Membandingkan Kejahatan Begal Vs Terorisme. Mengapa Negara Tidak Lebih Serius Menghadapi Begal? (Part 2)

Persoalan begal seperti tiada habisnya. Boro-boro habis, yang ada malah meraja lela. Terorisme adalah kejahatan luar biasa, menurut saya pembegalan pun tidak kalah seriusnya. Tapi mengapa negara berbeda keseriusannya dalam bertindak ?

Kita para pembayar pajak yang memiliki motor dengan upaya dan kerja keras direnggut begitu saja jerih payah kita, bahkan di banyak kasus nyawa pun melayang. Target pun semakin tidak pandang bulu:

  1. baik dari segi kelompok korban: Ibu-ibu tukang sayur, ojek, buruh pulang shift, karyawan, pilot, bahkan anggota TNI.
  2. maupun segala jenis motor: matic, bebek, sport, bahkan moge

Modus pun mulai dari yang meminta motor dengan ancaman sampai dengan tusuk atau bunuh dulu, baru motor dirampas.

ekpektor

tribratanews.com

Dari segi psikologis masyarakat, begal pun memiliki kualitas gangguan yang tidak kalah besarnya dibandingkan terorisme pada masyarakat. Jangan-jangan keluarga saya jadi korban. Bahkan kalau bicara probabilitasa (kemungkinan), rasio kemungkinan keluarga kita jadi korban begal mungkin lebih tinggi ketimbang menjadi korban terorisme.

Setiap kali membaca berita kita marah, namun kemudian isyu digantikan persoalan lain di media dan kita lupa, sampai kemudian berita begal yang lebih mengenaskan lagi berulang.

Mengapa penanganan negara sepertinya kurang serius terhadap pembegalan motor. Padahal dari beberapa kali operasi selama ini selalu terungkap ini merupakan sindikat yang teroganisir (ada hirarki dan pembagian tugas yang rapi) dan teritorial (memiliki sifat kewilayahan).

Dalam menangani terorisme, Negara memiliki BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Densus 88, Den 81 Gultor, Den Jaka, Ba Intelkam POLRI, BIN, BAIS, Intel Kejaksaan dan berbagai lembaga lain. Trilyunan rupiah APBN digelontorkan — BNPT saja menerima 800 miliar th 2015. Deteksi jaringan terorisme dilakukan dan dipetakan dengan baik, teknologi informasi dan komunikasi dimaksimalkan, pengintaian dan operasi intelijen berlangsung ketat, penangkapan pendahuluan dilakukan intensif.

Mengapa untuk jaringan begal motor tidak?

Saya kira ada beberapa alasan pembeda:

  1. Kejahatan begal, pada umumnya ya, menimpa mereka yang menggunakan sepeda motor secara individual. Mereka ini adalah masyarakat kelas bawah yang tidak terepresentasi dengan baik, atau individual low profile case dengan tingkat kesulitan penanganan dan resiko keselamatan pada petugas yang relatif tinggi. Dengan sumber daya yang terbatas, pada saat harus memilih menangani beberapa kasus yang bersamaan, penegak hukum akan menangani yang lebih cepat diselesaikan. Kasus high profile seperti terorisme juga akan mendapat prioritas penangangan.
  2. Persoalan anggaran. Anggaran yang dialokasikan DPR kepada pemerintah selalu mengikuti ‘nilai politik’. Terorisme dan narkoba masih memiliki nilai politik yang tinggi, dibandingkan kejahatan umum seperti pencurian dengan kekerasan (alias begal). Tidak akan ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk penanganan begal. Tidak ada anggaran = tidak ada sumber daya  = tidak ada penanganan khusus.

Saya tidak mengatakan bahwa terorisme itu baik atau penanganan terhadap terorisme itu harus dihentikan. Argumen yang saya ajukan adalah: persoalan kejahatan begal pun tidak kalah seriusnya bagi masyarakat, dan negara harus mulai serius hadir menangani ini secara khusus.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mendorong itu mas?

Opsi langkah-langkah akan kita bahas di artikel selanjutnya.

Iklan

44 thoughts on “Membandingkan Kejahatan Begal Vs Terorisme. Mengapa Negara Tidak Lebih Serius Menghadapi Begal? (Part 2)

    • ditempatku dan sekitarnya penyemplak “ninja” yg di sikat mas..
      udah beberapa kali dimarih (terakhir di banyuwangi, jatim) ninja 250 merah di begal, korban tewas disikat pelaku, motor dibawa kabur sampe sekarang blm ada perkembangan kasusnya (kayak menguap gitu aja mas).

      disini motor yg laris manis jadi inceran, katakanlah beat, vario, satria fu, ninja 2 tak maupun 4tak, vixion, dll yg potensial untuk mudah laku dijual (biasane di pretelin cak, dijual ketengan), jd jangan bangga kalo dapet item dari motor yg ane sebut diatas dgn harga miring, bisa jadi…… ampun dah..

      dapet info nya dr temen2 bengkel

  1. Dari th 2013 sy udh mulai takut kalo pulang sendiri diatas jam 10 malem, biarpun d kota besar kalo udh kena kejahatan susah ngindar.

  2. Klo kejahatan sdh terorganisir maka penanganannya jg harus serius & terorganisir pula…menarik nih utk disimak kelanjutan artikelnya masbro…. lanjutkan….

  3. Sudah 3 tahun teman saya cewek meninggal dibegal, motor ditendang masuk got menimpa badan hingga bagian dalam perut ada luka dalam, tas diambil. Sempat masuk koran, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan perkembangan kasusnya.

  4. yaelah om.. temen aja lapor kehilangan motor,sipetugas dg enteng jwb ikhlasin aja ya mas???? sakit gak tuh
    bkanya di suport malah bikin down

  5. “…..mengikuti ‘nilai politik’.”
    setuju…..negara yg hidup mati penyelenggara negaranya menggantungkan pada nilai politik….semua selalu diperhitungkan nilai politiknya…..dari masalah besar sampai masalah sepele…..

  6. Miris indonesah… Ter0ngris bel0m kebukti udah maen grebeg… Begal ketangkep masuk bui..bayar jaminan..bebas… Begal ketangkep lg…d kroyok masa… Mati… Yg ngr0yok malah di bui… Gara2 pembunuhan :v … Udah mendingan seluruh masyarakat berenti bayar pajek aja… Biar g gajian tuh cecurut2 berseragam

  7. Teman saya ada yg pernah dibegal mas. Sekitar 3 tahun lalu jam 1an abis takbiran. Kejadiannya di kawasan militer jakarta timur yg seharusnya kita merasa lebih aman. Pelaku coba nusuk temen saya tp untungnya kena helm doang bukan leher. Alhamdulillah sebulan setelahnya motor temen saya ketemu di bengkel yg ga jauh dari tkp pembegalan. Dan kondisinya mulai dipretelin aksesoris2 touringnya, tp tetep bisa dikenalin dari stiker2 klub.

  8. kenapa nangkap begal lebih susah ? perlu bukti , nangkap teroris kalo sudah terbukti atau terindikasi punya bahan peledak ya gampang …. begal modal motor + kayu + kawat baja + golok (pilih salah 2) pun bisa …. semua orang punya , gerebek kalo minim bukti ya ga bisa…. terlebih kejadiannya pasti minim saksi … misal korban masih hidup … tersangka pake topeng , motor merk A …. susah nyarinya motor jumlahnya ribuan se-kecamatan .bikin plat palsu juga gampang .. belum lagi kalo motornya juga curian ….uniknya di medsos info razia diumbar , makin enak deh begalnya …..
    solusinya sebenarnya simple , perbanyak patroli , sebar cctv ke penjuru kota , minimal 1 kelurahan 1 lah biar tahu motor curian lari kemana . kalo polisi proaktif sebenarnya bisa dicegah …. ga cuma nunggu laporan , kadang laporan aja ga ditanggepin serius 😦 .
    kenapa penanganan teroris lebih serius ? teroris nyerang negara/simbol negara walau korbannya kadang dikit impact nya yg gede

  9. nice artikel..wajib di baca pimpinan aparat penegak hukum and militer nih.kalau boleh kasih ide harusnya ramae rame blogger otomotip r2 bikin artikel seperti ini secara kompak.bila perlu ajukan ke pemerintah sbagai bentuk protes resmi.jgn ngurus kepentingan As doang(terorisme)

  10. lo dilihat sih dari aspek apapun begal sudah termasuk terorisme loh….. karena mereka sudah menyebarkan ketakutan pada pengendara motor… contohnya banyak yang takut pulang sendiri diatas jam 10 malam….. terorisme bukan hanya harus ngebom dan selalu ada kata “jihad”….. begal sudah menyebarkan ketakutan tanpa mereka melakukannya… dengan banyakknya berita berita di media ( apapun itu )dan penanganan yang berwajib yang kurang maksimal..

  11. Begal dan genk motor sama aja kelakuannya … udeh masup kriminalitas dan kejahatan teroganisir serta terencana
    emang butuh political will yang kuat buat berantas begal dan genk motor, rencanakan razia, penangkapan dan pembubaran oleh aparat secara terintegrasi … jadi gak cuman tobat ato deklarasi damai trus besoknya rusuh dan kriminal lagi
    rakyat sipil dan anggota TNI sdh ada yg jadi korban … ato nunggu anaknya anggota dewan jadi korban begal dan genk motor dulu baru pemerintah bereaksi … klo cuman reaktif mah cumam anget2 t*i ayam … sepi sebentar, besok rusuh dan begal lagi

  12. karena begal dampak psikologisnya tidak mengganggu kestabilan politik hingga dilirik mata media internasional semasive kalau ada kasus terorisme, om leo. begal hanya melirik segelintir golongan pengendara roda 2, sedangkan terorisme tak pandang bulu mungkin ya.

    kecuali begalnya khilaf mau jambret motor-moge 1000cc nya paspampres yang kebetulan lagi lewat ngawal ‘pejabat’, baru deh mungkin beritanya booming.

    salam, CMIIW.

  13. OKNUM lalet ijo kategori begal bukan om?.ketika phobia masyrakat udah akut,mungkin ada penanganan kecil dari aparat,tindakan apapun dri pemirintah/dewan lebih pada pencritaan sih om.ya politik,politik juga sih.

  14. klo pulang malem jd takut om, jalan pelan ngeri di begal, efeknya jd bawa motor kaya di sirkuit bs berbahaya jg buat pengendara itu sendiri dan orang lain, -_-

  15. Mungkin gak ada hubungan antara teroris dengan begal?
    Misal begal dibiayain teroris atw yg lbh pas hasil curian nya utk membiayai teroris?
    Ada gak om yg bgtuu kmungkinan nya?

  16. mngkn krna begal itu sendiri

    dr rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.

    klo mau di babat habis di pemerintahan skrg, nnti psti disangkutpautkan ke HAM. presiden skrg mau bkin maju negara susah, wong ada pasukan butthurt yg selalu koar koar

  17. ditempatku dan sekitarnya penyemplak “ninja” yg di sikat mas..
    udah beberapa kali dimarih (terakhir di banyuwangi, jatim) ninja 250 merah di begal, korban tewas disikat pelaku, motor dibawa kabur sampe sekarang blm ada perkembangan kasusnya (kayak menguap gitu aja mas).

    disini motor yg laris manis jadi inceran, katakanlah beat, vario, satria fu, ninja 2 tak maupun 4tak, vixion, dll yg potensial untuk mudah laku dijual (biasane di pretelin cak, dijual ketengan), jd jangan bangga kalo dapet item dari motor yg ane sebut diatas dgn harga miring, bisa jadi…… ampun dah..

    dapet info nya dr temen2 bengkel

  18. Om Leo, terus terang saja masalah begal ini sudah menjadi teror bagi masyarakat yang berkendara roda dua di jalan raya. Tidak mengenal waktu, tidak mengenal wilayah, dan tidak mengenal siapapun korbannya karena nyawa bukanlah suatu hal yg penting bagi para pelaku.
    Mengapa masalah ini selalu di kesampingkan? Karena teror seperti ini tidak dialami dan tidak menyentuh (maaf) golongan pembuat kebijakan yang kebanyakan mampu memiliki kendaraan roda empat. Sehingga mereka merasa acuh tak acuh toh naik mobil aman aman saja dan hajat hidupnya tidak terganggu.
    Untuk itu. Sepertinya para pengguna kendaraan roda dua harus mengadakan aksi besar seperti melakukan aksi mogok pembayaran pajak tahunan secara nasional agar masalah ini bisa ter follow up sampai dibahas dan ditangani secara serius.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s