Perilaku Ugal-ugalan Pemotor SALAH SATU Penyebab Diskriminasi PASTI Nanti Berlaku

Kemarin kita berhasil MENUNDA kebijakan diskriminatif terhadap motor. Beberapa tahun lagi kebijakan diskriminatif seperti ini akan sulit dihentikan. Mengapa mas?

20120504_Motor_Masuk_Jalur_Busway

tribunnews

Sebagai pengendara mobil dan motor, bahaya terbesar yang harus saya awasi di jalan pertama adalah angkutan umum. Mereka ini punya logika dan aturan berkendaranya sendiri.

Kedua adalah pemotor. Mereka ini sangat beragam (1) kemampuannya mengendarai motor serta (2) pemahamannya tentang aturan. Maklum banyak sekali yang bisa ada di jalan tanpa punya dua hal diatas. Punya SIM juga tidak jaminan bisa naik motor atau tau aturan.

Saya tinggal di Jakarta semenjak 1997, sudah keloyoran di jalan pakai Tiger 2000, saya bisa rasakan betul perbedaan traffic dan perilaku pengendara motor semenjak tahun itu hingga sekarang. Jumlahnya membludak LUWARRR BIASAA.

Jumlah yg besar itu bukan salah dan juga masalah.

Masalah terjadi karena sebagian dari kita pemotor perilakunya negatif:

  • naik trotoar
  • lawan arah
  • masuk jalur busway
  • seenaknya potong jalur
  • nyerempet mobil lalu kabur
  • dll

Kebiasaan jalan kaki yang bisa lewat mana saja kemudian dipakai saat bawa motor. Saya sendiri terlalu sering jadi korban sesama pemotor. Claim ke asuransi untuk mobil baret karena diserempet motor entah sudah berapa kali. Begitu juga saat bawa motor.

Perilaku yang mungkin hanya dilakukan oleh sebagian kecil pemotor ini perlahan setiap harinya yang membentuk image negatif tentang pemotor dan MERUGIKAN SEMUA pengguna motor.

Kalau kita bicara saldo. Image negatif biker itu JAUHHH lebih besar ketimbang image positif. TEKOR dan DEFISIT.

Jadi ada dua kombinasi disini:

  1. Jumlah motor yang semakin meledak
  2. Perilaku pemotor yang ugal-ugalan

Kedua faktor inilah yang akan menyebabkan motor, mengingat jumlahnya, akhirnya menjadi alasan bagi Pemda untuk “diatur secara khusus” alias didiskriminasi.

Kemarin kita bersama berhasil menggagalkan kebijakan pelarangan motor di jalan protokol di Jakarta. Tapi tanpa perubahan perilaku kita, pelarangan motor dalam hitungan tahun akan terjadi tak terhentikan. Catat.

Iklan