Ojek Bengkok

Ojek di Bangkok maksudnya.

Sekedar mengikuti lafal urang londo kalau menyebut Bangkok = Bengkok.
Kadung pencinta R2, begitu sampai di satu tempat, yang aku amati adalah montor2 yang wira wiri di kota ini.

Lebih khusus lagi, para Ojeker, orang yang menggantungkan periuk nasinya di stang sepeda motor. Hehe maksudnya sepeda motor adalah kapital ekonominya.

Apa sih yang bikin menarik untuk membandingkan dg Ojek di Jakarta:

1. Ojek Bengkok lebih tertata dan terorganisir

Setiap Ojek yg beroperasi harus terdaftar dan menggunakan vest orange. Dengan begitu bro/sis, kita juga merasa lebih nyaman, krn identitas ojekers jelas. Taruh kata ada kejadian yg tidak menyenangkan, melacaknya clear. Ojek juga jadi lebih bertanggung jawab. Engga srantal sruntul.

Dan yang terpenting, calon penumpang ga salah manggil. Masak udah keren2 jaket, helm dan motornya, dipanggil “mas Ojek sini mas”Image

(catatan, melihat underbone dan posisi mesin itu kayanya Yamaha Lexam yg dipakai Ojek ya)

(Lexam yg digadang2 sebagai bebek matik kelas eksekutif di Indonesia yg terjual 0 unit sejak Des 2011)

Ojek juga punya daftar tunggu yang jelas, jadi ga main serabat serobot sesama ojekers

Image

2. Trotoar halal

untungnya di Bengkok ini, Ojek halal hukumnya untuk berkendara di trotoar. Mungkin juga karena trotoarnya bukan hanya sekedar Lima Kaki (asal kata pedagang kaki lima), tapi bisa sampai 10 kaki, 3 meter lebih. Jadi arus orang dan ojek tidak saling senggol bacok 😀

Image

3. Ojek Bengkok taat aturan

Ada jalur khusus bagi Ojek untuk berhenti tanpa mengganggu arus lalu lintas, Dan itu diikuti taat oleh ojekers. Sekali lagi, mungkin ini karena semua Ojekers terdaftar dan menggunakan vest ya.

Image

4. Dimanja teknologi

Sementara di banyak tempat di tanah air kita masih mengkhayal untuk punya Vario Tech 125 FI, apalagi Mio 125 Injection, di Bengkok sini mah sudah dipakai ngojek …

Mio 125 GTX

Image

Honda Click 125

Image

Apalagi ya?

Yah itu catatan pendek, kenapa penulis ngiri banget lihat Ojekers Bengkok lebih tertib dan jadi solusi bagi kemacetan, bukan menambah masalah.

Mungkinkah ketertiban ini terjadi di Indonesia?

Iklan

11 thoughts on “Ojek Bengkok

  1. saya pernah baca, di jakarta ada ojek yang terorganisir, lebih profesional begitulah. tetapi lingkupnya memang terbatas pada ojek yang tergabung dalam perusahaan itu. mungkin memang perlu ada aturan yang mengatur soal ojeg, tentunya sebagai bagian dari pengaturan transportasi secara keseluruhan. hehehe….jadi serius komennya 😀

  2. kebetulan saya lumayan sering kesana ( bangkok ) dan lumayan sering menggunakan ojek sebagai penyambung antara BTS dengan tempat saya menginap…. bener banget seperti om leopold sebutkan mereka sangat rapih, soal antrian, bahkan jika liat saat kondisi masyarakat berangkat kerja, yang ngantri rapih itu bukan ojeknya loh…. tapi orang yang mau penggunakan jasa ojek tersebut, keren yah hahahhaha
    ojek disana tuh ga bisa jauh jauh kaya disini klo ojek online di jakarta maximal 25 km sedangkan ojek yang bervest orange mereka hanya bisa beberapa blok dari pangkalannya….
    kebetulan mereka punya ojek online juga disana contohnya grabbike, nah yang ini yang bisa lumayan jauh….

    untuk ketaatan lalu lintas sebenernya ga taat taat juga sih cuma jauh lebih taat dari pada orang indonesianya loh ( bukan ojeknya aja )…. mereka masih suka kok motong jalan lawan arah hahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s