Amankah Motor Pasca-crash Kembali Membalap Ke Track? Kasus Crutchlow Qatar 2017

 

Crutchlow pada seri Qatar sempat crash dan berjuang kembali ke sirkuit. Dia mengalami crash kedua kali karena throttle gas macet akibat impact dari crash pertama. Apakah motor yang sudah crash dan mengalami impact/benturan boleh begitu saja kembali membalap di lintasan? Bagaimana sebaiknya?

 

Screen Shot 2017-04-09 at 9.09.54 AM

Menyaksikan pembalap andalan kita jatuh itu rasanya ngenes dan nyesek. Menyaksikan dia bangkit dan berusaha kembali membalap di lintasan itu rasanya bangga dan ikut terpompa semangat heroik.

 

Tapi motor yang crash berpotensi malfungsi. Dan membahayakan, bukan hanya bagi ridernya, namun juga rider lain yang ada di lintasan. Resikonya besar melebih perolehan point atau selisih waktu dalam perlombaan.

Bagi rider itu sendiri, selama rider merasa masih bisa riding, dan motor masih bisa jump start/dikendarai, pilihannya haruslah riding kembali. Tapi dalam kondisi pasca-crash, judgment psikologis dari rider tidak bisa dijadikan pegangan.

Menurut saya, dengan semakin majunya telemetri yang memantau hampir semua aspek dari motor, sudah selayaknya ada sub-routine yang dalam hitungan 2-3 detik mendiagnosa semua fungsi utama dari motor. Mulai dari throttle, suspensi, engine hingga braking system.

Dan jika ada fungsi yang terganggu karena impact, maka ada warning kepada race director atau bahkan yang lebih simple, motor tidak bisa dikendarai lagi kembali ke lintasan, atau istilahnya mekanisme “fail safe”.

Tidak ada aturan yang melarang dalam regulasi FIM mengenai ini. Tapi mungkin sudah saatnya ditambahkan aturan baru.

Ah, mas Leo ga seru ah orangnya !

Kalau mau lihat aksi yang seru berdarah-darah jangan nonton MotoGP. MotoGP adalah kompetisi terbesar roda dua untuk mencari yang terbaik dan tercepat. Bukan yang paling nekat mengabaikan resiko. Itu nonton cabe2an balap liar aja.

Iklan

29 thoughts on “Amankah Motor Pasca-crash Kembali Membalap Ke Track? Kasus Crutchlow Qatar 2017

  1. Kalau keputusan lanjut atau stop selama ini tergantung pada rider nya ya Om Leo. Yang sering dilihat jika crash dalam keadaan ringan, pembalap lebih memilih melanjutkan balapan dengan pertimbangan fisik rider yang tidak ada cedera dan aspek teknis motor yang masih mendukung. Namun sebaliknya jika rider merasakan ada cedera yang cukup serius dan aspek teknis motor yang banyak kerusakannya, tentunya jelas rider tidak bisa melanjutkan balapan.
    Aspek regulasi baru … bisa jadi harus dibuat untuk kepentingan keselamatan semua pihak … namun demikian yang perlu dipertimbangkan juga aspek psikologis emosional para pembalap yang biasanya masih ngotot untuk melanjutkan balapan apabila ternyata motor masih dirasakannya masih bisa dipacu meskipun ada sedikit kerusakan teknis.

  2. maaf nih Om oot.. kan jatah mesin untuk motogp di batasi, jika seandainya pembalap crash hebat trus motornya pada rusak parah. tp mesinnya masih kondisi 100% untuk turun balap. apakah boleh jika mesin itu di pindah ke cassis lain om??

  3. Wah ada apa nih dengan cabe2an????
    Perasaan dua artiker terakhir d singgung terus???

    Apa trauma kayak saya om, hampir celaka gara2 cabe2an bawa motor sembrono???

  4. ga usah bicara di sirkuit motogp dl,kita liat aja pd motor harian jatuh di jalan raya dgn kecepatan misal 80-100km/h kira2 masih bisakah dibilang “aman” dibandingkan saat lom jatuh hehe…apalg ini di sirkuit yg jatuhnya biasa di speed tinggi,jd kriteria aman disini maseh perlu diperhatikan lg aman yg bagaimana dolo baik dr sisi motornya dan jg rider nya…

  5. regulator mustinya bikin aturan juga, debris yang jatuh dari motor bekas crash itu bahaya banget, tinggal bikin aturan teknisnya aja

  6. yg kasian klo pembalap jatuh di tikungan terakhir sblm finish..fisik masih oke motor masih bisa start..tp “kepentok” mekanisme failsafe itu

    yah semua perlu kajian mendalam

  7. cabe2an liar? Era GP 500 dulu begitu kok, klo msh bisa balap ya bangun balap lagi. kecuali cedera atau motornya ancur beneran…

    ente menjelek2an era GP 500 atau belum nonton ketika itu?

    pffftttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s