Review Moge Harus Lulus Training dan Bersertifikasi?

 

Beberapa waktu yang lalu diantara teman-teman blogger sempat muncul joke sindir menyindir tentang “review moge harus lulus training dan bersertifikasi”.

Untuk bisa mereview moge dengan baik, menurut saya lho ya, ada beberapa faktor yang minimal (bisa saja lebih banyak) harus dimiliki:

  1. Pengalaman referensi review moge sebelumnya. Ini menjadi data perbandingan atau bank informasi. Semakin sering kita mengendarai motor berbagai jenis maka akan semakin kaya titik perbandingan kita.
  2. Kehalusan rasa. Dengan jam terbang yang sama, dua orang reviewer bisa mendapatkan kedalaman impresi yang berbeda. Idealnya kehalusan rasa ini juga dibuktikan dengan data seperti perbandingan spesifikasi motor atau dyno test.
  3. Kemampuan artikulasi dan menuliskan temuan. Bagaimana pengalaman review yang sifatnya personal bisa dituangkan dalam tulisan yang menarik. Pembaca ga butuh sekedar statistik dalam brosur. Tapi bagaimana kita sebagai seorang rider MERASAKAN motor tersebut.
  4. Skill mengenal dan mengendarai motor. Setiap orang memiliki gaya dan keahlian mengendarai motor yang berbeda. Semakin ahli maka akan semakin banyak informasi/impressi yang seorang reviewer dapatkan dari motor tersebut.

 

Kembali ke soal “apakah review moge harus training dan bersertifikasi?”

Banyak cara untuk mendapatkan empat hal diatas. Terutama utk keahlian menulis dan mengeksplorasi motor bisa didapatkan dari:

  1. Otodidak, belajar sendiri. Baik dari mengamati dan mencoba sendiri. Memperhatikan contoh-contoh review. Berpuluh atau beratus jam touring mengendalikan motor cc besar dengan karakter berbeda. Trial and error.
  2. Pelatihan. Baik formal maupun non-formal. Pelatihan jurnalisme saat saya mahasiswa, training content analysis saat saya bekerja dan beraneka pelatihan lain.

Sehingga keduanya tidak bertolak belakang dan perlu didikotomikan. Justru harusnya bisa memperkuat.

Yang besar dari otodidak tidak perlu memandang rendah atau terganggu dengan yang belajar secara formal. Begitu pula yang mendapat kesempatan pelatihan tidak perlu memamerkan ataupun jumawa terhadap yang lain.

Kesemuanya itu amanah yang sewaktu-waktu bisa hilang dari kita.

Kedua-duanya pembuktiannya terlihat pada kualitas tulisan review. Dan kedua-duanya harusnya mendatangkan manfaat bagi yang membacanya.

Mari hentikan sindir-menyindir dan sikap pamer, kita fokus pada berbagi kebaikan.

Iklan

40 thoughts on “Review Moge Harus Lulus Training dan Bersertifikasi?

  1. Jadi ngetest moge perlu lulus training & memiliki sertifikat ya om???…

    Jadi pas saya ngetest moge honda 3mingguan lalu jadi nggak kompeten ya om karena saya selain belum terlatih mengendarai moge, saya juga belum pernah mengendarai moge sebelumnya….

    Tapi untung, moge yang saya jajal masih moge entry level yaitu CB500F & CB500X dan alhamdulillah nggak ada accident om…

    https://dslazer.wordpress.com/2016/06/21/pabrikan-motor-kok-tega-banget-ngasih-menyarankan-oli-murahan-ke-konsumen/

  2. om, gw sih tertarik elo bahas soal monopoly dan dominasi, dilihat dari sisi ranah hukum termasuk pasalnya, soalnya mbah Triatmono merujuk pasal yang memang kalau satu produk/merek mendominasi lebih dari 50% maka akan masuk ke ranah monopoly..
    Sori bukan bermaksud mengadu atau mana yang paling benar, hanya kalau ada opini atau bahasan dari orang yang kompeten di bidangnya ay rasa bisa menjadi tambahan wawasan di seputar area tersebut…
    eh apa udah pernah ya lupa..

  3. apalagi si 3@1 opininya bersifat menggiring banget, disanggah pakai bahasa super halus saza gak lolos, ya udah tabokin saza pakai bahasa agak keras (bukan kasar loh)

    walau gak dilolosin seenggaknya dia baca, tinggal lihat saza hatinya terbuat dari batu apa darah

    ngaaaaaaah ngaaaaaaaaah ngaaaaaaaaaaaaagh

  4. Selain karena kepiawaian Om Leo dalam menuliskan artikel (yang seolah-olah pembaca merasakan apa yang dilakukan Om Leo), hal ini juga yang bikin saya tambah ngefan sama Om Leo nih,, selalu jadi penengah bila ada “perang dingin” sesama blogger.. Salut om.. :beer:

  5. Setuju pk Leo, bahwa siapa saja bisa membuat review motor cc besar sesuai dg tingkatan skill nya. Diberitakan kekurangan dan nilai plus nya dg objektif berdasarkan persepsinya. Mungkin akan berbeda dg rider lain yg me review motor yg sama.

  6. kalo cuma naek semua orang bisa
    kalo ngendaraain mungkin sebagian
    kalo review mungkin sebagian dari sebagian yg ngendaraain
    review sama atau tidak sama dengan nyoba

  7. Setuju..pada poin2 diatas yg pak leopold sampaikan. Dan saya sempat lihat youtube dimana ada Vlooger yg baru pertama kali mencoba moge dan coba meriew. Ya hasilnya bisa ditebak..malah dia teriak2 norak..tidak ada perbandingan apapun yg didapat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s