Yamaha T-Max Test Ride at Belitong: Comfortable, Powerful and Sporty

I will make it simple and brief.

Reputasi tiba mendahului kehadiran T-Max di Indonesia. Bagi para pemerhati Mega-Scooter bercc lebih dari 500 cc mungkin sudah familiar dengan BMW C600 Sport atau Suzuki Burgman 650 yang banyak beredar di pasar Eropa.

2012-BMW-C650GTd

BMW C 650

index

Suzuki Brugman 650

IMG-20131110-01209

Saat perkenalan diam2 CBU Yamaha pada komunitas motor di Puncak November 2013

Namun T-Max memiliki posisi tersediri dalam konfigurasi persaingan di kelas ini setidaknya untuk dua alasan:

Pertama, T-Max yang mendefinisi kelas ini ketika diluncurkan oleh Yamaha tahun 2001 kepada public yang tidak teredukasi.

Kedua, melalui tiga generasi T-Max Yamaha mengarahkan paradigm bahwa Mega Scooter pun harus berorientasi sport.

Dan memang T-Max terlihat indah dan mengintimidasi pada saat yang bersamaan.

Desain sporty ala Yamaha tersemat habis pada setiap kurva tubuh T-Max. Agresif. Mengintimidasi karena dimensi T-Max yang tinggi dan besar, bahkan melebih total dimensi motor sport 600cc.

Saat istirahat makan di Café Vega, Manggar, Belitung Timur saya matur ke mas Defin Yamaha Indonesia untuk jajal-jajal sore T-Max. Silahkan mas. Muncul rasa penasaran juga karena selama 2 hari riding beberapa T-Max (5 unit kalau engga salah) tidak kalah agresifnya menjelajah Belitung dibandingkan kelas sport.

Saya ingin tahu apa saja sih yang ditawarkan this big convenient beast.

IMG-20131110-01199

Saat duduk, yuppp.. memang gede dan tinggi. Coba static swiveling dulu. Mengayunkan motor ke kiri dan ke kanan saat statis untuk mendapatkan feeling awal handling motor ini. Beralih dari satu sisi ke sisi lain tidak seberat bayangan awal saya.

Fullscreen capture 912014 101635 AM-001

Engine on. Getaran sangat halus. Thanks to the third slave piston yang meng-counter-balance vibrasi mesin.

IMG-20131110-01206

Squeezing the throttle, wow… responsive sekali.. melonjakkan motor berbobot 219 kg (wet) ini ke depan.. Torsi sebesar 45 Nm terasa ngablak semenjak RPM bawah…
Mengalirnya tenaga dari dapur pacu ke CVT dan roda belakang terasa sangat padat, halus dan bergelincir begitu saja. Mesin terasa mendenyut membesar ketika RPM ditarik melewati 5000RPM. Dan terus memburu naik secara linear tanpa gejala melandai.

Saya lirik speedometer yang agak sedikit deceiving. Yang terpampang lebih besar adalah satuan dalam miles per hour. Dan wohh this beast hit 100 miles/hour atau 160 km/jam. Dengan sangat stabil dan tenang. Aroma sporty betul-betul terasa. Overtaking di jalur luar kota tidak bermasalah.

Fullscreen capture 912014 102245 AM

Tanpa saya sadari posisi duduk saya sudah berubah. Mulai dari awalnya selonjor dengan posisi duduk di belakang. Sekarang kaki sudah lebih menekuk dengan posisi duduk lebih ke depan dan lengan menekuk. Sport tenan…..

Handling dan suspense sedikit mengingatkan saya dengan BMW GS. Ada realitas yang terpisah. Antara kondisi jalan yang wavey dan kenyamanan yang dirasakan tubuh. Seperti memandangi jalan raya dari balik dek. Nyaman dan berjarak.

Beloknya bagaimana mas?

Nahh.. saya awalnya skeptic dengan semua matic karena centre of gravity biasanya jauh di belakang. Tapi T-Max ini memang kelasnya berbeda. Titik beban cenderung lebih tengah karena posisi mesin diletakan lebih ke depan.

Fullscreen capture 912014 94128 AM

Berbelok dengan T-Max lebih menggunakan pinggul dan badan. Lumayan ringan, tapi gunakan pinggul. Kecuali anda berjalan pelan ya.

Salah satu problem cornering dengan T-Max adalah suspensi belakang settingan standard yang terlalu empuk. Jadinya mengayun. Tidak susah mengakalinya cukup merubah suspense menjadi lebih keras.

Problem lain adalah, T-Max ini memang di desain utk kondisi jalan dengan karakter medium to high speed. Long cornering adalah wilayah idamannya. Nah kelemahannya pada rute2 tikungan pendek seperti Cikidang atau Danau Maninjau. Wheelbase yang terlalu panjang akan menyulitkan quick and rapid maneuvering.

Saat melalukan test ride saya kesasar di kota Manggar, dari beberapa persimpangan saya melewatkan simpangan menuju pasar dan kesasar kesana kemari. Hadeuhh maaf ya mas Defin hehe.

Fullscreen capture 912014 101947 AM

kesasar *payah

KONKLUSI

Mega-scooter diciptakan untuk mengawinkan kenyamanan (matic transmission + praktikalitas) dan tenaga yang berlimpah. Kombinasi yang awalnya sangat berorientasi pada market eropa.

Yamaha mendorong lebih jauh versi ketiga T-Maxnya dengan menanamkan elemen yang ketiga: karakter sport.

Dan ini tercermin dengan baik on the way she moves.

Sembari berusaha menemukan jalan kembali ke tim Yamaha saya berpikir, hell I will have one of this. The white one.

IMG-20131110-01205

 

 

 

 

Belitong Tour with Yamaha Indonesia – Day One

 

It just gets bigger and better….

Pada helatan di tahun ke-3 ini Belitong Tour bertambah besar.

Jika di tahun sebelumnya hanya ada sekitar 60an motor (menurut panitia), kali ini tour sukses mendatangkan 144 motor + 32 media ke tanah belitong. 176 motor kangg… ediannn…

Big event, big organizing work.

Tentunya mulai dari saat persiapan dengan pemerintah daerah, sponsor, hotel, transportasi, logistic, dan ratusan printil-printil kecil lainnya.

Dan semua itu untuk media, konsumen dan komunitas. Salut Yamaha….

Baiklahh… ini catatan hari pertamanya

Hari Pertama dimulai pukul 03 pagi ketika saya bangun dan mandi. Loncat naik ke dalam taxi pukul 03.30. Pukul 04.15 sudah tiba dengan selamat di terminal 1C Bandara Soetta. Disitu sudah ramai berkumpul sekelompok penumpang dengan penampilan yang rada aneh di airport. Mengenakan riding pants, dan menenteng jacket plus helm.

20140828_144814

Bersama mas Lexy Leksono

Saya berkenalan dengan rekan-rekan R25 owners yang selama ini hanya berkomunikasi via online. Seru-seru juga orang-orangnya. Dan tentunya tidak lupa foto-foto dulu hehehe

Sedikit terlambat pesawat lepas meninggalkan tanah Jawa pada pukul 06.15. Saya isi dengan tidur thok… Semalem cuma dapat tidur 3 jam. Bangun2 pesawat sudah descending… dan touched down tanah Belitong.

Foto2 lagi hehehe….

 

20140829_072035

Om Tjokro, Steven (Layz), Bro Charlie (Bali), mas Tri (blogger/owner R25), bro Thomas, bro Hary, Bro Daniel (Bandung)

20140829_072304-001

Kitapun digiring untuk sarapan di dekat hotel. Menu: Nasi Bakar dengan ayam bakar plus tahu tempe. Lumayan utk ngisi sel tubuh dengan energi. Selesai makan tanpa sabar saya ajak teman-teman R25 owners untuk segera ke hotel dan ngecheck bagaimana kondisi kendaraan kita masing-masing. Sudah kangen bangett…

Kondisi secara umum baik-baik. Hanya R25 mas Triatmono dan bro Hary yang beset stickernya karena tergeser2 tali tie down. Wahhh…

20140829_082745

Jam 10.30 akhirnya kesekian banyak motor sudah bersiap dan kamipun jalan bergerak menuju tujuan pertama: Polres Belitung.

Disana kami disambut oleh Pak Wakapolres Belitung, dan Bu Kasatlantas yang sudah berusaha memastikan tour kali ini dapat terlaksana dengan baik. Setelah disambut dengan baik, kamipun dilepas untuk menuju titik pertama di Tanjung Tinggi.

20140829_095711

Disambut oleh Pak Wakapolres

20140829_095724-001

ga semua motor bisa kefoto

Ehh sikk baru mau nyemplak baru sadar… kocomotoku tibo. Wahh sunglasses saya yang polaroid jatuh..

Lapor dulu sama piket Samapta, semoga ada yang nemuin dan menyerahkan ke piket.

Begitu naik ke atas motor … Wuehh.. rombongan sudah ga jauh ga keliatan…jalan raya juga sudah ramai oleh masyarakat yang melintas… sabarr… kita urut satu-satu…

Fullscreen capture 8302014 54827 AM

 

Setelah 15 menit bertanya-tanya arah dan mengejar akhirnya ketemu juga buntut rombongan yakni mobil ambulan dan mobil storing.

Permisi nyalip satu-satu dari belakang untuk ngejar kelompok R25 owners.

Fullscreen capture 8302014 55055 AM

Jalan raya di Belitung memang mewahh..tanah idamannya para biker. Memanjakan naluri, menantang perhitungan berkendara kita. Menurut saya mungkin ada 4 alasan mengapa:

1. Variasi topografi

Mau kondisi jalan model seperti apa saja, ada disini. Mayoritas medium to high speed baik straight maupun cornering. Dipadu dengan tanjakan dan turunan panjang membuat sensasi berkendara memang luar biasa disini. Flying and diving… Saya hanya bisa mendapatkan kecepatan 164km/jam di hari pertama.

Fullscreen capture 8302014 55427 AM-001

2. Well-maintained

Kondisi jalan raya disini dijaga dengan sangat baik oleh pemerintah daerah. Engga nunggu sampai rusak, berlubang apalagi berkubang. Begitu ada permukaan yang terbuka, lalu ditandai dan tidak lama diperbaiki. Ini menyebabkan kita  menjadi sangat confident alias pede ketika merasa perlu menambah kecepatan

3. Sepi

Ini factor yang penting. Yo ngopo jalan bagus tapi macet sulit bergerak. Migrasi penduduk ke pulau Belitung relative cukup terkendali. Menyebabkan di banyak titik kita bisa mengeksplorasi tunggangan kita. 500 meter menjelang setiap desa yang akan kita lalui juga ada papan rambu peringatan. Bersiap mengurangi kecepatan.

4. Dukungan masyarakat

Bisa kita saksikan antusiasme masyarakat terhadap aktifitas tour seperti ini. Rasa ingin tahu, sikap positif muncul setiap kali kita ngobrol bersama mereka.

IMG_7973

Resiko touring dengan ratusan motor dengan high speed dan jalan yang tidak terlalu lebar seperti ini adalah kemungkinan crash. Ada 2 dua low side yang terjadi secara terpisah. Ada yang melibatkan CBR 600 dan satu lagi dengan Bro Vic akibat ada motor lain yang memotong line nya di tikungan. Semoga lekas baikan bro.

Fullscreen capture 8302014 61235 AM Fullscreen capture 8302014 61435 AM

 

Tidak jauh dari lokasi crash bro Vic, kamipun berhenti untuk makan siang di area konstruksi Belitung Highland Resort yang merupakan salah satu sponsor kegiatan ini. Sebuah konsep property dan wisata yang sangat menjanjikan. Kalau bro dan sis ada yang mau ambil/investasi silahkan, bakalan punya jatah 21 hari untuk menginap setiap tahun. Kan lumayan saya bisa numpang nginep kalau pas touring ke Belitong lagi hehe..

20140829_113253

 

Area sisi utara pulau Belitung ini memang luar biasa. Pantainya berair jernih dengan pasir putih, susunan karang dan batu yang membuat landmark pantai sulit tidak bisa ditemui di lokasi lain. Indah luar biasa.

IMG_7917

Salah satu lokasi yang menjadi favorit adalah Tanjung Tinggi, pantai bebatuan spot shooting Laskar Pelangi. Persoalan dengan lokasi wisata yang belum terjamah tangan-tangan modal nasional/luar negeri adalah tingkat kebersihan yang kurang. Namun ini tidak terjadi di Belitung. Meskipun wisatawan ramai berdatangan dan tidak ada petugas kebersihan berseragam berkeliaran namun suasana pantai tetap apik dan damai. Memberikan ketenangan dan kenyamanan saat berteduh di bawah pepohonan.

IMG_7891

Waktu berhenti. Pada birunya langit dan air yang mengayun di atas putihnya pasir dasar laut.

IMG_7929

Sementara di kejauhan, dalam ketenangan ombak di balik perlindungan bebatuan para nelayan sibuk membenahi jala dan peralatan selepas berlayar subuh tadi.

Hidup yang lebih tenang dan lebih berwarna ketimbang riuh gilanya Jakarta.

IMG_7915

 

Saya kembali ke Hotel, dengan kepala yang masih memikirkan indahnya pepantaian Belitung.

IMG_7950

Perubahan Jajaran Tempur Kawasaki Motor Indonesia

 

Nampaknya mengantisipasi semakin sengitnya “perang” motorsport di tanah air, Kawasaki Motor Indonesia memutuskan untuk melakukan re-deployment unit dan pimpinan secara internal.

Mendadak dapat undangan halal bi halal KMI-Media, saya (dan mas Taufik TMC juga diundang sebenarnya tapi sepertinya berhalangan datang) hadir di dinner kecil di Gran Indonesia.

Pada kesempatan ini KMI memperkenalkan jajaran baru tim Sales and Promotion dari Marketing Division KMI.

20140822_195500

Mas Aliong, bro Brury (yg bukan Pesolima), mas Michael, bro Bobby dan bro Sucipto

Jika sebelumnya tim ini dikomandani oleh mbak Dewi Septianti selaku Deputy Department Head maka posisi ini sekarang digawangi oleh mas Michael Chandra Tanadhi. Selain ada perwira pertama mas Aliong Iskandar, unit tempur ini sekarang juga diperkuat oleh mas Sucipto Wijono yang selama ini bergelut di Research and Development KMI. Bro Bobby Bharata tetap bertahan pada formasi depan bersama bro Brury yang baru bergabung.

20140822_201449

Pada event ini mas Michael menjelaskan beberapa strategi ofensif KMI yang akan memperkuat dukungan ke basis-basis komunitas Kawasaki seperti contohnya support ke Jambore Nasional KNI di Lampung akhir bulan ini. Selain itu KMI juga akan melakukan pembenahan pelayanan service di jajaran dealernya. Nahh ini memang PRnya Kawasaki mas.

Saya menduga perpindahan mbak Dewi sang diplomatnya KMI ke divisi Spare Parts juga dengan misi untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan after sales terutama spare part yang menurut saya kedodoran. Justru ini titik terlemah KMI kalau dibandingkan dengan kompetitornya di kelas motorsport seperti Yamaha Indonesia.

Tidak mungkin dong berangkat perang kalau bagian Bekang (perbekalan dan angkutan) lemah.

Selamat untuk perubahan manajemen KMI!

Service ke-2 2154 km – Semua R25 Terpantau Modifikasinya di Database Yamaha Indonesia

Engga terasa sebulan sudah bersama Sabina. Odometer pun menunjukkan angka 2150 KM.

image

Karena akan dibawa Nyentul dan kemudian dikirim ke Belitong utk tour tgl 29 nanti sayapun mengajak Sabina service ke dua di DDS minggu lalu. Supaya tetap segarr.

Kebetulan pula seminggu sebelumnya mas Boim DDS menginformasikan kalau filter oli sdh datang dari POD. Sipp.

Begitu tiba di DDS engga pakai lama Sabina langsung diarak dua mekanik ke R pit.

image

Oli dan filter sudah disiapkan. Menurut mas Boim filter oli yang dapat stock 6 buah hanya tertinggal 1 yang direserve utk saya yg order dari bulan lalu.

image

Memang setelah diinformasikan filter oli ready sayapun menginformasikan ini di forum Yamaha R25 Owners Indonesia (YROI) dan R25 Owners Community on Kaskus (ROCK).

Prosedur service seperti saat service pertama pun berlangsung + ganti filter.

Eitssss nanti dulu…

Ada yg berbeda.

Kali ini si Sabina didokumentasi foto habis habisan penampakan dan kondisinya. Mulai dari knalpot racing sampai shock yg diturunkan 4 cm.

Sabina pun dibawa ke terminal diagnostic untuk dicek semua fungsi sensor dan bacaannya. Semua normal.

image

image

Data pengecekan pun direkam beserta catatan perubahan/modifikasi yang sudah terjadi pada motor.

Menurut mas Boim semua R25 dipantau kondisi dan gejalanya di dalam database Yamaha.

Saya nanya “Mas kemarin waktu service pertama kok ga direkam?”

“Bapak waktu itu cepet banget servicenya. Komputernya belum dipasang”.

“Ohh mas ini hanya DDS saja atau untuk seluruh R Shop?”

“Mestinya untuk seluruh R Shop yg nangani R25 pak”.

Wuihhh manteppp tenan..

Mungkin karena ini produk global pertama 250cc 2 silinder Yamaha maka semua kondisi R25 dipantau.

Bagaimana dg R25 yang lainnya? Ada testimoni?

150 Motor OTW Menuju Belitong

Selalu mendapatkan update terbaru dr bro Wahyu dan Iqbal Yamaha Indonesia mengenai persiapan touring Belitong 2014.

150an motor semenjak tanggal 20 Agt malam sudah mulai loading ke atas kapal Fajar Bahari I di dok 006 Pelabuhan Tanjung Priuk. Dimulai dengan motor ber cc besar dan kemudian ke yang lebih kecil.

Saya sendiri semenjak rabu tgl 20 Agt sore sudah menitipkan Sabina ke mas Kevin di DDS Cempaka Putih.

Jam 15.00 tanggal 21 Agustus 2014 Fajar Bahari I lepas jangkar bersama  Sabina dan 150an motor lainnya.

Terima kasih utk bro Wahyu, Iqbal dan Fendri YIMM yang sudah mengupayakan proses loading berjalan dengan baik.

Baek-baek di jalan ya Sabina.. sampai ketemu di Belitong.

image

Ayo Sabina yang mana?

image

image

Eh ada si Ninjo nya mas Lexy.

image

image

Disalip di jalan bukan berarti diremehkan dan ditantang kebut-kebutan

 

Sering juga saya baca di forum FB testimony dari member yang cerita bagaimana dia disalip dan ditantangin “duel” saat di jalan. Wong motornya udah keren dan dioprek kenceng je, kok diremehin, sikat aja.

Saya sebagai biker juga kadang merasa godaan untuk merasa diremehkan saat ada pengendara motor lain yang menyalip sambil lirik-lirik.

Pada banyak kasus, urusan salip menyalip ini berbuntut kebut-kebutan di jalan.

Yang disalip merasa ditantang, yang menyalip juga jadi ngebut beneran.

Tapi ya, apa mesti seperti itu.

Ada beberapa alasan satu kendaraan menyalip kendaraan yang lain:

1. Perbedaan riding pace atau tempo riding bawaan.

Saya kalau ngantor bawa Spacy atau Er6 atau R25 punya riding pace yang berbeda2. Tergantung di kecepatan berapa saya merasa nyaman dan aman. Nyaman artinya saya merasa torsi tenaga dan handling enak disitu. Aman artinya saya bisa deselerasi (mengerem) dengan baik pada kecepatan itu dan dalam kondisi jalan seperti yang dihadapi.

Nah pada saat di jalan raya, ribuan motor bergerak dengan kecepatan yang berbeda untuk jangka waktu yang lama. Jadi jangan merasa tersinggung kalau tiba-tiba disalip oleh kendaraan yang memang riding pacenya lebih cepat dari kita. Dia bukan niatnya nantangin tapi memang carrying speednya dari belakang kita lebih cepat.

Jangan panas, temukan riding pace bro dan sis sendiri.

2. Sedang ada keperluan/urgent

Saya pernah atau beberapa kali terpaksa harus ngebut karena ada kepentingan mendesak. Wis stress dikejar waktu. Setiap kali saya disalip oleh kendaraaan lain yang lebih cepat, yang saya bayangkan adalah “oh mas nya itu sedang ada  masalah yang urgent”. Bersimpati dan beri jalan. Bersyukur kita tidak sedang under pressure sehingga tidak harus ngebut dan meresikokan diri utk celaka.

3. Biker biang masalah

Ini ciri-cirinya riding pace ga stabil dan membahayakan orang lain.

Misalnya kita lihat dia di depan dengan kecepatan yang lebih lambat dari kita. Saat kita akan salip, tiba-tiba dia sadar dan menghalangi atau malah jadi ngebut. Ini biker-biker biang masalah. Dan ga perlu diladenin karena biker-biker begini volume otaknya sedikit.

Tetap tenang, jaga jarak dan maintain your own, comfortable riding pace.

Akhir-akhirnya kalau jarak agak jauh juga ketemu lagi kok. Karena dia bosen, kecapekan atau ndlosor di jalan akibat kecelakaan.

—-

 

Tapi mas, motor saya ini kenceng juga lebih lho. Lebih kenceng dari jenis motor dia yang belagu itu. Wah saya percaya. Tapi kalaupun anda jalan agak kenceng itu karena memang riding pace anda, tetap aman dan safety, dan bukan karena merasa ditantang oleh orang yang bermasalah.

 

YZF-R25 Test Ride at Sentul Circuit with Yamaha Indonesia and YROI (Yamaha R25 Owners Indonesia)

Ini mungkin salah satu event yang paling ditunggu bagi kaum pewarta (jurnalis) otomotif setelah launching R25 di Parapat: Test Ride R25 di sirkuit Sentul. Dan Yamaha menjadikan tanggal ini sebagai moment bagi setidaknya 3 event lain: SMK National Contest, 14th Indonesia Technician Grand Prix 2014 dan Pre-Departure Belitong Tour Briefing.

Alhasil karena acaranya beruntun, saya disana dari pagi sampai sore saat panitia kukut-kukut.

YROI (Yamaha R25 Owners Indonesia) yang baru saja dua hari sebelumnya dideklarasikan tak lupa diundang. Berangkat lah kurang lebih 20 rider YROI dari berbagai penjuru termasuk chapter Bandung dibawah asuhan Kakak Hadi.

IMG_7774

Sampai di Sentul, saya dan Sabina sudah disambut sobat YROI dan keramaian 4 acara tersebut. Mantaps…

20140819_094549

YROI sedang bercengkerama dengan mas Abidin YIMM

IMG_7762

Saya memang sudah disarankan oleh mas Abidin GM Service dan Motorsport Yamaha kalau memang bisa, bawa saja sendiri R25nya karena kemungkinan ramai dan antrian test panjang. Dan saran yang memang bermanfaat kemudian.

Kawan-kawan YROI juga sudah siap mantap di lokasi. Meskipun kandidat Ketum alias Bro Murray berhalangan, tapi koordinasi di lapangan berjalan lancar car.

Dan YROI pun dapat giliran ke 2 untuk turun.

Utk kesan visual sabar ya, bisa dilihat di video yang akan diunggah besok mungkin hehe.

Saya pun menghela Sabina memasuki sirkuit. Wohh sudah hampir 6 bulan tidak mengaspal disini. Terakhir adalah saat test ride RR Mono yang diorganisir oleh Kawasaki Februari lalu.

IMG_7722-001

Round pertama (4 lap) lebih untuk menyegarkan ingatan tentang racing line dan adaptasi motor di sirkuit. Top Speed hanya dapat 163 km/jam di round 1.

IMG_7732-001

Masuk lagi ke pit. Di area paddock rekan-rekan jurnalis sudah berdatangan ternyata.

Saya pun sempat ngobrol dengan mas Iwan Banaran dan kang Taufik TMC. Berbagi kesan tentang R25.

 Fullscreen capture 19082014 235746

Mas Leo, itu ada motor kosong. Lho?! Ya udah loncat lagi ke motor test R25 bawaan Yamaha.

Wow kok lebih galak ya di putaran atas. Setiap pindah gigi dan RPM menghentak dari 10rban terasa tenaga melonjak. Sementara dengan Sabina saat pindah gigi pada range RPM atas hentakan tidak terasa, cenderung terlalu smooth.

Tapi diluar itu saya merasa Sabina lebih enak untuk ditekuk ketimbang motor test unit. Mungkin juga factor ban yang barusan diganti Pirelli Corsa 2 kiriman bro Shin Abe.

Fullscreen capture 19082014 233504

R25 ini memang maneuverabilitynya ciamik. Seenteng RR Mono tapi dengan tenaga yang lebih besar.

Terasa sekali saat di S kecil yang licik. Saat harus membanting dari kanan ke kiri sama sekali tidak ada gejala ngelawan, apalagi ngelawak. Halus dan ringan.

Kita tentu bisa melakukan handling sehalus ini pada motor lain, tapi perlu cukup waktu dan pengalaman. Dengan R25, factor waktu bisa dipotong banyak.

Fullscreen capture 20082014 22142

Problemnya dengan cornering bersama R25 adalah posisi footstep PLUS jalu nya yang cukup rendah sehingga mudah terkena aspal. Saya ada rekaman video dimana saat keluar dari S kecil, jalunya footstep menghantam aspal dan membuat motor goyang. Ini cukup membuat rasa pede berkurang saat cornering. Kena ga ya, kena ga ya. Solusinya sederhana: 1. Potong jalu, nah beberapa motor test jalu footstepnya sudah tidak ada. 2. Pasang raiser footstep utk membuat posisi kaki mundur dan lebih tinggi.

Di luar itu R25 bakal jadi contender penting ajang perebutan kelas 250cc. Sama2 standar lho ya.

Totalnya saya turun hampir 5 round. 3 kali dengan Sabina, 2 kali dengan motor test. Total lap sekitar 20an. Lumayann…

IMG_7747

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Sirkuit dikosongkan dulu karena aka nada pengumuman pemenang kontes SMK dan tehnisi. Mas Iwan Banaran yang sudah kadung pakai perlengkapan perang untuk turun ke sirkuit pun ketunda hehe.

Acara selanjutnya tentulah makan siang. Saat asyik2 makan saya dihampiri seseorang berbaju Yamaha (kayanya 80% orang saat itu berbaju Yamaha deh) dan ditanya “Mas Leopold ya, briefing untuk Belitung mulai jam 1 mas.” Siapp. Itu mas Charlie ternyata, PIC utk briefing Belitung.

Waduh masih belum puas nih turun, baru 2 round. Ya wiss berbagi waktulah kita.

Sessi yang tidak dilupakan tentu adalah foto-foto.

IMG_7833

YROI berfoto bersama mas Abidin GM Service and Motorsport YIMM

Selesai foto, sessi briefing Belitung dimulai. Ini ceritanya terpisah aja ya bro dan sis.

Melirik ke lap, saya lihat para rekan media sudah mulai mencoba R25. Mas Abidin pun sudah mulai mengeluarkan R25 hitam hasil pengembangan khusus YIMM untuk ASEAN Cup Race.

IMG_7765

Menurut mas Abidin yang berbeda dari black knight ini pada suspensi (Kayaba), Muffler (Sakura), Stang dan gas spontan, setting pengapian yang berbeda serta rasio gear. Dan hasilnya luar biasa, per lap R25 pengembangan khusus ini bisa meninggalkan R25 standar setidaknya 3 detik per lap nya. Bukan factor ridernya lho karena mereka bergantian. Ngeri banget.

Begitu selesai briefing saya turun 3 round lagi. Sayangnya karena sudah sore black knight sudah disiapkan untuk pulang.

Banyak hal yang didapat hari itu. Baik bagi peserta (SMK, tehnisi, media dan YROI) maupun Yamaha (dalam bentuk feedback dan media coverage).

Bagi saya ada satu observasi yang muncul.

Yamaha ini sebenarnya di persimpangan jalan dengan R25.

Disatu sisi mengembangkan R25 sebagai gen sport yang murni, top of the line, dengan bekal handling yang diatas kompetitornya, dengan performa mesin yang masih bisa digenjot.

Dilain sisi menguasai penjualan pasar sport diseluruh Indonesia dengan melepaskan R25 dengan versi yang “bersahabat”.

  1. Bersahabat dengan kondisi kemacetan dan jalan raya di Indonesia — pengaruh ke ergonomic (posisi stang, footstep)
  2. Bersahabat dengan kualitas dan ketersediaan bahan bakar, masih banyak daerah yang beli bensinpun harus eceran pakai botol – pengaruh ke setting mesin yang mengutamakan juga daya tahan.

Solusinya menurut saya Yamaha bisa mengeluarkan dua versi dari R25.

  1. R25 SE, Special Edition (atau bahkan special engine) yang memang diabdikan untuk mengeluarkan performa semaksimal mungkin dari mesin 250 cc. Konsekuensinya kompresi tinggi, bensin beroktan 95. Berani beli R25 SE tapi ngisi bensin sembarang maka siap resiko mesin rontok.
  2. R25 versi general purpose untuk menguasai volume pasar seperti yang sekarang beredar.

Itu menurut saya, bagaimana menurut anda?

20140819_153341-001

 

Terima kasih utk YIMM melalui mas Abidin yang sudah melibatkan saya dan rekan-rekan YROI dalam kegiatan ini. Acara yang diorganisir sangat baik dan kami mendapat banyak hal.

Terima kasih juga utk bro Andy YROI yang sudah berbaik hati menjadi fotografer dadakn selama acara.

 

 

 

17 Agustus 2014 – Deklarasi YROI (Yamaha R25 Owners Indonesia)

    

 

17 Agustus adalah hari penting yang dirayakan setiap tahun oleh kita semua yang mengaku berbangsa Indonesia : Hari deklarasi kemerdekaan kita.

17 Agustus tahun ini menjadi bertambah istimewa karena pada tanggal itu sekitar pukul 2 siang YROI, Yamaha R25 Owners Indonesia resmi dideklarasikan.

Matahari yang sedang penuh menumpahkan sinarnya tidak menyurutkan niat sekitar 63 rider R25 untuk berhimpun dalam acara ini. Mereka datang dari segenap penjuru Jabodetabek, bahkan ada 10 rider yang hadir dari Bandung khusus untuk menghadiri acara ini.

IMG_7581-003

Lensanya kurang lebar, mau mundur lagi takut kesamber lalu lintas hehe

Baca lebih lanjut

Agenda Harian Belitung Tour Agustus 2014

 

Akhirnya terpilih 10 owner R25 untuk mengikuti Belitong Tour 2014. Mereka terpilih berdasarkan posting testimonial dan foto bersama R25 yang dianggap paling mewakili semangat Belitong Tour with R25.

Fullscreen capture 7252014 42441 PM

Fullscreen capture 8162014 20336 AM

Saya salah satu yang terpilih, juga ada mas Triatmono blogger senior yang entry di saat2 terakhir, bro Steven Layz Motor, juga bro Vic Kirana dari ROCK. Selain R25 owners dari Jakarta juga ada 2-3 owners lain dari kalau tidak salah Jawa Timur, Bandung dan Jawa Tengah.

Jika dengan biaya sendiri touring mungkin bisa memakan biaya diatas 7-8 juta ini. Utk storing PP saja bisa mencapai 4 juta rupiah, ticket pp 1.5 jt, hotel 2-3 hari sekitar 1.5 jt, belum terhitung konsumsi, bensin dan biaya-biaya lain. Lumayan deh..

Persiapan juga perlu cukup matang.

Berikut skedul yang disampaikan oleh Yamaha Indonesia:

 

19 Agustus 2014 – Sentul

- Briefing Belitung Tour

- Teori dan Praktek Defensive Riding

 

20 Agustus 2014

- Loading motor di Pelabuhan Tanjung Priuk

 

29 Agustus 2014 

- keberangkatan dari Jakarta ke Belitong dengan Citilink & Sriwijaya (first flight)

- touring seharian ke Belitong Timur + makan siang

- makan malam + presentasi Belitung Highland Resort

- Check-in di Aston Hotel

 

30 AGUSTUS 2014

- Touring seharian ke Belitong Barat + makan siang

- Acara amal + Test ride Yamaha R25 oleh orang yang berpengalaman

- Pool dinner party by Female DJ + undian

 

DAY 03, 31 AGUSTUS 2014

- Check-out pagi + touring (setengah hari) ke Pulau Lengkuas

- Banana boat atau ATV ride

- Menuju bandara untuk penerbangan pulang ke Jakarta dengan Sriwijaya Air

———————————

 

Mohon doa dan dukungan bro dan sis semua.

Semoga persiapan tour berjalan lancar hingga saat keberangkatan akhir bulan ini.