Saatnya Pembatasan RPM Berdasar MERK Motor di WSBK Dicabut

 

 

 

 

Dekade 1990 hingga mid 2000 adalah era dimana Ducati mendominasi WSBK. 13 kali juara dunia. Sampai ada pameo “kalau mau juara ya naik Ducati”. Mencegah dominasi berkepanjangan seperti ini, FIM kemudian lebih progressif dalam menggunakan regulasi agar WSBK menjadi lebih menarik.

Continue reading

Advertisements

R3 kalah CC vs Ninja 400/RC390R Tidak Halangi Galang Hendra Tercepat Kedua Superpole WSSP300 Aragon. Mengapa?

 

 

Musim 2019 utk kelas WSSP300 dimulai minggu ini. Kelas rame banget ini ada 52 pembalap turun. Sampai-sampai harus dipecah ke dua grup biar ga kayak pasar senggol di sirkuit.

Continue reading

Tips penting utk rider Kawasaki KLX450R (Part 2) (Seputar jetting dan kelistrikan)

 

Sebagai sesama pemilik KLX450R, saya kali ini pengen share sedikit masukan penting dari mas Farkhan. Beliau ini pencinta dirbike yang sudah 7-8 bulan menunggangi KLX450R. Mas Farkhan sebelumnya juga pembesut Husqvarna TE250 utk main enduro. Sementara utk dual purpose mengandalkan CRF250 Rally dan DR200.

 

Continue reading

Bro/Sis Owner Baru KLX450R? Ini tips yang perlu diperhatikan (Part 1)

 

Selamat! bro/sis dan saya salah satu dari 100an pemilik KLX450R di tanah air. Masih banyak yang belum beruntung dalam perebutan unit discount bulan Januari lalu.

Kenapa beruntung? Ya bayangin aja, terutama utk pemilik baru, bisa gandeng motor rally berkapasitas 450cc dengan harga amat bersahabat. Tergantung beli dari mana, dugaan saya bro/sis membayar di bawah harga yang tertera di faktur yakni Rp. 73 juta.

Tapi, selain bergembira ada beberapa hal yang bro/sis harus antisipasi nih. Mas Henry Suandy Direktur Greentech Kawasaki Pekanbaru  berbagi tips.

 

Mas Henry ini bisa dikata pemilik pertama KLX450R di Indonesia, awalnya malahan import sendiri. Jadi cukup hafal luar dalam KLX450R. Berikut tipsnya ya.

Daniel Irawan-001.jpg

Photo: Daniel Irawan

Continue reading

Mencermati Kiprah Leon Haslam/Kawasaki di WSBK 2019. Pengganti Tom Sykes yang Tepat?

 

 

Semenjak diberlakukan pembatasan RPM pada motor ZX10RR, Tom Sykes, salah satu pembalap Kawasaki mengalami kendala menemukan konsistensi performa. Kadang kenceng kadang pelan. Tergantung track. Nampaknya gaya riding Sykes yang agresif tidak terlalu cocok dengan settingan motor pasca pembatasan RPM yang membutuhkan gaya riding yg silky smooth seperti Rea.

Continue reading

Kemungkinan AHM Produksi CB250R Neo Sport Café (twin)

 

 

Di era motor sport tampil begitu progresif dan tajam, mendesain versi naked yang sama menariknya tidaklah mudah. Tidak bisa hanya dengan mencopot fairing dan mengganti dengan shroud dan headlamp. Ada proporsionalitas dan konsistensi konsep yang harus dipikirkan. Supaya tidak terlihat aneh. Dan menurut saya Honda memikirkan itu dengan baik utk versi naked dari CBR balapnya: clan CB Neo Sport Café.

PHOTO-2019-03-04-09-09-28

Alih-alih sekedar menempelkan body kit pengisi atau headlamp baru pada ruang kosong di hati body setelah fairing pergi, Honda memutuskan utk going retro. Mendesain sesuatu dari awal. Dan ini terlihat hasilnya di mulai dari CB1000R, CB650R hingga CB300R.

 

Neo Sport Café.

 

Gaya elegan namun minimalis menjanjikan kenyamanan, kemudahan riding namun tetap tampil penuh gaya. Saya sudah membandingkan sendiri head-to-head secara fisik antara GSXS1000, MT-10, Z1000 Sugomi dan CB1000R.

honda-neo-sports-cafe-concept-motorcycle-cbr-sport-bike-naked-streetfighter-1

CB1000R tampil paling ringkas dan bisa dibayangkan handlingnya paling ringan. Ini melanjutkan filosofi CB1000R sebelumnya, edisi naked pengganti keluarga Hornet.

https://7leopold7.com/2013/10/20/test-ride-honda-cb1000r-80-technology-20-mysteri/

Pertanyaan yang mungkin lebih penting buat kita: bagaimana dengan kemungkinan CB250R, twin silinder versi naked dari CBR250RR produksi AHM?

 

Produk 250cc naked beraliran retro di Indonesia bisa dikatakan KOSONG, tanpa kompetisi.

 

Kawasaki pernah memasukkan W250 Estrella, namun sudah tidak dilanjutkan. Saat ini untuk kelas naked 250cc masih ada MT25 (yang bukan retro). New Z250 juga belum ada dan melihat dari desain Z400 yang akan diturunkan, aliarannya bukan retro.

 

Ini ceruk pasar yang sangat baik sebenarnya bagi AHM untuk melahirkan versi naked retro dari CB250RR. Motor yang powerful, ringan, namun juga bergaya.

 

Okelah, dengan berkembangnya kelas matic dan adventure 250cc, kue 250cc harus dibagi 4 (sport, matic, adventure dan naked), namun dengan adanya tembok PPNBM, market 250cc meningkat hampir 3 kali lipat dibandingkan 10 tahun lalu. Tahun 2008, motor 250cc yang terjual masih dibilangan 1000an/bulan (domestik). Tahun 2018 pada semester pertama, rerata 3,148 unit/bulan (domestik). Jadi kenaikannya cukup signifikan. Dan nilai ini terlalu penting untuk diabaikan oleh produsen otomotif seperti AHM.

 

https://7leopold7.com/2018/06/09/analisa-persaingan-14-motor-all-class-250cc-2018-pasar-sport-masih-dominan-di-angka-53-9-matic-35-7-motor-apa-yang-paling-laku-di-kelas-ini/

 

Tapi tentu ada hambatan yang harus diatasi AHM. Dan ini tidak bersifat teknis atau teknologi.

Hambatan terbesar adalah: kelas 250cc itu terjepit di pasar global. Demand market untuk kelas SIM Learner atau A2 sudah bergeser naik ke kelas 300cc atau bahkan 400cc secara internasional. Sementara untuk memenuhi kebutuhan itu Honda AP Thailand sudah memproduksi sendiri CB300R Neo Sport Café.

 

Sehingga kalaupun AHM mendapat lampu hijau dari Honda Japan untuk memproduksi versi CB250R (twin silinder) Neo Sport Café, produk tersebut harus memiliki volume pasar yang cukup worthy secara global, tidak bisa hanya untuk kepentingan Indonesia dimana market naked di tahun 2018 masih kecil.

 

Jadi setidaknya ada dua faktor yang jadi barrier bagi AHM: kebijakan PPNBM 250cc di Indonesia menyebabkan produksi motor CB250R redundant, karena market global sudah 300-400cc, dan kompetisi internal antara Honda principal Indonesia dan Honda negara lain.

Apakah itu bisa diatasi? tentu bisa.

Yang pertama, bersama produsen motor lain yang juga sudah mengeksport motor 250cc (Yamaha, Kawasaki), Honda mengadvokasi kenaikan batas PPNBM menjadi 300 cc. Pembatasan PPNBM 250cc justru jadi faktor penghambat bagi kenaikan model motor yang bisa dieksport dan beban biaya tambahan produksi karena harus membuat dua motor yang terpisah.

Yang kedua, AHM menciptakan sendiri niche product naked 250cc yang berbeda dari CB300R Neo Sport Café.

 

Leopold Sudaryono, pencinta roda dua

Berdomisili di Australia, sdg menyelesaikan PhD di bidang Kriminologi.

 

Anak kita dan kecintaan pada motor

 

Saya dulu belajar dan cinta persepedamotoran (mulai umur 12 th), tanpa sepengetahuan orangtua, nyuri-nyuri. Dibawah arahan, tepatnya, komporan teman. Motor yang dipake Yamaha RX-K dan Vespa Sprint, keduanya 2 tak dan kenceng (waktu itu). Ajaran dari temen mungkin 40% benar, sisanya entahlah. Jadi tekad saya dari awal, nanti kalau punya anak dan dia suka, akan saya bimbing sendiri.

Continue reading