[Kuis Pulsa 200rb] Apa Nama Yang Baik untuk si MT-09 ya?

IMG_0136

Sudah hampir dua minggu semenjak bersama si MT-09 ini. Sudah cukup mengenal si MT dan sepertinya sudah saatnya memberi nama.

Mengulangi tradisi sebelumnya dengan Sabina, saya ingin menawarkan ke teman-teman kuis. Barangsiapa yang bisa mengusulkan nama DAN saya merasa paling tepat akan mendapat hadiah pulsa 200rb.

Mudah tho? Tapi harap usulannya serius dan namanya yg baik. PLUS, jawabnya harus di blog ini. Kalau lewat SMS atau kartu pos engga dihitung.

Jadi kalau usul nama “mbelgedes” awas aja.

Sebagai perbandingan ini artikel waktu R25 saya namakan Sabina.

http://7leopold7.com/2014/07/25/pilihan-nama-r25/

http://7leopold7.com/2014/07/18/baiknya-dikasih-nama-apa-si-r25-sayembara-voucher-100rb/

Waktu itu ada 268 lebih replies yang mengusulkan 209 nama. Luar biasa….

Nahh, MT-09 ini menunggu usulan nama dari bro dan sis sekalian.

IMG_0511

Tips Agar Yamaha MT-09 Tetap Bisa Menggunakan Bensin Premium

Apabila dibandingkan dengan motor lain pada kelasnya (kubikasi dan genre, karena utk harga struktur biayanya sering berbeda), MT-09 tergolong memiliki kompresi rasio yang lebih rendah.

Misalnya dibandingkan dengan Kawasaki Z800 yang berkompresi 11.9:1, MT-09 hanya berkompresi 11.3:1. Perbedaannya cukup signifikan. Apalagi kalau dibandingkan dengan MV Agusta Rivale yang berkompresi 13.1:1.

Bahkan kalau dibandingkan dengan dengan kompresi R25 yang 11.6:1, MT-09 memiliki nilai kompresi lebih rendah.

Baca lebih lanjut

Launching Yamaha N-MAX: PCX 150 Killer? [Mega Gallery]

Baru saja dapat kiriman foto dari Bro Daniel YROI (Yamaha R25 Owners Indonesia), isinya seruu banget..

Setelah melenggang cukup lama sendirian di kelas matic mid level, Honda PCX kali ini mendapat lawan main yang baru: Yamaha N-Max.

Berita dan spy-shot yang sempat beredar seakan dikonfirmasi tegas dengan peluncuran Yamaha N-Max di Kemayoran.

Baca lebih lanjut

Bagaimana Caranya Menggunakan SIM Indonesia di Australia?

Ini salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan oleh rekan2 pengunjung blog.

Jawabannya sederhana, ada dua cara.

Cara Pertama: Membuat SIM Internasional

Ini bisa dilakukan di Korlantas Polri di jalan MT Haryono. Prosesnya, menurut beberapa keterangan sangat mudah, cukup bayar biaya administrasi resmi sebesar 250 ribu dan tentunya SIM asli, anda akan mendapatkan SIM Internasional yang berlaku selama 3 tahun. Ingat anda tetap perlu membawa SIM Indonesia yang asli + SIM Internasional saat berlalu lintas di Australia.

Contoh (dr Javamilk.com)

sim-intl2

Cara Kedua: Membuat Surat Keterangan SIM dari badan yang diakui

Utk di Australia ada beberapa badan yang diakui dapat mengeluarkan surat keterangan ini. Salah satunya adalah perwakilan negara Indonesia atau KBRI. Badan lain adalah asosiasi profesi penerjemah Australia.

http://www.australia.gov.au/content/driving-with-an-overseas-licence

Persyaratannya juga cukup mudah:

  1. Anda bukan permanent resident atau warga negara Australia tentunya
  2. Membawa Passport Asli dengan Visa yang masih berlaku
  3. Membawa SIM yang akan diterangkan dengan surat pernyataan.

Sebelumnya membayar money order tertuju ke “Indonesian Embassy”” sebesar 25 dollar. Jadi ga ada pembayaran langsung di KBRI.

Prosesnya cukup mudah. Sayangnya pas saya kesana, pejabat penandatangan sedang rapat, jadi terpaksa, setelah saya tunggu 2 jam, saya tinggal. Keesokan harinya sudah selesai. Utk metode surat keterangan ini keberlakuan SIM bukan tiga tahun, tapi mengikuti masa berlakunya SIM yang diterangkan. Kebetulan sehari sebelum berangkat saya memperpanjang SIM (masih sisa 1.5 tahun padahal, tapi daripada repot nantinya, saya perpanjang saja dulu). Jadinya Surat Keterangan SIM ini berlaku 5 tahun di Australia. Lumayan.

Surat keterangan ini sayangnya hanya berlaku untuk satu SIM. Jadi kalau anda ingin SIM A dan C atau lainnya milik anda berlaku, harus dibuat masing-masing satu surat keterangan.

Mudah kan, ga pakai ribet.

Semoga informasinya berguna, apalagi kalau ada yang ancang2 mau touring di Australia sambil nonton MotoGP Phillip Island.

IMG_0305 2

Mengapa Akhirnya Memilih MT-09?

capek belajar, kita ngeblog sebentar ya

Ada sekitar 5 kawan yang bertanya. Kenapa MT-09 mas?

Oke ceritanya agak panjang, bisa siapkan kacang utk baca.

Saat tahu sudah pasti berangkat tahun lalu, saya dan Regis sudah mulai melihat-lihat sebenarnya naik apa enaknya nanti di Australia.

Salah satu kriteria adalah: “motor yang saya belum pernah kendarai”, jadi semua motor yg pernah saya kendarai/review dicoret.

Kriteria Kedua: “Motornya tidak jamak ada di Indonesia”. Engga lucu dong, bisa beli motor yang ga ada di Indo, tapi belinya kok yg sudah ada.

Kriteria Ketiga: “Praktis utk penggunaan harian”, karena akan dipakai utk sekolah (ayah dan anaknya). Jadi Goldwing jelas ga dihitung.

Nah http://www.bikesales.com.au/ adalah salah satu website yang cukup komplit dan dipercaya. Disini motor baru, motor demo dan motor second banyak dijual. Dijamin bisa berjam-jam berfantasi di depan komputer.

Baca lebih lanjut

Mengurus Sendiri Registrasi Kendaraan di Canberra = 20 menit

Mas kenapa sih membeli kendaraan yang off the road?

Karena kendaraan dalam kondisi begitu dijualnya. Ini cukup umum di Australia dan proses pengurusannya (menurut internet) mudah.

Lalu selama off-the-road gimana dong Mas? ngendon di rumah aja?

Ya engga, kan tetep saya bawa touring jarak pendek dr Bowral di New South Wales ke Canberra. Nah disini ada yang namanya UVP, unregistered vehicle permit. Semacam surat jalan berjangka waktu tertentu. Saya dapat waktu 3 hari nih.

IMG_0176

Oke-oke, lalu tahapannya apa saja sih Mas utk registrasi kendaraan sendiri?

Sederhananya hanya ada dua tahap:

1. Mendapatkan sertifikat laik jalan atau roadworthy certificate

Ini bisa dilakukan di vehicle inspection (semacam kantor kir/uji kendaraan) atau di beberapa bengkel resmi yang ditunjuk. Sebaiknya dicek dulu via telp mana yang lebih sepi, karena ada yang waiting listnya sampai seminggu ke depan, ada juga yang seketika bisa.

Saya sengaja pilih yang areanya khusus banyak bengkel sehingga kosong.

Pengecekan tidak lama, apalagi begitu mereka tahu ini kendaraan baru. 5 menit selesai.

IMG_0168

IMG_0169

IMG_0172

Bayar deh AUD 47 disini.

Nah kalau akan membeli kendaraan second harus hati2, harus yang baru saja diurus roadworthy certificate oleh pemilik lama. Karena kalau tidak ada, bisa saja dapat Mobil Mitsubishi Verada 3600 cc tahun 2000 seharga 1.750 dollar atau 17,5 juta rupah — wah murah mas — tapi saat dilakukan roadworthy inspection banyak komponen yang tidak laik jalan dan harus diganti. Nahh.. iso dedhel duwel kantong-e.

IMG_0175

2. Meregistrasikan kendaraan di Shopfront (semacam Samsat).

Di kantor ini kita juga mengurus mutasi kendaraan, ngurus SIM, akte kelahiran  dan lain-lain. Begitu datang sudah ada mbak-mbak dibagian nomer antrian. Dia tanya apa keperluannya lalu dibantu dicek dokumennya.

IMG_0230

IMG_0229

Dokumen yang saya harus bawa cukup simple: kwitansi pembelian dr dealer, roadworthy certificate dan passport. Udah gitu aja.

Setelah menunggu 5 menit, nomer saya dipanggil dan langsung bayar dan diproses. Baru pas mau saya tanya bisa pesen nomer apa engga, tau-tau sudah jadi dokumennya lengkap dengan plat nomer. Wuelahh kok cepet bener?

IMG_0180

Ternyata begitu kendaraan diimport masuk, nomer VIN sudah dicatat dan terekam. Kita hanya meregistrasikan diri (operator) yang akan dilekatkan ke nomer VIN tersebut. Jadi ga pakai repot dan berbelit-belit. Untuk plat nomer sendiri sudah dicetak, dan tinggal ditambahkan ke data VIN. Sederhana ya?

Saya yang sudah berpikir setengah hari bakal selesai malah bingung krn baru jam 10 sudah kelar.

IMG_0226

Total yang saya harus bayar utk registrasi adalah AUD 583. Itu sudah termasuk pajak, biaya registrasi, asuransi perlindungan pihak ketiga (kalau kita nabrak orang dan cedera otomatis dicover asuransi), dan biaya2 lain.

Dahh nyaman deh riding bareng si MT, namanya belum ada nih.

Jangan tanya saya kenapa di Indonesia begitu panjang dan birokratis. Dengan adanya teknologi informasi dan keterpaduan layanan publik mestinya mulai sejak kendaraan diimpor, sudah terdaftar VINnya, selanjutnya pemilik tinggal diregistrasikan. Kalau berganti pemilik ya data pemilik baru ditambahkan.

Di Indonesia, teknologi informasi sudah digunakan namun alur kerja (business process) dan pengelolaan archive nya masih mengikuti model berkas hardcopy yang manual. IT hanya alat bantu. Itu sebabnya masih ada model BPKB, karena bukti kepemilikan yang otentik adalah hardcopy buku. Data di komputer hanyalah pendukung. Hmm sampai kapan ya?

Riding Pertama Bersama Yamaha MT-09 di Dataran Australia

Bangun pagi.

Pukul 4.30 waktu setempat alias jam 00.30 WIB.

siap2. Helm, jaket, sepatu, surat2 dll beres.

Jam 6.00 dijemput taxi (bus lebih murah tapi belum ada sepagi ini kalau weekend). Taxi sudah dipesan malam sebelumnya.

Jam 6.50 sudah capcus di atas kereta menuju Bowral NSW. Tiket sudah dibeli online sehari sebelumnya.

Duduk miring dikereta sambil mengerjakan paper ttg penjara, maklum anak sekola.

Screen Shot 2015-01-18 at 7.17.15 am

Jam 9.20 sampai di Bowral. Buka Google Map, hmmmm oke jarak ke motorcycle shopnya 700 meter.

Turun jalan kaki dengan perlengkapan lenong.

Jam 9.35 sampai di Bowral Motorcycle. Sempat berhenti dulu di shell sebelah beli minum sambil sekilas memperhatikan urutan orang mengisi bensin sendiri dan bayar ke kasir. Ohh ga susah.

IMG_0037

Jam 9.40 mulai mengerjakan paperwork sambil ngobrol2. Pemesanan motor sudah dilakukan seminggu lalu.

IMG_0067

Mas kenapa beli motor jauh2 sampai beda negara bagian?

Karena sudah dicheck di seputaran Canberra stock MT-09 habis. Yang tersedia tinggal di Bowral ini, itupun MY 2014. Untungnya ada discount hampir 1500 AUD.

Lho om proses diantara itu gimana?

nahh itu jadi artikel sendiri aja ya, bagaimana caranya membeli motor Price Guide (alias off the road).

Baca lebih lanjut