918 km Menuju Madura Bersama Regina (CBR250RR): Touring Test

Long weekend 3 hari. Saatnya short touring. Sambil lebih memahami bagaimana motor yang track oriented seperti CBR250RR diajak sedikit touring. Iseng banget sih mas? Kenapa tidak? Saya yakin akan ada banyak kesempatan dimana rider CBR250RR mendapat kesempatan touring. Artikel ini semoga bisa memberi gambaran awal.

Baca lebih lanjut

Regina – My Red CBR250RR

 

Terima kasih untuk kawan-kawan yang sudah mengajukan usulan nama.

Sampai siang tadi usulan nama yang menurut saya pas untuk CBR250RR merah ada dua:

  1. Aruna, dalam bahasa sanskerta berarti merah, atau fajar yang kemerahan
  2. Regina, yang berarti ratu, yang berkuasa. Ini juga tribute untuk anak saya Regis yang mencintai motor.

Saya condong ke Aruna. Namun temen deket saya memiliki anak gadis cantik berumur 16 tahun yang bernama sama. Dan saya merasa agak kurang pas di hati kalau kemudian nama itu saya berikan pada motor tunggangan saya.

Untuk lebih pas nya kemudian saya share pilihannya ke Bung Regis. Dia keheranan dengan pilihan Aruna dan seketika setuju dengan Regina.

Dan teman-teman pembaca, perkenalkan, Regina, my red CBR250RR.

Entah bagaimana kebetulan sekali malam ini ada satu comment terakhir yang masuk dan mengusulkan nama Regina. Saat saya cek di daftar listing subscribe blog, emailnya belum ada. Saya berharap rekan Alvin alias alvyanto.blogspot.comx  
ekaalvin@yahoo.co.id  107.167.102.185

bisa menghubungi saya melalui email untuk konfirmasi email yang digunakan untuk subscribe ke blog ini.

 

  • Kawasaki Ninja 250fi 2012 (Bianka)
  • Kawasaki ER6N 2013 (Verde)
  • Yamaha R25 2014 (Sabina)
  • Yamaha MT09 2015 (Athena)
  • KTM RC8 2015 (Ausar)
  • Kawasaki ZX-10R 2016 (Zeus) di Canberra

welcome my Honda CBR250RR 2016 – Regina

img_7497

 

Pengalaman Service Pertama CBR250RR

Engga terasa dalam waktu seminggu KM sudah menyentuh angka 800 😂. Berhubung besok subuh akan dipakai riding ke Surabaya via Pacitan hari ini CBR saya service untuk pertama kali.

Saya cek stock oli dan filter oli aya. Tapi di Wahana Gn Sahari. Cap cuss lah pagi2 ke sana.

Sampai disana saat parkir, ternyata sedang ada kunjungan dari Honda Japan. Sontak CBR250 (apa namanya ya) dikerubuti. Mungkin bisa dikatakan ini service pertama Honda CBR250RR milik konsumen pertama di dunia. 

Saya minum dulu sembari menjawab pertanyaan ttg kesan saya sebagai consumer atas CBR, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Marketing Wahana sudah alert saya datang sepertinya, mereka sambut dengan ramah. Kopi teh dll. Motor pun langsung di gelandang ke fast track. 


Untuk service pertama yang dilakukan adalah ganti oli (gratis), ganti filter oli dan perawatan rantai. Tentunya dilakukan diagnostic terhadap fungsi elektronik.


Mekanik menyatakan kalau ada keluhan akan dilakukan pengecekan tambahan. Tapi sejauh ini hanya itu.

Oli masih gratis, tapi filter oli (262 ribu rupiah) harus beli sendiri. Masih okelahh.


Kurang lebih 45 menit, pas jam makan siang soalnya, service selesai. Dan motor siap digelandang keluar..


Sipplahhh …

Mengenal Karakter Throttle Honda CBR250RR

Sudah seperti otomatis rasanya, setiap kali menyalakan motor, mode pindah ke Sport +. I bought CBR with real money, i want its real power.

Selama 800 km bareng, saya menjadi hapal dengan karakter throttle by wire nya CBR ini.

Apa itu mas:

Responsif tapi nunggu. Dengan pintar.

Apabila anda putar gas dr posisi RPM cukup tinggi, sekitar 7000rpm dan posisi throttle dari 50% ke 70% misalnya. Wohh itu galaknya makkk kayak ibu kos belum terima bayaran 3 bulan. Bikin hati mencelat.. 

Tapi kalau anda putar dr RPM bawah 3000an misalnya. Dari 30% ke 70%. ECU dengan pintarnya menunggu RPM naik sebelum memberi tahu bahwa throttle diinstrusikan naik ke 70%. Jadi ada jeda atau lag sepersekian second. Ingat sepersekian second ya. 

Ini terlihat sekali saat mengeset AFR dengan menggunakan piggyback. Meskipun sudah di kunci bukaan throttle di 80%, ECU memberikan bacaan % yang berbeda sampai kemudian RPM sepersekian detik mengikuti.

Ini kerennn. Pembakaran lebih sempurna.

Buat yg biasa pakai throttle kabel biasa mungkin merasa karakternya berbeda. Tapi ga masalah, adaptasinya sebentar saja.

Potensi Pasar Adventure 250cc di Indonesia

 

Semua biker akan adventure pada akhirnya” begitu sering kita dengar. Akan ada fase pada setiap biker dimana asyik masyuk mendandani motor, kopdar mingguan, nongkrong di cafe dan ritual rutin lainnya sudah tidak cukup punya greget. Mereka mulai menjadikan acara touring jarak menengah-jauh sebagai tantangan diri baru mereka sebagai biker. Bepergian melihat tempat yang indah, berinteraksi dengan masyarakat, bertemu kawan baru di tempat jauh: lintas pulau sesuatu yang memenuhi gelegak jiwa bikernya.

Baca lebih lanjut

Launching Kawasaki Versys X 250: Harga Mulai 61.9jt

She is here! In Indonesia! For those needs to travel further.

Hirota-San memperkenalkan konsep Any Time, Any Road pada Kawasaki Versys X 250. 

Ada dua versi yang dipersiapkan. Versi touring dan versi penggunaan sehari. Tourer version padat dengan kelebihan seperti crash guard, pannier, ABS, Fog Lamp dll.

Dengan chasis khusus backbone yg dipersiapkan utk motor adventure ini dalam menghadapi medan jalan dan bobot muatan.

Ukuran ban yg 19 inchi di depan dan 17 inchi di belakang akan sangat membantu handling dalam memghadapi kondisi jalan unpaved.

Centre stand sudah dipersiapkan utk Versys Tourer

Mesin plek plek sama dengan Ninja 250Fi begitu pula dengan engine mappingnya.

Harganya?

Utk tourer  version seharga 72.7 juta. Sementara versi city rider seharga 61.9 jt. 

Bulan February mulai delivery. Siap jelajah Indonesia!

Hanya Rubah AFR Gunakan PCV Milik Ninja250, Tenaga CBR250RR Naik 1.5 HP

Sabtu kemarin saat nongkrong di Sportisi, salah satu agendanya selain dyno test CBR250RR milik saya, juga aplikasi Power Commander 5 atau dikenal dengan PCV. PCV adalah modul piggyback yang digunakan untuk meningkatkan kinerja pembakaran dengan memberikan input data ke ECU. Nahhh PCV khusus untuk CBR250RR belum diproduksi, lha iya, motornya aja launching perdana di Indonesia. Ini sama ceritanya seperti saat setelah launching R25 dulu dimana Dynojet develop modul PCV nya di Sabina, R25 saya.

https://7leopold7.com/2014/09/20/pemasangan-pc5-dynojet-pada-yamaha-r25/

Baca lebih lanjut