Perbandingan Karakter Tenaga R25, CBR250RR dan New Ninja 250 – Hasil Test Sentul, Jalanan dan Dyno

Ketiga pabrikan memiliki approach yang berbeda ketika mendesain karakter tenaga ketiga motor ini. Pada mesin berkapasitas hanya 250cc tentu perbedaan ini bukanlah langit dan bumi. Masih bisa dijembatani, dengan upaya lebih. Namun kalau bicara kondisi standard, ini perbedaannya:

R25

Tour de Belitong 2014

Cbr

Ride to Madura

26815574_1576173652479264_808244661139780365_n

Parkir belakang rumah

R25 menurut saya memiliki karakter tenaga yang lebih galak utk RPM bawah di antara ketiganya. Ini didukung memang dengan konfigurasi stroke yang terpanjang dibandingkan CBR250RR dan New Ninja 250. Mesin dengan stroke yang lebih panjang (pada kubikasi yang sama) cenderung menghasilkan tenaga pada RPM bawah menengah yang lebih besar. Ini akan membantu saat stop-n-go kalau di dalam perkotaan, touring di perbukitan ataupun keluar tikungan (atau S) kalau dalam balapan.

R25 = 60,0 mm x 44,1 mm

CBR250RR  = 62 x 41,4 mm

New Ninja 250 = 62.0 mm × 41.2 mm

Catatan: konfigurasi bore x stroke hanyalah salah satu faktor pada total performa mesin. Saya gunakan acuan ini untuk menjelaskan perbedaan karakter tenaga.

Sebaliknya CBR250RR dan New Ninja 250 memiliki pendekatan yang mirip, lebih mengandalkan tenaga pada kitiran medium ke atas. Ukuran stroke yang lebih pendek memungkinkan mesin berkitir lebih cepat yang menghasilkan akumulasi tenaga lebih besar pada RPM tinggi. Saya punya kecenderungan untuk menggantung RPM diatas (dg cara revv up pada gigi yang lebih rendah) ketika bawa CBR250RR dan New Ninja untuk memastikan tenaga optimal. Karakter tenaga seperti ini akan membantu saat berkompetisi pada straight. Ketika R25 sudah mulai landai lepasan tenaganya di RPM tinggi (plus limiter RPM R25 lebih awal bekerja), CBR dan Ninja masih punya simpanan tenaga (asumsi joki memiliki skill yang setara).

 

Meskipun CBR dan Ninja memiliki pendekatan yang serupa (medium-high RPM power), saya melihat di antara keduanya pun memiliki perbedaan. Ini saya rasakan di jalan raya, track maupun diatas dyno.

Pelepasan tenaga New Ninja ini lebih rata ala ZX pada RPM 6500 sd 9000. Tidak ada gejala melandai atau delay. Mengapa? Saya tidak bisa menjelaskan apa yang dilakukan oleh Kawasaki. Honda pun saya kira melihat hal ini juga punya cara utk mengkompensasi itu.

compare Leo CBR Ninja

Catatan: Setiap unit motor pada merk yg sama akan punya variasi besaran, namun karakter tenaga yang digambarkan oleh kurva akan memiliki pola yang sama. Misalnya CBR250RR saya dan Kobay berbeda total HPnya, punya dia lebih tinggi 0.1 HP (siyall). Namun karakter tenaga di test ride dan pola kurva di dyno sama.

Kelebihan CBR adalah memiliki limiter yang lebih tinggi 800 RPM (putus di RPM 14,100), ini akan membantu saat head-to-head di straight tanggung seperti Sentul, dimana CBR bisa shifting gigi sedikit lebih lama ketika limiter Ninja sudah bekerja duluan (putus di RPM 13,300). Ketika Kawasaki harus sepersekian detik shift up, CBR bisa tahan dulu. Hal ini juga tentunya bisa diakali dalam kepentingan balapan oleh Kawasaki.

Bagaimana dengan Yamaha mas? Yamaha punya sesuatu yang disiapkan. Ada pilihan untuk tetap bermain pada konfigurasi tenaga seperti sekarang yang menurut saya ala Yamaha. Atau coba meladeni permainan RPM tinggi.

Buat saya ketiganya tetap motor keren. Kalau sudah punya salah satu diantara ketiganya, anda patut bersyukur karena memiliki motor yang sekian banyak biker lain ingin miliki.

 

Iklan

48 thoughts on “Perbandingan Karakter Tenaga R25, CBR250RR dan New Ninja 250 – Hasil Test Sentul, Jalanan dan Dyno

    • R25 kalah di putaran atas bukan berarti lemah di RPM atas macem SOHC, R25 ttep karakter tenaganya di putaran atas hanya saja masih kalah sama CBR n new Ninja.

    • @karis,
      Om Leo sepertinya sudah menjelaskan dengan baik dan benar bahwa ukuran stroke itu salah satu yang mempengaruhi karakter tenaganya. Jadi bukan ke SOHC nya bro.

      “Putaran bawah om… putaran atas jelas dapat karena overbore..”

      R25 = 60,0 mm x 44,1 mm
      CBR250RR = 62 x 41,4 mm
      New Ninja 250 = 62.0 mm × 41.2 mm

      Menurut Mas bro, ketiganya overbore atau ada salah satu yang overstroke?

    • Kan “seolah” om, masa pd gk tau pengibaratan bahasa??? Gini deh klo gue bilang “SOHC r15 v3 overstroke rasa overbore” situ pd paham gk???

  1. Saya nanyanya sama om Leopold aj deh, secara saya sudah mantau biasanya sumber info dan bocoran om Leo selalu akurat.
    Om apakah kedepannya kawasaki ada rencana akan hadir versi naked z250 nya?
    Kalo emang bakalan ada, saya nunggu yg versi nakednya aj deh. Kalo ambil z250 yg skrg udah udzur. Saya suka dng all new ninja 250 2018 terutama di bentuk rangkanya. Kayaknya cucok kalo dibuat versi nakednya.

  2. Mantap reviewnya Om,
    Kalau R25 melandai di high rpm karena karakter memang sesuai kurva tenaga,
    Delay pada CBR saya rasa karena faktor TBW juga, namun karena ordonya miliseken jadi ga semua orang bisa merasakan dan juga seperti mobil yang pakai DBW, Delay ada sedikit dan bisa dirasakan oleh beberapa orang.

  3. kalo udah pernah nyobain ketiganya bahkan memiliki 2diantaranya (kan Bianca masuk old ninfi😁 )
    bahasa artikelnya membumi namun efeknya antusias nungguin artikel om leo melangit…om leo josss

  4. New Ninja 250fi stroke 41,2 meski pakem tuningnya payah (*perkiraan durasi camshaft 276 derajat), silincer sudah besar idealnya sport fairing.

    CBR250RR stroke 41.4mm meski pakem tuningnya hebat, seolah mengimbangi yamaha dan kawasaki dengan desain silincer relatif kecil. shg mapping (comfort, sport, sport+) torsinya mirip sampai 8500rpm on dyno, makanya saya bilang CBR250RR yg sekarang sport fairing rasa sport naked.

    R25/R3 meski pakem tuning yamaha payah (*perkiraan Durasi camshaft 268 derajat), silincer kekecilan, namun R25 stroke 44,1mm secara spec diatas CBR250RR stroke 41,4mm dan Ninja 250fi 41.2mm.

    tunggu saja Suzuki GSX-R250/300 stroke 44,xmm yg pakem tuning sama2 hebat (gak kalah dari honda) membuat CBR250RR harus upgrade/ full tuning 16rb rpm & silincer panjang buat ngimbangi performanya.

    maaf bro kalo Statment ane apa adanya ….

    • Ditunggu kebenarannya om..
      Kalo suzuki bisa menempatkan diri soal desain body nih, wah alamat bisa merebut hati pasar sport fairing 250cc (okey soal kue 250cc sport kurang gurih saat ini, next day who know?). Soal mesin g prrlu diibahas krn suzuki tau apa tugasnya.

  5. Kalimat penutupnya dahsyat om saya setuju.
    Walau ada new ninja 250fi yng lbih baru tp saya tetep bangga sma cbr250rr saya. Klo qt brsyukur dngn apa yng qt miliki psti qt lebih enjoy saat menunggaginya, sebaliknya klo qt sibuk mencari2 kekurangannya gk akan ada slesainya cz nmanya teknologi psti brkembang trus dan slalu ada yng lbih baik di kemudian hari. 🙂

  6. Masalahnya aku hanya sbgai pembaca dan salah satu dr ketiganya aku gak punya… jadi yaa bgtu lah… nyimak saja sambil minum kopi…

  7. Om Leo langsung bisa bawa pulang itu Ninja buat di test ride, keren keren, wkwkwk 🤣 om mau tanya nih, untuk urusan suspensi, jika dibandingkan dengan CBR 250 RR, om Leo pilih mana? Sedikit deskripsi, rumah saya rutenya jalanan di pegunungan tapi Alhamdulillah aspalnya mulus kok Om. Dari kemarin bingung masalah suspensi Om, pilih USD atau teleskopik?
    Terimakasih om Leo, sehat selalu. Amin

  8. sudah dipinang allnewninja-nya itu Om?

    dari 3 foto, touch pertama yang diberikan om leo adalah sisi knalpot, emang ngaruh banget kalo buatbjarak jauh apayak?

  9. Maaf OOT OM Leo,
    Om Leo pake knalpot racing apa di new ninja 250,cbr250,r25 itu? kok kelihatannya kemana2 bebas tilang gitu ya..
    Bakal kena tilang gak nih klo kena Pasal 285 yg mengatur syarat teknis dan kelaikan jalan..?
    soalnya mufler r9 db killer milik tetangga sy tetep kena razia om.. padahal motor kondisi terparkir…
    pak polisi di tpt sy sudah tak peduli pasal ttg kebisingan, krn sekarang pakai pasal 285 uu no 22 klo gk salah..
    thx om, tolong dijawab

  10. Om leo. Saya punya ninfi abs se ltd tahun 2016. Menurut om leo apakah sepadan kalau dijual dan beli new ninja ini. Secara saya dulu beli harga 70 untuk tipe yg itu karena gasabar nunggu facelift 😦 tp dari segi power kayaknya joss banget yg new walaupun dari desain saya masih lebih suka yg old. Mohon pencerahannya om. Ohhiya motor ini saya gunakan harian untuk ngampus dan bolak balik sukabumi bogor yang jalur macet

  11. @tolet teblum

    Oh iya ane bru inget, di blog2 lain situ FBY yah, keknya ente mesti sadar dlu biar gk pekok,situ cek email gua trus dm gua, kok bego wakakaka

  12. Klo blm tau tata bahasa/pengibaratan bahasa, mending balik ke SD lg deh, gini, “power old ninja 250fi itu lbh ke sport city powernya, ngisi di bawah-menengah, bkn diatas,konfigurasi borexstroke overbore tpi karakter di putaran bawah menengah layaknya mesin overstroke” situ paham gk???

  13. Di tunggu artikel komparasi cbr250, R25 dan ninja 250 2018 mengenai handling dan performanya jika di pakai touring jarak jauh, ya Om Leo…..

  14. Sipp om leo,kalimat terakhirnya itu loh…dah punya salah satu wajib bersyukur,kalo bersyukur mudah2an naik kelas ke >250cc,yg belom punya jgn berkecil hati,banyak bersyukur jg,someday punya lah salah satunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s