RR edisi Euro-4 2017

 

Sembari nunggu launching CBR250RR yg, khabarnya, akan dilakukan beberapa hari ini di pusat Jakarta, kita pantengi dulu abang terbesarnya: CBR1000RR 2017. Setelah hampir 10 tahun tidak mengalami perubahan yang mendasar, Honda akan melepas edisi update 2017 dari si pedang api, CBR1000RR. Baca lebih lanjut

Momen Pertama Ketika R25 Tiba. Mana Ceritamu?

 

Semenjak tes langsung R25 di Kompas grup dan kemudian Ancol, rasanya sudah tidak tertahan menanti pengiriman motor via dealer. Sempat dapat bisikan untuk selalu cek dengan dealer, saya pun establish relasi dgn pihak dealer, ajak kenalan, ngobrol dan hampir tiap dua hari saya telp/sms tanya khabar dia (baca: R25). Untuk memastikan tidak disalip hehehe.

Baca lebih lanjut