Cari Nyaman? All New NMax atau PCX160 ya?

Saat  beli matic 150cc, tentu orang juga nyari kenyamanan.

Ga cuman beli motor buat mindahin bodi dari titik A ke titik B. Tapi bagaimana kenyamanan didapatkan selama riding. Pleasing the soul too, alias menyenangkan batin.

Biar dapat perbandingan rasa nyaman yg fair, saya bandingin Yamaha NMax155VVA dengan Honda Goldwing 1800cc. Regis, anak pertama saya merangkap videographer dan youtube admin lalu geleng-geleng, I don’t think it’s a fair comparison. Hehehhe.

Beklah…Di kelas 150cc ini ada dua motor yang jadi andalan Yamaha All New NMax Connected (Selanjutnya disebut “NMax”) dan Honda PCX160 (selanjutnya “PCX”). Lebih nyaman yg mana ya?

Supaya penilaian lebih obyektif, saya test NMax bersama om Nurxal, tokoh Road Safety Association yang kebetulan owner PCX. Saya minta beliau, krn dalam hitungan 2-3 bulan, motornya sudah tembus 5000km dipakai mondar-mandir Tangerang-Lampung. No Can Can, bukan kaleng-kaleng.

Kami test bergantian di medan jalan halus, ketemu gravel pendek, jalan tanah untuk dapat gambaran mana nih yang lebih nyaman. Paling tidak menurut saya dan om Nurxal lho hehehe.

ERGONOMI

Kedua motor ini mengusung tema nyaman, hanya saja pendekatannyaa yang berbeda.

PCX meskipun garis desainnya lebih ke arah elegant, namun begitu diduduki, terasa ergonomic lebih tight dan sporty. Ruang kaki, atau leg room tidak selega NMax menurut saya (tinggi 174cm) dan om Nurxal (178cm). Mungkin utk biker dengan tinggi dan ukuran badan lebih ‘normal’ hahahaha ruang kaki PCX sudah memadai ya. Kami juga merasa motor ini ergonominya lebih dirancang utk perkotaan yang padat.

Sementara NMax pendekatannya berbeda. NMax di area kakinya terasa lebih bisa selonjor dan lega. Ada 3 posisi kaki bisa ditapakkan di dek. Selonjor (kalau tour jauh), santai (di bawah dek selonjor), dan agresif (posisi kaki ditarik lebih rapat). Ini cukup nyaman utk perjalanan panjang karena ada fleksibilitas posisi riding.

Utk posisi tangan di stang saya rasa keduanya masih sangat nyaman, bahu dan lengan tidak terasa Lelah untuk perjalanan panjang. Enakk.

KENYAMANAN JOK

Ini urusan sepele ga sepele. Desain dan material jok bisa jadi teman, sekaligus juga musuh saat berkendara. Kalau diduduki lebih dari 2 jam terasa pegel, kita jadi lebih cepet capek.

Pada PCX, karena ingin mengejar ruang bagasi yang sangat luas, dan memang diantara kedua motor PCX paling gede bagasinya, ukuran dan bentuk jok duduknya tipis.

Bagi keperluan perkotaan sih untuk berangkat kerja, jok PCX masih oke. Ataupun kemudian ditambah busa ya. Tapi untuk luar kota berasa banget di bokong saya yg tirus alias tepos namun menggoda ini.

Sementara itu NMax, karena bagasinya lebih kecil, Yamaha mendesain jok yang lebih besar utk NMax dan cocok utk perjalanan jauh.

Posisi duduk pembonceng juga berbeda. Saya dan om Nurxal merasa area duduk pembonceng lebih lebar NMax. Sementara pada PCX lebih sporty/sempit. Selain itu sudut kemiringan tempat duduk juga terasa miring/turun sedikit ke belakang. Menurut om Nurxal mungkin ini sebabnya kalau boncengan motoran dari Tangerang ke Metro Lampung PP, istri seringnya duduk mepet banget ke depan. Buat yg riding jarak jauh mungkin akan lebih cocok set-up NMax.

SUSPENSI

Ini penting banget dong kalau bicara kenyamanan motor. Karena suspensi lah yang absorbing/menyerap kondisi jalan sebelum gaya/force diteruskan ke chasis motor dan kita.

Dan ini faktor yang sangat berpengaruh ke pengendalian motor dan kenyamanan.

Honda PCX dan Yamaha NMax punya pendekatan yang berbeda sepertinya dg setting suspensi.

PCX terasa distel lebih rigid. Ini memang memiliki keunggulan untuk area perkotaan, dimana motor bisa dipacu lebih agresif.

Sementara itu NMax memiliki setting yg lebih empuk saat compression dan lambat saat rebound.

Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan tergantung kebutuhan bro dan sis. Kalau saya karena cenderung lebih sering perjalanan jauh dan luar kota mungkin akan lebih cocok NMax.

Waktu saya (naik PCX) dan bung (NMax) riding ke CItorek, belum 1 jam kita jalan, saya sdh berhenti dan minta bung untuk gentian. Karena untuk berat badan saya (84kg) suspensi masih terlalu keras dan membuat tulang belakang dan tulang ekor yang menyangga 100% bobot tubuh lelah. Begitu pindah NMax, duhh berasa banget bedanya.

Kelebihannya PCX, karena suspensi rigid saat cornering selepas Jasinga terasa sedikit lebih lincah. Saat libas2 tikungan bisa terasa lebih agresif. Cuman ya pas ketemu jalan rusak memang kerasa keras.

Buat kenyamanan suspensi dengan berat badan saya, saya lebih pilih NMax, cuman harus hati2, ini tetep bukan trail. Saya bbrp kali bottoming suspense depan, karena terlalu kepedean ngelewatin lubang. Hehehe.

KESIMPULAN

Mana yang lebih nyaman? Ini kita bicara standard to standard ya.

Kalau bro dan sis keperluannya spesifik perkotaan, mungkin PCX sudah pas. Tarikan oke, suspensi pas. Tapi kalau all-rounder, atau bakal lebih sering keluar kota, saya akan ambil NMax. Suspensi dan ergonominya up to my expectation as a comfort bike.

31 thoughts on “Cari Nyaman? All New NMax atau PCX160 ya?

  1. Klo rute ku pegunungan ke kota Pacitan, 30 kilometer dominan naik turun, 10 kilometer selebihnya kota. Berangkat banyak turun nya, pulang banyak naiknya. Cocok e opo Mas?

    • dari arah mana mas? pracimantoro atau Trenggalek? Yg trenggalek banyak tanjakan pendek dan sempit, PCX masih menang akselerasi jarak dekat. Tapi kalau dr barat, udh tanjakan panjang powernya cocok NMax.

    • dari Arah Nawangan Mas, Pacitan Utara, hehe..tembusnya daerah Purwantoro, Kab. Wonogiri. Lebar jalan rata-rata 3,5 meter mas

    • ini bukan yg dari waduk wonogiri ya, saya pernah pakai CBR250RR waktu itu. Kalau masih tanjakan pendek, yg butuh tarikan pendek powerful PCX oke. Tapi kalau udh berkepanjangan, teknologi VVA NMax memang berasa

    • Tanjakan Panjang mas. Fix All New Nmax cocok kayaknya. Bukan arah dari Waduk mas..
      Dari Kota Pacitan arah Arjosari, ke kiri lalu Naik Nawangan. Coba deh kalo ada kesempatan test ride lewat sana. Tembuse daerah Purwantoro, trus Wonogiri kota. 😁👌🏻

  2. Cuma pernah nyoba nmax lama dan pcx lama. Opini kita masih sejenis Om. Cuma mungkin delivery mesin masih lebih halus pcx ya.

    Nmax baru cuma pernah cobain duduk statis. Sedikit opini ga penting perkara new nmax nih. Secara spek ruang kaki nmax lebih sempit di segala dimensi dari yang lama, tapi entah mengapa terasa lebih passs. Saya 175cm bobot gede kalau pakai old nmax ini selonjornya ampe kaki bener bener lurus. Agak aneh wkwk tp kalau duduknya majuan dikit badan serasa kurang pas. Kalau di new nmax ini sedikit bisa nekuk tapi malah jadinya pas 😂

    Cuma ini new nmax knapa bodi belakangnya makin dibikin bongsor ckck padahal pas saya bonceng mbakmbak di old nmax aja dah sering ngeluh kalau bodinya kelebaran 😦 bodi makin bongsor tapi ga isi bagasi malah makin sempit tuh rasanya… Aneh.

    • iya, nampaknya utk ngejar look XMAX ya belakangnya. Jadi dari segi sasis sama, tapi body dilebarkan. Saya liat NMax lama juga banyak yg bodynya dimodif gede ya

    • Iya Om. Mengejar lekuknya memang sih. Makin gak ada alasan buat beli matic bongsor huehehe. Jadi kaya ngejar ego pribadi doang lupa ama boncengan, sama aja ga nyamannya sama mbonceng orang di sport fairing zaman now hahaha

  3. 1 lg om
    Soal jarak jauh biasa vibrasi mesin sangat pengaruh ke kenyamanan

    Kl ada blogger yg blg Nmax lbh getar
    Saya malah ngerasa sebaliknya, new Nmax lbh halus drpd new Pcx

    Kl menurut om Leo bgmn?

    • di motor yang ditest PCX160 om Nurxal (km 5000) vibrasi saat akselerasi lebih terasa dibanding unit test NMax (km 4000). Apakah semua begitu saya ga tau mas.

    • Kalau old nmax vs old pcx, old pcx jauh uh uh lebih nyaman vibrasi mesinnya. Ini yang dikejar sama new nmax makanya mountingannya ditambahin jadi nambah wb sama ngurangin gc. Karna dipaksakan di sasis yang sama kaya versi lama. Apakah berhasil ? belom pernah coba langsung huehuee

    • bagasi nmax baru lebih sempit sediikit dari yang lama, gegara kasih ruang untuk tabung suspensi

    • Betul, soal bagasi lebih luas pcx. Begitu jg dgn jok masih panjang PCX dan bodi belakang tdk selebar N-max. Tentu harusnya lebih enak buat boncengers (minus shock belakang ya). Blm lg ujung jok depan nmax yg cenderung lebih turun/landai dibanding PCX. Overall sih menang nmax, tp dijalan dah banyak nmax. Jd nya kyk kurang prestige aja (resiko motor laku keras). Klo PCX lebih sedikit yg punya, ada kesan rare nya.

  4. Kalo untuk Saya sebagai ridernya, fix pilih Nmax (btw minimal setahun sekali Saya juga ke Lampung, lebih tepatnya Pringsewu). Alasannya sama kayak Om Leo. Tapi kalau untuk bocengger gimana ya dari segi kenyamanan? Karena body belakang nmax kan jadi makin lebar sehingga memaksa bocengger jadi duduk lebih mengangkang.jadi untuk perjalanan jauh yang sekali trip bisa lebih dari 300km, nyaman yang mana (sebagai bocengger)?

  5. bagasi pcx luas, tapi gak semua helm bisa masuk, yg model full face dan ada sayap2nya, gak bakal muat di pcx (sudah tak buktiin sendiri utk yg pcx 150, klo yg 160 nunggu kalo dapet dagangan dulu) kalo nmax, yg type lama pun helm full face semua type masuk

  6. Sy dibonceng pcx temen yg dirasa pantat, paha, betis, tapak kaki lebih cepat pegal dan sakit, dan rasanya ga betah duduk, begitupun getarannya lebih kuat dari nmax.. Kalau sy dibonceng nmax temen yg dirasa pantat, paha, betis, tapak kaki agak lama (sedikit sekali) pegal dan sakitnya, dan rasanya lumayan betah, begitupun getarannya ga sekuat pcx.. Untuk akselerasi yg dirasa sy ketika dibonceng pcx temen, terasa ngeden mesinnya dan seperti mau jatuh ketika manuver miring dibelokan.. Beda dgn ketika dibonceng nmax temen, mesin halus normal dan merasa tenang/ga mau jatuh ketika manuver miring dibelokan..

    • Bersyukur anda diberikan kualitas bokong yg bagus dari YME bro
      Btw kayak quote di film atau tayangan apa ya tentang bokong yg bisa merasakan ni kendaraan enak atau ndg. Apa film tentang niki lauda ya

  7. Motor buat Turing ? … PCX karena bisa bawa bekal dengan rapi, lebih banyak yg bisa dibawa tanpa bawa box tambahan.
    Buat harian ? PCX … Lebih lincah.
    Buat dilihat ? … Cantik PCX, kekar nmax

  8. akhirnya ada review yang lebih komprehensif untuk kedua skutik ini.
    oh iya untuk jok belakang pcx setelah diamatin berulang kali, sindrom landai ke belakang ini terjadi ketika sisi belakang mendapat beban saja (kalau di pakai sendiri masih agak rata/sangat landai ke depan)

  9. user B6H Blue matte present, Om Leo..
    angkatan 04/21, odometer udah 8756, maklum PP 75an KM tiap nguli..
    so far sih puas, ya..
    iritnya bikin kaget, RON 92 tembus 43-48 kalo tangan lagi bener, lagi pengen kenceng ya kena 39an..
    respon mesin untuk akselerasi emang agak lembut, cenderung nahan, lepas 4000 RPM VVA nyala sih enteng, Top Speed track 1 KMan kena 115 on speedo masih ngisi tenaganya, nyali yang udah abis..
    ergonomi mantul untuk ane 171/88, apa karena keberatan bobot jadi shock belakang empuk dengan sendirinya?
    shock depan always bottoming, mau kena poldur or lobang, bikin kezel..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s