Berburu Photo Spot utk Bianka di Serpong

selamat malam Bro dan Sis..

Semoga keadaannya selalu baik.

Bagi Bro dan Sis yang beragama Kristen, selamat merayakan Natal 2012. Berkat dan perlindungan Tuhan semoga selalu senantiasa beserta kita dan keluarga.

Kemarin, tgl 24 Des 2012 pagi, saya dan om Lexy (http://lexyleksono.wordpress.com/) sdh janjian untuk mengisi hari libur kejepit dengan hal yg positif (baca: ya apalagi kalau ga berhubungan dgn motor hehe). Agendanya morning cruise utk cari sarapan dan lokasi foto2.

Seperti saat menghadiri anniversary Bathoc di Ragunan, kali ini sayapun mengajak anak pertama saya, Regis Bagas (11th), untuk ikut. Supaya kaki dan punggungnya terlatih untuk trip yg semakin jauh.

IMG_4289

Kita start jam 07 pagi di SPBU Pertamina Autopart BSD. Langsung mengarah ke wilayah Gading Serpong melalui connection road yang menghubungkan area BSD City dan Summarecon Serpong. Jalan ini sangat lebar dan masih steril dari angkutan barang/penumpang umum.

Jika menggunakan rute biasa (jalan raya serpong) waktu tempuh bisa antara 30-45 menit, namun kalau melalui connection road ini waktu yg diperlukan hanya sekitar 10-15 mnt.

First things first, sarapan. Semangkuk mie ayam kampung yg gurih dan hangat sudah menanti. sedappp ..mie ayam kampung

ayam kampungnya terasa empuk dan gurih. Perlu balik lagi kemari nih 😀

Perut terisi, tanki terisi skrg saatnya rolling lagi.

Jalanan pagi masih lengang, kami berjalan cukup santai (antara 50-70 km/jam) di rute yang lebar namun meliuk ini. Adalah cara berpikir yang tidak tepat kalau motor sport itu harus selalu ngebut dan seruntulan untuk menunjukkan powernya. “Ngapain pake motor sport, kalau jalannya cupu gitu?”. Kenikmatan mengendarai motor menurut saya justru dalam kondisi cruising seperti ini. Dimana kita masih bisa menikmati perjalanan, bukan sebagai jarak (km) yang harus ditempuh secepat2nya, tapi sebagai kesempatan untuk melihat dan menyesap suasana: terpaan angin, liukan jalan, orang-orang dan semuanya.

Sepanjang connection road ini sebenarnya terdapat banyak spot yang menarik untuk bisa dijadikan obyek foto.

Berikut beberapa dibawah ini:

IMG_4328 IMG_4301 IMG_4326 IMG_4337 IMG_4308 IMG_4348

Tidak terasa sudah hampir 2.5 jam kami di jalan. Matahari mulai terik dan agenda lain sudah menanti. Saatnya Ninjo dan Bianka pulang.

Menuju Piramida Teotihuacan – Mexico

Selamat pagi Bro dan Sis,
Semoga khabarnya selalu baik,

Bagaimana weekendnya yg panjang ini? mungkin sedang touring atau bersantai di rumah.
Kebetulan libur saya ingin sedikit melanjutkan cerita kunjungan ke Mexico minggu yang lalu. Satu tempat yang terbayang dipikiran adalah reruntuhan Aztec, yang sering kita saksikan melalui film atau dokumentari.

Salah satu tempat yang paling direkomendasikan adalah Piramid Teotihuacan (artinya: tempat dimana manusia menjadi dewa)

Saya sudah mencoba mencari informasi mengenai rental bike, tapi tidak seperti Bangkok yg berhamburan dimana2 rental bike, di Mexico ini nihil. Yang ada banyak adalah Bicycle rental, tapi jarak 48 km kali dua? hehe saya belum semaniak dan se-fit itu hehe
Pilihannya adalah ikut paket tour (tinggal dijemput dan duduk manis) atau menggunakan angkutan umum. Lebih asyik yang kedua sepertinya.

Pertama2 kita naik metro (kereta bawah tanah) menuju stasiun Nortestacion

Metro sungguh bersih, cepat dan aman. Tidak perlu khawatir tersesat meskipun kita tidak bisa berbahasa Spanyol, karena petanya sangat jelas dan akurat.

bersih dan rapi. Di sisi kanan adalah penjual CD musik kompilasi. Dia membawa CD player di tangan kanan plus speaker box di backpacknya. Full power hahah

dilanjut dengan bus kurang lebih 1 jam perjalanan

Cang kacang …. ada pedagangnya juga

bedanya adalah setiap checkpoint ada pemeriksaan oleh policia yang bersenjata MP-5 dan kevlar anti peluru lengkap

Security lengkap

PIramid Matahari dari Pintu Masuk

PIramid Matahari dari kompleks kota kuno

Sebelum mulai menda

Enjoying a view from the top

KEAJAIBAN DUNIA – piramid di belakang maksudnya

demi foto, resiko jatuhpun diambil

Motor2 di Mexico City

Selamat siang bro dan sis..
Atau orang sini bilangnya
Buenos Dias mi Amigo e amiga …

Satu kesempatan yg baik saya bisa datang ke Mexico City utk urusan gawe.

Seperti biasa satu hal yg menarik perhatian adalah kehidupan roda 2 yg ada di kota Mehiko ini. Saya pernah menulis ttg ojek di kota bangkok disini.

Baik di pusat kota Mexico maupun daerah luar kota seperti Toluca pegunungan ataupun Vera Cruz daerah pantai, saya lihat ada satu kesamaan: jumlah kendaraan roda 2 yang melintas dibandingkan roda 4 sangatt sedikit sekali.

Ducati Evo 848

20121110-031255 PM.jpg

Ada bbrp alasan kalau saya ngobrol dg org-org disini:

1. Mereka lebih baik menabung utk membeli mobil.
2. Buat yg belum bisa membeli mobil, mereka prefer angkutan umum karena lebih nyaman. Cuaca yg ekstrim, panas sekali atau dingin mencapai 0 derajat juga membuat berkendara sepeda motor bukan kendaraan yg bisa setiap saat dipakai. Dan kalau jarang dipakai, ya ngapain dibeli. Kalau memang ada uang ya lebih baik beli mobil.
3. Faktor lain adalah kapasitas angkut yg menjadi penting bagi orang Mexico yg aktifitasnya sangat berputar pada keluarga ini.

Demikian hasil survey dr LSI, Leo Survey Indonesia hehe.

Dan ini terlihat pada jenis kendaraan roda 2 yg beredar kebanyakan ya adalah kendaraan premium. Yg kemungkinan besar artinya mrk sdh punya mobil.

Yamaha R1

20121110-031516 PM.jpg

Indikasi lain bahwa motor tidak menjadi pilihan kebanyakan orang adalah tidak adanya ojek, meskipun macet di Mexico City bisa sama parahnya dg Jakarta. Kalau macet orang lebih memilih Metro (Subway) yg jauh lebih cepat dan jaringannya ekstensif.

Tiadanya motor juga menurut saya jadi salah satu faktor mobil disini sangat PD utk ngebut sengebut2nya. Bahkan saaat memasuki bundaraan, atau di jalan yg melambung yg kalau di Indonesia kita akan cebderung berhati2.
Mereka terbiasa tidak ada motor yg bakal menyalip dr kiri.
Lajur jalan ada dua, ya satu untuk saya, satu lagi buat mobil sebelah saya, ya maree ngebutlah kita.

BMW 1200 GS

20121110-031523 PM.jpg

Kawasaki NINJA 250

20121110-031953 PM.jpg

VESPA GTS 250

20121110-032001 PM.jpg

Harley Davidson Fat Boy L

20121110-032008 PM.jpg

DUCATI MULTISTRADA 1200s

20121110-032014 PM.jpg

Ada yg tau motor 200cc ini?

20121110-032211 PM.jpg

Yamaha Serow 225 cc

20121110-032218 PM.jpg

BMW F 800 ST

20121110-032224 PM.jpg

Ojek Bengkok

Ojek di Bangkok maksudnya.

Sekedar mengikuti lafal urang londo kalau menyebut Bangkok = Bengkok.
Kadung pencinta R2, begitu sampai di satu tempat, yang aku amati adalah montor2 yang wira wiri di kota ini.

Lebih khusus lagi, para Ojeker, orang yang menggantungkan periuk nasinya di stang sepeda motor. Hehe maksudnya sepeda motor adalah kapital ekonominya.

Apa sih yang bikin menarik untuk membandingkan dg Ojek di Jakarta:

1. Ojek Bengkok lebih tertata dan terorganisir

Setiap Ojek yg beroperasi harus terdaftar dan menggunakan vest orange. Dengan begitu bro/sis, kita juga merasa lebih nyaman, krn identitas ojekers jelas. Taruh kata ada kejadian yg tidak menyenangkan, melacaknya clear. Ojek juga jadi lebih bertanggung jawab. Engga srantal sruntul.

Dan yang terpenting, calon penumpang ga salah manggil. Masak udah keren2 jaket, helm dan motornya, dipanggil “mas Ojek sini mas”Image

(catatan, melihat underbone dan posisi mesin itu kayanya Yamaha Lexam yg dipakai Ojek ya)

(Lexam yg digadang2 sebagai bebek matik kelas eksekutif di Indonesia yg terjual 0 unit sejak Des 2011)

Ojek juga punya daftar tunggu yang jelas, jadi ga main serabat serobot sesama ojekers

Image

2. Trotoar halal

untungnya di Bengkok ini, Ojek halal hukumnya untuk berkendara di trotoar. Mungkin juga karena trotoarnya bukan hanya sekedar Lima Kaki (asal kata pedagang kaki lima), tapi bisa sampai 10 kaki, 3 meter lebih. Jadi arus orang dan ojek tidak saling senggol bacok 😀

Image

3. Ojek Bengkok taat aturan

Ada jalur khusus bagi Ojek untuk berhenti tanpa mengganggu arus lalu lintas, Dan itu diikuti taat oleh ojekers. Sekali lagi, mungkin ini karena semua Ojekers terdaftar dan menggunakan vest ya.

Image

4. Dimanja teknologi

Sementara di banyak tempat di tanah air kita masih mengkhayal untuk punya Vario Tech 125 FI, apalagi Mio 125 Injection, di Bengkok sini mah sudah dipakai ngojek …

Mio 125 GTX

Image

Honda Click 125

Image

Apalagi ya?

Yah itu catatan pendek, kenapa penulis ngiri banget lihat Ojekers Bengkok lebih tertib dan jadi solusi bagi kemacetan, bukan menambah masalah.

Mungkinkah ketertiban ini terjadi di Indonesia?