Review Regis atas Helm HJC Lorenzo

 

Saya sedang mempersiapkan review tentang akurasi speedometer R25. Sementara itu silahkan dipirsa tulisan review Regis, anak pertama saya (12 th) atas helm hadiah HJC Lorenzo hadiah kiriman dari YIMM hampir 2 minggu lalu. Saya tidak melakukan edit hanya merapikan dan menambahkan gambar.

 

————————————–

 

Selamat  siang om dan tante, ini saya regis bagas.

Mohon maaf lahir dan batin mungkin saya banyak salahnya walaupun saya jarang menulis. Kali ini saya mau mereview helm HJC Jorge Lorenzo yang ayah dapat dari yamaha. Ayah memberikan helm ini untuk saya pakai.

IMG_7287

Desain helm ini  keren.  Di belakang helm terdapat gambar orang romawi yang menjadi ciri khas Lorenzo, diatas helm terdapat lambang lingkaran yang ditengahnya terdapat silang berwarna merah. Dan juga nomor Lorenzo yang bernomor 99,yang diangka 99 terdapat gambar malaikat dan setan. Semuanya Lorenzo deh.

Baiklah sekarang bagaimana rasa memakainya.

Rasa pertamakali saat saya memakainya adalah busanya lebih empuk daripada helm AGV K3 Rossi yang biasa saya pakai. Ukurannya pas.Tetapi kekurangannya penyaluran anginnya agak jelek sehingga meski helm pas tapi saat saya sedang mengebut dengan ayah anginnya membuat helm HJCnya bergerak ke samping atas ke bawah dan berisik bukan karena knalpotnya tetapi karena anginnya.Jika memakai AGV penyaluran anginnya lebih bagus sehingga saat mengebut helm tidak bergerak keatas atau kesamping dan sirkulasi udara yang bagus. Kualitas helm HJC menurut saya kalau diketok dan diraba lumayan bahan plastiknya tetapi masih dibawah AGV. Sekarang untuk jalan-jalan yang dekat saya pakai HJC. Kalau pas jalan agak jauh saya lebih milih pakai AGV. Sekian review saya tentang helm HJC Lorenzo ini. Semoga bermanfaat.

IMG_7325

Perbandingan Dynojet Test 4 Knalpot Aftermarket untuk R25 – Apa Pilihan Anda?

 

Sekali lagi selamat hari raya Iedul Fitri. Saya mohon maaf jika ada artikel di blog saya yang kurang berkenan selama ini.

Masih melaporkan seputar R25. Topik kali ini, sesuai judul adalah:

Perbandingan hasil dynojet test 4 knalpot aftermarket untuk R25.

Catatan:

  1. Tanpa disertai pemasangan piggy-back atau penggantian filter
  2. Kesemua knalpot ditest di mesin Sportisi, sehingga skala kenaikannya bisa diperbandingkan
  3. Beberapa knalpot di test dengan sample/unit test, sementara yang lainnya (PRospeed dan Anjany Racing) menggunakan mass production unit.

Baiklahh mari kita mulai

1. Pengujian dengan knalpot Scorpion

Knalpot produksi UK ini dilepas dengan bandrol sekitar Rp 8.5 juta. Scorpion memiliki bentuk yang mirip dengan knalpot Sakura rekanan YIMM.

Pada dynotest yang digeber di Sportisi didapat tenaga maksimum sebesar 30.51 HP dan torsi 19.29. Ingat ini di test di motor test nya R25 yang memiliki baseline tenaga sebesar 29.43 HP dan torsi 19.20. Jadi dengan menggunakan knalpot Scorpion total kenaikan tenagannya adalah sebesar 1.08 HP dan torsi sebesar 0.09.

10302052_10202881098047265_1526657621860127031_n 20140721_133242

 

2. Pengujian dengan knalpot VRX Sportisi

Produksi nasional namun dengan hasil riset yang terus menerus. Sportisi dikenal dengan dimensi muffler yang besar dan gagah. Sportisi melepas knalpot ini di harga 4.5 juta utk yang Titan dan 3 juta utk yang stainless steel.

Peningkatan tenaga yang diraih saat menggunakan unit test adalah sebesar 1.37 HP dan torsi 0.41 Nm. Lebih besar ketimbang merk import yang 4 juta lebih mahal. Gurihhh… Hanya saja bentuknya kelihatan paling besar dibandingkan lainnya.

10448546_10202881138408274_1958911056491147242_o

grafik bisa dililhat di point 1

 

3. Pengujian dengan knalpot AR-1 Anjany Racing

Anjany Racing sesuai namanya berorientasi pada performa di track. Prestasi terakhir adalah menghantarkan Kawasaki RR Mono secara telak memenangkan 250 cc kelas utk Ninja. Dan ini terlihat dari bentuk knalpot yang mengutamakan performa ketimbang keindahan bentuk dan, dugaan saya suara.

Knalpot yang dilepas dengan harga 3 juta rupiah untuk full system ini dalam uji dyno test meraup tenaga 29 HP dengan torsi 19.36 NM. Sayangnya, chart yang saya terima sampai sebelum libur lebaran tidak mencantumkan baselinenya. Namun apabila baselinenya sama dengan Sabina maka setidaknya kenaikan performa dengan AR1 adalah sebesar 1.37 HP dan torsi 0.75 NM. Ingat ini hanya proyeksi. Nanti akan saya update lagi.

mantapp…

 

10566436_4609636776886_1722060032_n 10555197_4596651692267_1631007544_n (1)

 

4. Pengujian dengan knalpot Prospeed

Satu lagi produksi nasional. Prospeed mengaku mengembangkan knalpot ini lebih untuk penggunaan harian yang mengejar torsi bawah dan suara. Knalpot Prospeed full system yang berbandrol 3.8 juta ini berbahan Titanium Karbon. Pada saat pengetesan nilai maksimum peningkatan performa adalah sebesar 1.18 HP dengan kenaikan torsi sebesar 0.06 NM

img438-1402385536

 

20140719_132133

 

—————————————————–

 

Sekali lagi perbandingan ini tetap bersifat nisbi. Namun harapannya membantu bro dan sis untuk memutuskan. So apa dong pilihannya?

 

Mengapa dari hasil dyno test kenaikan tenaga R25 setelah dipasang beberapa knalpot racing hasilnya hanya berkisar antara 1 sampai 1.37 HP?

Sementara pada Ninja 250 FI kenaikan bisa sampai 4 HP?

 

Nah itu untuk bahan tulisan berikutnya ya

SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI!

Selama ini apabila saya mengucapkan kata yang salah atau perbuatan yang tidak layak mohon kiranya rekan-rekan berkenan memaafkan.

Bersihkan pikiran dan hati, menjadi manusia dan biker yang lebih baik.

Selamat Hari Raya Iedul Fitri. Minal Aidin Wal Faizin.

 

 

 

Touring ke Belitung Bagi Owner R25

Belum lama saya menerima SMS dari Yamaha yang berisi berita sebagai berikut:

Capture16_21_56

 

Setelah mengorganisir R25 owner di wilayah DIY dan JATENG untuk touring Bali, Yamaha kembali memanjakan R25 owner dengan mengorganisir Belitung Tour.

 

hmmmm…

Penasaran saya pun coba masuk ke websitenya dan mengklik informasi mengenai Belitung Tour

Fullscreen capture 7252014 42441 PM

Fullscreen capture 7252014 42434 PM

Sayangnya tidak ada informasi tanggal berapa touring akan dilakukan.

Hmm coba ahh daftar.

Dan Inilah Pilihan Nama utk R25 7Leopold7 (Pengumuman Sayembara Voucher 100 ribu)

 

Terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah menyumbangkan daya dan pikiran untuk menemukan nama yang tepat utk R25 yang ada di rumah (ga enak kan ga punya nama). Ada setidaknya 219 nama yang masuk. Sebagian besar berdasarkan warna biru, ada juga yang berbasiskan nama saya Leopold dan Regis, ada juga yang vintage seperti Pardjo, Jumiatun. Saya betul-betul butuh waktu untuk mencari nama yang merepresentasikan semangat yang saya dapatkan dari si R25 ini.

Kalau ingin konsisten dengan penamaan Bianka utk Ninja 250 FI putih saya dan Verde utk Er6n Hijau, maka saya akan menggunakan nama “Biru” dalam bahasa Spanyol atau Italy. Dan yang terdekat dengan selera saya adalah CELESTE yang berarti adalah biru langit. Namun saya merasakan kata hati bahwa ada lebih dari sekedar warna pada R25 yang KM nya di hari ke 6 ini sudah masuk 600an km.

Baca lebih lanjut

Top Speed R25 + Knalpot Prospeed di Setiap Gigi (Gigi 4 = 149 km/jam)

 

Memasuki area BSD sepulang dari kantor malam tadi saya menyempatkan diri berbelok memasuki area Golf – Foresta. Idenya adalah untuk melihat top speed per gigi dari R25 yang sudah diperlengkapi dengan knalpot Prospeed Black Carbon.

20140720_073242

Akhir bulan lalu dengan menggunakan unit test R25 di Ancol saya mencatat top speed per gigi dengan knalpot standard sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

Catatan Diskusi dengan Pak Abidin dan Tim Teknis YIMM Terkait Isyu Penurunan Tenaga R25 Versi Produksi Massal

Bro dan Sis,

mohon maaf baru bisa upload artikel ini. Maklum hari kerja.

Pertemuan dengan Pak Abidin (General Manager Service and Motorsport YIMM) dan tim teknis YIMM berlangsung kemarin sore di bilangan Jakarta Selatan. Sembari berbuka puasa, diskusi berjalan dengan terbuka dan baik. Kedua belah pihak bisa menerima hasil pilpres dengan legowo dan tidak ada yang meminta pembahasan diulang. Halahh iki opo.

Selain saya, hadir pula bro Bie Hau (Indener No. 001 R25), bro Murray (R25 Owners Community, buat yang ingin join mari klik berita ini) dan bro Imam (blogger http://bengkelsepedamotor.com/ merangkap mekanik andalan importer moge Eropa)

Saya membuka diskusi dengan menjelaskan kronologi dan alasan saya menulis artikel tentang perbedaan tenaga R25 versi test media dan produksi massa.

Baca lebih lanjut

Pertemuan Dengan Pak Abidin GM Service & Motorsport Yamaha Indonesia – Mengenai Power Drop Stlh RPM 10.500

 

 

Setelah dapat kontaknya dari Kang Taufik TMC, saya pun mengirimkan pesan pendek kepada Pak Abidin YIMM. Tidak beberapa lama kemudian Pak Abidin menelpon dan kami pun ngobrol. Santai saja ga pakai bakar-bakaran hehe. Memang sebelumnya saat dinner party owner saya sempat ngobrol panjang dan lebar mengenai mengapa R25 tidak menggunakan frame delta box dengan Pak Abidin, namun sayangnya lupa minta nomer telpon hehe.

Saya dan pak Abidin bersepakat nampaknya baik untuk segera bertemu sore hari ini agar duduk persoalan dapat dibicarakan dengan lebih seketika dan tuntas ketimbang sahut-sahutan via artikel.

Dari saya tentu pertanyaannya adalah mengenai drop tenaga pada RPM 10.500 dan apa langkah selanjutnya YIMM. Mungkin ada pertanyaan tambahan dari rekan-rekan?

Semoga niat baik YIMM dan saya ini membawa hasil baik dan manfaat yak..

Isyu R25 Power Drop dan ‘Kepentingan’ 7Leopold7

 

Semenjak saya mengunggah artikel mengenai power drop R25 di RPM 10.500, blog ini menjadi cukup ramai. Berita tersebut di re-blog atau di back link baik oleh blog lain, forum FB maupun media online seperti MetroTVnews.

Blog yang sejatinya adalah hobi sampingan selain riding dan pekerjaan utama sebagai praktisi hukum menjadi menuntut banyak perhatian.

Mohon maaf kalau tidak semua comment bisa saya tanggapi balik seperti saat sebelumnya. Juga yang berkomentar via FB group. Tapi saya memahami isyu ini cukup serius dan mengusik perhatian banyak pihak.

Ada beberapa yang menuduh bahwa saya memiliki kepentingan tertentu untuk merusak nama Yamaha. Beberapa menganggap saya sekedar mencari popularitas. Bahkan ada yang menggunakan bahasa dan istilah yang sudah sempurna memenuhi delik penghinaaan dan UU ITE.

Tuduhan yang pertama, kepentingan untuk merusak Yamaha. Saya adalah Yamaha born-rider. Motor yang saya pakai belajar di tahun 1986 adalah RX-S. Setelah itu saya mengendarai mayoritas motor Yamaha (RX-King, Scorpio 2005, Vixion 2007). Sebagian dari gaya riding saya terbentuk bersama Yamaha motor. Apa manfaat saya dengan merusak nama Yamaha? Bukannya justru harga R25 yang saya beli dengan uang sendiri akan jatuh?

Tuduhan yang lain, mencari popularitas atau hit. Bro dan Sis bisa lihat blog saya. Bersih tidak ada iklan atau wordads (bukan berarti kalau ada blognya penuh kepentingan ya). Hits buat saya sekedar angka. Di dunia pekerjaan, saya sudah cukup dikenal. Silahkan google nama saya dengan kata kunci “polisi” atau “pemasyarakatan” atau “pemilu”.

Kepentingan saya adalah kepentingan seorang pemilik motor atas motor yang sudah dibelinya sendiri. Kepentingan seorang konsumen.

Saya lihat memang ketika isyu ini terangkat cukup banyak penumpang gelapnya. Mereka yang berusaha memanfaatkan momen untuk mempromosikan atau menjatuhkan produk demi kepentingannya. Tapi itu, bukanlah tujuan saya.