Test Ride – Ninja 650

Selamat pagi Bro dan Sis,

Sudah weekend lagi, saatnya utk menulis artikel hehe

Setelah minggu lalu menulis tentang ride test ZX6R, kali ini gilirannya Kawasaki Ninja 650.

Ninja 650, 650 CC, 2 silinder, 71 HP

Ninja 650 merupakan versi fairing dr Er6n. Dengan sedikit perbedaan pada rake (sudut fork) dan trail/caster (panjang selisih sumbu). Er6n, rakenya lebih rebah dan menawarkan kenyamanan utk touring pada lintasan lurus. Ninja 650/Er6f, rakenya lebih tegak dan menawarkan handling yg lebih sporty Revisi 15 Agt 2012: Terima kasih ke bro Regar yang sudah mengingatkan. Saya mengutip sumber data yang salah. Sekalian berlebaran, mohon maaf lahir dan batin hehe.

Pilih yang mana? disini biasanya faktor selera dan ketersediaan stock yang bermain hehehe.

Sabtu pagi tadi saya janjian dengan mas Lexy senior blogger utk riding di sekitar Serpong. Ndilalah saat ketemu di rendevouz point, saya ditawari mas Lexy untuk mencoba Ninjo, panggilan kesayangan Ninja 650 Ijonya. Wahh kesempatan baikk untuk membandingkan nih..Makasih banyak mas Lexy….

IMG-20130720-00453_1374285986544_n

Mas Lexy dengan si Ninjo nya

Kami bertukar tunggangan. Rute Giriloka-Foresta-Summarecon pp pun kami ambil.

ScreenShot

Riding Position

Sangat bersahabat. Ini seperti bertemu dengan seseorang yg belum pernah kita kenal namun kita bisa langsung merasa sangat akrab. Kedua tapak kaki dapat menapak dengan sempurna. Ergonomi sangat nyaman dan relax, tubuh tidak terlalu tegak, juga tidak terlalu membungkuk. Tumpuan pada pergelangan tangan ringan.

Posisi setang lebih tinggi drpd crotch/pangkal paha. Dan sudut lutut tidak terlalu menekuk ke belakang.

Saat saya coba kalkulasi perbandingan ergonomi dengan memasukkan data fisik saya menggunakan http://cycle-ergo.com/

Fullscreen capture 7202013 50048 PM Fullscreen capture 7202013 50331 PM

Terlihat perbandingan yang cukup signifikan antara riding positon Ninja 650 dan ZX6R. Selisih forward lean, sudut condong ke depan hampir 30 derajat bagi orang dg ukuran tubuh seperti saya. Belum lagi seat height ZX6R memang hampir 2 cm lebih tinggi.

Riding position sport bike seperti ZX6R memang enak untuk dilihat oleh orang lain. Pas di lampu merah atau di tengah kemacetan lalu lintas Jakarta: kerennnn dan sporty.

Tapi bagi yang ridernya hehehe… siap2 bergetar otot lengannya…

Karakter Tenaga

Moment ketika kita mulai perlahan memutar throttle gas, moment itu juga tenaga menyeruak masuk. Tenaga padat berisi mulai dari RPM rendah di 3500 naik sampai di 9000. Sebagai satu kesatuan dan tidak terputus.

RPM revving up dr 3500 ke 9000 tanpa jeda tenaga dan putus...

RPM revving up dr 3500 ke 9000 tanpa jeda tenaga dan putus…

Berbeda dengan ZX6R yang cenderung ‘kalem’ diputaran RPM di bawah 8000, dan baru meledak melontarkan tenaga saat RPM dikintir diatas 9000, Ninja 650 memang sudah membunuh sedari awal.

ZX6R monster yang baru bangun saat RPM dikintir diatas 9000

ZX6R monster yang baru bangun saat RPM dikintir diatas 9000

Saya merasa mencapai kecepatan 173 km/jam justru lebih cepat dengan menggunakan Ninja 650 ini ketimbang dengan ZX6R. Harus diuji dengan racelogic sih, apakah itu betul obyektif atau hanya karena tarikan torsi yang saya rasakan.

Saat menghitung panjang nafas per gigi berikut data yang didapat:

Gigi 1 – 90km/jam – (bandingkan dg ZX6R yg mencapai 125km/jam di akhir gigi 1)

Gigi 2 – 135km/jam

Gigi 3 – 162km/jam

Kalau dilihat spesifikasinya memang tidak aneh

Ninja 650 torsi maksimum adalah 64 N.m (6.5 kgf.m) / 7.000 rpm

sementara ZX6R adalah 66.7 N.m (6.8 kgf.m) / 11.800 rpm

Torsi maksimum didapat oleh Ninja 650 jauh lebih awal dibandingkan ZX6R.

Menurut mas Lexy, torsi Ninjo terasa semakin besar semenjak knalpot standar dilungsurkan dan diganti dengan knalpot custom double barrel pesanan ke Bro Gary.

Cornering dan Braking

Di area ini memang ZX6R lebih superior. Karena tiga hal:

1. Didukung oleh suspensi up-side down yang presisi, kita akan merasa lebih confident, percaya diri melakukan cornering dengan ZX ketimbang Ninja 650. Ninja memang lebih enteng, tapi feedback suspensi yang dirasakan oleh lengan saat kita harus high speed cornering tidak semantap ZX

2. Apalagi posisi bar stang yang cenderung tinggi dengan sudut rake yang lebih rebah ke depan, mengurangi kenyamanan saat berbelok.

Rake Ninja 650 – 24.5° sementara ZX hanya 23.5°

3. Peranti pengereman, Baik ukuran disc, jumlah piston maupun spec betul2 beda.

ZX 320 mm disc dengan 4 piston, Ninja 300 mm dgn 2 piston.

Desain

Ada satu hal yang mengganggu saya semenjak pertama kali melihat Er6n atau Ninja 650: Desain Tanki. Bentuknya jenong dan berpunuk seperti unta.

Desain tangki Ninja 650 edisi 2009 justru lebih sporty dan baik. Saat ini Tangki terlihat lebih jenong dan berpunuk.

Desain tangki Ninja 650 edisi 2009 justru lebih sporty dan baik. Saat ini Tangki terlihat lebih jenong dan berpunuk.

Ini menyulitkan kalau kita perlu membawa tank bag atau kalau berakselerasi dan menunduk. Dari segi tampilan juga membuat ill-feel.

Diluar tangki, saya rasa Ninja 650 desainnya cukup baik. Shock belakang yang dipertontonkan membuat aura berotot semakin kuat. Gagah.

Kesimpulan Akhir:

Kebanyakan bergaul dengan genre sport, saat melihat Ninja 650 saya awalnya underestimate. Terutama karena desain.

Namun ternyata potensi torsinya luar biasa. Padat dan berisi. Torsi Ninja 650 ini bahkan setara dengan Ducati Monster 696 yang 50 cc lebih besar dan 250 % lebih mahal. Juga tipis bedanya dengan ZX6R yang 2 kali lipat lebih mahal.

Jadi, ZX6R atau Ninja 650?

IMG-20130720-00459_1374280271689_n IMG_20130714_080546

Kalau dianalogikan, ZX6R ini adalah high heels, sepatu hak tinggi 10 cm.Sementara Ninja 650 adalah sepatu santai untuk jalan..

High heels memang indah, menarik untuk dilihat, namun sepatu santai tetap lebih nyaman dikenakan utk jalan.

Seperti review saya sebelumnya, ZX6R adalah born to race bike, sangat fokus dan committed. Sangat dominan pada RPM atas. Tapi, untuk kondisi jalanan di Indonesia, sayangnya, Ninja 650 sebenarnya adalah jenis yang lebih tepat. Baik itu untuk touring luar kota maupun cruising dalam kota.

IMG-20130720-00455_1374285783436_n

Namun, siapapun tahu. Pasar di kelas ini bukan sekedar mencari soal ridability, atau tingkat kenyamanan untuk dikendarai. Kalau ridability lebih utk kendaraan operasional. Pasar di segmen ini juga mengutamakan riding experience, pengalaman berkendara yang berbeda. Itu sebabnya bbrp brand motor yang sebenarnya tidak enak dikendarai karena mudah overheat, banyak trouble, indent parts kalau rusak lama tetap saja laku dan diminati.

Iklan

43 thoughts on “Test Ride – Ninja 650

  1. Sebagai nubie mungkin saya pribadi lbh ke z800 ya Pak Leo, dr spek mesin, rem + kaki2 mantap, power mesin + torsi pun keliatannya galak. Coba test z800 donk, bandingkan antara zx6r, ninja 650, dan z800. Mana yang lebih worth it buat biker tanah air, antara harga, fungsionalitas dan performa..

  2. Kalo suruh milih, dengan kemampuan riding saat ini Ninja 650 keliatannya lebih cocok… Percuma motor kenceng, tapi gak bisa dinikmati 😀

  3. pak leo bisa request untuk artikel cbr600rr gak?
    Kira2 mana yang lebih lebih lebih…….. Dibandingkan dgn zx6… Terimakasih.

    • Kalaupun mengajukan unit test ke AHM tapi mrk kan juga tidak memasukkan secara resmi CBR600rr bro.
      Kalau pas ada yg bisa dipinjemi saja 😀

  4. Tangkinya Er-6 F Old lbh mirip ke Si merah ninja 250 krbu ane.. 🙂 Tp ane lbh ngiler yg Er-6 N aka Streetfighterz krn tdk ad kesan ‘nanggung’ dlm hal modelnya. Krn Er-6 F bs dibilang model sport bs dibilang touring..

  5. Nunggu W800 aja, torsi 60 N.m @ 2000 rpm, 100 kmh @ 3500 rpm, 130 kmh @ 4250 rpm. Maks rpm 7000.
    cocok utk riding santai (tp kenceng).

    motor yg menuntut kedewasaan, skill dan kesadaran (yg geber2 gas motor dgn torsi setara er6n tp di 2000 rpm bisa dibilang agak ga sadar).

    estrella sudah brojol, biasanya diikuti dgn cc yg lebih besar, so W800 2013/2014???? …. Sabar menunggumu sayang….. Hehehehehe

  6. Satu lagi W800 ga provokatif di jalanan, wong lari 100 kmh cuma 3500 rpm. Lari kenceng rpm tinggi cenderung bikin motor sekitarnya panas …. Hehehehehe

  7. tinggal diplih yg 2 silinder sport touring atau 4 silinder sport tulen,kira2 itu kata KMI,suka mesin teriak ambil ZX6R,suka jalan jauh ambil Ninja 650,kira2 rencana KMI memasarkan sport 250cc yg silinder tunggal selain KLX250 mungkin untuk banyak pilihan model dan harga.

  8. Om Leo, boleh minta wasapnya atau pinnya? pengen seskali ikut nangkring kalo si Om lagi ada testes unit hehehe, ya siapa tau kebagian nyemplak ama difoto doang, kan mayan :D.
    Tapi yang lebih utama lagi, bisa silaturahim hehehe….

    Thanks…

  9. Dalam hal desain dari samping, saya sepaham ma om Leo, kalau punuk atau tanki si ER6 dan EX6 ini kurang indah dilihat, ilfil? mmm iya sih buat saya juga kekeke, tapi kalau ada duit segitu keknya saya milih yang Ninja-nya, soalnya lebih cakep diliat walo punuknya masih kurang oke…tapi jauh lebih baik dari ER6N pemandangan dari sampingnya hehehe….

    Tapi saya udah tes ER6 punya kawan, tu motor emang turing banget, berasa riding motor kecil, sekelas Tigi atau NMP riding positionnya…busa joknya pun empuk dan nyaman…

  10. Bro, ane mau minta inputan sekiranya punya refensi ganti knalpot after market buat N ER6F/650 yang cocok buat harian, tanpa support Piggy Back atw sejenisnya ?? (Maaf Newbie)

    TRIMS

  11. Pak leo, kalau soal suspensi bagaimana? Saya pakai Z250 dan merasa keras jadi kalau lagi jalan agak bergelombang ampul2-an. hehehe.. Gimana Kalo er6f? (yang pasti sama dengan er6n kan ya pak). APakah suspensi-nya lebih empuk dibanding Z250 atau Ninja 250?
    Makasih sebelumnya pak…

  12. Bagus sekali ulasan Mas bro! Permisi tanya Mas Bro, klo ninja 650 atau 636, gampang overheat ga klo jalanan lagi macet? Klo zx10r gampang overheat ga klo jalanan macet? Trims ya Mas bro!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s