Kelebihan dan Kekurangan Alva One: Motor Listrik Anak Negeri

Jika Bro/Sis pengendara motor berkopling, lalu merasa nyaman/praktis naik motor matic, maka naik motor listrik ini, paling tidak Alva One yg saya test, maka dua kali lipat nyamanya.

Dengan motor listrik ini, ga ada nggeter, ngorok, vibrasi engine yang khas motor ICE (Internal Combustion Engine) the bike just launch you forward.

Mungkin ini jadi kelebihan pertama dari Alva one, yang ingin saya ulas ya disini: power delivery yang padat namun smooth. Tidak ada gejala tersendat-sendat atau meloncat besaran tenaganya. Motor itu tidak hanya soal berapa besar powernya, tapi juga bagaimana power deliverynya.

Dan kelebihan pertama ini yang menjadi kekuatan sensasi pembeda yang bikin ketagihan putar throttle Alva One. Dan untuk yang ini, emang bingung cara saya menjelaskan sensasi kalau hanya melalui tulisan. Smooth dan mewah dahh pokoknya. Saya kasih nilai 8/10 untuk power delivery.

Kelebihan kedua adalah: handling.

mungkin posisi battery yang relatif berat dan dibawah, membuat CoG (Centre of Gravity) motor ini lebih dibawah. Akibatnya motor natural sekali manuvernya, flicking ke kiri dan kanan enteng banget. Cornering speed juga halus bangut dari belokan kiri dibalik ke kanan. Berbeda dengan beberapa motor yang desainnya kaku dan berpengaruh ke handling. Khusus handling nilainya 8.5/10

Kelebihan ketiga adalah kenyamanan dan praktikalitas

Saya akan list hal yang pertama adalah gigi mundur. Hahhaha, Sering dong ngerasain ribet banget di parkiran dorong mundur motor yang ukurannya ga kecil. Mana Tukang Parkir ga sensistif dengan kebutuhan kita mundur lagi, mikirnya duit aja.

Nah gigi mundur Alva One ini buat saya kenikmatan yang kepake banget. Bukan sekedar gimmick.

Kelebihan keempat adalah power mode 1 sd 3.

Kalau kita aktifkan power mode 1, maka motor akan lebih responsif di kirian bawah dan hanya bisa sampai speed sekitr 46 km. Lalu saat mode 2, pada kitiran menengah power lebih padat, Begitu sterusnya di speed tinggi (maksimal bisa mencapai 92km/jam) paling nyaman di 3. Saya akhirnya memperlakukan power mode seperti tuas gigi.

Sementara itu untuk kekurangan.

Kekurangan pertama: suspensi terlalu keras utk solo riding

Untuk perkotaan yang jalannya mulus seperti wajah Chealse Islan, settingan suspensi yang ada sekarang mungkin sdh cocok. Tapi begitu kena jalan keriting sedikit, atau potholes, akan kerasa bahwa suspensi Alva One terlalu rigid. Cukup menganggu, tapi menurut saya ini bisa diakali dengan revalving atau adjustment ulang suspensi.

Waktu berboncengan dengan Regis barulah terasa suspensi lebih enak. Kelebihan suspensi rigid memang adalah motor handlingnya lebih nyaman saat cornering atau harus agresif.

Kekurangan kedua: fleksibilitas

Buat saya daya tembuh satu batere hanya 70 km itu masih kurang. Banyak ketidakpastian rute dan jadwal dalam kebutuhan riding harian saya.

Filosofi motor listrik adalah efisiensi atas sebuah praktek yang berulang (commuting to work).

NAH begitu riding kita tujuannya bersenang-senang (misalnya touring/jalan2) dan ada ketidakpastian tentang rute (sering belok) dan kepastian jadwal, naik motor listrik bukan pilihan yang tepat. Bisa sih ya, tapi mungkin bukan yang paling tepat.

Kekurangan ketiga: carbon footprint

Ini ga khusus Alva One ya, setelah sekian tahun batere tidak bisa digunak lagi. Lalu bagaimana manajemen waste disposalmnya? apakah bisa direkondsi?

Konklusi: Ride Alva One, Ride the future

Alva one tentu bukan konsep yang sempurna, tapi dengan bbrp kelebihan yang ada, it’s getting there. Saya berkesimpulan, it may not be a perfect bike yet, but riding Alva One, you ride toward the future. Kelebihannya menjustifikasi harga 34,9 juta yang ditawarkan.

Harus rasain sendiri lah baru paham braiii

Advertisement

5 thoughts on “Kelebihan dan Kekurangan Alva One: Motor Listrik Anak Negeri

  1. Wiiihhh udh maen motor listrik an aja nih om Leo, mangstaaabbb

    Coba om klo ada kesempatan test ride juga tuh AE8, sama E-DRACO katanya jarak tempuhnya bisa tembus hampir 200km sekali charge

    sama klo test motor listrik dicoba d jalan yg menanjak dan bawa beban (penumpang+barang kayak tas ato apa lah) karena selama ini yg menahan saya buat beralih/membeli motor listrik adalah keraguan dalam kemampuan tuh motor melibas jalanan gini (maklum medan laluan saya tiap hari buat antar jemput istri lewat jalan tanjakan yg cukup banyak agak ekstrim jg sebagian dan jalan yg jauh dr kemulusan wajah Chelsea Islan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s