First Hands-on Impression Yamaha MT-07 at Motegi Japan: Er6n Killer?

 

Masih first impression Leopold Motoblog atas motor-motor andalan yang dipertunjukkan kepada public saat pertarungan MotoGP di Circuit Twin Ring Motegi. Sebelumnya terima kasih untuk Yamaha Indonesia dan DetikOto yang telah mensponsori trip ke Motegi circuit ini. Perjalanan yang luar biasa.

Sebagai rider Er6n saya selalu memperhatikan kehadiran dan informasi mengenai motor-motor sekelas termasuk Yamaha MT-07. Beberapa review yang dilakukan di Eropa selalu saya baca dan santap habis.

Bisa dibayangkan kegairahan besar saat melihat dua unit MT-07 berdiri gagah di stand Yamaha.

IMG_20141012_123843

Seperti saat melihat MT-09, MT-07 ini terkesan ringkas, padat dan sporty. Tidak seperti rival sekelas lainnya seperti Er6n atau Suzuki Gladius.

kawasaki-er-6n-e-suzuki-gladius-650-1395333659972_956x500

Orang awam mungkin tidak akan menyangka bahwa di balik sosok yang slim ini tersimpan potensi tenaga yang luar biasa.

IMG_20141012_123859 Mesin berkapasitas 689cc ini (40 cc lebih besar dari Verde) mampu meledakkan tenaga sebesar 73.7 HP pada RPM medium di 9,000 RPM.

IMG_20141012_123850

Ahh kok engga gede-gede banget mas. Er6n saja bisa 71HP.

Ehh entar dulu. Liat dong besar torsinya, kan namanya MT (Master Torque). MT-07 memiliki kekuatan puntir pada as yang lebih besar ketimbang Er6n. 68 Nm pada 6.500 RPM. Selisih 4Nm cukup besar.

IMG_20141012_123917

Dan perlu diingat kesemuanya itu dikeluarkan oleh motor yang hanya berbobot basah (wet weight atau curb weight) 179 kg. Sekedar catatan R25 166kg dan Ninja250Fi 172 kg.

Jadi power to weight rationya jauh ya.

MT-07 73.7HP/68Nm sedangkan R25 27HP/19Nm. Tiga kali lipat torsi dengan bobot yang hanya 13 kg lebih berat.

Jika dibandingkan dengan Er6n yang memiliki cc lebih kecil berat MT-07 sendiri jauh lebih ringan. Er6n memiliki berat basah sejumlah 204 kg (CMIIW). Artinya Er6n lebih berat 25 kg ketimbang MT-07. Berat segitu lumayan pengaruh ke handling ya.

 

Kenapa bisa lebih ringan mas?

Yamaha hanya menjelaskan MT-07 menggunakan komponen lebih sedikit dan lebih ringan ketimbang motor sekelas lainnya. Hmmm tapi lebih kuat ga pa? mestinya paling engga sama ya.

IMG_20141012_123854

Dan benar saja, kalau MT-07 kelihatan ringkas dan kecil. Itu karena memang MT-07 ringkas dan kecil.

Coba perhatikan bagaimana bapak-bapak botak ini menaiki dan membuat MT-07 keliatan kecil. Jadi keliatan lagi naik motor 250cc ga sih.

IMG_20141012_124004

Saya jadi mikir jangan-jangan MT-25 keliatan lebih kecil lagi. Tapi ingat ini juga karena ukuran si Bapak tidak umum dan mencerminkan ukuran tubuh manusia Indonesia normal pada umumnya ya hehehe.

Faktor selain “compact” dan “sporty” adalah “simplicity and practicality”. Ini disebutkan beberapa kali di web site resmi Yamaha luar negeri. Nampak jelas Yamaha menargetkan para biker pemula yang baru menyelesaikan SIM Learner mereka dan naik ke cc yang lebih besar. Pasar yang maju menggeliat di luar negeri seperti juga di dalam negeri.

Silahkan diamati bro dan Sis, gimana?

APAKAH MT-07 INI AKAN MENJADI ER6n KILLER mas?

hmm keduanya berbagi kue di pasar 650-700cc yang berisi para mantan biker 250 cc yang ingin naik kelas tapi belum ke kelas sport 600cc atau 800cc. Meskipun begitu sub-segment yang ditargetkan nampaknya bisa berbeda. Disini faktor pricing (lokasi produksi, struktur biaya) dan desain bisa mendikte pasar. Apabila Yamaha membuat pricingnya cukup dekat dengan Er6n, di rentang 100-120 juta, wah bakal berdarah-darah pasar Er6n. Tapi kalau Kawasaki bisa datang dengan 2016 new ER6n dengan handling yang lebih ramah dan desain yang tetap seperti monster tapi lebih moden (maaf terutama tankinya yang bikin agak ill-feel) persaingan pasar bakal in par.

IMG_20141012_123911

di Jepang, yang GDP penduduknya tinggi sekali, hanya dijual sekitar 80 juta rupiah. Di Indonesia? cape deh.

Sekedar catatan kita bicara pasar yang dari segi volume tidak besar disini (500 sampai 1000 unit setahun sak Indonesia saja sudah luar biasa) tapi dari segi image brand sangat strategis.

 

Fullscreen capture 10162014 62032 AM

lampu depannya perlu diganti nih.. cari yang seperti CB1000

IMG_20141012_123905

Ramping, tanki kondom

 

Respiro Adventure Touring Jacket JOURNEY – Your Reliable Best Friend for Touring

 

Persis saat akan meninggalkan rumah menuju meeting point 1 touring to Bukittinggi, kiriman jaket adventure touring Respiro untuk saya review tiba. Hampir saja tidak kebawa.

Langsung gaya kilat bongkar-bongkar paket dan difoto dulu.

wpid-2014-05-03-21.59.19.jpg.jpeg

 

Jaket tipe adventure touring itu apa sih mas?

Sesuai namanya ini adalah jenis jacket yang dirancang lebih multi-purpose, multi-weather dan digunakan untuk waktu riding yang relatif lama (bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu) dengan tetap nyaman.

20140503_100522

Mumet ra. Banyak kriteria yang harus dipenuhi. Anda tidak bisa sekedar lihat contoh jaket adventure touring yang ada Icon atau Revit misalnya lalu dijahit sendiri. Ada banyak teknik dan teknologi garmen yang dibutuhkan agar kesemua tujuan di atas bisa dicapai.

Saat tahu dari mas Arif bahwa Respiro sudah mengeluarkan jacket touring adventure yang berstandar CE utk protectornya (compliance to EU standard) saya langsung takzim dan antusias. Ini adalah satu pencapaian penting dari produksi riding jacket anak bangsa.

IMG_20141010_081505

Mari kita lihat apakah jacket yang diberi nama JOURNEY ini memenuhi tujuan di atas.

Ini adalah long term review. Saya sudah menggunakan Journey pada etape Bakahuni – Palembang dan Jambi – Bukittinggi-Padang, juga pada beberapa kali short riding ke Puncak, Ciwidey dan Lembang.

20140503_155307

Danau Singkarak

Bagaimana kesan saya?

WIND PROTECTION AND TEMPERATURE INSULATION

Journey cukup baik dalam menghadapi komplikasi pertama dari semua riding jacket yaitu bagaimana bisa tetap melindungi tubuh dari angin namun tetap bernafas. Membuat insulasi agar tubuh terhindar dari paparan angin itu penting. Karena penurunan suhu yang berkepanjangan akan menyebabkan turunnya stamina tubuh. Outer layer dari Journey cukup rapat. Dengan menggunakan base layer respire, kaos dan Journey sudah cukup untuk menjaga insulasi panas tubuh. Sayangnya setelah riding 4 jam saya mulai bisa merasakan perasaan dingin yang menjalar di abdomen dan rongga dada. Saya lalu berhenti untuk mengenakan vest Respiro untuk menambah lapisan di bagian dalam. Jadi menurut saya Journey ini untuk sebuah long range riding jacket (setidaknya riding di atas 4 jam sebelum break) nampaknya perlu menyiapkan opsional lining di dalam jacket untuk menambah pertahanan tubuh terhadap paparan angin.

Satu catatan positif yang harus saya tulis tersendiri disini adalah lapisan pelindung leher yang sangat rapat dan hangat melindungi batang leher kita. Saya kebetulan sedang batuk saat rute Jambi_Bukittinggi dan sensitif dengan udara dingin, apalagi berjam-jam terpapar. Journey sudah melindungi saya pada rute itu.

Fullscreen capture 27052014 163555

Menuruni Danau Maninjau

 

AIR VENTILATION AND HEAT RELEASE

Untuk short atau medium range riding, sarapan di Puncak misalnya yg butuh 2.5 jam bolak-balik dengan kombinasi macet, Journey sangat baik. Material bagian dalam yang sebagian besar terbuat dari mesh sangat membantu proses ventialasi udara dan pendinginan tubuh.

IMG_20141010_081646

Diterawang, cukup breathable kan

Kanal-kanal pelepasan panas baik di tubuh bagian depan dan lengan dalam bentuk hidden zip bekerja sangat efektif. Heat release di bagian belakang juga saya bisa rasakan bekerja dengan baik. Feature ini menurut saya penting, terutama di daerah yang 80% lebih sering panas daripada dinginnya. Apabila terlalu tebal insulasi jaket maka akan terjadi pemanasan tubuh secara pelan yang membuat stamina drop karena overheat. Coba saja naik motor dengan jaket lalu ditambah rain coat saat cuaca panas. 15 menit dijamin eneg.

 

WATER RESISTANCE

Sejak awal mas Arif sudah wanti-wanti, JOURNEY tidak 100% water proof. Tapi tentu bukan biker namanya kalau tidak kita test hehehe. Saat terkena hujan di lintasan Kayu Agung menuju Palembang, dan juga dari jalan tembus Cimahi menuju Lembang, saya sengaja tidak pakai rain coat untuk melihat seberapa tangguh JOURNEY ini. Dan ternyata, lumayan lho, untuk menghadapi hujan gerimis ringan yang datang dan pergi selama perjalanan jaket dengan kerapatan 10,000 mmwc ini sanggup menahan air untuk diteruskan kebagian lebih dalam tubuh. Well done. Tentu tidak akan seefektif rain coat, tapi pertahanan ini sangat penting. Untuk sebuah perjalanan touring, ini akan memberi anda waktu saat mulai hujan untuk mengevaluasi apakah perlu berhenti untuk membongkar perlengkapan lenong dan memakai rain coat, atau mari kita hajar dulu semoga sebentar lagi reda.

 

DIRT RESISTANCE

Saat pertama kali menerima jacket, saya jujur saja agak skeptic melihat pilihan warnanya. Dengan warna terang seperti ini mah pake dua hari touring sudah bakal kelihatan kotor banget jaketnya. Kebayang dong kena cipratan bintik air dari kendaraan di depan dan debu lainnya.

Tapi memang ini kurang ajarnya Respiro, ternyata engga lho. Setiap malam saat berhenti dan melakukan ritual bersih-bersih helm, sepatu dan jaket, saya lihat kotoran ternyata sedikit tidak seperti yang saya bayangkan dan saat diseka dengan lap basah juga relative mudah hilang. Saya tanya itu gimana mas, mas Arif bilang “Itu sudah pake durable water repelent dan stain release treatment mas, makanya gak mudah kotor”. Oalah pantes aja. Andaikata hati kita juga bisa seperti itu, tetap bersih.. opo iki.

 

IMPACT PROTECTION

JOURNEY sudah dilengkapi dengan perlindungan bahu dan siku lengan yang memenuhi standard keamanan EU. Tapi untuk saya yang sudah biasa dengan pelindung punggung dan dada depan ada baiknya Respiro menambahkan perlindungan lebih yang bersifat opsional. Saat saya konfirmasi ke mas Arif ternyata memang rencananya back protector dan chest protector akan dibuat add-on nya. Alternatif lainnya adalah menggunakan armor protection yang sudah komplit di bagian dalam, lalu memakai JOURNEY yang proteksinya sudah dilepas.

 

COLOR SELECTION AND STYLE

Pilihan warna yang ada hanyalah timber wolf-gravel seperti pada gambar atau reversenya. Ini mungkin soal selera ya. Tapi menurut saya kalau ada pilihan grey-black atau hijau lumut bakal lebih mantap lagi. Pihan gaya dan garis JOURNEY untuk ukuran adventure touring jacket sudah baik dan diatas rata-rata jaket import yang biasanya plain dan basic banget. Sentuhan warna merah pada air vent di lengan dan tubuh is a nice touch.

IMG_20141010_081819

PRACTICALITY

JOURNEY datang dengan dua kantong besar di bagian jaket depan, kanan dan kiri. Satu kantong besar di bagian jaket belakang yang sepertinya muat rain coat. Di bagian dalam jacket juga ada 6 kantong. Bahkan khusus untuk HP candy bar dengan ukuran sampai 5 inch. Jadi jangan takut kehabisan tempat. Meskipun meenurut saya untuk touring jarak jauh sebaiknya benda-benda tidak kita isi ked alam kantung jacket untuk kenyamanan dan keleluasaan berkendara. Jadi pakaian ganti atau rantai cadangan (ebuset) jangan ditaruh di jaket.

IMG_20141010_081722

 

BUILD QUALITY

Jacket yang saya terima memiliki tingkat kerapian dan presisi pengerjaan yang sangat baik, setara dengan produsen luar negeri lainnya. Penjahitan dan lipatan nampak sekali terkontrol.

 

OVERALL CONCLUSION

RESPIRO menghadirkan sebuah adventure touring jacket yang memiliki kualitas eksport yang sangat patut dibanggakan pada harga yang terjangkau dan sulit disaingi (800 ribuan). JOURNEY sanggup menjalankan fungsi kompleks sebuah adventure touring jacket sebagaimana saya bahas di atas.

Kekurangannya hanya ada tiga: 1) cenderung kurang tebal insulasi nya untuk long range riding, 2) tambahan chest dan back protector, dan 3) tambahan pilihan warna.

Tapi menurut mas Arif, dua hal pertama di atas akan segera ada items adds-on nya.

WELL DONE RESPIRO.. Proficiat untuk desain dan produksi JOURNEYnya mewakili karya anak negeri ini. Terima kasih atas kesempatannya bagi saya untuk mencoba. Mohon maaf baru bisa direview sekarang produk andalan ini.

20140504_110010

Mengapa Harga R3 dan Ninja 300 di US Lebih Murah/Beti Dibandingkan Harga di Negeri Pembuatnya (Indonesia/Thailand)

Membaca beberapa posting di grup facebook yg menyatakan bahwa harga Yamaha R25 di Indonesia sangat overpriced. Dan jadinya bakar-bakaran.

Dasarnya adalah dengan membandingkan harga R3 ABS di US yang hanya USD 4999 atau 60 juta rupiah  jika dikurskan.

Fullscreen capture 10182014 123956 AM

Saya hanya nyengir2 kuda baca postingan seperti itu.

Tahukah anda kalau struktur harga disetiap negara itu sangat tergantung kebijakan pajak, pricing strategy, kompetisi pasar domestik dll.

Dan itu kondisi yang dihadapi tidak hanya oleh satu pabrikan. Semuanya.

Contohnya Ninja 300 produksi Thailand dibanderol 68 juta rupiah di Thailand. Padahal Ninja 300, yang jelas-jelas lebih superior hanya dilepas 64 juta rupiah di US.

Fullscreen capture 10182014 123240 AM

Faktor terbesar menurut saya adalah pricing strategy dr line up motor yang ada plus kompetisi pasar.

Sekarang kalau harga MT-07 atau Er6 hanya dibanderol 80an juta di US, lah mau dijual berapa itu R3 atau Ninja 300? 70 juta? Yo rompal kabeh pemasarannya.

Tapi perlu diingat. Matic seperti Honda Spacy yang kurang besar kue penjualannya harganya hampir 28 juta di US dan Eropa. Sementara disini harganya hanya 12an juta sebagai produk yang kompetitif di pasar.

Jadi kita perlu memperhatikan faktor2, struktur pajak, line up pricing dan kompetisi market juga.

Sumber:

http://www.kawasaki.co.th/th/motorcycle_17_ninja300abs.asp

http://www.kawasaki.com/products/2015-ninja-300-abs

http://www.yamahamotorsports.com/sport/products/modelhome/718/0/home.aspx

Mengapa Harga R3 dan Ninja 300 di US Lebih Murah/Beti Dibandingkan Harga di Negeri Pembuatnya (Indonesia/Thailand)

Membaca beberapa posting di grup facebook yg menyatakan bahwa harga Yamaha R25 di Indonesia sangat overpriced. Dan jadinya bakar-bakaran.

Dasarnya adalah dengan membandingkan harga R3 ABS di US yang hanya USD 4999 atau 60 juta rupiah  jika dikurskan.

Fullscreen capture 10182014 123956 AM

Saya hanya nyengir2 kuda baca postingan seperti itu.

Tahukah anda kalau struktur harga disetiap negara itu sangat tergantung kebijakan pajak, pricing strategy, kompetisi pasar domestik dll.

Dan itu kondisi yang dihadapi tidak hanya oleh satu pabrikan. Semuanya.

Contohnya Ninja 300 produksi Thailand dibanderol 68 juta rupiah di Thailand. Padahal Ninja 300, yang jelas-jelas lebih superior hanya dilepas 64 juta rupiah di US.

Fullscreen capture 10182014 123240 AM

Faktor terbesar menurut saya adalah pricing strategy dr line up motor yang ada plus kompetisi pasar.

Sekarang kalau harga MT-07 atau Er6 hanya dibanderol 80an juta di US, lah mau dijual berapa itu R3 atau Ninja 300? 70 juta? Yo rompal kabeh pemasarannya.

Tapi perlu diingat. Matic seperti Honda Spacy yang kurang besar kue penjualannya harganya hampir 28 juta di US dan Eropa. Sementara disini harganya hanya 12an juta sebagai produk yang kompetitif di pasar.

Jadi kita perlu memperhatikan faktor2, struktur pajak, line up pricing dan kompetisi market juga.

Sumber:

http://www.kawasaki.co.th/th/motorcycle_17_ninja300abs.asp

http://www.kawasaki.com/products/2015-ninja-300-abs

http://www.yamahamotorsports.com/sport/products/modelhome/718/0/home.aspx

First Impression at Motegi Japan – Yamaha MT-09 (pics + video)

Yamaha Indonesia berencana meluncurkan Yamaha MT-09 tahun depan. Kemungkinan di quarter pertama atau kedua 2015. Sejauh ini Yamaha masih menutup rapat informasi lebih jauh mengenai MT-09.

Padahal antisipasi dan rasa ingin tahu pencinta roda dua di tanah air sudah cukup meluap-luap. Yamaha 3 silinder bro… torsinya bakal beneran ganass…

Waktu memasuki area North Gate Motegi Circuit saya dikagetkan dengan bunyi motor khas 3 silinder yang ganjil. Sempat melirik, wohh mak.. cakep banget.

IMG_8245

Note: Kunjungan ke Motegi ini disponsori oleh Yamaha Indonesia dan Detik.oto

Tapi kok keliatan kecil ya.

Saat sudah berada di dalam area circuit, saya bersama teman-teman rombongan pemenang Street Photo Hunt pun menghampiri area Yamaha.

Wah hahaha, seperti anak dilepas ke taman bermain.

Sudah berdiri dengan gagah dua MT 09 disitu. Kalap..kalap..

IMG_20141012_123816

Menatap MT09 bukan seperti melihat Ade Rai yang tebal dengan massa otot.

Lebih seperti melihat Joe Taslim yang ramping namun liat penuh tenaga.

Tidak berlebihan volume tubuhnya, tetap kukuh semua pada tempatnya.

Mata tanpa dapat ditahan tentu langsung melihat area mesin: the notorious cross-plane 3 cylinders. Tiga silinder berjajar, di wadahi crank-case yang tebal padat hitam melegam. Memancarkan aura bajingan.

IMG_8475 IMG_8465-001

Paling asyik memperhatikan permainan lekukan header knalpot yang berusaha melepaskan diri dari silinder menuju silencer underbelly. Fiuhh..

IMG_8462-001 IMG_8464 IMG_8473

Selintas mirip knalpot Er6 family, just with more curve and style.

Beralih pada tanki, berbeda dengan keluarga Z series dari Kawasaki yang berotot, intimidating dan agresif seperti Z800 atau Z1000, Yamaha memilih desain yang lebih ramping dan aerodinamis.

IMG_8472-001

IMG_20141012_123744

Headlamp segaris dan senada dengan alur desain tanki. Cukup sederhana malah menurut saya.

IMG_8460-001

Kaki-kaki kokoh dan cantik bersamaan. Check this out..

IMG_8461-001

IMG_8469-001

Beralih ke seat. Senyaman dan seempuk Er6. Lebih tebal ketimbang keluarga Z series.

Saat saya naiki, posisinya tidak seagresif Z800. Posisi stang cukup tinggi, meskipun tidak terlalu dekat dengan pinggang. Posisi mata kaki tidak terlalu di belakang. Berat Berat badan terdistribusi baik. MT09 sangat menjanjikan baik sebagai city fighter maupun touring animal. Apalagi Yamaha menyediakan paket side bag yang memperkental aura jelajah MT-09.

IMG_20141012_123704

Fullscreen capture 7152014 10113 AM

Perbandingan Ergonomi dengan Z1000

Kesemua kesan diatas tentu perlu dibuktikan dengan road test. Namun dari spek tertulis dan review luar MT 09 sangat berpotensi menjadi Master of Torque di tanah air. Apalagi kalau harganya tidak jauh dengan harga jual di Jepang sejumlah 102 juta rupiah.

IMG_20141012_124107

Berminat bro dan Sis?

http://youtu.be/zUwvKuqrnbI

IMG_20141012_123722

First Impression di Motegi: Honda VTR-F 250 CC V-Twin

 

Yang membuat kesempatan berangkat ke Jepang pada saat gelaran MotoGP Motegi menjadi dinantikan adalah kesempatan melihat secara langsung pabrikan-pabrikan besar menampilkan produk-produk andalan mereka.

Saat berjalan ke stand Honda, mata saya bersitatap dengan headlamp yang tidak asing. CBR 250 lama?

IMG_20141012_150610

Sepertinya begitu, tapi nanti dulu, ini benar-benar berbeda.

Ini adalah Honda VTR-F 250 cc V-twin.

IMG_20141012_150601

Produk yang menurut saya bakal menjawab tepat kebutuhan pasar 250 cc Indonesia.

Lho kenapa begitu mas? Dari pengalaman saya menggunakan beberapa 250cc dua silinder, ada satu kekurangan yang belum terjawab dengan baik: torsi.

Ya, dua silinder menawarkan sensasi berkendara yang berbeda dengan satu silinder, itu tidak bisa dibantah. Namun juga dua silinder pada cc yang sama memiliki torsi yang lebih rendah dibandingkan 1 silinder. Padahal kondisi jalan raya dan kebutuhan berkendara di Indonesia membutuhkan tenaga yang terpetakan baik di putaran bawah. Baik di kepadatan lalu lintas dalam kota, maupun menghadapi topografi luar kota yang berliku dan perbukitan.

Kawasaki memang sudah mengeluarkan streetfighter 2 silindernya, namun dengan peta tenaga yang sama dengan Ninja sportnya yang lebih high scream. Yamaha kemungkinan juga mengeluarkan varian naked dari R25, alias MT 25 dengan pendekatan yang sama.

Honda lah yang datang dengan pendekatan yang out of the box (maaf ya Hyosung): V-Twin.

Kesan pertama saat menghampiri agak bercampur.

IMG_20141012_150319

Di satu sisi melihat sektor mesin nampak padat sekaligus rapi. Kekar otot streetfighter terlihat dengan rangka trellis yang kokoh. Mempamerkan area mesin kembar berkonfigurasi V yang bak magnet bagi pencinta roda dua.

IMG_20141012_150505 IMG_20141012_150403

IMG_20141012_150352

Di sisi lain saat melihat bagaimana fairing (atau separuhnya) diletakkan di bagian depan motor, saya merasa there is something really wrong. Fairing keliatan aneh dan tidak pas babar blas. Nampaknya lebih baik dibuat full naked dengan lampu bulat besar.

Baiklah mari kita raba-raba dan tunggangi.

IMG_20141012_125357

Saya mendapatkan feedback yang sturdy dan kokoh dari material dan finishing VTR 250 ini. Baik pada body, frame, seat, dashboard dan bagian lainnya. Mantap…

IMG_20141012_150543 IMG_20141012_150532

Saat dinaikipun kenyamanan sebuah Honda langsung terasa. Shockbreaker terasa lembut. Ergonomi nyaman. Posisi kaki cukup longgar, tidak menekuk sementara stang pun cukup dekat dan tinggi dari posisi pinggang. Nyaman…

IMG_20141012_125059

Feature dashboard cukup standard, semua feature yang baik seperti passing lamp dan engine cut ada.

Mari kita lihat spek di atas kertas.

IMG_20141012_124951

Superior dibandingkan rival 250cc 2 silindernya.

VTR lebih ringan 3 kg dibandingkan R25 (terutama karena half-fairing), mencapai puncak tenaga (30 PS) pada RPM yang lebih rendah (10.500) dan seperti juga khas Honda irit (40km/liter sebagaimana tertulis). Dari segi harga juga cukup terjangkau untuk sebuah Honda, sekitar 64 juta rupiah.

Andai saja Honda (atau AHM) akhirnya memutuskan untuk menghadirkan di Indonesia versi VTR full-naked, VTR akan menjadi genre terbaru streetfighter V-Twin di Indonesia yang saya yakin bakal jadi big hits, seriously.

Dan kalaupun Honda memutuskan untuk meluncurkan versi sport, full fairing, VTR akan menjadi penantang serius R25 dan Ninja 250 baik di pasar maupun di track.

Bagaimana menurut Bro dan Sis?

IMG_20141012_125033

 

Leopold Motoblog Meliput Langsung Gelar MotoGp di Motegi Jepang

 

Terima kasih sedalam-dalamnya utk rekan-rekan yang sudah memvote Sabina di Photo Street Hunt 2014. Sabina, yang diwakili saya, akhirnya tanggal 10 Oktober 2014 berangkat meninggalkan tanah air menuju Tokyo. Terima kasih juga kepada Detik.oto dan Yamaha Indonesia yang sudah menyelenggarakan kontes dan memberangkatkan kami. Dengar-dengar biaya per orang hampir Rp. 40 juta bro.. wiss, tambahi cicilan sedikit sudah dapat R25 itu.

IMG_20141010_104744-002

 

IMG_20141011_084216

Saya berangkat bersama 3 orang pemenang lain. Dua dari Bali (bro Ara dan Dani), satu dari Bandung (Bro Gerri). Dengan ditemani mas Robi dari Lily Tour.

Perjalanan berjalan lancar, meskipun cuaca sedikit memburuk dua jam mendekati Jepang karena sedang berlangsung hurricane atau typhoon di Laut Cina. Topan bernama Vongfong ini sedang bergerak mendekati kepulauan Jepang dan diperkirakan menyerang wilayah sekitar Motegi pada hari Senin.

Semoga typhoon tersebut melemah dan menghilang sebelum tiba di Tokyo dan Motegi ya, soalnya Senin pas hari saya pulang nih..

Perlu Kalkulasi Ulang Top Speed Yamaha R25 186km/jam Dengan Gir 45

 

Ikut bangga. Menyaksikan video bro Jonathan ROCK (R25 Owners Community in Kaskus) menggeber iceblastnya di Sentul.

Saya kagum melihat racikan Ultraspeed yang berhasil memadukan kampas kopling + per kopling  + coil racing yang berhasil melesatkan R25 ke puncak kecepatan. Dengan percepatan yang mengagumkan untuk ukuran motor 250cc.

Very well ride, excellent tune up.

Saya hanya ingin mengusulkan kalkulasi ulang top speed yang dicatatkan yaitu 186 km/jam.

Bro Jonathan sudah menyampaikan bahwa gear belakang sudah diganti dari ukuran 43 menjadi ukuran 45.

Mengingat speed sensor R25 dan R15 (produksi Indonesia) terletak bukan pada roda depan, tapi pada poros transmisi yang berhubungan dengan gear depan, maka penggantian gear belakang akan berpengaruh pada selisih dengan kecepatan standard.

Rasio gear standard 14-43 = 3.07

Rasio gear ubahan 14-45 = 3.21

Sehingga pada saat speedometer menunjukkan angka 186 km/jam, kecepatan yang dicatatkan oleh R25 lain dengan rasio gear standard adalah sekitar 177.7 km/jam. Mungkin penghitungan saya salah, mohon koreksi dari rekan-rekan.

Tapi angka 177.7 km/jam pada speedometer R25 standard tetap fenomenal menurut saya. Angka yang masih sangat potensial ditingkatkan lagi mengingat menurut bro Freddy Iceblast ini belum mengaplikasikan ECU ataupun piggyback aftermarket.

Saya, dengan keahlian dan berat badan saat ini, tidak sanggup menembus kecepatan seperti itu.

So, salut untuk bro Jonathan, teman-teman ROCK dan Ultraspeed untuk eksplorasi kecepatan R25nya.

 

14 Kecepatan
43 3.071429 177.7
45 3.214286 186

 

Prototype ECU Daytona for Yamaha R25

Saat gelaran Yamaha R series Track Day tanggal 4 Oktober 2014 kemarin salah satu booth yang mengundang perhatian saya adalah booth Daytona.

image

Kenapa? Karena YIMM semenjak awal sudah menyampaikan bahwa akan ada ECU performance-oriented Daytona yang akan mengeluarkan potensi tenaga R25.

Saya pun memghampiri.
Wuehhhh… sudah ada bro ternyata prototype ECU Daytona nya.

image

Keterangan oleh pihak Daytona ECU ini masih bersifat prototype, namun sudah mendekati versi final. Akan ada beberapa variabel kunci yang bisa diatur oleh ECU ini di antaranya: fuel supply, ignition timing, rpm limiter. Wahh…

image

image

Daytona adalah vendor yang mensupply ECU standardnya R25. Jadi mestinya desain produknya sudah right on spot. Mestinya lho.

Menurut keterangan tidak resmi dari hasil test, pemasangan ECU Daytona dapat menaikkan tenaga R25 standard sebanyak 2 HP. Wahhh..

image

Masang ecu ini berarti garansi hangus dong mas?
Yak ada pertanyaan lainnya ? Hehehe

Berapa duit mas?

Harga belum pasti. Antara 3.5 sampai 4 juta rupiah. Dengan garansI 1 tahun.

Kapan bisa dibeli mas?
Bulan Desember 2014 rencananya.

ECU aftermarket agar lebih maksimal tentu tetap membutuhkan tuning mengikuti spek motor. Tapi Daytona sudah menyiapkan 3 preset basic mode utk kemudahan pemakaiannya.

Menarik utk dilihat perbedaan perfomanya dg piggyback seperti PCV Dynojet nih..