Dua Pembalap Indonesia (Astra Honda dan Yamaha) Tercepat Sessi Practice di Dua Kelas ARRC di Australia

 

ARRC (Asia Road Racing Championship) pas lagi main di Australia nih. Sayangnya lumayan jauh dari Canberra. Yang menarik gelaran ini bersamaan dengan Australian Superbike. Dibawah regulasi yang berbeda menarik kita lihat perbedaan catatan waktunya pada sirkuit yang sama.

Continue reading

Advertisements

Ninja 400 Mulai Ganggu Dominasi Yamaha R3 di Kelas WSSP300 – WSBK

Musim balap WSSP300 – WSBK tahun 2017 berisi dominasi solid Yamaha R3. Tampil sebagai motor dengan handling paling enteng dibandingkan CBR500R dan Ninja 300. Bahkan jago balap kita, Galang Hendra berhasil mengumandangkan lagu kebangsaaan Indonesia Raya di putaran terakhir di Jerez. Musim ditutup oleh Marc Garcia sebagai juara umum dengan besutan R3nya.

Pada sessi official practise bulan lalu, Galang bahkan mematahkan rekor tercepat di sirkuit Aragon.

https://7leopold7.com/2018/04/13/wsbk-worldssp300-aragon-dimulai-galang-hendra-tercepat-di-sessi-latihan-resmi-di-sirkuit-ini/

Namun nampaknya ini mulai diganggu oleh si anak baru Ninja 400.

Screen Shot 2018-04-016

Galang Pembalap  R3 yg tercepat.

Continue reading

[UPDATE] Kasus Dugaan Kartel Honda-Yamaha Sudah Di Tingkat Kasasi. Akankah Honda-Yamaha Tetap Diputus Bersalah?

Februari 2017 KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) sudah memutus bahwa Honda dan Yamaha melakukan praktek kartel. Saya sudah menulis bahwa tidak ada direct evidence sehingga KPPU bisa sampai pada kesimpulan keputusan itu.

https://7leopold7.com/2017/01/11/lemahnya-alat-bukti-kppu-untuk-menyimpulkan-kartel-yamaha-honda/

Continue reading

Kasus #RIPLOGIC – NMAX VS PCX dan Hukum Fisika Dasar

 

Kemarin rame beredar hasil racelogic dua motor berbeda: NMax dan PCX. Saya awalnya ga peduli. Nyari performance ya mestinya di motor sport.

Tapi jadi rame karena perbandingan yang dilakukan menunjukkan performa PCX justru berada di atas NMax yang mesinnya notabene memiliki cc dan feature mesin lebih (VVA, jumlah valve). Nahhlhoohhh..

 

Komparasi-Honda-PCX-150-Lokal-VS-Yamaha-NMAX-155-VVA-Versi-2018-Close-Up.jpg

Photo: Pertamax7.com

Continue reading

Bersembunyi Di Kursi Belakang, Dua Saudara Kembar Driver Taxi Online Rampok Dan Bunuh Penumpang. Apa Yg Harus Dilakukan Untuk Mencegah Kejahatan Seperti Ini Terulang Lagi?

Status mengenai ini saya tulis kemarin di FB dan mendapat banyak masukan dari rekan2 FB. Apa langkah pencegahannya ke depan?

 


Mengenaskan kemarin pagi saya membaca berita tentang seorang ibu dengan putri masih balita menjadi korban perampokan dua saudara kembar di taxi online (Grabcar) yang ia pesan.

pelaku

Mencari nafkah sebagai manager pemasaran wedding organiser (penyelenggara acara pernikahan), Siska Rohani (29 th) malam itu masih bekerja. Ia memesan taxi online melalui aplikasi untuk berangkat dari Jakarta Pusat menuju Jakarta Selatan.

Dari reka peristiwa terungkap pelaku kedua (32 th, saudara kembar dari driver) bersembunyi di kursi belakang. Pelaku baru muncul dan mengancam korban dengan pisau setelah mobil berjalan. Mobil diarahkan memasuki tol jagorawi (masuk lewat gerbang E-toll?). Selama perjalanan korban diminta memberikan uang 20 juta rupiah. Namun karena tidak ditemui adanya cash, korban diminta menelpon rekan/kerabat. Sayangnya tidak berhasil. Kemudian korban dipaksa menyerahkan dua ATM dan kode PIN kartu tersebut.

Di rest area KM 34, driver (baru 2 bulan bergabung) turun untuk menarik uang dari rekening ber-ATM tersebut. Namun tidak didapati adanya uang yang tersisa. Mobil kembali diarahkan menuju Bogor. Pada saat inilah korban dicekik di leher oleh pelaku hingga meninggal. Kepala almarhum kemudian ditutup kantong plastik hingga tiga lapis. Setelah membuang identitas, jenazah almarhum pun kemudian dibuang di ruko Cibinong Griya Asri.

Pihak kepolisian setelah ada laporan ditemukannya korban kemudian melacak menggunakan INAFIS dan berhasil mendapatkan identitas korban. Pelacakan aktifitas terakhir korban kemudian mengarah pada pemesanan taxi online tersebut. Dalam waktu tiga hari kedua pelaku tertangkap di Tajurhalang Bogor.

 

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan turut berduka dan keprihatinan yang mendalam. Tentu keluarga terutama balita yang ditinggalkan sangat kehilangan. Mari kita doakan agar almarhumah senantiasa mendapat ketenangan dan keluarga dikuatkan.

korban

Kedua, terima kasih kepada warga masyarakat dan kepolisian yang sudah menemukan pelaku dalam waktu dua hari. Kejahatan yang ditemukan pelakunya akan mengurangi faktor resiko terulanginya lagi modus yang sama.

Ketiga, sebagai masyarakat apa yang kita bisa lakukan untuk mencegah ini terulang lagi dan memakan korban yang bisa saja kerabat atau orang yg kita kenal?

Dari sisi korban, almarhum tentu merasa sudah sangat percaya, dan juga mungkin sudah sangat terbiasa menggunakan jasa taxi online. Semua order tercatat. Driver jelas. Hampir bisa dikatakan tidak ada kasus seperti ini sebelumnya. Pada saat ternyata sudah ada orang lain di belakang kita dan mengancam dengan pisau, tentu tidak banyak yg bisa kita lakukan.

Setelah ini mungkin kita, apalagi penumpang tunggal, akan lebih berhati-hati saat memasuki taxi dengan mengecek area belakang tempat duduk penumpang. Saya ingat dulu saat biasa pakai taxi online juga terbiasa memperhatikan ID driver yang terpampang di dashboard. Apabila perjalanan panjang dan malam, saya biasa kirim text nomer lambung taxi ke grup di rumah. Mungkin pada era online sekarang menggunakan feature “Share My Ride” kepada keluarga. Jika merasa perasaan kita tidak nyaman, ada baiknya juga menelpon atau berbicara dengan kerabat/keluarga selama dalam perjalanan,

Dari sisi perusahaan penyedia taxi online menjawab bahwa semua driver online sudah melalui test dan persyaratan administratif. Calon driver diminta melampirkan surat catatan bebas kriminal. Tapi apakah proses seleksi yang ada sekarang sudah memadai? Bagaimana mencegah fenomena sopir tembak? Atau dugaan jual beli account driver?

Dari sisi pemerintah dalam hal ini kementerian perhubungan, selayaknya yang menjadi perhatian juga adalah pada standard keamanan dan keselamatan penumpang. Bukan sibuk terfokus hanya pada mengatur batas bawah tarif taxi online agar sama dg taxi konvensional.

KIta harus jadikan kejadian ini terakhir dan momen bagi semua pihak untuk berbenah.

Bagaimana menurut bro dan sis untuk mencegah ini terjadi lagi?