Pecah! Bautista/Ducati Finish 15 Detik Di Depan Rombongan – WSBK Philip Island Race 1

Ini debut pertama Ducati V4R. Konfigurasi baru, mesin baru. Pertanyaannya apakah sanggup menghadang dominasi Rea dan Kawasaki ZX-10RR yg sudah juara dunia 4 kali berturut-turut.

Continue reading

Advertisements

Mengapa Saya Pilih Kawasaki KLX450R?

 

 

Kaget juga waktu diperlihatkan iklan KLX450R dijual dengan discount agresif hampir 50%. Sementara saya lihat temen2 mulai forward di medsos, saya diam aja  dan langsung order.

Mengapa KLX450R mas?

Mengapa tidak?

Ini motor ringan banget, diturunkan dari sasis dan mesin motor juara KX450, Berat basahnya, dg semua fluid (BBM, oil dll) hanyalah 124 kg. Untuk menambah daya tahan rasio kompresi KLX450R diturunkan dari 13.8:1 menjadi 12:1. Tetap saja motor seringan ini mampu muntahkan tenaga yg sangat besar 64HP dan 50 NM. Edan dr motor berbobot 124 kg lho. PWRnya 0.516:1 Bandingkan dengan KLX250 yg PWRnya 0.173:1 , maka KLX450R punya PWR yang 3 (2,98) kali lipat besarnya.

Kalau dibandingkan KLX150R (PWR= 0.083:1) ? PWRnya KLX450R adalah 6,21 kali lipatnya. Clear ya..

Saya pernah beruntung dapat doorprize Kawasaki KLX150L saat media briefing tahun 2014, dan merasakan asyiknya main tanah di sekitaran BSD yang saat itu masih pembangunan cluster dimana-mana. Juga saat jelajah wilayah Nusakambangan dengan KLX150S untuk melihat lokasi tapak pembangunan bakal lapas super maximum security.

Saya merasakan sensasi yang tidak bisa dideskripsikan, harus dijalani sendiri dan tidak didapatkan di jalanan aspal.

Bagaimana dengan perawatan mas?

Meski mesin basisnya KX450, namun dengan kompressi yang lebih rendah, perawatan tidak serewel KX. Tetap harus ganti oli dan cek ring/piston tiap 1,500 km, namun itu dalam konteks kompetisi. Untuk pemakaian bapak-bapak ganteng tua berusia 44 thn yang demen jalan-jalan di kampung di Banten tentu stressnya tidak sebesar kalau motor dipakai hill-climbing,

Sayang saja harga normal KLX450R terlempar tinggi akibat tembok PPNBM diatas 250cc, juga kondisinya di Indonesia belum street-legal. Kalau tidak mungkin ini bisa jadi salah satu motor terlaris penggaruk tanah di Indonesia.

Tidak pakai lama, KLX450R pun dihantarkan. Senang sekali lihat fotonya. Tapi yg sabar ya, babang baru pulang ke Indonesia September 2019. heheheh

 

 

51077078_2074092982687326_24727891954630656_n.jpg

Batasan Penggunaan GPS Perlu Diperjelas di tingkat PP/Perkap Agar Tidak Menimbulkan Penyimpangan di Lapangan.

 

 

Dari pihak penegak hukum pandangan mengenai penggunaan GPS di telepon masih beragam. Irjen Pol Setyo Wasisto menyatakan GPS telepon apabila dioperasikan dengan satu/dua tangan maka akan ditindak. Kendaraan harus berhenti dahulu. Kurang lebih senada, Korlantas (Korps Lalu Lintas) Polri, Dirkamsel Brigjen Pol Chrysnanda menyampaikan bahwa melihat GPS untuk memandu arah dimungkinkan selama tidak mengganggu konsentrasi.

Continue reading

Yamaha MT-15 Menurut MT09 dan MT10 Owner. Sudah Cukup MT-kah?

 

3 tahun lalu ketika Xabre diluncurkan, ada pertanyaan: mengapa tidak diberi nama MT-15? Saya jawab: mungkin karena Yamaha sedang mempersiapkan MT-15 yang sesungguhnya. Silahkan cek artikel ini (ga diedit). Dan itu ternyata memang terbukti sekarang. Menggunakan popularitas MT-07 dan MT-09 yang menjadi salah satu motor terlaris di Eropa, Yamaha melatih dan menghasilkan adik termuda: MT-15

TN308211.JPG.jpg

Continue reading

Test Spanyol dan Portugal WSBK 2019: Persaingan Makin Kerad. Rea + ZX10RR Masih Tercepat.

Test resmi WSBK untuk musim 2019 rampung di Jerez Spanyol dan sudah dimulai di Portimau, Portugal.   Tanda-tanda persaingan ketat nampak sudah terasa bila kita lihat catatan waktu yang ditorehkan oleh masing-masing team. 10 pembalap tercepat tercatat memiliki selisih waktu kurang dari 1 detik. Rapat banget dah… kayak metromini 75.

Padahal yang Namanya test pra-musim adalah kesempatan masing-masing tim mencoba berbagai settingan pada motor, alias catatan waktunya bisa sangat variative.

Continue reading

[Viral Video] Helm AGV Pista Bisa Lepas Dr Kepala Meski Strap Terkunci. Ini Penyebab Helm Simoncelli terlepas?

 

Mulai kemarin beredar video yang diunggah oleh bro Herlambang Bayu Ajie Bayu dan kemudian diunggah ulang oleh bro Ariv A Rahman. Dalam video itu diperlihatkan bagaimana helm AGV yang digunakan bisa terlepas dari kepala meskipun chin strap (atau pengikat dagu) sdh dipasang.

Kok bisa mas?

Oke berikut tahap2nya.

  1. Helm dipakai, menurut saya sih agak sedikit longgar
  2. Strap dipasang.
  3. Chin strap didorong ke arah dagu.
  4. Helm ditarik ke depan atas
  5. Voila, helm terlepas dari kepala dg posisi strap masih terkunci.

Saya menonton sambil berbisik what the F?

Apalagi moment video ini beredar tidak lama setelah kejadian naas yang menimpa saudara kita bro Iqbal yg helmnya terlepas.  Pertanyaan jadi muncul.

Apa yg salah? Apakah ukuran helm yg tidak pas?

Atau kesalahan desain posisi strap yg terlalu maju sehingga bisa didorong dan lolos menahan rahang?

Apakah jangan2 ini sebabnya helm Simoncelli dan bro Iqbal terlepas saat crash?

Tapi sebelum berkepanjangan menduga-duga, saya lakukan dua hal:

  1. Bertanya ke teman yg faham hal-ihwal perhelman, yakni bro Agus Hermawan, juragannya Juragan Helm, dan;
  2. Mencoba sendiri.

Lalu saya ngobrol dg bro Agus atau biasa dipanggil dengan nama sayang Gaus.

Menurut beliau, tujuan dr video itu hendaknya clear dulu.

Kalau tujuannya untuk membuktikan helm tidak safe untuk digunakan, maka video itu missleading. Karena semua helm, dg strap terkunci, apabila diarahkan ke depan ke arah dagu maka dorongan dari arah belakang pasti akan membuat helm terlepas.

Bro Agus sudah membuktikan sendiri dengan semua helmnya, lepas semua.

agus.jpeg

Menurutnya cara untuk mengukur safety helm tidak seperti itu. Ada teknik-teknik yang sudah testandarisasi dan diterapkan DOT, SNELL, ECE dan bahkan SNI. Termasuk test impact, integritas shell, kepenjalan foam, daya tahan strap.

Saya belum puas sebelum coba sendiri. Dan dari hasil percobaan dengan menggunakan helm Arai kesayangan, ternyata hasilnya sama. Helm juga lolos jack…

 

Saya pakai balaclava, helm meluncur dengan mulus, begitu strap saya dorong ke arah dagu.

Padahal rambut saya gondrong dan tebal sekali, Memukau para wanita. Da kebayang bagi rider2 yang ikut PERBAKIN, persatuan bathuk kinclong.

Penasaran, saya minta tolong Pape ASR, test, sama hasilnya lolos juga.

Jadi JIKA MEMANG tujuan video itu untuk menyatakan helm AGV itu tidak aman krn setelah strap didorong ke dagu helm bisa lolos, menurut saya itu kesimpulan yang bisa menyesatkan.

Mengenai kejadian terlepasnya helm almarhum Simoncelli dan Iqbal nampaknya bukan disebabkan oleh lolosnya chin strap diatas. Utk Simoncelli, strap helm memang tercabut. Sementara itu utk naas yg menimpa almarhum Iqbal, menurut saksi mata di lapangan, helm saat ditemukan kondisi sambungan antara tali helm & batok/shell helm terlepas. Jadi DD Ring masih dalam posisi utuh terkunci. Apakah itu disebabkan karena daya hentak terlalu besar utk design strap atau hal teknis lain tentu ada baiknya pihak produsen helm atau pihak independen lain melakukan pemeriksaan atas hal ini. Untuk mencegah hal yang sama berulang.

 

Always Safety Riding!