Tes Akurasi Speedometer Ninja FI

Hi Brother and Sister
Apa khabarnya? Semoga selalu sehat!

Setelah minggu lalu Bianka Valkea (artinya putih, illuminating) selesai masa in reyen (break in) nya nahhh.. saatnya nih utk kita coba2.

Coba2 yang pertama adalah melihat seberapa akuratnya speedometer digital Ninja 250 FI ini.

Sudah jamak diketahui bahwa speedometer yg terpasang di kendaraan tidak 100% akurat.
Baik karena alasan keselamatan (tidak terlalu ngebut), mematuhi peraturan jalan raya (agar saat kita menyentuh batas maksimal kecepatan, kecepatan real kita sebenarnya belum sampai ke angka itu), maupun alasan marketing produk atau pertimbangan lainnya.

Mengapa tes akurasi speedometer?

Agar sbg pengendara kita jadi betul2 tahu seberapa lambat atau cepat sih sebenarnya kendaraan kita. Informed rider istilahnya. Apalagi ini ada hubungannya dg odometer (penghitung jarak tempuh kendaraan).

Bagaimana caranya?

Dengan cara membandingkan kecepatan yg ditunjukkan oleh speedometer motor dan catatan pada GPS.

Apa saja yg dibutuhkan?

1. Dibutuhkan tentunya 1 unit motor, sebaiknya yg terpasang speedometer digital karena lebih presisi angka kecepatannya.
2. Aplikasi GPSpeedOmeter. Aplikasi ini akan mencatat jarak, kecepatan saat ini dan kecepatan maksimal yang sudah diraih. Aplikasi ini bisa didownload bebas.

Langkah-langkahnya apa saja

1. Pertama, aplikasi harus direset (0km, 0 max speed) dan kemudian Bianka dijalankan pada kecepatan yg ingin diukur selama 5 detik. Kenapa 5 detik? Utk memastikan data kecepatan tersebut betul2 tercatat oleh GPS.
2. Harus dipastikan kecepatan tidak melebih tingkat kecepatan tersebut.
Jadi misalnya kalau ingin menghitung real speed dr 60 km/jam yg ditunjukkan oleh speedo kita harus pelan2 mencapai kecepatan tersebut, dan menjaganya agar tidak menyentuh angka 61km/jam. Begitu melewati, batalkan, ulangi dr langkah 1.
3. Setelah kecepatan tersebut dicapai selama 5 detik, kita bisa berhenti dan membandingkan kecepatan maksimal yang dicatat oleh aplikasi GPS.
4. Buat table dan perbandingkan hasil pada beberapa tingkat kecepatan untuk mengetahui selisih. Misalnya 60, 90 dan 100 km/jam

Yak marih kita mulai.

BSD – Summarecon Serpong Connection Road ternyata sdh ramai sekali Sabtu sore ini. Jalan adalah akses baru yg menghubungkan dua wilayah besar perumahan. Jalan baru ini aspalnya masih mulus, masing2 arah terdiri dr 3 lajur dan truk/angkot tidak bisa masuk. Di jalan baru ini juga tidak ada banyak persimpangan jalan, sehingga rider bisa mengembangkan kecepatan dg baik. Di bangku belakang, ikut Regis (11 thn) anak pertama saya.

20120930-051233.jpg

Test pada 60km/jam

Kita mulai dg kecepatan 60 km/jam. Dengan hasil aplikasi GPS menunjukkan kecepatan maksimal adalah 58.5 km/jam atau selisihnya adalah 1.5 km/jam lebih lambat.

20120929-213658.jpg

Test pada 90 km/jam

Kita tingkatkan menjadi 90km/jam selama 5 detik, dan hasilnya adalah 88.2 km/jam menurut GPS.
Not bad, selisih terjaga di 1.8 km/jam.

20120929-214019.jpg

Test pada 100 km/jam

Sudah cukup sulit menjaga di kecepatan ini selama 5 detik, krn lalu lintas semakin padat. Hasilnya GPS menunjukkan angka 98.1 km/h
Mulai menunjukkan selisih antara speedometer dan GPS semakin melebar di 1.9 km/jam.

20120929-214753.jpg

Lalu lintas semakin ramai di Sabtu sore ini, sudah tidak safe utk meneruskan.
Memaksakan diri bertahan di kecepatan 115 km/jam selama 5 detik sdh tidak bisa. Maksimal hanya 2 detik kemudian sdh harus meliuk atau mengurangi kecepatan krn posisi2 kendaraan lain.
Besok pagi2 akan saya ulangi lagi sendirian tanpa Regis.

UPDATE – 30 Sept 2012 – 06:48am

Test pada 131 km/jam

Pagi ini mencoba lagi di lintasan yang sama dengan harapan jalanan lebih sepi.
Ternyata sudah mulai ramai juga dg goweser dan pelari pagi.
Speed yang bisa diraih 136 km/h, namun krn hanya bertahan 1 detik (ada goweser pindah jalur) tidak bisa dicatat dan diperbandingkan.

Yg cukup sah adalah speed di 131 km/h. Rencananya pada 130 km/h, tapi engga mudah naik pelan2 pada kecepatan seperti itu. Karena bablas akhirnya saya pantengin di 131. Dan …. hasil GPS menunjukkan speed saya saya adalah 128.9 km/h. Wihh lumayan dekat juga.

20120930-070445.jpg

Berikut tabelnya

Speedo ——GPS————Selisih
—————————————————————
60 km/h —– 58.5 km/h — 1.5 km/h atau 2.5%
90 km/h —– 88.2 km/h — 1.8 km/h atau 2%
100 km/h — 98.1 km/h — 1.9 km/h atau 1.9%
UPDATE
131 km/h — 128.9 km/h — 2.1 km/h atau 1.6%

Jadi nampaknya selisih antara kecepatan speedometer dan kecepatan real tidak dipatok oleh Kawasaki pada angka relatif persentase (krn persentase selisih justru menurun saat kecepatan bertambah), tapi pada angka absolut, speedometer lebih cepat up to 2 km/jam.

Ngaso sambil foto2 sebentar.

20120930-033244.jpg

Dilanjut dg nongkrong di angkringan nasi kucing di sektor 1 BSD. Minum es teh dan es jahe segar sekali disini …

20120930-033522.jpg

Kesan saya, Ninja 250 FI ini meski dipakai berboncengan di atas 100 km/h tapi tetap stabil dan tidak chatter (bergetar) sehingga kita menjadi confident dalam mengembangkan kecepatan.

Getaran mesin serta ayunan perahu pada roda depan yg saya rasakan sewaktu bawa Honda Tiger (1999-2001) dan Yamaha Scorpio (2006-2008) kalau kecepatan sdh diatas 90 km/h tidak muncul saat bersama Bianka.

Yah memang karena ketiganya adalah makhluk yg diciptakan dengan tujuan yg berbeda.

Iklan