Momen Pertama Ketika R25 Tiba. Mana Ceritamu?

 

Semenjak tes langsung R25 di Kompas grup dan kemudian Ancol, rasanya sudah tidak tertahan menanti pengiriman motor via dealer. Sempat dapat bisikan untuk selalu cek dengan dealer, saya pun establish relasi dgn pihak dealer, ajak kenalan, ngobrol dan hampir tiap dua hari saya telp/sms tanya khabar dia (baca: R25). Untuk memastikan tidak disalip hehehe.

Continue reading

Sabina, (mantan) R25 Kesayangan Saya, Pun Menjalani Recall di Lampung

 

Meskipun sudah 1.5 tahun berpisah, ingatan akan Sabina, mantan R25 saya, selalu terbayang. Untungnya bro Ali aka Fadli Iskandar selaku manten yang baru masih berkenan berbagi khabar dan foto. Salah satunya adalah tentang recall nya Sabina.

Continue reading

Yamaha R25 Bore-up R3 : Sportisi Dynotest Tembus 45 HP dan Torsi 27Nm

Wis iki pancen wuedian tenan.
Di artikel 2 bulan lalu saya mengangkat tulisan tentang paket bore-up R3 yang sudah bisa dipanggil kembali ke tanah air dan dipasang plug & play.
Bro Angga Anjany disitu menyampaikan hasil street test yang menunjukkan kenaikan tenaga dan torsi yang signfikan

Continue reading

Profile Lady Biker YROI: Respect for Women (part 1)

Perempuan dan Sepeda Motor. Seringkali dalam event-event otomotif perempuan diposisikan sebagai pendamping atau bahkan penggembira yang memeriahkan event. Sifatnya sekunder.

Padahal seiring waktu semakin banyak female biker yang komitmen, semangat dan jam terbangnya di dunia otomotif sangat tinggi bahkan bisa mengalahkan male biker.

Begitu pula di komunitas YROI (Yamaha R25 Owners Indonesia), dari penelisikan awal saya ada sekitar 6 lady biker yang terdata di beberapa chapter.

Dalam rangka hari Kartini, saya merasa ini kesempatan yang baik sekali untuk kenal lebih lanjut beberapa dari mereka sembari lebih mengerti dan memberi apresiasi atas komitmen berotomotif mereka.

Mari kita mulai dari yang pertama:

Krecentia Hermin Paskawati Schoneherr

(YROI #885 – Chapter Tangerang)

10619927_852884178068066_2274175311596066425_o

Foto siap jalan sumber FB

Foto siap jalan: sumber FB

Nama yang cukup panjang, namun sis satu ini cukup dipanggil Sis Hermin. Pasti noleh.

Berikut kisahnya:

“Sya dr dulu seneng bgt yg nama nya kendaraan roda 2 ga tau kenapa..

saya juga suka dunia balap..dr jamannya BaLi(Balap Liar) sampe yg resmi…

yg bali sempet dilakuin beberapa tahun pas mau ke resmi ditolak ortu..

karena ga ada dukungan dr pihak ortu..ya mw gmana lagi..”

16585_606833852673101_201761101_n

Zaman nyemplak CB150R

Sis Hermin ini saking semangatnya utk balap, sudah sempat register utk latihan di Sentul. Namun ortu betul-betul tidak setuju bahkan sampai menyobek surat ijin utk menghentikan niat Sis Hermin ini. Luar biasa.

10527304_852884881401329_5877095436892152016_n

Lanjut sis Hermin:

“Dulu masih zamannya bebek 4tak om yg di rombak jadi kopling suntik atau setutan..saya suka motor laki pertama kali itu yamaha RX-K &RX-Z om..berhubung dulu masih skolah…ga boleh tuch mnta beliin tuch motor jadi dipendem kengingannya..pertama kali punya motor laki pke duit sendiri ya Honda CB-150R cm bertahan setahun naksir berat ma R25 ini..

Saya beli R25 sampai berantem ma bokap adu mulut…hahahahaa..”

Wahh semangat yang betul-betul luar biasa. Padahal sudah bekerja di perusahaan kontraktor asing dan punya penghasilan sendiri lho sekarang. Saya merasakan tekad dan determinasi yang kuat saat bicara dengan sis Hermin yang juga adalah single parent dengan dua anak lelaki ini.

8cea6e68dc7cbb7b4229664ec0005984

Sis Hermin saat kopdar YROI. Engga keliatan ya, salah posisi.

Dapat apa sih Sis sebenarnya dari riding itu?

“riding motorsport on the streets, is a freedom and an incredible pride i have”  jelasnya dalam bahasa Prince William.

Sis Hermin berharap ada lebih banyak lagi female biker terutama untuk motorsport. Alasannya

“pke motor gede harus punya nyali yg cukup..cw pke motor gede suatu tantangan..dan ga disepelekan lagi..”

Masih berani menyepelekan lady biker?

Thanks Sis Hermin sudah berbagi semangat dan inspirasi

527411_380647208625101_411710564_n

Rapat Komite Teknik (Komunitas R25 dan Yamaha Indonesia) Mempersiapkan Race 2 Yamaha R-series Cup

“Lampaui Dirimu”

Tagline selama musim race Yamaha R Cup ini memang sangat bermakna. Apapun yang kita lakukan setiap hari adalah utk melampaui apa yang sudah kita capai kemarin.

Bukan untuk menyenangkan atau mengalahkan orang lain.

Dalam konteks race pun demikian. Kita berlomba untuk mengalahkan performa kita sebelumnya. Faster and better in every lap. Kalau kemudian naik podium yang Alhamdulillah bonus.

Dengan semangat seperti inilah kemarin Komite Teknik yang terdiri dari perwakilan komunitas R25 dan Yamaha Indonesia bertemu untuk membicarakan persiapan teknis race ke 2 YRC yang rencananya akan diadakan tanggal 12 Juni 2015.

Mas, Komite Teknik itu apaan ya?

Continue reading

Tingkatkan Performa Balap dan Regulasi, Komunitas R25 dan YIMM Bentuk Komisi Teknik

Seri 1 Yamaha R Cup (Sunday Race) sudah berlangsung dengan sukses. Namun baik para komunitas yang berpartisipasi maupun pihak Yamaha merasakan ada kebutuhan bekerja sama meningkatkan kualitas kompetisi dengan tetap patuh pada regulasi.

Ide membentuk Komisi Teknik yang merupakan gabungan beberapa komunitas R25 dan Yamaha pun bergulir dan disambut baik. Saya, meskipun agak jauh dr tanah air, membantu memfasilitasi proses awal terbentuknya komisi ini.

Continue reading

Yamaha Sunday Race 2015 Seri 1 – Race Day: Best Lap Time Semakin Ngeri

Wah rusak tenan. Saat race selesai hari minggu sore dan informasi-informasi masuk, di sini sudah larut malam dan saya udah tepar. Senin kerjaan banyak banget di kampus.

Untungnya liputan media (baik mainstream maupun blog) sudah mulai banyak memberitakan hasil race dari Yamaha R Cup, setelah sehari sebelumnya tertutup berita laga MotoGP yang engga kalah ngeri hasilnya: VR46 won!.

Yamaha jelas full konsentrasi dengan ajang seri pertama ini. Baik di dalam maupun di luar sirkuit. Di luar sirkuit berbagai event digelar baik untuk mengkampanyekan keselamatan di jalan raya dan kecintaan pada otomotif bagi siswa sekolah, maupun atraksi hiburan bagi para pengunjung Sentul. Habis-habisan.

IMG_3863

Foto: Istimewa

IMG_3855

Foto: Istimewa

Continue reading

Analisa Mengapa Angka Penjualan R25 Nasional Turun (3 Faktor)

 

Saat minggu lalu mendapat press release resmi dari YIMM yang dikirimkan ke media, saya sudah membatin wah ini bakalan rame ini hehe ..

Saya tidak kontan menulis mengenai itu. Tapi coba kilik kanan kiri dulu. Kumpulkan data atas bawah dulu. Bukan hanya dari pihak Yamaha saja, tapi dari pemain lain.

FAKTOR PERTAMA

Tidak banyak diketahui orang bahwa angka penjualan yang dicatatkan ke AISI oleh pabrikan kerap kali adalah angka “inner sale”, begitu yang diistilahkan oleh sumber saya. Alias volume unit yang dilepas dari pabrik kepada dealer (ingat secara hukum keduanya beda entitas/subyek hukum). Bukan yang akhirnya diserahkan oleh Dealer kepada konsumen (subyek hukum ketiga). Mengapa? karena ini lebih mudah dicatatkan sebagai sale. Ketimbang mengejar berapa realnya unit yang terjual kepihak ketiga.

Penjelasan ini masuk di akal. Dan bisa menjelaskan mengapa nilai penjualan bisa anjlok ke angka 515. Mari kita lihat data AISI yang saya kompilasi.

aisi

Grafik memperlihatkan data yang fluktuatif namun cenderung meningkat semenjak R25 dilepas pertengahan juli 2014. Ini kemungkinannya adalah angka inner-sale tadi yang menggambarkan pengiriman dari pabrik ke main/sub dealer. Angka yang cukup fenomenal. Padahal target awal Yamaha untuk jatah awal nasional berdasarkan analisa pasar hanyalah 1.000 unit/bulan. Sisanya eksport ke 18 negara. Nampaknya euphoria pasar yang ditandai dengan dilampauinya quota inden online (dr 500 menjadi 1000 dan kemudian 2.677), inden PRJ dan inden dealer, ditambah kekalutan dan komplain indener telah membuat production line Yamaha dirubah utk mengejar demand — yang angkanya di atas analisa pasar sebelumnya. Saya ingat di beberapa forum R25 (saat bulan Agustus) banyak yg mengeluh inden dijanjikan 4 bulan itupun belum pasti. Perhatikan grafik meningkat hingga ke angka 3.690 di bulan oktober 2014. Ediann.. ingat ini kelas 250cc lho. Pada bulan Oktober ini saya rasa titik keseimbangan antara permintaan dan supply sebenarnya sudah terpenuhi bahkan terlampaui. Dan itu alasannya angka produksi turun di bulan November dan Desember, untuk mengkoreksi ketersediaan unit di pasar. Tapi ingat bisa ada gap waktu yang panjang antara informasi stock di lapangan –> keputusan merubah volume produksi –> angka real produksi –> angka real penjualan.

FAKTOR KEDUA

Pengunduran jadwal eksport R25 dari akhir Agustus menjadi akhir Oktober (shipping pertama ke Jepang tgl 20 Okt sejumlah 120 unit – sumber: Motorplus online). Memang hanya dua bulan. Tapi ini menyebabkan volume R25 yang harus diserap oleh pasar nasional jadinya membludak, dan beban penjualan unit 2014 sulit diselesaikan di akhir tahun 2014, bahkan di beberapa tempat carry-over ke tahun 2015. Ini juga sebabnya di beberapa dealer dilakukan program cash-back dll utk produksi tahun 2014. Kondisi ini yang kemudian dikoreksi dengan penurunan alokasi pasar nasional menjadi 515 unit saja di bulan Februari. Juga ditambah dengan faktor mulai full export ke luar negeri. Saat weekend lalu saya cek di dua forum R25 yang beranggotakan lebih dari 16 ribu orang, jawabannya rata-rata ready stock 1-2 motor dari beberapa tempat di Indonesia. Ada juga yang kosong, terutama di sub-dealer.

Screen Shot 2015-03-19 at 10.09.54 pm

FAKTOR KETIGA

Mungkin ini agak menyentil  Yamaha. Consumer atau saya lebih tepatnya dengan istilah komunitas 250cc (karena consumer itu asumsinya sekali beli selesai) itu adalah komunitas yang kritis. Mereka membutuhkan pendekatan dan marketing strategi yang berbeda dan selalu inovatif.

R25 seperti juga product motor 250cc lainnya hanya bisa laku apabila pabrikan bisa memenuhi 4 P dengan baik. Product, Price, Place dan Promotion. Product bagus, pricing tepat, dan targeting market yang baik saja belum cukup, apabila tidak ada upaya penyegaran promosi terus menerus.

Dan di lini promosi dan marketing inilah sepertinya konsentrasi Yamaha terpecah dan menurun. Dugaan salah promosi Blue Core, NMax, MX 150/King yang target pasarnya lebih besar menyebabkan perhatian ke promosi R25 sangat berkurang. Helloo…?

Memang ada event-event seperti R25 Cup tapi ini lebih dengan target membina komunitas yang sudah ada. Ini tidak akan menjangkau para calon pembeli yang duduk galau dan tidak ikut event2 seperti diatas.

Harus ada terobosan lebih. Coba lihat Kawasaki yang meluncurkan produk-produk inovatif untuk membuat Ninja 250FI bertahan dengan slippery clutch, knalpot nassert beet. KMI pun juga terpukul dan harus mengkoreksi nilai import lebih dari 30% setelah keluarnya R25. Tapi sembari menunggu all new Ninja 250, upaya membuat package Ninja 250 menarik di lakukan. Memang ada perubahan personnel paska resign nya mas Eko dan Mas Zaldi, dilanjutkan dengan perubahan struktur di marketing dan promotion YIMM. Tapi ini sama sekali bukan faktor yang harusnya berpengaruh.

Perlu ada tim kecil dan konsultasi pasar/komunitas yang baik oleh Yamaha untuk khusus menangani ini. Kalau engga, siap-siap saja yang awalnya hanya fenomena sementara (turunnya national sale) menjadi angka yang lebih permanen.

 

 

Photo Eksklusif Aplikasi CLV (Circuit Log Viewer) di R25 Jelang Yamaha R-series Cup 2015

Yamaha sudah memfinalisasi jadwal resmi YRC utk serie 2015 nih:

  • Serie 1 – 29 Maret 2015
  • Serie 2 – 14 Juni 2105

Break Puasa-Lebaran-17an

  • Serie 3 – 20 Sept 2015
  • Serie 4 – 1 Nov 2015
  • Grand Final YCR dan R Cup 22 nov 2015

Jadwal ini didapat setelah memperhatikan event IMI yang lain serta tentunya kalender nasional.

Wuihh serie pertama sebentar lagii. Bro dan Sis sudah siap belum?

Continue reading