Jajal Honda ADV160, Sama Lincahnya, Lebih Bertenaga!

AKHIRNYA!

bisa jajal langsung ADV160!! gimana impresinya om.

“ADV160 berhasil menjawab beberapa kekurangan ADV150”

Setelah sekitar 12 lap test ADV di testing ground AHM Safety and Riding Centre di Cikarang, saya kembali dengan kesimpulan-kesimpulan ini:

  1. Handlingnya masih sama lincahnya dengan ADV150. Selama test di Dieng, saya bbrp kali overshoot saat memasuki tikungan sempit. Terlalu cepat, atau terlalu melebar. Koreksinya mudah sekali dengan ADV150, sangat forgiving. Nurut sekali. Nah pada ADV160 ini handling bisa dikatakan identik. Saat zig-zag melewato cone di sirkuit, ADV enteng sekali. Lebih enak daripada Honda Spacy saya di rumah yang lebih kecil dan ringan malahan (heheheh iyalah mas beda harga). Saking terlalu enaknya buat nikung, standard ADV beberapa kali gasruk di aspal hehehe.
  2. Saat dipakai riding sambil berdiri pun motor ini masih enak dikendalikan, jepitan betis pada body motor membantu kendali motor. Tinggal raiser stang naik 1,5 inch dan maju 2-3 cm, udah enak..
  3. Kelemahan ADV150 adlh tenaga saat ditanjakan.Tapi ini dijawab ADV160 dengan baik. Torsi berhasil naik hampir 1 Nm. Buat kawan-kawan para pejuang upgrade performa, mungkin ngalamin naikin torsi di motor150cc jauh lebih sulit ketimbang naikin HP. Buat saya yang bobotnya 86 kg, perbedaan tenaga ADV150 dan ADV160 ini cukup terasa, pada responsiveness. Juga saat berhenti di tengah tanjakan untuk kemudian digas jalan (tes beban). Hanya saja sepertinya PCX160 terasa lebih galak, apa karena bobotnya lebih ringan ya (hanya selisih 2 kg), atau mapping engine yang beda? hmmm
  4. Perubahan lain yang membantu adalah deck floor yang lebih luas, ini membuat kita bisa menapak dengan sempurna. Berguna banget nih Sob saat harus mengendalikan motor sambil berdiri. Maklum utk motor jarak jauh, dengan medan yang beragam, kita butuh juga berdiri sambil mengendalikan motor. Posisi dek kaki lebih lebar dan menurun ke depan, improvement banget dibanding ADV 150 ini.
  5. Suspensi depan masih agak terlalu keras di speed bump utk ukuran berat saya. Compression dan reboundnya agak cepat. Mungkin juga ini disengaja agar handling motor tetap sporty dan agressive ya. Saat masuk tikungan cepat memang sih ga ada gejala mengayun. Nempel.

In overall it’s a much better bike than ADV150 in functionality (bagasi lebih besar, HSTC, dashboard baru, deck lebih luas) and performance (tenaga dan torsi lebih besar).

Kalau butuh matic utk jalan-jalan agak jauh, dengan nyaman dan gaya. Ataupun sekedar buat kerja. Honda ADV160 pilihan kuat menurut saya.

Harga? well ya ini masuk motor hobby yang tersier and…. it’s a Honda.

Honda ADV160, the wait is over, today is the day!

Hampir 2,5 tahun lalu saya diundang AHM utk test drive ADV150 di dataran tinggi Dieng. Melalap tikungan-tikungan sempit mengayun, penuh tanjangan dan turunan. Komentar saya: “ini matic 150cc paling enak handlingnya, sangat lincah, tapi buat bobot saya dan medan tanjangan tenaganya kurang”.

Seorang petinggi AHM komentar pelan ke saya “tenang mas Leo, nanti akan ada versi 4 katupnya”

And today is the day.

AHM meluncurkan ADV160 dengan menggunakan basis mesin yang sama yang ditanamkan sebelumnya ke PCX160 dan Vario160. Generasi mesin yang didesain punya performa yang lebih kuat dari generasi 150cc.

Ada beberapa perubahan yang memang diharapkan:

  1. Jumlah katup yang lebih banyak membuat mesin lebih responsif dan bertenaga
  2. Kubikasi mesin pun ditambah agar makin kompetitif dengan generasi matic premium di kelasnya
  3. Dibenamkannya HSTC, Honda Selectable Torque Control
  4. Foot Deck depan yang lebih luas. Ini jadi masukan penting saya juga di seri awal. Karena pada motor jelajah kita butuh sering/kadang untuk berdiri.
  5. Tinggi jok berkurang 15mm, ini membantu bagi rider bertubuh kurang tinggi.
  6. Informasi dashboard ditambah dengan tachometer (putaran mesin) dan trip duration

Jadi makin penasarannn.

Ada dua tipe ADV160 yang dipasarkan

  1. ABS dipasarkan Rp 39, 25 juta OTR DKI. Warna: Tough Matte Black, Tough Matte Red, dan Tough Matte White. Tipe ini sudah dilengkapi HSTC (traction control).
  2. CBS yang dipasarkan Rp 36 juta OTR DKI. Warna: Dynamic Black, Dynamic Red, dan Dynamic White.

Mau ambil memangnya mas Leo? Iya. Sambil kita test dulu yakk

Adu Akselerasi ZX300R vs ZX25R !! Selisih berapa kebon?

Pemilik ZX25R tentu mahfum. Tenaga ZX25R memang meledaknya ya diatas. Namanya juga mesin 4 silinder 250cc.

Saya sejak Agustus 2020 berusaha cari akal bgmn caranya supaya tarikan bawah ZX25R saya lebih nampol. Terutama utk kebutuhan harian yang sering stop n go atau harus bermanuver melepaskan diri dari kemacetan.

Saya waktu itu pasang knalpot aftermarket (Prospeed dan Sportisi), piggyback powertronic dan menaikkan gir belakang ke 50T. Hasilnya galak banget di lampu merah. Bejaban lah dengan 2 silinder.

Nah Sportisi pergi lebih jauh lagi, dengan develop paket bore-up ke 300cc.

Emang seberapa sih bedanya dengan yang standar ?

Kita bahas spek modifikasinya belakangan aja ya. Perbedaan pada karakter tenaga yang dirasakan ini yang penting.

Kalau naik ZX25R standard, saat start, sementara kita dibuai oleh merdu suara 4 silindernya, kita mesti sabar main throttle karena tenaga menantinya di RPM tengah ke atas. Di lampu merah atau saat stop n go. Kalau dengar ZX25R pas akan jalan direvving up/meraung, itu karena ridernya ingin segera dapat sentakan tenaga. Tenaga mulai berasa di RPM 6-7ribuan.

Saat saya test ZX300R ini, dari awal puter throttle sedikit udh terasa nyundulnya. Tenaga lebih padat ngisi mulai dari betotan awal. Gimana sih, terasa putaran gas di tangan PLUS suara revving up linear dengan sentakan motor ke depan. Ini beda banget dengan ZX25R biasa.

Penasaran, saya pakai Racelogic untuk tahu secara lebih terukur berapa sih perbedaan akselerasinya utk mencapai 100km/jam?

Test dilakukan pada lintasan yg sama, dan bersih di area Tangsel. Juga oleh ride yg sama, bapack2 dengan bobot 88kg berusia 47tahun.

Motor ZX25R yang dijadikan pembanding adalah sesama ZX25R Standard non ABS milik bro Arya member ZRI Tangerang, tambahannya hanyalah knalpot aftermarket by Sportisi.

Kita ambil 3 kali take, (ingat jokinya sama) dengan hasil terbaik seperti ini:

Akselerasi ZX25R Standard dg knalpot Prospeed

kecepatan 0 sd 60 km/jam dicapai dalam waktu 4.16 detik. Sementara ke 100km/jam butuh waktu 8.22 detik

Gantian dengan ZX300R, Settingan KTRC dan Power Mode dibuat sama.

Dan ini hasilnya.

Akselerasi ZX300R

Kecepatan ke 60km/jam dicapai dalam waktu 2.77 detik, sementara ke 100km/jam butuh hanya 5.94 detik.

Itu ada yg dihapus krn setelah setelah ngerem sempat jalan lain.

Kesimpulannya, emang bukan hanya sekedar data spek teknis dan feeling saat berkendara, tapi juga real time akselerasinya benar2 beda signifikan.

Sekarang kalau kita lihat data on dyno, memang wajar sih ada perbedaan akselerasi sebesar itu, karena torsinya saja loncat jauh dari 18 ke 25 Nm.

Apa aja sih ubahannya mas? ini saya ambil dari IG Sportisi ya

untuk lengkapnya bisa hubungi Sportisi atau mas Bram di +62 811-184-318

sensasinya akselerasinya? Beda!

KLX230 Supermoto: Simple but Smart Move by Kawasaki! Preview Apa-adanya Rider Dtracker250

Saya perhatikan di jalan raya, komunitas supermoto semakin meluas.

Bukan hanya kaum trabas/overlander serius yg punya wheelset/motor SM, tapi terutama saya perhatikan biker-biker muda usia 18 sd 25an yang makin gandrung memodif motor dual purpose/trail yang dimiliki utk jadi supermoto handal. Gerombolan anak muda riwa riwi dengan WR155R, CRF150, KLX150 yang sudah di steroid performa/penampilannya sbg SM semakin banyak bersliweran di jalan ataupun di media sosial.

Di titik inilah menurut saya langkah Kawasaki melepas KLX230 Supermoto sebagai langkah yang simple tapi smart.

Mengapa? Apa kelebihannya?

  1. KLX230 SM menawarkan basis mesin yang scr performa sudah jauh diatas motor 150cc lain. KLX230 puncak tenaga di 18,7HP sementara KLX150 hanya di 11,8HP. Begitu pula torsinya, KLX230 di 19,8Nm, sementara KLX150 hanya di 11,3 NM. Saya sudah coba versi standard KLX230 dan KLX230R. Powerful bgt, terasa sekali di rentang RPM bawah-menengah. Sehingga teman2 biker muda ga perlu lagi bore up motornya ke 180cc atau 200cc
  2. Diversifikasi dan launching dilakukan tiga tahun setelah launching KLX230 standard. Jeda dengan KLX230 memberikan waktu yang cukup untuk memastikan penyerapan pasar terhadap KLX230 sudah optimal. Perubahan yang dilakukan cukup simple: penanaman wheelset Supermoto, headlamp dan dashboard yang dipercantik, dan suspensi up-side down yang gagah. Simple tapi persis inilah yang dibutuhkan bike Supermoto.
  3. Pelepasan produk dilakukan saat market Supermoto makin berkembang dan matang di kalangan biker2 muda. 2-3 tahun lalu sambutan pasar mungkin lebih lemah.

Kekurangan?

ini mungkin relatif, tapi bagi para pelajar yang mengandalkan uang orangtua, perbandingan harga antara kelas 150 dan 230 cc mungkin akan berasa. Motor dua/trail 150cc sudah pada kisaran harga 37-39 juta, sementara KLX230 sdh di 47-54 jutaan. Meskipun menurut saya selisih 10 jutaan bisa dijustifikasi dengan kapasitas mesin dan tenaga yang lebih powerful, suspensi upside-down dan wheelset bawaan Supermoto yang kualitas industri.

Karakter tenaga KLX230SM bgmn mas?

KLX230 standard menurut saya lebih cocok untuk kondisi off-road, karena compression rationya rendah, tanpa radiator, SOHC sehingga tenaga lebih terasa di RPM bawah.

Nah apakah konfigurasi ini akan sama nyamannya ketika dijadikan Supermoto, penjelajah jalan raya? ini yang perlu test langsung hehehe. Bisa sambil dicompare dengan Dtracker 250 saya yang sesama Supermoto nih.

Spek KLX230SM

Power Maksimum14.0 kW {19 PS} / 7,600 rpm
Torsi Maksimum19.8 N•m {2.0 kgƒ•m} / 6,100 rpm
Jenis MesinPendingin udara, 4-Tak, Single
Volume Silinder233 cc
Diameter x Langkah67.0 x 66.0 mm
Perbandingan Kompresi9.4:1
Sistem KatupSOHC 2 katup
Sistem Suplai Bahan BakarFuel injection (32 x 1)
Sistem PengapianB&C (TCBI, EL. ADV. D.)
StartElectric starter
Transmission6-speed, return
Primary Reduction Ratio2.871 (89/31)
Final Reduction Ratio3.214 (45/14)
KoplingWet, multi-disc
cakep yakk

Aksi Terbuka Pawang Mengusir Hujan di Mandalika: Antara Hiburan Atau Bullyan?

Kebiasaan menggunakan pawang hujan itu sdh praktek lama di negara kita dan negara tetangga. Acara resmi kenegaraan, acara komersial, acara sosial semua jamak menggunakan jasa pawang hujan. Tapi kenapa yang diatraksikan terbuka di Mandalika jadi heboh?

Wawancara mendalam Jakarta Post terhadap praktek mengusir hujan memperlihatkan umumnya para pawang harus melakukan ritual keagamaan seperti berpuasa, berdzikir 1000 kali, dan laku lain mengikuti agama atau kebudayaan setempat. Mereka juga mensyaratkan panitia untuk menjaga sikap atau kata-kata selama event berlangsung.

https://www.thejakartapost.com/life/2018/09/07/how-indonesians-control-nature-meet-the-rain-shamans.html

LALU, apa yang berbeda dengan praktek pawang hujan di Mandalika?

Kalau praktek umumnya selama ini, kita tidak lihat ada pawang hujan, hujan tidak turun, meskipun cuacanya panas aneh.

Hanya sekali saya lihat pawang hujan di satu lokasi acara di Kalimantan, dia diam di sudut tidak banyak bicara.

Sementara di Mandalika, pawang hujan seperti sudah jadi atraksi tambahan dari balapan. Bahkan terkadang atraksi utama sepertinya. Mulai dari ritual doa, sesajen, kemudian wawancara dan liputan penuh dari media membuat “rain shaman” alias “pawang hujan” jadi viral di jagad maya.

Ini semua berpuncak pada moment balapan yang diguyur hujan.

Pawang melakukan ritual terbuka di pitlane, di depan tatapan kamera media seluruh dunia, penonton dan pembalap. *sebenarnya di sisi belakang paddock di Mandalika itu juga ada area terbuka panjang dimana ritual bisa dilakukan dengan lebih khusuk dan tertutup

Menurut saya, ya itu mungkin ritual yang memang harus dijalani oleh Pawang.

Tapi karena terbuka dan disiarkan seluruh dunia, tentu ada manfaat dan risiko yang didapat.

Manfaat: jadi salah satu sumber hiburan/atraksi, pengisi waktu selama menunggu hujan reda. Bisa juga sebagai sarana mempromosikan budaya lokal.

Risiko: reaksi penonton melihat ritual yang biasanya tertutup, dilakukan begitu terbuka bisa jadi sangat beragam. Ada yang terhibur, ada yg menjadikan bahan mocking/ledekan, ada juga yang mengkaitkan dengan meluasnya praktek klenik.

Apakah yang bereaksi negatif ini tidak percaya atau selama ini tidak pernah diuntungkan dengan praktek pawang hujan? TIDAK. Para pembalap selama ini tahu dan ikut terbantu dengan praktek rain shaman, begitu juga penonton Indonesia.

Jadi kalau melebar kemana-mana, ya itu resiko dari publisitas ritual.

Berani diekspose terbuka, ya harus siap bolanya mental kemana-mana.

Saya sendiri sih lebih prefer praktek berdoa/berharap menunda hujan ini dilakukan dalam diam,dan tafakur. seperti inti dasar dari berdoa ya. Komunikasi kita kepada yang Maha Mengatur. Meminta kemurahan hati Allah memberikan yang kita minta. Sembari kita menjaga sikap dan perkataan kita.

2022 Kawasaki Versys 650. Kerennn!! Apa aja yg baru?

Ini motor yang sempat bikin dunia touring-adventure bergairah di tahun 2013. Hampir 10 tahun lalu ya bro, waktu namanya adventure bike dipegang oleh merk Eropa yang harganya 3-4 kali lipatnya. Versys 650 versi lampu tumpuk malah sempat dibanderol di harga 120an juta barunya.

Utk review seri Versys (Versatile System) awal bisa dicek di link ini

Sudah ada beberapa peremajaan di kelas ini, dan Kawasaki pun untuk tahun 2022 2 bulan lalu sudah melakukan launching global versi update dari motor favorit ini.

Apa sih yang baru?

2022 Kawasaki Versys 650 sekarang diperlengkapi dengan sistem traction control yang sebelumnya hanya ada di abang2nya kelas 1000cc. Nahh yang ini saya familiar bgt saat punya Ninja 1000 dan ZX10R, tentu pakai Kawasaki TRaction Control (KTRC) system dengan dua modes. Mode 1, yang paling halus atau tidak intrusive, memastikan motor keluar dari corner tetep secara agresive tanpa spinning berlebih. Dan Mode 2 yang lebih kuat intervensinya dimana. Dimana TC memotong tenaga lebih awal di sepersekian detik ban spinning, memastikan maximum grip control.

KTRC ini bisa diatur dengan menggunakan kontrol di handle bar.

2022 Kawasaki Versys 650

Kemudian Versys 650 juga sudah diperlengkapi dengan TFT display ukuran 4.3 inchi full coloiur yang akan membuat akses informasi lebih mudah (high visibility) dan nyaman (warna background bisa diubah dan tingkat kecerlangan otomatis mengikuti kondisi sekitar sob) bagi pemirsa, eh rider.

2022 Kawasaki Versys 650
2022 Kawasaki Versys 650

Dan tidak ketinggalan Versys 650 baru juga sudah dibenamkan feature smartphone connectivity: Rideology.

2022 Kawasaki Versys 650

Buat yang fetish banget dengan windscreen, Versys 2022 stylingnya diperbaharui dan tambah oke dengan mode adjustable ke 4 posisi dengan range hampir 7,5cm. Di kelasnya adjustment tentunya masih manual sob, alias fingering.

2022 Kawasaki Versys 650

Di sektor mesin dan kaki-kaki sepertinya tidak ada banyak perubahan ya sob.

Mesin paralel kembar 649cc diset oleh Kawasaki dengan mapping yang berbeda dengan Ninja 650 ataupun Z650: lebih lebar dan friendly powerbandnya. Melepaskan 63 horsepower pada kitiran 8,700 rpm dengan torsi 58.3 Nm pada 7,300 rpm di roda belakang.

Versys 650 baru ini mewarisi styling abangnya, Versys 1000. Fairing atas lebih memiliki tampilan yang tajam dan mengalir, apalagi sdh dilengkapi dengan LED headlights baru.

Lebih keren dan nyaman ini mah?

Terrtarik?

Kita harapkan New Versys 650 ini juga bisa segera mengaspal di Indonesia ya Sob

2022 Kawasaki Versys 650
2022 Kawasaki Versys 650
2022 Kawasaki Versys 650
2022 Kawasaki Versys 650
2022 Kawasaki Versys 650
2022 Kawasaki Versys 650
2022 Kawasaki Versys 650
2022 Kawasaki Versys 650
2022 Kawasaki Versys 650
Full optional

Rainmaster Rea Kunci WSBK Mandalika dengan Double Victory

Melihat selisih poin Toprak dan Rea mencapai 30 point, beberapa orang sebenarnya berharap kalau 3 balapan di Mandalika berlansung dalam situasi basah (hujan/track basah).

Ini akan membuat weekend jadi lebih tidak predictable.

Karena dalam kondisi basah, it is not so much about the power of the bike, banyak hasil yang tak terduga.

Harapan terpenuh: race 1 hujan, tapi babalas lebaattt banget hahahah

Penundaaan race 1 menjadi hari minggu membuat sisa point yang akan diperebutkan berkurang signifikan, dan kesempatan Rea mengganggu claim Toprak mengecil.

Dan kemudian kita tahu Toprak dengan apik berhasil menempel Rea utk mengunci gelar juara dunia WSBK pertama kalinya di Mandalika.

Masuk ke Race 2, kita sudah punya juara dunia, antisipasinya tidak sekuat Race 1.

APalagi cuaca parah banget, sempat mengalami penundaaan beberapa kali. Akhirnya dengan kerja keras penyelenggara, race 2 jadi digelar dengan kondisi jalan yg amat basah. Jumlah lap dikurangi dari 21 menjadi hanya 12 laps.

Sejak start trio Yamaha melesat ke depan, tapi tidak lama Rea dan Redding yang merangsek dan terus memisakhkan diri. Gebuk2an di antara keduanya semakin intense dengan kekhawatiran juga di penontont kalau terjadi apa2. Salip salip dari sisi dalam dan luar bikin display TV terkunci pada sepasang ini.

Berebut posisi ketuga Toprak dan Van De Mark juga terus terjadi hingga garis finish dilewati. Rea — Redding – VDM mengisi podium!!

Berikut hasil akhir balap 2.

1. Jonathan Rea (Kawasaki Racing Team WorldSBK)

2. Scott Redding (Aruba.it Racing – Ducati) +0.283s

3. Michael van der Mark (BMW Motorrad WorldSBK Team) +7.437s

4. Toprak Razgatlioglu (Pata Yamaha with Brixx WorldSBK) +10.641s

5. Tom Sykes (BMW Motorrad WorldSBK Team) +21.707s

6. Garrett Gerloff (GRT Yamaha WorldSBK Team) +24.555s

Nampak dalam situasi wet race, Rea bisa memukan performa yang lebih baik dari Toprak. Selisih 10 detik.

Selamat utk Rea yang mengunci record double victory di Siirkuit Mandalika utk pertama kalinyaa

Yamaha Sapu Bersih Title WSBK: Juara Dunia, Tim dan Konstruktor Superbike, juga kelas WSSP 600 cc!

2021 kayanya memang tahunnya Yamaha di WSBK.

Bahkan bukan hanya di WSBK tapi juga hampir di semua kelas balap otomotif di penjuru dunia.

Di WSBK selain mengunci gelar juara dunia, Pata Yamaha memenangkan Tim terbaik dari perolehan poin. Yamaha juga menjuarai kategori Independent Teams’ and Riders’ Championship dengan GRT Yamaha WorldSBK Team dan Garrett Gerloff. Dikelas 600cc juga begitu selain juara dunia dipegang Dominique Aegerter, juara tim ada pada Ten Kate Racing Yamaha dan juga juara Manufacturers di kelas WorldSSP.

Di luar WSBK juga mengkilap bangett…

Fabio Quartararo menang MotoGP, Jake Gagne menang MotoAmerica, Katsayuki Nakasuga menangJapan Superbike, Tarran McKenzie jawara British Superbike;

Keren….

Selamat untuk Yamaha, senoga ini menggugah Yamaha untuk makin agresif menghadirkan motor-motor keren kelas dunianya di Indonesia!!

Toprak Juara Dunia Baru WSBK 2021!!! Rea Juara Race 1 di Mandlika!!

Pertarungan seru banget ini. Apalagi nontonnya dari tepi sirkuit.

Race 1 sempat mengalami 2 kali penundaan akibat kondisi cuaca yang tidak pasti. Ketika circuit sudah dikosongkan dan pembalap sudah melakukan sighting lap, crewpit kembali berhamburan masuk ke dalam track dengan membawa ban baru (slick).

Start race bagus sekali dari Rea yang langsung melesat meninggalkan Toprak. Nampaknya targetnya adalah meninggalkan Toprak jauh 2-3 posisi di belakang. Tapi ga semudah itu mas Jon.

Salip salip antara Rea dan Toprak dg sedikit direcoki Bassanj dan Rediing buat hasil di akhir lap selalu berubah.

Lap demi lap, saling tempel dan salip whenever possible terus terjadi sampai di lap ke 7

Toprak nampak memaksimalkan exit speed M1 yg memang kuat. Late braking, salip dr dalam dan pertahankan line sampai keluar tikungan.

Karakter Mandalika yg penuh tikungan memang lebih menguntungkan R1.

Toprak memimpin dlap 10 dan nampak menutup semua celah. Tidak mudah bagi Rea utk menyusul di tikungan.

Redding “memperkeruh”, Toprak sempat melebar untung tdak crash.

Posisi di lap 13 Redding memjmpin disusul Rea, dengan gap jarak sebesar 1,8 detik dengan Toprak.

4 lap terakhir Rea berhasil salip Redding. Redding kemudian bertaring sg Toprak sengit

Toprak berhasil lepas dan jaga jarak aman dari Redding. Namun jarak masih cukup jauh dr Rea.

Toprak dengan tekun dan konsisten memperpendek jarak dengan Rea, dan memastikan tidak direcoki Redding.

Hingga akhirnya FINISHHH!

FIX, Rea juara Race 1 WSBK Mandalika

Dan karena Toprak finish posisi ke dua, poin dan jumlah kemenangan yang dimiliki oleh Toprak tidak bisa disalip oleh Rea meskipun Rea juara satu nanti di Race 2. TOPRAK JUARA DUNIA BARU WSBK 2021!!!

ini mengakhiri kemarau juara dunia Yamaha di WSBK sejak tahun 2009 (Ben Spies)

Selamat ya kang Toprak

WSBK tambah bakal lebih seru nih.

Kalau Yamaha udah menang, biasanya Honda jadi panas dan bakalan lebih serius heheheh.

Apa chance Rea Menantang Claim World Champion Toprak di Mandalika?

Selisih 30 point di seri terakhir itu ga mudah.

Kemarin saat jumpa Rea menjelang kembali ke motorhome, nampak wajah Rea cukup tense.

Dan cukup beralasan. Saat free practice 1 Toprak nampak tetap kuat. Lebih cepat 1, 54 detik. Di FP2, gap berkurang ke angka 0,1 detik setelah Rea sempat mengalami technical issues.

Apa sih chance Rea utk bisa menantang Toprak?

Dengan selisih 30 point, Toprak cukup finisih di Race 1 Sabtu ini dengan keunggulan 7 point di depan Rea. Artinya kalau Toprak finish 2 pembalap di depan Rea (Toprak 1, Rea 3, atau Toprak 3, Rea 5). Toprak mestinya bermain aman, cukup finish persis di belakang Rea pun sudah pasti juara dunia. Tapi ini sepertinya bukan Toprak banget utk play safe.

Sementara buat Rea sendiri tidak bisa tidak Rea harus memenangkan Race 1 dengan asumsi Toprak terlempar dari 6 besar, agar peluang Rea lebih besar.

Tapi apa ini mungkin ya?

Menurut saya Rea harus all-out, habis-habisan sehabis2nya. Dengan kemungkinan dogfight dengan Toprak dan andalan Yamaha ini terpancing dan make mistake.

Tapi riskan juga hahaha, Bisa jadi senjata tuan dimakan nyonya.

Gimana menurut sob.