31 Riders – 1 Tujuan – Tanjung Lesung

Selamat Sabtu Pagi, salam dari bumi Serpong yang basah. Sudah cukup lama tidak ngobrol2 tentang jalan2, review motor meluluuu… hehe Setelah sebelumnya memanaskan motor ke Lampung, ASR (Always Safety Riders) awal bulan Februari lalu melakukan riding ke sisi barat daya pulau Jawa: Tanjung Lesung. Fullscreen capture 29032014 81819 Seperti biasa, tanpa ada PIC dan dengan persiapan haha hihi, terdaftarlah 31 riders (28 dr Tangerang/Tangsel dan 3 dari Serang). Agar tidak mudah cancel (ini penyakit biker biasanya) peserta diikat dengan kewajiban menyetorkan DP dulu hehehe. Sedikit warning: ternyata mencari penginapan di area Tanjung Lesung tidaklah mudah seperti di sepanjang wilayah Anyer dan Carita. Tanjung Lesung ini wilayah terbatas yang dibangun oleh konsorsium beberapa grup pariwisata dengan joint access dan facility. Akibatnya? Ya gitu deh harga relatif mahal. Untungnya bro Bobi ASR sigap dengan Mitha Tournya berhasil mendapatkan deal harga paket meeting yang cukup murah (ya dianggap peserta seminar/training ga apa2 deh). Thanks Bro. Tanggal 8 Februari jam 4.45 pagi di Shell Serpong stlh WTC adalah meeting point. MP ini cukup besar dan nyaman utk berkumpul dan yang ingin sholat subuh. ASR juga dikenal dengan singkatan: After Subuh Riders hehehe.. Sayapun menggelincir, sedikit telat maaf ya sods, dengan YZF-R6. Sudah berkumpul 28 riders dengan kondisi full tank dan siap riding. 1669745_10152192386669158_1149461925_o Jam 5.15 we hit the road. Perjalanan pagi sangat menyenangkan, kondisi jalan masih sepi dan tubuh segar. Yang awalnya para riders akan dipecah menjadi 2 grup berdasarkan riding style (kalem rider dan binal rider), akhirnya digabung menjadi satu dengan beberapa sweeper untuk mencegah sub-kelompok terpecah/tersesat. Untuk rute menuju Serang, seperti tradisi ASR, kami memilih rute via Tanjung Kait.

shot_000007

Ini peta saat ke lampung, akurat untuk ke tj Lesung sampai titik Serang

Tidak melewati Jalan Raya Serang yang penuh dengan truk, pasar tumpah, jalan berlubang dan bubaran pabrik yang bisa bikin frustasi. Sedikit memutar, tapi jalanannya sudah berbeton dan sepiii. Rute ini sangat recommended bro, hanya ada anda, motor dan terpaan angin yang menyegarkan.

Fullscreen capture 11132013 31933 PM

Ini foto saat ke Lampung via Tanjung Kait

 

DCIM100GOPRO

Bro Teddy Panca diatas kali Cikande

Kurang lebih 1 jam 15 menit kami memasuki Ciruas utk bertemu dengan Bro Assen MBC Serang, kamipun digiring untuk menuju refueling point alias tempat sarapan milik adiknya Bro Assen …. Menunya Nasi Uduk komplit dengan Kari Kambing plus teh panas yang dicampur lemon dan parutan jahe… aduhh luar biasa….enak banget…. 560089_10151962519819158_571953712_n Brother dan sister, kuliner memang sulit dipisahkan dengan riding, makanya titik berhenti harus betul-betul memperkirakan lokasi makan dan nongkrong yang enak. Setelah sarapan, ngopi, santai dan download di toilet, rombongan pun jalan lagi menuju Tj Lesung dengan melewati Anyer. Rain coat masih on karena update informasi lintasan Anyer gerimis. Perjalanan santai saja karena lalu lintas menuju Merak mulai padat. Tidak perlu memaksakan diri dalam satu konvoi panjang, tidak perlu pakai voorijder atau strobo. Enjoy saja. Memasuki wilayah Anyer barulah kemudian kami bisa mengembangkan lagi kecepatan. Ditambah lagi tipe jalan yang mulai mengayun kanan kiri dengan tanjakan dan turunan kecil…. Fullscreen capture 29032014 65651 . Sayangnya menjelang Labuan, ada beberapa kondisi jalan yang terkikis permukaannya, bahkan di bawah hujan ada beberapa titik banjir. Beware of the gravels, banyak kerikil… Fullscreen capture 29032014 64501 Memisahkan diri dari jalan raya propinsi, kami memasuki jalan menuju Tj Lesung, lebih sempit dan sepi. Untungnya kondisi jalan relative mulus… Dan tibalah rombongan di kawasan Tanjung Lesung. Wilayah ini memang terlihat eksklusif, pantes aja. IMG_3475 Saat tiba di villa Kalicaa, yang pertama para rider cari setelah memarkir motor adalah selang air untuk membilas kotoran dan air laut yang mungkin tercampur di banyak genangan air tadi. Badan basah dan kotor ga masalah, kalau motor jangan… Beres… santap siang lanjut tidurr… IMG_3391 Villa yang kami tempati besar dan menghadap langsung ke laut. Suasananya tenang, setidaknya sampai rombongan kami datang hehehe.,. Acara sore diisi dengan jalan-jalan santai di pantai, ngobrol2 tentang motor dan tentunya foto-foto.

71483_10152192420894158_2006482015_n

Foto oleh Pape ASR

1795757_10152192404254158_1512733401_n 1897850_10152192419934158_1793015774_n Malam hari, menu makan barbeque…. Sedapp… tanpa banyak cerita dan foto langsung disantap ludes.   Kelar makan dilanjutkan dengan pertemuan informal membahas kondisi touring, saling memberi masukan untuk para rider, rencana touring berikutnya, serta rencana untuk membuat usaha storing (agak serius kayanya hehe) Sambil rapat kita menyantap kiriman Martabak bro Assen yang luar biasa. Martabak Keju Duriannya bro, cukup 1 potong, 3 minggu masih berasa enaknya…hehe lebay dikit. Sementara Martabak telur, dagingnya teball dan bumbunya hangatt.. Kalau Bro dan Sis kebetulan melintas Serang dan Pandegelang, silahkan dimonggo menjajal martabak Assen yang tebal nan empuk…

1656433_10152192422409158_2063480469_n

Bro Assen yang bertopi biru

ASR juga dikenal dengan singkatan Aki-aki Suka Riding. Menjelang tengah malam, waktunya para Aki tidur dengan pulas… Karena besok jam 8 pagi sudah rolling lagi bro….. Zzzzzzzzzzzzzzzzzz …… Pagi tiba…. Mandi dan sarapan. Atau Sarapan dan Mandi…terserah prioritas masing-masing. Sudah rapi dan ganteng, kecuali Sis Inge tentunya hehe. Kita pun mengabadikan (angkatan 80an banget istilahnya) momen ini dengan foto-foto. IMG_3447 IMG_3461 Beres sekitar jam 9.15 …let us roll….. IMG_3479 Perjalanan pulang kali ini kami memutuskan melewati Pandegelang yang khabar terakhir semua proyek pembetonan jalan sudah selesai. Pilihan yang tepat, karena rute ini rute biker banget. Naik turun, tikungan kanan kirinya asyik banget…. Sempat tertahan dan putar balik karena jalan terkunci oleh dua truk yang mogok… Namun secara umum rute Pandegelang ini mostly recommended kalau biker ingin trip ke sisi barat atau barat daya pulau Jawa… Cukup lebar, aman dan ada banyak titik persinggahan (alias tempat makan) yang terlalu menarik untuk dilewatkan.

IMG_3496

Foto oleh Pape ASR

IMG_3512

Foto oleh Pape ASR

IMG_3531 IMG_3543   Meskipun belum saatnya makan siang, tapi karena sudah tiba di warung bu Entin menjelang Serang, kamipun berpesta makan siang lagi… Udang, Cumi, dan Ikan Bakarnya luar biasa….. Hampir satu jam isi BBN (Bahan Bakar Nasi), kamipun bersiap menyelesaikan sisa trip yang tinggal 2 jam lagi menuju area Tangerang/Tangerang Selatan. Nahhh, karena sudah lewat tengah hari, perjalanan mulai tersendat di jalur utama non-tol Serang – Jakarta. Sampai akhirnya kami memasuki rute Ciruas-Tanjung Kait – Tangerang seperti saat pergi… Lancarrr, …… Debriefing sejenak, kita pun kemudian bubar menuju area masing2. Syukur kepada Allah Touring kali ini berjalan dengan lancar sehingga kita semua bisa pulang dengan selamat ke keluarga masing-masing.

Advertisements

Test Ride Versys 650 (part 2): Ketika Sportbike Tak Berdaya

Maaf sekali bro dan Sis, baru bisa nulis lagi pas weekend.

Review sebelumnya: Versys 650: 90% Er6 + 30% Comfort (Part 1)

Review saya lanjutkan dengan mencoba melihat apakah Versys 650 memang kendaraan yang tepat untuk menjelajah multistrada atau “ pelbagai jenis kondisi jalan “di Indonesia.

Ada dua rute yang digunakan:

  1. Serpong – Lampung (450 km pp). Rute ini mungkin bisa dianggap merepresentasikan rute touring jarak pendek yang biasa dilakukan oleh para pencinta aspal di Indonesia.  Sebuah kombinasi jalan nasional + jalan propinsi yang ‘relatif baik’. Kenapa dengan aposthrope? Karena pada kenyataannya kondisi jalan tidak selalu baik dan terawat.
  2. Serpong – Rangkasbitung (150 km pp). Rute ini melewati jalan kabupaten bahkan beberapa merupakan jalan kampung yang biasanya dihindari oleh para rider kita saat touring. Trip luar kota lewat rute ini dengan motor sport? Lupakan saja. Apakah Versys bisa? Mari kita lihat
-6.329722; 106.455556

6° 19′ 47″ S; 106° 27′ 20″ E

Continue reading

Apakah Anda tipe Night Rider atau Morning Rider?

Selamat malam Bro dan Sis,

salam dari Makassar, kebetulan lagi tugas dan sempet nulis sedikit.

Bro dan Sis, mengamati kecenderungan riding selama ini, apakah Bro dan Sis termasuk tipe night rider atau morning rider kalau akan touring/rolling?

Kalau riding berangkat dan pulang kerja jangan dihitung ya. Lho kenapa om Leo?

Ya karena kita ga bisa bebas ngatur berangkat dan pulang kerja. Ada yang sudah menentukan alias kantor/tempat kerja. Kecuali jadi bos besar di tempat kerjanya sendiri ya hehehe.

Kalau touring atau rolling waktunya kan lebih bebas mengikuti kemauan, pilihan dan kesempatan kita.

Saya sendiri adalah tipe morning rider.

IMG-20130428-00064

Dari pengalaman sejak th 1999 solo ride (belum banyak/ada klub motor) mudik Jkt-Yogya tiap tahun dg Tiger 97, saya selalu berangkat menjelang subuh. Dan tiba di tujuan saat masih terang. Sampai sekarang setiap kali touring saya lebih memilih berangkat menjelang subuh atau pagi. Pun untuk rolling kopdar saya lebih prefer pagi ketimbang malam hari.

Mengapa?

1. Kesiapan tubuh dan pikiran

Saya merasa lebih fresh, segar, dan bisa menikmati perjalanan saat pagi atau menjelang subuh. Karena tubuh dan pikiran sudah mendapat istirahat yang cukup sebelumnya.

Riding, apalagi jarak jauh, menuntut organ-organ tubuh dan panca indera bekerja optimal. Tanpa istirahat yang cukup di malam sebelumnya, tubuh kita bisa turun imunitasnya dan lebih mudah terserang penyakit yang mengganggu fungsi organ tubuh.

2. Menikmati Perjalanan dan Kehidupan yang Ditemui

Pada saat kita mulai lelah (setelah 2-3 jam riding) jalanan justru mulai terang dan bahaya di jalan berkurang (krn visibilitas meningkat). Perjalanan juga lebih bisa dinikmati. Melihat bagaimana kehidupan di sebuah tempat mulai beranjak hidup. Melihat, meski secara sekilas, ibu-ibu mencuci di bebatuan kali. Siswa-siswi berangkat ke sekolah. Itu semua menyegarkan jiwa.

Efek negatifnya, saat melintasi kota/daerah tertentu, in-city traffic (kemacetan kota) krn aktifitas pasar dan pabrik bisa membuat perjalanan tersendat. Ini diakali dengan menyesuaikan jam keberangkatan atau mencari rute lain bila ada.

3. Faktor Keamanan dan Keselamatan di jalan

Keamanan – gangguan dari orang. Keselamatan – resiko akibat kondisi jalan, accident dari pengendara lain. Dalam kondisi situasi keamanan belakangan ini, perjalanan malam semakin rentan dengan ancaman keamanan (perampasan motor, pembegalan, penembakan). Faktor keselamatan dari kondisi jalan yang buruk juga penting. Ada banyak sekali kecelakaan maut sepeda motor yang diakibatkan kondisi jalan yang rusak. Jika ingin rehat di tengah jalan juga relatih banyak pilihan dan aman. Tidak harus berhenti di Pom bensin atau kantor polisi.

4. Proses Recovery paska riding

Saya lebih prefer berangkat pagi, karena begitu tiba di tujuan, jam biologis kita masih normal. Utk touring jarak menengah, ke Yogya misalnya berangkat subuh, saya tiba saat masih terang. Beraktifitas sedikit, tidur, esok harinya tubuh pulih seperti sedia kala. Kalau saya berangkat malam, saat tiba pagi/subuh saya membutuhkan waktu yang cukup utk recover di hari itu. Artinya kegiatan mungkin baru bisa mulai siang hari + kacaunya jam biologis saya. Untuk touring jarak dekat (dibawah 4-5 jam), berangkat subuh/pagi juga pas, karena saat tiba, tubuh kita hanya butuh beristirahat sebentar (krn cukup tidur sebelumnya).

Bagaimana dengan bro and sis, night rider atau morning riderkah anda?

2nd Anniversary Gathering – NEX 250R Lembang

 

Selamat istirahat siang Brother and Sister,

Semoga sudah makan dan keadaannya baik selalu.

Saya sebenarnya sudah cukup lama off dr dunia komunitas/klub motor, semenjak si bungsu, 7, hadir dlm kandungan. Setelah 7 cukup besar (hampir 4 thn), saya penasaran untuk mengintip lagi apa sih yg skrg terjadi di dunia per-brotherhood-an.

Satu kelompok yang dua kali saya ikuti eventnya adalah NEX 250R.

Ini bukan klubnya Suzuki Nex  😀

Tapi kumpulan rider Ninja 250 yg berdomisili di kawasan segitiga Jakarta bagian Selatan-Bogor-Tangerang. Didirikan akhir tahun 2010, NEX sudah beranggotakan sekitar 150 rider, dgn agg aktif tercatat 53 orang (bergantian) dan rerata rider yg hadir di event antara 20-40 orang.

Saat NEX 250R mengadakan 2nd year Anniversary Gathering ke Lembang tgl 25 Jan kemarin, kebetulan sekali jadwal saya kurang lebih pas dan bisa ikut. Karena jadwal yg ga pas2 banget, Bianka terpaksa berangkat dan pulang duluan, jadi sorry ya ga ada liputan trip barengnya.

Berhenti untuk Sarapan Bubur di Cianjur. Motor sendirian

Berhenti untuk Sarapan Bubur di Cianjur. Motor sendirian

 

Continue reading

Nge-Cikidang bersama Ninja FI

Selamat pagi2 sekali Bro and Sist …

subuh yang damai. Semoga keadaan sobat semua selalu baik..

Selasa malam, 9 Okt, saya dapat email dr Masbro Lexy

Saya mau touring ke Pelabuhan Ratu bersama teman2 ninja 250 Sabtu ini. ……..
Kalau mau ikut hayuuk, sekalian kopdar kita.

Ini seperti saat lapar berharapkan dapat makan dg sayur pucuk dr hutan, namun malah mendapatkan lauk ikan. Atau Pucuk Dicinta Ulampun Tiba.

Sudah cukup lama juga saya ga touring rombongan, terakhir thn 2006 ke Pelrat juga, bersama MiLYS Scorpio

20121017-042754 AM.jpg

Untuk trip kali ini engga banyak yg saya persiapkan. secara motor ini standar habis, sehabis-habisnya dan juga baru saja diservice 2 minggu lalu. Saya hanya menyiapkan Tail Bag Kawasaki untuk tempat menyimpan pakaian ganti.

20121017-054206 AM.jpg

Ada dua hal kenapa saya sangat excited dengan trip ini.
Pertama krn saya ingin lebih kenal karakter dan batasan2 Bianka.
Misalnya utk high speed cornering. Kalau dipakai harian, saya kadang ragu, apakah speed i’m carrying sdh pas, seberapa miring sebelum mulai slip. Yg tentu tidak baik kalau ditest di jalan umum perkotaan. Ga Safe Bro dan Sist.

Alasan kedua: setelah sekian lama, dorongan untuk berkumpul bersama dlm satu komunitas menguat. Dalam komunitas kita bisa belajar banyak hal, baik mengenai teknis motor, ataupun untuk memelihara semangat kebersamaan sesama biker.

Singkat cerita hari H.
Rombongan NEX 250 yg berangkat ke Pelabuhan Ratu dipecah menjadi dua kloter. Kloter young guns, berangkat malam tadi. Dan Kami, kloter Sabtu subuh, para bapak2 beranak, saya, mas Lexy dan Bro Sion brkt dr rendez-vous point, Shell BSD pukul 5. Rute yg diambil adlh BSD – Bogor via Ciseeng di bawah pimpinan Mas Lexy yg sangat menguasai rute2 alternatif.

Kami tiba di Bogor dalam waktu 35 mnt, terima kasih utk lalu lintas yg lengang dan kondisi jalan yg cukup mulus. Sempat berhenti dua kali utk pipis, sarapan dan Bro Sion memasang kamera kecil utk merekam perjalanan kami.

20121017-054344 AM.jpg

Kamipun memasuki rute Cikidang. Ingatan lama saat membetot Yamaha Scorpio pun kembali.
Saya ingat saat itu, tubuh harus betul condong ke depan untuk menekan stang agar ban depan tetap mendapat grip. Untungnya saat itu saya tanpa boncenger dan motor sdh dpasang konrod versi 3 sehingga titik berat badan dan motor tidak ambles ke belakang.
Saat ini dengan Bianka mantwap sekali. Asphalt hotmix, dan ukuran roda yg lebih besar, membuat kita lebih percaya diri untuk mengeksplor titik dan sudut menikung. Jalanan yg membelok dan menanjak/menurun pd saat bersamaan juga membuat kita harus tetap menjaga riding line di sudut2’tikungan buta.

Terasa perbedaan karakter tenaga Ninja 250 dan Er6 fairing yg dibesut oleh om Lexy. Ninja 250 saat menghadapi perubahan tanjakan dan turunan yg drastis perlu cukup rajin berpindah gigi utk mendapatkan tenaga yg tepat. Sementara er6 dgn torsi yg cukup besar dan power band yg cukup lebar bisa dg tenang menjaga tenaga tanpa harus celetak celetuk pindah gigi.

20121018-030143 AM.jpg
Berhenti sebentar utk memasang mini cameranya Bro Sion di plat motor.

20121018-030604 AM.jpg
Re-hydrating, minum2 sambil mendinginkan minyak rem Bro Sion yg sempat blong

Dan akhirnya tiba di Pelabuhan Ratu bergabung bersama rombongan malam.

20121018-032836 AM.jpg
(foto by Bro Rully)

Setelah istirahat dan bersantai di tefi fantai, rombongan NEX 250 pun siap rolling utk photo session dan balik kanan.

20121018-091052 AM.jpg
(foto by Bro Rully)

20121018-092913 AM.jpg
(foto by Bro Rully)

20121018-033603 AM.jpg
(foto by Bro Rully)

20121018-033354 AM.jpg
(foto by Bro Rully)

Balik kanan ke jkt via Cikidang

20121018-033930 AM.jpg
(foto by Bro Rully)

20121018-034152 AM.jpg
(foto by Bro Rully)

20121018-034720 AM.jpg
(foto by Bro Rully)

20121018-034856 AM.jpg
(foto by Bro Rully)

Total perjalanan pulang pergi 280 km. Bensin habis 11.4 liter dua kali isi.

20121018-040148 AM.jpgn

Puji syukur kpd Tuhan yg sdh memberkati dan melindungi mulai dr berangkat hingga tiba di rumah.

Terima kasih buat masbro Lexy yg sdh mengajak ikut trip ini dan memperkenalkan dg NEX 250. Yg sdh menunjukkan jalan asyik dan lancar menuju Bogor dr BSD. Utk Bro Sion, compatriot dr BSD, semoga lekas sembuh batuknya.

Terima kasih buat capt Bro Rully, PIC bro Dahsyat, bro Ady, Bro Kiky dan kawan2 NEX 250 yg luar biasa brotherhoodnya, yg meskipun motor saya paling cupu, tp ga di-ceng-in.

Sampai ketemu di Kopdar/trip berikutnya.