Mencermati ‘Keributan’ Atas Honda ADV 150 Yang Dituduh Overpriced

 

Awalnya saya masih liatin aja ribat ribut ini. Tapi akhirnya saya merasa perlu nulis juga.

adv

Launching Honda ADV 150 disambut dengan apresiasi positif. Ini terobosan bagi AHM. Desain yang segar dan berbau petualang yang tidak ada lawan produknya dari kompetitor. Produk inipun dikemas dengan langkah marketing yang all-round, menyapu semua sudut. Media, influencer, komunitas bersamaan dirangkul. AHM memang jago dan bermodal kalau di bidang ini.

Namun ga beberapa lama mulai naik ungkapan kurang puas mengenai beberapa aspek atas motor ADV ini. Beberapa hal saya kurang setuju (terutama pada caranya mengkritik yang sebenarnya masuk ke ranah hukum dan bisa diproses oleh AHM), sementara pada beberapa hal lain nampaknya kritik yang disampaikan memang perlu dipertimbangkan oleh AHM.

Yang terutama adalah mengenai image yang dimarketingkan tidak sesuai dengan real value motor yang ditawarkan. Bahkan beberapa menggunakan istilah cukup kasar “pembodohan otomotif”. Honda ADV 150 dikesankan hadir sebagai matic premium dengan design ber-feature petualang. Ini sebabnya livery dan design nampak sekali diturunkan dari Honda X-ADV. Padahal menurut barisan pereview yang mengkritik: motor ini marketingnya doang, tapi real unit tidak memiliki DNA seperti yang ingin dikesankan. Baik dari segi performa mesin maupun spek suspensi. Keduanya tidak jelek, tapi undervalued utk motor di harga itu.

Menurut babang Leo sendiri bagaimana?

Mengenai isi kritikan (performa mesin dan suspensi), saya harus melakukan review independent saya sendiri untuk bisa berpendapat.

Saya akan lebih menanggapi dua hal:

(1) cara mengkritik serta (2) tuduhan Honda ADV 150 Overpriced

Cara Mengkritik

Kita berinteraksi baik secara langsung maupun di dunia maya itu terikat kaidah etika dan hukum. Menggunakan kata-kata yang merendahkan pihak tertentu seperti pembodohan, sampah itu selain tidak etis juga riskan secara hukum.

Penggunaan cara mengkritik yang merendahkan juga tidak membuat substansi kritik jadi lebih tinggi nilai kebenarannya. Justru akan sebaliknya, merendahkan isi pesan dan si penyampai pesan, serta membuat pihak yang ingin diinformasikan malah antipati. Tuduhan balik bahwa pihak pengkritik ditunggangi kepentingan dagang justru akan menguat dan melemahkan substansi kritik.

Jadi hentikan cara mengkritik yang sekedar sensasional, sok jagoan.

 

Tuduhan Honda ADV 150 Overpriced

Produk AHM sejak dulu memang dikenal relatif lebih mahal/tinggi pricing positionnya dibandingkan merk lain untuk produk yg sekelas. Ga ada yang baru.

Kenapa lebih mahal?

Setiap pabrik punya struktur dan besaran biaya yang berbeda-beda.

Untuk AHM, komponen biaya marketing adalah faktor pembeda yang signifikan dibandingkan pabrikan lain. Belanja marketing dan communication AHM sangat massif. Bukan hanya anggaran yang melekat pada produk baru, namun juga belanja rutin untuk menjaga brand image Honda.

Brand image baik –> value atas motor Honda tinggi –> pricing wajar lebih tinggi –> belanja marketing lebih besar –> brand image terjaga baik, demikian seterusnya spiral yang tak terputus.

Ini sebabnya belanja untuk event, support untuk komunitas media, influencer dan blogger/vlogger menurut saya AHM paling besar dan paling terjamin diantara merk-merk lainnya.

Ini kelebihannya, tentu juga ada tantangan/kelemahannya:

  1. Struktur biaya marketing yang tinggi pada satu produk sesungguhnya bisa dialokasikan untuk upgrade parts/performa motor. Invest more on product, and less on marketing. Sederhananya begitu. Ini penting terutama untuk product medium ke atas yang membutuhkan sedikit marketing, beda dengan product entry level seperti Beat. Pada entry level, pengaruh marketing lebih besar, bagaimana meyakinkan calon pembeli bahwa dengan membeli ia menjadi bagian dari brand prode. Sementara pada kelas moge? engga perlu itu iklan atau branding macam-macam. Pada kelas yang lebih premium, market lebih bersedia bayar lebih, tapi juga lebih kritis terhadap produk.
  2. Dengan pricing position yang lebih tinggi dan marketing yang gencar: tingkat harapan/ekspektasi juga jadi tinggi. Tingkat harapan yang lebih tinggi = lebih mudah kecewa. Ini proses yang natural. Menurut saya AHM cukup melakukan adjustment pada edisi ke dua dari ADV 150 ini nantinya.

 

Sisanya? serahkan ke mekanisme pasar.

 

 

 

 

 

Advertisements

132 thoughts on “Mencermati ‘Keributan’ Atas Honda ADV 150 Yang Dituduh Overpriced

  1. Wowww… Analisa yg makjleb banget ini om. Wkwkwkwwkk
    Banyak yg membandingkan (terutama dr segi performa) dgn kompetitor dan realnya memang under. Tapi kembali ke segment produk tersebut, mau buat kebut2an atau menikmati perjalanan..
    mungkin kedepan agar lebih berimbang, memang AHM harus meningkatkan performa produknya dilevel mid end. Agar tak menjadi bahan bully dr netijen.

  2. Tapi kan udah ada “korban” di jilid 1 nya om, dan di jilid 2 nya pun bakal ada kenaikan harga untuk revisi/ perbaikan.

    Nah itu tadi, adalah “kesalahan” AHM (kalo emang bener pengkritiknya) kenapa mereka menanamkan ekpektasi tinggi pada calon konsumen lewat iklan marketing yang begitu masif, (yang seolah-olah mengarahkan reviewer pada satu kondisi yang hanya diinginkan produsen) sedari awal?

    Makanya prase “pembodohan otomotif” muncul dari kondisi ini. CMIIW

    Saya cuman punya satu motor, itu pun Honda AHM.

    • Jadi kayak buku yah? Maksudnya minor change ( yang akan memperbaiki kekurangan ) jadi jilid 2, berarti jilid satu nya yang sebelum minor change.

    • Yang saya komentari bagian ini

      “Menurut saya AHM cukup melakukan adjustment pada edisi ke dua dari ADV 150 ini nantinya.”

    • Kok gw melihatnya gak cuma AHM di sini ya? Semua pabrikan (kalau ngiklan baik di TVC dan media) bukannya begitu? Ada gitu yang gak? Kalau ada boleh dikasih tau biar ay bisa nambah wawasan..

      Kalau reviewer (dalam konteks ini maksudnya undangan kan?), bisa diliat ada brp banyak, dan jangan berpatokan pada 1-2 reviewer aja dan usahakan jangan digeneralisasi kalau semuanya sama..

  3. Harganya di Kaltim 36 dan 39jt untuk yang ABS om Leo, berbeda 6 jutaan di banding nmax, wajar saja konsumen ingin lebih baik dari motor yang lebih murah dan kaget mendapati kelebihannya tidak terlalu terasa dengan ekspektasi yang berlebihan.

  4. Om maaf sebelumnya tapi saya coba cari sumber atau artikel soal berita pembodohan otomitif oleh AHM dengan ADV ini tapi tidak ketemu, apa mungkin sudah dihapus sama yang bikin artikel kali.

  5. masalah dia pengen viral,nyari view&subs itu urusan dia,.nah y jdi pertanyaan itu review jujur apa gak,bisa dipertanggung jawabkan apa gak.Kl reviewnya emg apa adanya gitu ya mnurut sy gak masalah dong,kan bagus bs jdi bahan referensi buat y mau beli..bkn cuma dpt review y jas jes jos doang
    &kl udh masuk ranah hukum itu udh ranahnya hotman paris,bukan ikhsan jumaris y mgkin dia jg gak ngerti

    • apakah secara langsung (tertutup) atau terbuka memang tergantung dari jejak hubungan yang sudah ada sebelumnya. Tapi utk masalah produk, disampaikan terbuka, asalkan fokus pada substansi, dan bukan merendahkan, ya ga masalah

  6. Tidak semua reviewer mau mencocokkan/membandingkan koridor uji/area review dengan spek design/konsep dasar dari produk tsb.
    Begitu muncul ketidakpuasan, langsung pada kesimpulan, titik.

  7. Invest more on product, and less on marketing. Memang wajar ada perbandingan di kelas yang sama,apalagi mmg labelnya killer2an.. Dalam satu tubuh saja, dulu pcx dibilang overpriced krn masih mengadopsi mesin vario(masih mending krn kebih banyak feature),sekarang adv dilang overpriced krn dibandingkan dg pcx. Apalagi klo dibandingkan kompetitor. Belum lagi ini baru harga launching, biasanya nanti tiap bulan naik beberapa ratus ribu. Yang jelas pabrikan ga bisa mengingkari kritik itu.

  8. Yang kadang bikin lucu itu review konsumen sama review blogger itu kadang berbeda bahkan cenderung berlawanan, contoh kata blogger tarikan bawah mantap, shock empuk, finishing jempolan. Tapi kata konsumen tarikan lemot, shock jedug, finishing alakadar, bahkan itu video review konsumen di youtube langsung dihapus, apa takut diciduk pabrikan atau gimana?
    Saya jadi kangen blog nya mang eno, beliau kalo review motor semua dibabat abis ga ada yg disisain, jelek ya bilang jelek bagus ya bilang bagus

  9. Saya tau ini gegara artikel grid oto ya..yg sm om prolevo and ikhsan sapa gtu w ga familiar namanya di dunia otomotif vlog or blog skalipun.
    Awal liat si cukup kaget ya…kita harus coba sndri ADV nya mnurut saya..
    Dan dugaan sayabenar ini bakal rame juga.

  10. Sesuatu benda yang sudah menjadi milik seseorang secara sah, kemudian digunakan sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang dia punya (teknis) ditambah dengan faktor nonteknis (selera, rasa, kebiasaan, dll). Kemudian hasil penilaian dirinya terhadap benda tersebut disampaikan ke orang lain (melalui berbagai cara, lisan, tulisan) tanpa memandang maksud ataupun tujuan entah sekedar viral dan ngehits atau murni menyampaikan informasi apa adanya, mestinya ini juga dilindungi sebagai hak warganegara untuk mengutarakan pendapat.
    Saya setuju dengan Om Leo mungkin cara penyampaian yang harus diperhatikan. Kalau melihat trend semakin banyaknya review youtuber seharusnya produsen harus lebih mawas diri, terlepas dari pro kontra review tersebut, berarti respon masyarakat (calon konsumen) sebenarnya cukup baik, terbukti mereka berusaha mencari info sebanyak-banyaknya diluar promo pabrikan sebelum memutuskan membeli.

  11. Cara penyampaian harus “elegan” itu keknya bener2 bikin orang terjebak dengan ketakutan review jujur dengan gaya sendiri. Apalagi dibayangi dengan “ntar bisa dituntut”. Review motor punya sendiripun ga bebas

    Dulu motomobi review rush juga dibilang dashboard murahan, ininya murahan, itunya murahan toh ga masalah padahal atpmnya masih satu induk antara motor dan mobilnya.

    Sangat disayangkan sekali apalagi video adv dari 2 reviewer tersebut hilang dari youtube dan di grup FBnya mereka dibully habis2an. Menyeramkan sekali fansboy di indonesia ini.

    • kadang ada juga yang malu2 ngaku disupport oleh pabrikan.. setiap reviewnya selalu positif pakai bahasa hiperbola.. kalau review pemilik langsung tidak bisa disalahkan.. standar cara penyampaian itu siapa yang berhak menentukan ? sedikit2 meladeni ketersinggungan.. youtuber game ML setiap bikin content pakai kata2 kasar porno aja ga ada yang ribut padahal toxic

  12. Menurutku om Leo paling netral. Kang Eno paling kritis k semua merek. Kalo lek iwb, kobay dan wak haji….agak deket k honda.

    • Iwb terlalu berlebihan dan heboh kalau memuji hon**, ada banyak cacat di hon** yg lg heboh ga di angkat, ada yg mengkritik langsung bikin artikel penolakan sgn semangatnya. Giliran yamaha sedikit kurang langsung bikin artikel, reviewnya juga biasa saja dan saya lihat selalu membela fbh dari pada fby… Si kobay apalagi kaya yg jengkol banget, ehh jengkel or sinis banget ke fby.. Padahal yg sering nyinyir dan teriak-teriak tuh fbh.. Bingung saya, padahal iwb dan tmc yg sering dibaca selain 7leopol7, mariodevan, pertamax, aripispot, triatmono, permanatrians, mmblog, kobayagos, warungasap, yuditangkai, cicakdidinding, dll yg ada di indomotoblog, gridoto, motorplus, viva otomotif, dst..

    • Bingung saya sama yang komen ginian
      Berarti kalo ada 3 orang yang bilang si A pembuat masalah kalah dengan 1 orang yang bilang bahwa si B lah yang sebenarnya pembuat masalah

  13. Kayak nya ekspektasi media yang berlebihan. Terus contagious to any netizen. Iklan di tv n koran keknya sama yang sudah sudah atau atpm lain.
    Btw, klo besuk bawa adv 150 buat jalan jalan di tempat simbah, Cangkringan, kontak saya ya mas.
    Saya dekat kok. Soalnya saya ini lulusan Pakem

  14. Hmm.. Jadi inget kritik om leo.. eh.. kritik atau kecewa ya?
    Terhadap HP dari R25 on wheel. Tertuang tapi dengan kehati-hatian di situ.
    IMO

  15. Itulah kalau kebebasan berpendapat gak di sertai dgn kedewasaan dan cenderung emosional.. saya lebih suka bahasa beberapa reviewer otomotif profesional krn disetiap pemaparan selalu di awali “unit yg kami test memiliki kekurangan bla bla bla dst”, seolah msh berpikir positif kalau ini hanya kasuistik.. tidak menggeneralisir dan emosional. jika pun ada yg bisa digeneralisir, lebih kepada fungsionalitas fitur yg pasti sama di semua unit.. dan yg paling penting dgn bahasa yg masih normatif tetap bisa tersampaikan plus minus suatu produk

    • memang perlu kasih disclaimer sebelum review seperti contoh mas di atas. Juga misalnya ada kondisi khusus: sedang hujan, bobot rider kayak saya dll

    • tergantung kebijakan pabrikan juga mas. ada yang sama, ada juga yang masih belum final.

      hehehe komentar yang masuk auto karung itu kalau menggunakan kata2 yang ada di list mas

    • Waduh,reply komennya berat ini
      Bisa jawab lugas atau gak om leo disini
      Noted:saya fby entry level
      Yang tergoda dengan adv 150 mid entry level
      N panas dingin lihat sportbike total control 250nya Honda.

    • Sebenernya kalau ada keinginan mau beli tinggal ke dealer dan test dulu unit testdrivenya Om, kalau merasa cocok ambil, ga cocok jangan diambil, karena apa yang disampaikan secara tertulis atau verbal maupun visual kadang bisa multitafsir oleh orang lain nah kalau kita nyoba sendiri kan lebih enak, bisa terasa kecocokannya atau tidak….hanya opini pribadi saya saja sih

    • @riyantopawiroredjo emang dealer motor bisa testdrive om? dealer motor daerah mana om (terutama yg jual adv 150 ini)

    • Di TMC blog sudah dibahas ADV 250 om,bocorannya dirakit di indo n dijual gak om?
      Mudah2an jangan CBU bisa mahal kaya forza

  16. Nah itu, sudah jelas ahm itu struktural nya besar over head nya pasti besar. Makanya harga motor pasti lebih mahal dari kompetitor yg secara struktural lebih ramping . Belum lagi dari sisi karyawan, yg satu full ourching yg satu tidak full. Walupun tidak langsung masuk biaya, tapi kalu dlm Project, itu berpengaruh.

    • benar mas. Struktur yang besar juga menyebabkan AHM harus berhati-hati, dan tidak bisa terlalu eksperimental dg produknya karena mekanime pengambilan keputusan dan resiko bisnisnya juga besar

    • Dan satu om leo, dgn ymh yg full saham Jepang, Yach ymh dgn mudah menelurkan produk yg secara fitur lebih dari kompetitor, contoh vva. Dan ymh Ina ngak perlu bayar paten vva. Karena status ymh milik Jepang.

      Lah kalu FBH minta AHM nelurkan produk yg pake VTEC, Yach otomatis AHM mesti bayar royalti Patent VTEC. Walu jual merk Honda, bussines tetap bussines. Saham 50-50. Biaya bayar paten yg mesti dibayar itu tentu akan mempengaruhi harga. Pasti royalty itu per motor.

      Makanya yg beli motor pake vtec , beli yg moge.

      Mau adventur yg kencang, beli X_adv.

      Kan AHM cuma jual model mirip X-ADV, bukan jual spek yg mirip.

      Kaya hp China mirip Iphone, yg dijual cuma jual model iPhone, masalah spek ,yach tau sendiri. Dari harga juga beda jauh.

      Nah konsumen sebagian pasti paham lah itu.
      Spesifikasi yg dijual adv 150 jelas, ngak wow.

  17. Mas blomgger Eno, emng wawasannya luas, tata bahasany juga bagus dlm membuat artikel review motor.

    Tapi mas Eno juga manusi, kadang terpeleset dgn penyebutan kata kata yg kurang pas , spt om leo sebutkan di tas.

  18. Yang komen bahasnya tinggi tinggi euy,
    Gak mudeng blas aku, ,
    Sing tak ngerteni yen rumangso tresno yo ndang diboyong, yen mboten tresno yo menawi mboten nopo nopo

  19. Kalau gak worth jangan dibeli lah…gitu aja kok susah, duit-duit kita terserah kita mau beli motor apa. Kalau merk Honda dirasa kemahalan kan masih ada merk lain, kalau senengnya merk Y dan merasa fitur dan valuenya oke ya beli aja produknya. Sebelum beli produk apapun ya sebaiknya di tes dulu. Ribut-ribut ini sebenarnya karena sebagian calon konsumen penasaran kayak gimana riding experience motornya, dan memang berbeda dengan dealer mobil dealer motor itu termasuk yang susah ngasih test drive/ride ke calon konsumen kecuali ada event besar atau konsumennya khusus. Makanya berharap pada share experience-nya blogger yang gak akan bisa sama persis. Menurut saya ADV bagus-bagus aja setelah lihat produknya langsung di GIASS, tapi kalau beli masih mikir-mikir soalnya kebayang nanti servicenya ngantri kayak ular di beres….beda sama dulu pas punya PCX cbu yang dikasih pit sendiri khusus CBU.

  20. Kasihan Yamahe,bloger&fansnya dikit. Pdhl kwalitasnya lbih baik. Tp klo bicara global Hondelah no1, bukn Ehm lho…

  21. Bengkok_Visual on July 15, 2019 at 10:53 pm
    Tunggu batch 2 ato 3 ajalah.. biasa klo barang baru brojol ada aja yg kurang stelah dpake bnr2 k jln..

  22. Bahasan leo kok terkesan menakut nakuti reviewer alias pembeli terserah pembeli lah masalah di belakang urusan pembeli, tujuan pembeli mereview mulia koq agar jadi bahan pertimbangan untuk calon pembeli lain. Sy tau leo menjadi first influencer adv dan melihat motor secara langsung (alangkah bangga dan senangnya, menurut leo tapi tidak untuk pembeli), plis ah review apa adanya

    • Kalau mas baca baik2 yang saya sarankan hindari adalah penggunaan bahasa yang merendahkan sampah, pembodohan dll karena itu bisa masuk ranah hukum. Apakah review harus pakai bahasa-bahasa itu?

  23. Produk baju baru , yg dipermasalahkan cacat bawaan yg blm diperbaiki. Kans saingan utk membuat produk yg lbh baik dan harga lbh murah …. tinggal tunggu tumbang akibat kanker dlm organisasi yg gemuk n ngk sehat … Do you know the situation that I am referring to?

  24. Sebenarnya, ini semua karena youtube.hahaha
    Siapa yang tidak tergiur dengan pendapatan dari youtube, mungkin beliau memanfaatkan moment tersebut, karena katanya ada video first impression dan review dari blogger yang sempat jadi trending ke 2 atau 3.
    Cuma memang caranya kurang elegan, beliau memang Suzuki rider dan katanya pihak ATPM sudah menghubungi untuk membantu masalah dengan unit yang bermasalah. Dan sebenarnya motor tersebut punya temannya dan dititipkan ke beliau untuk direview sampai diproses kembali pembayarannya, karena saat pameran SPK memang atas nama temannya tapi beliau yang membayar karena pada saat itu temannya ada masalah dengan keuangannya.
    Semoga dengan adanya kejadian ini membuat kita semua mempunyai kedewasaan berfikir untuk jangka panjang

  25. lha wong sebelah, marketingnya cuma tayangan motoGP doang. disitu malah honda yang menang mlulu. wajar kalo harga sedikit lebih murah, dapet 5cc lebih tinggi.

  26. Kalau kata prmbodohan bagi sy pas pas aja. Kata sampah yg berlebihan memang. Ingat supra gtr yg dibangun imagenya berulang ulang melalui iklan bahwa motor anventure yg aslinya bebek tulen. Mau dibilang andventure tp jok keras? Gimaana mau turing jauh berjam jam nyaman. Shock depan brlakang keras. Posisi stir bebek habis. Dan juga tanpa bagasi. Samalah adv ini. Hanya karena bannya dan torsi yg sdikit ditambahkan dari pcx dan sudah mau disebut matic andventure? Bagi sy itu pembodohan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s