Moge = arogan = syukurin kecelakaan?

Aneka forum dan blog kembali diramaikan dengan berita kecelakaan Bro Denny dan istrinya, Melissa yg menewaskan keduanya di area Pasuruan saat touring menggunakan Kawasaki Z1000 (17/11/12). Pasangan muda ini meninggalkan dua orang anak berusia 2 tahun dan 7 bulan.

20121118-060133 AM.jpg
Diambil dr BBG

Banyak yg ikut berduka dan mengingatkan sesama biker untuk selalu berhati-hati. Tidak sedikit pula yg sampai mensyukurkan dan mengutuk arogansi Moge. Blognya mas Ipan salah satu yg cukup gayeng.

20121118-084937 AM.jpg
Capture dr BBG.

Faktanya adalah setiap tahun, Bro dan Sis, ada 36,000 biker yang tewas di jalan. Artinya ada hampir 100 pengendara pengendara motor yang meninggal setiap harinya atau 1 orang setiap 20 menitnya. Jika dibandingkan dg total kecelakaan, 76% dari korban kecelakaan adalah biker.

Mereka apapun kendaraannya, atau jenis CCnya meregang nyawa, meninggalkan keluarga dan orang yang dicintai, akibat 1) kondisi jalan/cuaca yang buruk, 2) kelengahan/cara berkendara, maupun 3) kegagalan salah satu fungsi kendaraan – Triangle of Safety.

Pengendara Moge Arogan = wajar saja kecelakaan

Terlalu awal bagi kita untuk menilai bahwa kecelakaan apabila melibatkan Moge pasti karena arogansi pengendara. Sikap pengendara hanyalah salah satu dari tiga faktor kecelakaan di atas.
Arogansi itu penyakit yang bisa menjangkiti siapa saja apapun kendaraannya, berapapun CCnya. Kendaraan kecil juga bisa seruntulan, kalau touring memaksakan diri agar konvoi tidak putus, memaksa bahkan mengintimidasi kendaraan lain untuk menepi, tindakan2 lain yg merampas hak pengguna jalan lain. Yang sebenarnya bertentangan dg semangat Solidaritas/Brotherhood yg lebih besar

Kendaraan yg lebih besar atau moge, krn punya modal lebih besar dan bisa menyewa voorijder, kelakuan arogannya akan lebih menyakitkan hati. Sikap arogan dan memaksakan diri = pangkal awal dari kecelakaan. Itu saya setuju sekali. Namun itu tidak terbatas pada pengendara moge, semua jenis kendaraan juga bisa begitu.
Secara statistik, pengendara motor yg lebih kecil pasti lebih banyak menjadi korban (krn populasinya terbesar), namun jarang yang masuk menjadi berita.

20121118-052946 AM.jpg
Foto drmTMCblognya Kang Taufik

Kenali “moge” anda dengan baik

20121118-060226 AM.jpg
Foto dr website Kawasaki

Sebenarnya bukan hanya moge, namun juga utk semua kendaraan. Kita perlu mengenali dengan baik handling dan karakter kendaraan kita. Khususnya moge, karena moge tidak setiap hari, atau bahkan setiap weekend digunakan oleh pemiliknya. Tidak jarang digunakan baru saat touring yang bisa 3-4 bulan sekali. Apalagi kalau koleksi mogenya banyak. Selalu dibutuhkan tahap penyesuaian.

Ya jarang dipakai memang sah2 saja, engga apa2, tapi resikonya adalah, tubuh dan refleks kita belum sepenuhna menyatu dengan reaksi motor terhadap jalanan pada saat kita sdh harus menempuh jarak ratusan km.

Pada saat harus melakukan panic maneuver misalnya, motor bisa saja bereaksi berbeda dengan refleks kita atau apa yg kita inginkan.
Apalagi utk motor2 yg tenaganya besar dan bobotnya berat, waktu untuk mengkoreksi kesalahan handling menjadi sangat sangat kecil. Unforgiving.
Saya tidak punya moge, tapi setelah 2 bulan menggunakan N250 FI untuk harian/ngantor pun (54 km), saya masih terus membiasakan diri dg karakter pengeremean, cornering Ninja yg harus pakai berat badan, dll

Harapannya saya dan motor bisa semakin menyatu demi smooth and safe riding.

Hati2 di jalan ya Bro and Sis, orang yg kita cintai atau keluarga sudah menanti.

Iklan