[Regis] Impressi geber ZX-25R di sirkuit: Motor 4 silinder paling friendly untuk pemula

[Leopold: Regis ini (usia 18 th) sebelumya adalah rider KTM RC390 dan Ninja 400 selama di Australia. Sudah saya biasakan long ride. Sejak pulang ke Indonesia, lebih bergelut dengan dirtbike utk mempertajam handling dan keseimbangan. Dia belum pernah gass di Sentul. Saya secara khusus meminta dia utk review sbg seorang young riders alias kesannya atas ZX25R di Sentul]

Halo bro dan sis, kembali lagi setelah sekian lama dengan Regis

Nah kali ini saya akan membahas dan mereview motor ZX-25R yang baru saya test beberapa hari lalu di sirkuit Sentul.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih ke Kawasaki Indonesia  yang sudah ngasih kesempatan untuk jadi bagain dari beberapa orang di dunia yang ngetest ZX-25R ini. Juga Om Kun Pocing yang sudah menjepret aksi saya di Sentul.

Saya sebenarnya sudah beberapa kali dulu ke Sentul bersama ayah. Tapi kali ini situasinya berbeda dimana saya sebagai young newbie rider, akan bertukaran tempat dengan ayah yaitu mengambil alih test ride dan review.

Jadi kami berangkat jam 7,30 pagi dari rumah dan sampai jam di Sentul jam 9an. Sambil nunggu giliran, saya menyiapkan diri dengan make wearpack dan liner. Saat memakai wearpack, saya merasa grogi dan bangga. Bangga karena keinget dulu waktu kecil hanya bisa melihat orang lain yang make wearpack keren dan naik motor keliling sirkuit. Dan hari ini, saya orang itu. What a one hell of a feeling.  

img_4722

Pertama kalinya saya ke Sentul bareng ayah. Circa 2013

IMG_3051-min.JPG

IMG_3046-min

Foto bareng blogger senior idola

Grup diperbolehkan masuk pit dan begitu ngeliat unit-unit test ZX-25R berjajar, widihh…. rasa semangat dan grogi bercampur. Kami di briefing dulu soal ban apa yang dipakai dan regulasi-regulasi yang berkaitan. Usai itu, kami diberi waktu untuk memasang gopro di motor. Disaat keasikan masang mounting, ehhhh salah motor. Ya udah dengan waktu yang singkat ayah dan saya masang di posisi yang penting saja, ngga ada waktu buat experimen atau adjust. 

 

Masang helm, terus bunyi merdu sirene terdengar… Let’s do this.

5, 6 lap setelah itu saya masuk pit. Ayah sudah nunggu di depan pit, saya matiin motor langsung minta foto wkwkw

IMG_3070-min

muka sumringah karena mau muter 1 lap lagi

Begitu turun dari motor saya langsung diminta interview. Disini lah saya ngerasa terharu lagi inget waktu kecil hanya bisa ngelihat di tv pembalap di interview soal bagaimana motor mereka dan sekarang saya ditanya soal kesan-kesan motor. Wow. Maaf kalau cerita nostalgianya kebanyakan wkwkwk.

Nah sekarang mari kita ke Review ZX-25R nya ya.

MESIN

Hal pertama yang membuat saya terkejut saat di Sentul adalah mesin 4 silinder dari ZX-25R ini. Saya seketika bisa rasakan bahwa motor ini sedang berada di habitatnya dan nyaman saat di geber di sirkuit. This bike belongs to the track. Ledakan power di RPM 8000-10000 keatas memberi tarikan kuat yang bisa diandalkan saat membuka gas di corner exit. Asal RPM dijaga diantara 8000-10000rpm saat di tengah tikungan, bro dan sis akan menemukan sweetspot waktu keluar tikungan. Jangan sampai drop lho RPMnya.

Tetapi aspek diatas juga bisa menjadi double edged sword menurut saya. Jika powernya sangat terasa di rpm menengah keatas, bagaimana kabarnya yang dibawah? Karena saya pribadi juga sedikit skeptis mengenai performanya di kondisi traffic atau Stop & Go. Dimana secara logis kita membutuhkan tarikan/power di rpm bawah.

Saya beberapa kali sudah mendangar pengalaman teman-teman ayah yang pernah naik Suzuki Bandit 400 dan hampir semua mengaku bahwa tenaga di rpm atas itu mantap tetapi di bawah kosong alias ngempos. Bermesin teknologi modern, saya harap akselerasi di RPM bawah lebih baik di ZX25R.

Motor ini di track, bisa saya bilang secara PD, the best bike I’ve ridden. Tapi saya yakin bahwa 95% dari orang-orang yang bakal beli motor ini kemungkinan besar tidak akan memakainya hanya di track. Persamaannya seperti gini,  saya mempunyai pacar yang cantik, yang asyik dibawa bukan hanya di kondangan atau event-event glamour saja. Tapi juga saat diajak ke pasar, atau gawe.

Nah kita semua tunggu nanti saat ayah dan saya mengetest performa motor ini di jalan raya di kondisi yang beragam.

Screenshot (130)

BOBOT

Untuk bobot, saya hanya punya satu kata, yaitu ringan. Meskipun berat motor berada di angka 182kg, motor sama sekali tidak terasa seperti itu. Bobotnya ringan, mengingatkan saya dengan Ninja 400 yang saya pernah punya.

Ingat Ninja 400 itu 16kg lebih ringan! Dan hebatnya perbedaan berat tersebut sama sekali tidak terasa. Saat motor ini menikung dan flicking, sangat menurut dan tajam.

Dan ini membantu saya, yang newbie, untuk menemukan rasa PD yang awal saat turun di Sentul, meskipun belum pernah sebelumnya. Saya hanya membutuhkan 1 lap untuk penyesuaiaan dengan motor dan lap seterusnya saya bisa fokus ke track dan racing line.

CQ5P8264.JPG

HANDLING

Kombinasi bobot yang ringan, suspensi 37 mm dan swing arm banana, membuat handling motor ini di track Sentul a match made in heaven. Motor ini MAU menikung, dia justur mengajak bro dan sis untuk menikung, rasanya natural dan tidak ada yang menahan. Seperti pedang yang menemukan sendiri sasarannya, menebas tanpa dipaksa.

Alhasil saat cornering motor ini nurut dan forgiving. Yang saya maskud dengan forgiving itu mudah mengoreksi kendali motor ini jika diawalnya sempat membuat kesalahan.

Suspensinya itu memang terasa satu level diatas saudara 2 silindernya. Meskipun Suspensi depan tidak bisa di adjust, menikung dengan motor ini terasa planted (nancep/nempel) atau stabil,tanpa ada gerakan mengayun yang aneh atau tidak perlu.

Screenshot (128)

REM

Saya sebenarnya rada terkejut saat mencobai rem ZX-25R ini. Awalnya saya ragu melihat motor ini; keluarga ZX tapi kok hanya single disc brake, ternyata keraguan itu tidak beralasan. Rem ZX rasanya sangat akurat. Disentuh dikit aja menggigit.

Ini membuat saya lebih PD untuk mengerem motor lebih dekat ke tikungan dan mengurangi kebiasaan coasting atau menutup gas dan mengerem terlalu awal.

DSCF7717.JPG

KNALPOT

Iya memang jujur saja, suara dari knalpot standar ini menutupi karakter gahar dari 4 silinder sesungguhnya.

Saat mendengar suara knalpot Yoshinoya eh Yoshimura dari ZX-25R carbon yang dinaiki M. Fadly, saya dan ayah langsung berteriak karena eargasm. Saat motor kembali ke pit dan stationery RPMnya, suara motor mirip banget dengan ZX-6R dan ZX-10R. Kebayang deh di lampu merah gimana ngerusak kestabilan jiwa rider galau. Sementara itu ZX juga punya suara unik/khas 4 silinder lain yaitu saat RPM naik, ZX-25R meraung keras dan tinggi yang bakalan menarik perhatian orang.

Suara ini hanya bisa dicapai dengan memasang knalpot aftermarket. Oh ya satu hal untuk menambahi, knalpot standar ZX-25R ini itu satu set, tidak bisa mengganti ke slip on saja, jadi kalau mau ganti harus ke full system.

DSCF7702.JPG

KESIMPULAN

Buat saya sebagai newbie, ZX-25R ini sangat mudah dikendalikan bahkan di sirkut yang saya belum pernah gas sebelumnya. Handling yang ringan, pengereman yang presisi, dan ledakan tenaganya membuat pemula seperti saya sangat PD untuk mengikuti rider-rider lain yang lebih senior.

Jika bro dan sis mau mempunyai motor 4 silinder baru dengan fitur-fitur yang dipunyai oleh kakak-kakaknya dan tidak menjebolkan dompet, the ZX-25R is the friendliest, yet sharpest 4 cylinder bike for beginners and pros alike that you’ve been waiting for. And it can be yours soon.  

CQ5P8337

 

Credit photo: Om Koen Pocing

22 thoughts on “[Regis] Impressi geber ZX-25R di sirkuit: Motor 4 silinder paling friendly untuk pemula

  1. Mantep Mas Regis ulasanya sangat informatif, klo boleh masukan👌, bhs nya sedikit lebih keluarin lg ( bhs kekinian spy ada ciri khasnya) jgn d pendem (formal) hehe, lanjut terus jiwa Muda 👍

  2. Review Regis persis sepemikiran sama saya..
    1. Torsi 4 silinder bisa didapatkan di rentang rpm lebih tinggi VS silinder lain yg lebih sedikit (cmiiw)
    2. Suara sweet spot 4 silinder diatas 8 atau 10 rb rpm

    Ninja ini pasti akan lbh circuit track, kalau Buat Di jalan supaya bisa eargasm kita pasti akan geber. Jatuhnya Kita akan lebih memacu motor kita. (baca : kebut)

    Tapi buat yg punya duit mah bebas, banyak kok 4 silinder cc jauh lbh gede ngebut di area Boulevard Kelapa Gading saat sunmori. Padahal jalan nya agak gelombang.

    Sampe tiap sabtu atau minggu bikin kebangun n sadar kalo masih belum punya 4 silinder di carport 🤣

    Kalo saya ada uang? Pasti akan saya beli juga kok. Wong ini my dream bike.

    Untuk dapet jeritan 4 silinder ya lebih mendingan 250cc vs cc lebih besar. Karena dengan rpm 10rb di 250cc vs 800cc pasti speed akan jauh beda.

    Cuma saya tipe yg lebih menyukai torsi dan motor ga berfairing, jadi lagi ngayal kalau punya uang segitu akan saya beli ktm 390 2nd atau ninja 250 4 silinder 2nd ini.

    Semoga nanti keluar yang tak berfairing, jadi bikin tambah galau.

    Semua motor punya karakter yg berbeda.

    Tergantung preference sang rider 😁.

    Makasih Regis dan Mas Leopold Sudaryono atas semua review nya. Very informative 🙏

  3. Nanya dong mas Regis,kok bisa blogger idolanya bukan ayahnya?Biasanya impian seorang anak laki-laki itu ingin atau melebihi ayahnya.
    Just ask lho yaaa 😁

  4. Utk mocil 4silinder dg harga 100jt an dg performa ya segitu, kayae lebih mending beli moge 4silinder 600 cc bekas. Tinggal modif dikit.

  5. Berat. Antara harus jual er6f untuk beli zx25r.
    Atau pertahankan saja. Syahwat 4silinder yg bisa kepakai semua gearnya cuma zx25 ini. Er6 ane aja ga maksimal, ane juga bukan orang yg beli motor impian dipakai ngebut. Cuma passion aja. Senang dengar suaranya…. Senang melihatnya, dan senang mengendarainya…

    • beli aja bro. Inget, sayang beli motor klo angka di speedo ga kepake semua wkwkwk

  6. kayaknya bung Regis sudah sangat pantas untuk punya blog/vlog …………..sendiri / terpisah dengan blog punya abah eh ayah Leopold. gaya penulisannya sangat mewakili para newbie , lain dengan gaya penulisan abah eh ayah yang lebih ke – pro…jadi masing-masing sudah punya segmen nya

Leave a Reply to Edo Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s