Safety Riding: Mungkin bikin bosan tapi perlu

Jumpa lagi bro dan sis dengan saya lagi Regis. Harapan saya bro dan sis masih belum bosan dan kezel dengan saya sehingga mudah2an nga digebukin. Ok setelah tulisan saya tentang PWR yang sebelumnya, kali ini saya pingin share juga sedikit materi Safety Riding di workshop Yamaha tersebut. 

Safety riding di Indonesia secara umum mungkin masih dianggap kurang penting.  Walaupun konsep Safety Riding memang sering disebut-sebut, belum tentu selalu kita terapkan.

Jadi apa sih Safety Riding itu? Safety Riding adalah aksi preventive yang diambil rider saat riding untuk meminimalisir jumlah kecelakaan di jalan.

Meskipun mempunyai riding skill yang mumpuni itu penting saat naik motor, mempunyai safety mind juga sama pentingnya. Karena sia-sia kalau riding skill di jalan itu mumpuni tetapi tidak safety mind, jadinya membahayakan orang-orang di sekitarnya dan diri kita sendiri.

Related image

Nah di dalam workshop dijelaskan, untuk setiap kecelekaan yang terjadi di jalan raya, ada tiga aspek kontributor terpenting yang bisa menyebabkan kecelakaan:

  • Manusia [Human error]
  1. Kurang disiplinnya pengendara, gampang panas/emosi, selalu ingin menjadi yang nomor satu sehingga tidak memikirkan orang lain.
  2. Kondisi fisik dan emosi pengendara —> Bahaya akan menjadi dua kali lipat jika emosi terlibat saat mengendara. Habis lihat gebetan becanda ama cowok jelek kayak saya misalnya.
  3. Keterampilan/skill pengendara —> Untuk kebanyakan, skill naik motor didapat dengan praktek sehari-hari yang otodidak. Tetapi sesungguhnya skill motor itu jauh lebih dalam daripada putar gas dan rem.
  • Kendaraan
  1. Kurang mengenal karakter kendaraan —> Rider harus mengenal kondisi motor yang seiringnya hari akan berganti. ie. Ulir ban, kampas rem, aki.
  2. Fungsi kelengkapan keamanan kendaraan —> Hal hal yang dicek seperti apakah rem masih berfungsi, lampu depan dan belakang, lampu sein.
  3. Perawatan yang salah —> Pemilihan parts KW dan perawatan seadanya supaya perawatan “murah”. Lebih murah belum tentu kualitasnya terjamin dan aman digunakan.
  • Lingkungan
  1. Kurang mengenal karakter atau kondisi jalan [ramai,rusak,tikungan] —> Harus lebih berhati-hati jika melewati jalanan yang belum pernah dilewati karena biasanya gaspol agar cepat sampai di tujuan. Lebih baik kehilangan beberapa detik dalam hidup daripada kehilangan kehidupan dalam beberapa detik .
  2. Cuaca yang buruk –> Cuaca Indonesia yang agak susah diprediksi membuat kondisi jalan yang kondisi normalnya aja udah buruk, akan jadi lebih berbahaya, permukaan berpasir atau penuh lubang tertutup air misalnya.
  3. Pengguna jalan lainnya –> Selain kesalahan sendiri, kecelakaan dengan pengguna jalan lainnya adalah penyebab mematikan lainnya. Kita sudah safety, itu sebenarnya baru 50% safe, karena 50% lainnya factor pengguna jalan yang lain.

Hal-hal yang akan disampaikan dibawah adalah konsep-konsep inti yang Safety Riding berusaha tinjau.

Reaction time

Kita akan lanjut ke Reaction Time atau waktu reaksi. Sebelumnya, saya belum mengerti secara pasti betapa krusial Reaction Time itu. Waktu reaksi penting karena itu menentukan berapa jauh kita berhenti setelah melihat dan mengerem motor.

IMG_9759.JPG

 

  • Reaction time itu membutuhkan tiga tahap. Perkiraan, keputusaan dan reaksi.
  • Saat kita hanya memikirkan satu hal saat naik motor, itu akan memakan waktu 0.4 detik sebelum kita membuat keputusan dan bereaksi.
  • Dan akan memakan waktu 0.8 detik jika kita memikirkan lebih dari satu hal saat naik motor.

Blind spot

  • Blindspot itu penting saat berkendara di sekitar kendaraan besar. Seperti mobil, bis dan truk.
  • Lebih beresiko bagi pengendara motor karena ukuran mereka yang relatif kecil dan lebih sulit di lihat.
  • Cara aman mengendalikan Blind Spot adalah dengan membuat diri kita terlihat bagi pengendara roda empat.
  • Pake riding gear yang bercorak, Hi vis contohnya, atau yang ada reflective strip
  • Nyalakan lampu saat riding
  • Beri signal dalam bentuk klakson saat lane filtering agar memberi tahu pengendara motor yang lain keberadaan bro dan sis. Ingat ya jangan keterusan dan berlebihan…
  • Saat berada di Lampu merah, berhenti di depan atau di samping pengemudi, jangan di blind spot.

Image result for mobil dan truck blind spot

Daya dorong dan gesek

  • Saat mengerem, lebih baik untuk menggunakan kedua rem agar mencapai pengehentian yang maksimal.
  • Karena saat mengerem, semua beban motor di transfer ke depan, itu mengapa rem depan mempunyai ukuran disc yang lebih besar dibanding belakang. Itu juga kenapa rem depan lebih pakem dibanding belakang. Ini untuk motor on the road ya.

Persiapan sebelum riding

  • STNK
  • SIM
  • KTP
  • Kartu ansuransi
  • Uang
  • Berdoa sebelum berangkat

Kecepatan Maksimum di Berbagai tempat

  • 25km/h pemukiman
  • 80km/h Luar kota
  • 50km/h dalam kota

Buat saya yang baru kembali dan mulai riding di Indonesia, workshop tentang safety riding ini menarik sekali. Terima kasih Yamaha. Semoga ada hal yang bermanfaat juga untuk bro dan sis. Sekian dulu dari saya, Regis over and out.

Lebih baik kehilangan beberapa detik dalam hidup daripada kehilangan kehidupan dalam beberapa detik.

21 thoughts on “Safety Riding: Mungkin bikin bosan tapi perlu

  1. Salam Kenal Bro Regis, …. Artikelnya bagus & jelas point2nya tentang safety riding …. Setuju dengan point2 di atas … yang saya pernah baca, setau saya Safety riding bila ditambah Defensive riding akan menjadi point yang bagus & menambah point keselamatan baik untuk diri kita & lingkungan sekitar. … Kadang kita perlu “mengalah” dengan lingkungan yang prilaku ridingnya belum terlalu bagus (mau nerobos duluan, ngebut2an, sruntulan, dsb), kita better minggir ke samping, biarkan mereka lewat duluan … bukan karena apa, hanya karena kita ingin selamat, supaya kita tidak perlu berurusan dengan oknum rider yang seperti itu. Contoh kecilnya mungkin seperti itu.Just My 2 Cent’s … Btw, Quotesnya bagus sekali untuk Keep in Mind … “Lebih baik kehilangan beberapa detik dalam hidup daripada kehilangan kehidupan dalam beberapa detik .” ….. =)

  2. Berkaitan dengan “Reaction Time”, apakah jari standby di tuas rem lebih baik daripada yang tidak standby (seperti yang umum diajarkan dalam safety riding)?
    hal ini sempat menjadi perdebatan karena alasan yang digunakan untuk meng”counter” jari yang standby di tuas rem menjadi hal yang *belum tentu* terjadi pada semua orang (tuas rem sedikit tertekan tanpa sadar).

    Mungkin Om Leo dan Bro Regis bisa share pendapatnya akan hal ini

    • kalau saya mengikuti situasi, kalau di track, jari saya tidak parkir di rem. TApi kalau riding harian, banyak seruntulan rider, jari telunjuk dan tengah saya saya taruh di tuas setang, Leopold

    • Boong bung, tadinya om itu lugu dan naif, setelah kenal dan maen Ama ayah yah jadi begajulan gini deh, tapi bung.. puas puasin mumpung muda tapi jangan lupa ibadah juga.. jangan kaya ayah .. puas puasnya doang.. 🤣🤣🤣

  3. Saya termasuk yg otodidak, merasa bisa karena biasa. Tapi nyatanya pas panic braking ya tetep aja ketubruk. Untunge bocah e ora opo2.
    Bocah SMP naik sepeda dikiri eeh tiba2 potong jalan ke kanan sayah kelimpungan dibelakangnya. Jalan sekitar 60 kpj ngerem sejadi2nya tetep aja nubruk. Jari ane malah yg moncrot, bocah jatuh tp gakpapa.
    Itulah pntingnya aware dengan lingkungan seperti bahasannya Mas Regis.

    Nais inpoh Mas Regis. Sangat membantu knowledge safety saya. Lanjutkeen.

  4. Somehow jadi ingat penyalah gunaan lampu hazard, tidak hanya di roda empat, sekarang mulai menjangkiti roda dua.

    Nice artcle, Regis

  5. thanks Regis..Informatif dan Edukatif…Mantap…Semoga Berlanjut…
    Sense Of Humor nya Menggelitik persis seperti Bapak Leo..Bikin Menggelinjang Kegelian,hehehe…
    Lanjutkan, Sippp….
    Sukses & Sehat Selalu buatmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s