Adu Tenaga di Tanjakan Citorek! New NMax VS PCX160

Beli motor matic 150an cc tentu bukan sekedar soal nyaman atau gengsi, tapi juga mencari tenaga. Dani dua motor yang ada on top of the class adalah Honda PCX160 dan Yamaha New NMax 155 VVA.

Artikel ini mencoba mengadu tenaga dari keduanya di tanjakan Citorek yang lumayan panjang (kurang lebih 1km) dan curam (puncaknya berada di ketinggian 901 mdpl).

Kondisi jalan cukup mulus berbeton, sehingga persoalan perbedaan suspensi lebih minimal ketimbang di medan rusak berbatu. Kondisi jalan mulus juga memungkinkan motor untuk build up momentum dan speed.

Kondisi motor cukup standard. Utk NMax yang kita gunakan, sudah memakai knalpot aftermarket. Yang sayangnya dari test di jalanan justru menurut saya mberrr dan agak ngempos. Utk PCX masih kinyis2 banget.

Ada dua rider: Regis (berat 74kg) dan Murray (Berat 84kg). Keduanya kita minta gantian untuk riding dua uniit motor ini.

Sementara itu saya sambil membawa dua kamera mengikuti dua motor ini.

ROUND PERTAMA

Regis on PCX160 dan MUrray on NMax. GASSS!!!

PCX langsung melesat ke depan di kitiran awal. Memang karakter tenaganya lebih galak di putaran bawah. Plus Regis yang beratnya 10kg lebih ringan dibandingkan Murray.

Sekitar 1/3 tanjakan selisih jarak yang dibangun antara PCX dan NMAx makin menipis. NMax akhirnya bisa menyalip PCX. Murray perlahan memisahkan diri dari Regis.

Sampai di puncak, NMAx masih tetep bisa menjaga posisinya dii depan.

Round 1: NMAx finish first

ROUND KEDUA

Kali ini Regis diatas NMax dan Murray diatas PCX

GOOO!

Sama seperti putaran pertama, PCX langsung meloncat duluan ke depan.

Sampai kemudian sekitar 200 meter pertama, NMax yang dibesut Regis mulai nempek merangsek ke depan.

Lebih awal dibandingkan putaran pertama, NMax berhasil menyalip PCX. Memasuki sektor tengah tanjakan yang paling curam, PCX terasa agak melambat di kecepatan 40an km/jam.

DIbesut Regis yang lebih ringan, NMax bisa finish jauh lebih awal dibandingkan ROund Pertama tadi.

Round Kedua: NMAx tetap finish duluan.

KESIMPULAN

PCX160 punya karakter yang lebih kuat pada tarikan awal. Di jalan rata dan lurus seperti perkotaan ini sangat membantu utk melepaskan diri dari kemacetan. Untuk Stop-n-go.

Terbukti saat ditest di Foresta, PCX bisa melesat duluan.

Begitu juga saat di tanjakan. PAda tanjakan-tanjakan pendek, PCX rajanya.

Tapi pada tanjakan panjang, karakter tenaga yang dihasilkan VVA membuat NMAx terus terisi tenaganya sampai ke atas. Ini alasannya kenapa NMax dominan di tanjakan curam dan panjang.

Bagi bro dan sis yang tinggalnya di perkotaan yang datar, PCX dengan tarikan bawahnya sudah pas. Bagi mereka yang tinggal di wilayah yang topografinya lebih menantang, atau sering touring ke wilayah2 ini, NMax yang bakalan saya lebih karena all-round.

13 thoughts on “Adu Tenaga di Tanjakan Citorek! New NMax VS PCX160

  1. Bila sama2 bore up kisaran 180an cc, karakternya tetap sama nggak ya?
    Tp mungkin saya tetep pilih nmax bila ternyata setelah bore up torsi bawah jadi 11-12.

  2. Meskipun tarikan awal PCX 160 lebih kuat tapi dengan bodi yg super bongsor untuk ukuran Matik 150an akan sulit untuk salip salip jika jalanan ramai apalagi padat merayap.

  3. Nmax dikhususkan untuk jalanan tanjakan,pegunungan, sedang pcx dikhususkan untuk kota kota..😅
    Yg rumahnya jalan datar pake PCX, klo rumahnya jalan gunung pake NMAX.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s