[Sportisi Dynotest] New Ninja 250 Memiliki Tenaga dan Torsi Tertinggi Dikelas 250cc 2 Silinder

Kawasaki menyatakan bahwa New Ninja memiliki data puncak tenaga dan torsi yang tinggi. Kalau dibandingkan dg CBR250RR dan R25, New Ninja tertinggi di kelasnya.

Tapi itu kan di atas kertas dan menurut pabrikan.

Berbekal rasa penasaran, saya pun buat janji dengan mas Bram Sportisi untuk melakukan test dyno utk tahu karakter tenaga dan perbandinganya pada kelas 250cc.

Mengapa dengan Sportisi? Karena speedshop satu ini memiliki sendiri mesin dynojet dengan database puluhan/beragam jenis motor. Membandjngkan data dynojet pada mesin test yang sama akan mengurangi deviasi data karena acuannya sama.

Bagaimana hasilnya mas?

Pengambilan data dilakukan 10 kali. Dihentikan setelah dua pengambilan terakhir menunjukkan performa angka menurun.

Angka kemudian dibandingkan dengan data CBR250RR milik saya dan Kobayogas tahun lalu, motor baru standard ting ting. Dan juga data tertinggi dari R25 standard.

Hasil memperlihatkan data sebagai berikut;

New Ninja: 31.23 HP dan torsi 19.79 Nm

CBR250RR: 30.38 HP torsi 18.51 Nm (Leopold)

30.40 HP, torsi 18.63 Nm (Kobayogas)

R25: 28. 61 HP, torsi 18.60 Nm

Selisih HP pada motor bro Kobay mencapai angka 0. 83 HP dengan selisih torsi 1.16 Nm.

Dengan demikian bisa dikatakan dalam kondisi standard New Ninja 250 adalah motor 250cc 2 silinder dengan tenaga dan torsi tertinggi di kelasnya berdasarkan test dynojet pada mesin yang sama.

Perbedaan karakter tenaga akan kita bahas di artikel selanjutnya yahh

Iklan

26 thoughts on “[Sportisi Dynotest] New Ninja 250 Memiliki Tenaga dan Torsi Tertinggi Dikelas 250cc 2 Silinder

    • Downgradenya dimana?
      Disitu ga dikasi penjelasan sama bro komeng
      Jadinya bola liar yang jelas ga diinginkan kawasaki apalagi mereka baru launching

  1. Yang paling gurih dari grafiknya adalah gap kurva torsi antara cbr dan ninja, ninja unggul di semua rentang rpm dan menurut saya unggul mutlak. Selisih 1NM mungkin terlihat kecil secara angka, tapi secara feel jambakan saya yakin rasanya lumayan beda. Duh mudah2an ada versi Z nya nih aminn

  2. Cbr250rr leopold7 beli sendiri, unit milik konsumen

    Cbr250rr kobayogas beli sendiri, unit milik konsumen

    Cbr250rr otomotifnet beli sendiri? Unit milik konsumen/pinjaman dari Honda?

    Entahlah yg jelas HP lebih gede dari yg didapat sama 2 konsumen diatas

  3. @Indra.. thanks,
    About the thesis … bravo..bravo..πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    (but how can they say its a crime.. when there’s no victim🌿😍)

    • Faktor dari piston speed kali mas. Biasanya angka idealnya sekitar 21 M/S kalo di atas itu rawan jebol piston nya. Ada yang tau ninja yang baru ini stroke nya berapa? Ini rumusnya C = 2xLxF
      C = piston speed
      L = langkah/stroke
      F = frekuensi/RPM

      Berarti kalau mau tau piston speednya berapa tinggal masukin
      C = 2 x stroke x 14000 (limiter ny di 14000rpm)
      Satuannya di convert dulu dari mm ke meter
      Sama2 belajar biar sama2 ngerti sama2 paham
      Dari pada jelek2in orang lain gada manfaatnya

    • Nah itu dia bro,
      maaf bisa lebih spesifik pistonnya jebol knapa? Apakah karena piston menabrak klep?
      Saya khawatir lulusan teknik mesin di indonesia jago teori tp kurang dipraktek.

    • Biasanya karena sudah diluar kemampuan pistonnya. Makanya diberi batas piston speednya. Pengalaman saya dibengkel sih gitu. Dulu main upgrade aja gapake itung2an. Masang limiter semaunya. Akhirnya jajan banyak πŸ˜‚πŸ˜‚ karena gatau itungannya

    • Saya mah penasaran itu diameter valve in out apa sudah lebih besar dari model lawas.
      Piston lewat 21m/s setahu saya akan cepat overheat, dimana laju pemuaian antara dinding silinder, ring piston dan piston berbeda akan menyebabkan piston stuck. Makanya untuk piston speed diatas 21m/s perlu mmaterial yang pemuaian cenderung lambat, kira-kira bener ga? Atau ada alasan lain?

    • ya ilah, ilmunya cuma sebatas piston speed doang. enggak tau si pengamat ilmunya udah canggih pake banget. pembatas RPM mesin bukan cuma piston speed, masih banyak faktor lain. kekerasan per klep, kekerasan noken as, kekuatan conrod dan crankshaft, dll, masih banyak. emang yang kerja cuma piston doang?

    • contoh nyatanya ada di yamaha R1S yg menggunakan conrod baja sedangkan yamaha R1 menggunakan conrod titanium. efek utamanya adalah penambahan berat conrod sehingga limiter R1S cuma 12000 rpm dari normalnya 14000 rpm.

      untuk bos pengamat, mungkin kalau motor 1000 cc 4 silinder terbentur masalah reciprocating mass dari mesin tersebut dan juga bahan pembuat noken as yang sangat mahal (diamond like coating) untuk mengakomodir rpm, lift dan durasi yang lebih extreme dari 14000 rpm. imbasnya ya ke biaya pembuatannya. kalau di motor 250 cc 2 silinder dengan harga yang “hanya” segitu kayanya enggak mungkin untuk membuat spesifikasi lebih dari 14000 rpm, walaupun strokenya sangat pendek 41.2 mm.

    • Cbr250rr stroke 41.4 harga “hanyaa” segitu limiternya ecu stock di 14.000 nyampe kok, lebih malah (ada yg 14.100rpm an). Lah itu ninfi 2018 limiter ecu stock brp?

    • @ghost_rider
      kalau ga salah yang dikasih DLC (diamond like coating) cuman finger followernya deh, noken as-nya seperti biasa.. ada foto2nya tuh di web yamaha luar, bagian feature ato engine gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s