Apa Perbedaan Suzuki GSX250R Dibandingkan Suzuki GW250 Inazuma? Akan Lakukah GSX250R Jika Dijual di Indonesia?

 

 

Awalnya saya pikir ga perlu bikin artikel beginian. Tapi gemes juga lihat komentar sok tau dari komentator yang mengatakan “inimah Inazuma ganti baju”. Padahal informasinya ada di rilis Suzuki Motor Corporation dan media otomotif internasional.

Oke apa perbedaannya mas?

gsx-001

Baca lebih lanjut

Iklan

Suzuki GSX250R Akan Dijual Kompetitif di Harga 58jt Rupiah

Suzuki kalau udah ngamuk memang susah. Semua sisa2 darah Suzuki yang ada di kita– terutama biker 80-90an yg merasakan power 2 tak Suzuki — seperti disentak dipanggil.

Banderol harga jual utk Suzuki GSX250R sudah dipegang prinsipal Suzuki dan disetujui oleh Suzuki Jepang.

Dibanderol sangat kompetitif, motor ini akan dilepas di harga 58 juta rupiah. Bikin ngilu gusi.

Tambah ngilu karena sementara ini penjualan masih terbatas. Setiap kota di Australia hanya mendapat jatah 2-3 unit sementara ini.

Demikian blogger yg tinggal di Australia melaporkan. Udah ayo bubar, pada nungguin apa lagi?

Yamaha Aerox 250. Bagaimana Menurut Anda?

Pikiran ini muncul selama saya 3 hari wira wiri merasakan torsi nonjok 250cc matic diatas motor seberat 182kg ini.
Bagaimana kalau ada Aerox 250 ya? Versi ramping dan sporty 250cc?

Ahh matic sport 250cc itu khayalan liar mas aja.


Lho kenapa tidak?

Dengan bobot 182 kg saja, saya merasakan akselerasi tanpa drop dari 0 ke 120km/jam. Dengan top speed 145km/jam. (jalan kosong area barat BSD + knalpot Termignoni).

Kebayang engga kalau mesin powerful ini dipasang di motor yang lebih ramping dan ringan. Jika bobot bisa dipangkas dibawah 150kg, (note: Aerox 155 bobotnya 118kg) buang bagian yang tidak penting bagi sport matic seperti bagasi massif dan area depan yang lebih agresif dengan tahanan udara yang rendah.

Bagi yang sudah pernah jajal NMax dan Aerox tentu ngerti bagaimana sebuah mesin 155VVA berperforma berbeda dalam genre yang berbeda.

Ada beberapa pertimbangan yang menurut saya menjadikan Aerox 250 sangat feasible.

  1. Adalah langkah sangat mubazir secara ekonomi utk mengembangkan mesin matic 250cc berteknologi traction control kalau hanya utk satu varian saja. Anda tahu mesin 155 VVA sudah digunakan utk berapa varian? 3 varian. Anda tahu mesin 125cc Bluecore digunakan untuk berapa varian? setidaknya 5 varian. Mesin baru 250cc hanya bakalan utk 1 varian?
  2. Geliat pasar mengarah ke atas terbentur tembok pajak >250cc. Pabrikan dituntut untuk seinovatif mungkin mengakali ini. Diversifikasi kelas 250cc sudah gila2an. Kawasaki sebagai pemain pertama 250cc saat ini punya DELAPAN varian 250cc. Daya beli masyarakat menguat dan kebutuhan akan motor ber-cc besar semakin meningkat. Apakah akan diabaikan?

Terpantau via medsos ada 12 temen rider sport 250cc, ada yg pakai 900cc malah, yang ikutan beli Aerox. Dua saya tanya “ngapain lu beli matic turun cc? Engga nunggu Xmax yg 250cc?”

Mereka jawab ini memang butuh matic tapi yg powerful sporty.

Saat saya konfirmasi mengenai kemungkinan rilis Aerox 250 ke pimpinan YIMM. Saya diberi jawaban ramah “wah belum mas”.

Catatan akhir: saya dilahirkan dan besar di Kalimantan era 80-90an dimana image Yamaha adalah tentang performa tenaga dan sporty. Saya belajar motor pakai Yamaha RX-S dan wara wiri dengan generasi Yamaha Alfa. Buat yg ngerti aja nih jajaran motor saat itu apa aja dari Honda dan Suzuki.

Aerox 250 ini, menurut saya, inti filosofi Yamaha di era matic modern. Bisa jadi calon anggota penting di keluarga besar Yamaha Maxi Scooter.