Sayembara 200 Ribu Rupiah: Apa Nama Paling Pas utk Yamaha MT-10?

Tanpa berpanjang kata, mohon masukan dari teman-teman nama apa yang paling pas utk si Gagah Ganteng Yamaha MT-10 ya?

MT10 lake

Continue reading

Advertisements

Perbaikan Mekanisme SIM di Indonesia: Belajar dari OTT Suap SIM Rp. 50 juta/minggu di Kediri

 

SIM bisa dikatakan sebuah dokumen hukum yang sangat penting dan dibutuhkan di Indonesia. Namun khabar kurang baik tentang carut marutnya mekanisme pemberian SIM selalu berulang. Termasuk yang merebak di berita beberapa hari lalu ketika OTT dari Satgas Saber Pungli menangkap Kapolres Kediri beserta jajaran Ba Ur SIM akibat diduga menerima suap rutin per minggunya.

uang

Foto Kompas

https://regional.kompas.com/read/2018/08/22/13010051/ott-pungli-sim-kapolres-kediri-terima-rp-50-juta-tiap-minggu?utm_campaign=Dlvrit&utm_source=Facebook&utm_medium=Social

Continue reading

Gubernur DKI Gunakan Versys Tinjau ASIAN GAMES: Trend Baru Kepala Pemerintahan Bermotor?

 

Setelah image biker lekat dengan seruntulan, melanggar aturan, anti hukum dan berbagai image negatif lainnya, nampaknya belakangan ini ada pergeseran trend baru. Yakni kepala pemerintahan menggunakan sepeda motor sebagai bagian dari kehidupan tugasnya sehari-hari. Setelah Jokowi beberapa kali menggunakan motor utk sidak proyek di Papua, touring di jabar dan pembukaan Asian Games, Gubernur DKI, Anies Baswedan pun terlihat menggunakan sepeda motor saat meninjau penyelenggaraan Asian Games.

bus volunteer

Continue reading

Mengapa Akhirnya Meminang si Gagah Galak Ganteng Yamaha MT-10?

 

Ini lanjutan dari curhat mengapa jual ZX10R.

https://7leopold7.com/2018/08/20/mengapa-zeus-my-zx10r-pergi/

Ada beberapa pilihan keras: MV Agustra Stradale 800 atau Yamaha MT-10

Keduanya:  gagah, galak dan ganteng. Cucok banget buat eike cynn…

Sudah nemu yg pas dengan dengan harga yang ya ampunnn… pada ngenes deh kalau tau.

Saya juga sdh kirim DP $500 ke showroomnya. Jadi secured. Karena posisinya ada di Melbourne (motor di luar kota saya cenderung lebih murah), saya pikir sekalian dipakai utk riding nonton WSBK di Philip Island Feb 2018 dan riding Jejalanan Australia Tenggara 2018 bersama temen2 dari Indonesia bulan Maret kemarin.

Oke saya periksa dulu yg MV Agusta Stradale. Nainiiii  semakin saya periksa kok comment2 dari ownernya MV makin banyak yg negatif terutama berhubungan dengan langkanya parts for maintenance. Wahduhh… ini motor buat saya bukan cuman weekend keluarnya lho. Nampaknya di Indonesia parts untuk MV jauh lebih cepat tersedia ketimbang Australia.

Apalagi motor ini sudah setaun ngendon di dealer (terlihat dr tanggal di iklankannya). Lama bener muternya.

Coret.

Yamaha MT-10.

Sudah ngerasain 8 bulan runtang runtung pake MT-09 saya tau apa yg saya cari dari MT-10 dan jadi kekurangan MT-09 (generasi 2014): torsi dan kontrol.

Keduanya ada di MT10.

Torsi, alamakkk…. penuh ngisi dari bawah sampai atas. MT-09 mungkin lebih nyundul sedikit di bawah, tapi langsung ketutup oleh MT-10 yg torsinya tumpah ruah kemana-mana sampai di atas. Mirip KTM 1290 Superduke.

Kelebihan MT-10 yang lain adalah kontrol. Kontrol terhadap keliaran engine diatur oleh power mode dan traction control. Control lain adalah suspensi yang lebih adjustable dan efektif dibandingkan MT-09.

Cruise control jangan lupa perlu banget buat jelajah jauh.

Saya pun kontak showroom utk putuskan pilihan: Yamaha MT-10 that is.

IMG_9787

Bung Regis, anak sulung saya kaget, dan senang, Dia kira jadinya Stradale.

Sehabis dipinang dan legal langsung honeymoon ke Philip Island.

IMG_9835-003

Jembatan San Remo di belakang. Yang menghubungkan Philis Island dan benua Australia.

Timor Furak Ride 2018 Hari Ke-2: Atambua – Dili – Baucau. Indah Juga Kejam.

 

Catatan hari pertama:

https://7leopold7.com/2018/07/09/timor-furak-ride-2018-hari-ke-1-kupang-atambua-tour-yg-takkan-mungkin-tanpa-bantuan-bikers-kupang-asbak/

——–

Bangun pagi di kamar hotel. Ngulet-ngulet. Ereksi. Berdiri keluar kamar cari kopi.

Di luar sudah pada sarapan temen-temen riding yang lain. Nasi goreng, dadar telor dan mendoan. Saya comot mendoan, dikunyah sambil nyeruput kopi lokal yg kental pahit.

Ngobrol bentar lalu loncat ke shower.

 

Warning: artikel ini mengcover perjalanan 15 jam, dan pengalaman lintas border, jadi agak sedikit panjang. Semoga berguna bagi yg akan gass Leste juga.

Screen Shot 2018-07-15 at 9.07.41 AM

 

Jam 7 lewat dikit udah siap2 dengan loading di motornya masing2. Tidak lupa bayar kamar hotel yang seharga 250rb rupiah/kamar. Bisa diisi berdua atau sendiri seperti saya. Liat langit, uhuyyyy  sunny day mate.

Diberitau orang-orang di hotel kalau jalan menuju border nanti ada pom bensin. Ahh cucok lah itu. Karena sejak jam 8 malam kemarin motor belum diisi lagi.

 

Hari ini perjalanan akan sangat panjang karena kami harus mengejar keterlambatan berangkat kemarin. Rencana awalnya pagi ini sudah start dari Dili agar malam bisa berhenti di Los Palos.

 

Atambua menuju perbatasan ada sekitar 30-40 km.

Asli rute perjalanannya selepas bandara Atambua asyik banget. Aspal halus, jalan berkelok di perbukitan membuat darah di pagi jadi hangat dengan adreanaline.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.13.58 PM.jpg

Persis di titik puncak bukit kita disuguhi keindangan pemandangan lepas pantai Timor leste. Cakep banget. Hyutttt berdenyut mengayun motor menari di jalan turunan yg tak kalah asyik dan mulusnya.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.16.34 PM

 

Tak terasa kita pun sampai di tikungan terakhir yg 50 meter kemudian border Mota’ain.

IMG_4318

 

 

WAITTTTT DEMANA POM BENSINNYAH?

 

Pretttt… bensin tinggal satu bar, dan kita diberitahu di sisi Timor Leste pom bensin lebih jarang.

Terpaksalah pada isi bahan bakar di kios rumahan yang ENTAH MENGAPA banyak banget menjelang border ini.

 

Saya pasrah saja lihat Er6n diisi bensin premium entah berantah yang disimpan di botol PLASTIK!.

IMG_4310.JPG

Kita lalupun mengarah ke pos pemeriksaaan. Di border ini ada dua proses: utk immigrasi orang dan beacukai barang/motor. Disarankan bagi teman-teman yang akan bawa motor kesini untuk sudah mengkontak kenalan yang akan membantu proses pengisian formulir dan clearance motor.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.19.52 PM.jpg

Apa saja yang harus disiapkan kalau mau nyebrang perbatasan?

  • Kirimkan data STNK, Passport dan SIM via photo. Juga bawa fotokopi ketiganya (dalam satu kertas). Data tersebut akan dipindah ke 4 halaman form yang dibutuhkan oleh border di sisi Timor Leste.
  • Siapkan uang $30 untuk visa fee, dan dana sekitar 500 ribu rupiah untuk ini itu proses clearance motor.
  • Pastikan data STNK dan motor yang dibawa sesuai. Ingat motor harus ada STNKnya.

 

IMG_4333

Di pos perbatasan Indonesia proses mulus dan mudah. Isi form keberangkatan/kedatangan, antri ke imigrasi, distempel dan off we go. Proses smooth dengan fasilitas pos perbatasan yang tergolong bagus dan bersih.

Setelah beres di sisi Indonesia, kita pun cusss menyeberang di antara ratusan meter no man’s land menuju pos border Timor Leste.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.26.46 PM.jpg

Proses yang lebih lama terjadi di pos Timor Leste.

Setelah mengisi form kedatangan dan deklarasi barang, kita akan diminta untuk men-scan semua barang yang dibawa. Harusnya semua perlengkapan lenong di motor dicopot dan discan ya, tapi pos nampaknya santai saja. Jadi yaaa gitu deh..

IMG_4349-001.JPG

Kita menunggu agak lama disini. Terasa lama karena tidak bisa kemana2. Sementara tidak ada kantin atau warteg di dalam kompleks pos perbatasan untuk kita melepas dahaga. Setelah keluar surat jalan, kami harus ke pos pemeriksaan militer yang terletak di sisi kanan gerbang luar pos. Menyerahkan dokumen motor untuk distempel.

Total waktu yang dibutuhkan, pas rombongan saya, sekitar 2 jam.

Ingat Indonesia dan Timor Leste memiliki zona waktu yang berbeda. Timor Leste lebih cepat satu jam. Karenanya sebaiknya memasuki border Indonesia sebelum jam 2 siang kalau membawa motor dan belum dipersiapkan dokumen sebelumnya.

Karena tertahan cukup lama di pos (plus perbedaan zona waktu = 3 jam) dan tidak begitu mengerti kondisi perwarungan di depan, rombongan memutuskan utk rehydrating dan makan di deretan rumah makan di luar pos jaga.

Jangan takut, uang rupiah masih berlaku dg baik disini. Beli minum dan makan juga saya hitung-hitung lebih murah kalau bayar dengan uang rupiah.

Air mineral ukuran 600ml dibayar dengan 10 ribu rupiah dapat 2 botol. Kalau bayar pakai dollar, 1 USD dapat 2 botol. Hmmmmm…aneh.

Kita beres dan siap jalan saat jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 siang.. makk… bakal malam lagi nih ujungnya.

 

GASSSSSS ….

Screen Shot 2018-07-19 at 12.31.29 PM.jpg

Memasuki 30 menit pertama kawasan Timor Leste, memori saya mengingat betul daerah yang dilewati masih belum banyak perubahan sejak 1999. Ini mungkin salah satu wilayah tertandus dan termiskin di Timor Leste. Rumah-rumah masih menggunakan daun/ranting kering. Dengan tiang listrik gagah beserta kabelnya yang melintas di atas mereka.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.32.22 PM

 

Jalanan di Timor Leste dari border Batugade ke Dili ini bisa dibagi tiga kategori:

  1. Jalanan datar, lurus dan lengang melewati perkampungan. Visibility ke sisi kanan kiri jalan cukup baik, pergerakan ke arah jalan terlihat. Cuma ya ati-ati ada banyak sapi yang entah kenapa kok ya nongkrongnya di tepi jalan. Kan banyak lapangan. Kondisi permukaan jalan di kategori ini relative baik.
  2. Jalanan perbukitan yang cenderung dalam kondisi pengerjaan/rusak. Beberapa cukup terjal dan berbahaya kalau ditempuh dalam kondisi hujan utk motor non-offroad. Pasir/debunya tebal. Saat saya menuruni perbukitan bisa dirasakan rem belakang kurang memadai; saat ditambah sedikit rem depan pun motor dengan lucunya tetap meluncur dengan kondisi ban mengunci (non ABS). Kalau tanjakan dan sedang berlumpur hati2 aja yak.
  3. Jalanan datar dengan sedikit elevasi menyusuri pantai. Kondisi umumnya rusak/perbaikan dengan bentuk permukaan masih berbentuk batu dilapisi gravel.

Screen Shot 2018-07-19 at 12.38.42 PM.jpg

IMG_4368-001

Screen Shot 2018-07-19 at 12.49.55 PM.jpg

Pantai indah di Atabae, 1 jam dr border

Screen Shot 2018-07-19 at 12.52.51 PM.jpg

om Rachmat dan GSnya mah hajaarrrr aja

Semakin mendekati Dili, wilayah nampak lebih sejahtera dan kondisi jalan membaik.

 

Screen Shot 2018-07-19 at 1.04.43 PM.jpg

Screen Shot 2018-07-19 at 1.15.55 PM.jpg

Bisa dikatakan rute Border ke Dili kalau dilihat di map sekitar 75% permukaan jalannya oke. 25% sisanya mix dengan beberapa dalam kondisi pembangunan/terbongkar. Hanya 25% tapi karena kondisi rusak berasa lebih.

18a40eb8-a7fc-4e7a-94b3-bb183449e434

Foto: om Rudiger

Screen Shot 2018-07-19 at 1.21.41 PM.jpg

Pukul 2.30 kita berhenti sebentar untuk refueling dan menambah jumlah air dalam tubuh. Harga bensin di Timor Leste lebih mahal. Sekitar 1.5 Dollar US/liter alias Rp 21.750/liter. Tapi katanya kualitasnya bagus/terjaga dibanding di sisi kita.

Saat berhenti kita sempat ditegur oleh seorang ibu yang baru saja kembali dari ujung timur Timor alias Tutuala dan pulau Jaco. Ibu ini memberikan warning kalau kondisi jalan rusak selepas Dili ke arah timur. Wahhhh…

 

Jam 3 kita gass lagi dan jam 4 sudah memasuki batas kota Dili. Perubahan banyak sekali di kota ini. Ingatan saya akan Dili adalah kota yang sama sekali berbeda tahun 1999 itu.

Sepanjang jalan menuju tengah kota saat itu masih sepi dan banyak sekali tanah kosong di kanan kiri jalan. Jembatan sungai Comoro yang dulu sempit dan sederhana kini jadi megah dipenuhi kendaraan yang melintas. 19 tahun waktu ternyata membawa banyak perubahan.

 

Saya sempat dikode oleh teman-teman untuk berhenti di kota Dili saja mengingat infomasi mengenai kondisi jalan yang rusak dari ibu tadi.

Screen Shot 2018-07-19 at 1.30.03 PM.jpg

 

 

Mempertimbangkan jadwal yang sudah mundur untuk mengejar titik ter timur pulau Timor, saya anjurkan untuk coba dulu setengah jalan (ternyata 2/3 kalau dicek di peta) sampai Baucau. Saya takut kita akan tambah ketinggalan jauh dari jadwal.

 

Rombongan pun lanjut melintasi kota Dili yang benar-benar hidup dan ramai. Jalan halus terbentang luas menyusuri sisi pantai yang dijadikan taman. Dari segi ukuran Dili mungkin sama besar dan ramainya dibandingkan Kupang.  Bedanya lalu lintas terlihat lebih sabaran dan rapi.

Screen Shot 2018-07-19 at 1.31.57 PM

Screen Shot 2018-07-19 at 1.31.12 PM

Keluar kota Dili kita melewati satu bukit tinggi yang memberikan view cantik dengan tikungan yang oke punya. Ke belakang kita melihat profil kota Dili dan background pantai yang indah. Sementara ke depan kita melihat kota kecil Hera dengan lekuk pantai biru dan jajaran perbukitan hijau. Cakep banget dah.

IMG_5784

Kurang lebih setengah jam kita meninggalkan Dili masih mendapat jalanan yang relative baik. Setelah itu? Perjuangan dimulai sodara-sodara.

IMG_2056

Kami memasuki rute dimana pemerintah Timor Leste memutuskan untuk melakukan pelebaran dan penguatan jalan di atas rute lama secara serempak. Artinya kita menghadapi kombinasi jalanan terbuka dengan pondasi batu yang ditutup dengan pasir dan gravel. Selama 140an km.

 

Kondisi jalan seperti ini ditambah jenis motor yang road bias (hanya ada satu yg GS1200, lainnya 2 Er6n (pinjaman/milik teman) dan 3 XMax 250 (salah satunya juga pinjaman).

 

Serba salah, mau digas, motor pinjaman dan spek nya tidak cocok dengan kondisi jalan. Er6n yang dipakai mas Andi malah mengalami persoalan overheat akibat terpaksa jalan pelan + radiator tidak terlalu sehat. Setiap 5 menit motor harus berhenti. Sementara Er6n yang saya pakai semakin sulit starter. Dari yang awalnya hanya bbrp kali harus ditekan, saat itu sdh harus ditekan belasan kali baru engine start.

IMG_3975-001

Kondisi ini menyebabkan perjalanan tidak bisa dikejar sesuai rencana. Saat berhenti istirahat di Vemasse (jarak sih tinggal 25 km lagi dari Baucau, tapi prediksi GPS harus ditempuh dalam waktu 1.5 jam) sekitar jam 7.30 malam, akhirnya diputuskan kita tidak bisa lanjut ke Lospalos, harus menginap di Baucau.

Saya sebelumnya sudah mengechek dengan seorang rekan yang tinggal di Dili, dan diberitahu kondisi jalan mix antara Dili dan Lospalos. Rekan ini ternyata pengguna motor adventure dan sepengetahuan dia, saya bawa Versys.

Pukul 10 malam kami selesai melewati etape terburuk dan masuk ke kota Baucau, langsung menuju hotel yang sempat dipesan mas Andi saat berhenti tadi.

Motor dan biker lumayan tebal ditutup debu sepanjang jalan. Badan juga udah lumayan remeg digojlok jalan rusak ratusan km.

Yang menghibur hati adalah pemandangan yang indah sepanjang tebing pantai utara Timor. Persis seperti rute Great Ocean Road yang terkenal di Victoria, Australia. Percis cis cis.

Screen Shot 2018-07-19 at 1.25.14 PM.jpg

IMG_4439-001.JPG

IMG_4506 2

It has been a long 15 hours ride over mostly open gravel. Good night bro dan sis..

 

 

 

 

 

 

[Opini] AHM Menyerang Pasar Sport 250cc Twin dengan CBR250RR Harga 59.9 Juta : Keuntungan dan Resikonya

 

Saat saya lihat berita AHM rilis CBR250RR edisi 2018 dengan warna baru dan harga yang secara signifikan lebih murah saya kaget. Ini bukan langkah yang biasa dilakukan produsen pada kelas premium (dgn mengecualikan moge). Apalagi oleh Honda yang biasanya secara pricing cenderung lebih tinggi dari harga competitor.

IWB.jpg

Foto: lik IWB

 

Continue reading

Timor Furak Ride 2018 Hari Ke-1: Kupang – Atambua. Tour Yg Takkan Mungkin Tanpa Bantuan Bikers Kupang (ASBAK).

 

Timor adalah salah satu pulau terindah di Asia Tenggara. Saya pertama kali menjejakkan kaki di karang besar ini Agustus 1999 sebagai delegasi pemantau (independent observer) untuk referendum Timor Timur. Momen yang tak terlupakan. Yang buat saya selalu ingin kembali meski beta sonde pung family disini.

Continue reading