Bagaimana Menangani Kebakaran Kendaraan Bermotor Anda? Pengetahuan Sederhana Tapi Bisa Menyelamatkan

Saya turut prihatin membaca musibah yang menimpa bli Yudha Garage di Tabanan Bali. Semoga bli mendapat ganti rezeki yang lebih baik lagi. Bersyukur juga tidak ada korban manusia.

ilustrasi-motor-terbakar.jpg

Saya membaca beberapa laporan media yang menyampaikan penjelasan dari Kapolsek Tabanan Kompol I Wayan Nuriata mengenai musibah.

Ada satu hal yang menurut saya penting:

“Setelah itu barulah korban bangun dan kemudian bermaksud untuk memadamkan api dengan air dalam ember. Namun, justru menyebabkan percikan api yang kemudian merembet ke sepeda motor lainnya hingga api semakin membesar,”

zdvsv

Dalam kondisi panik, nampaknya salah seorang saudara korban mengambil inisiatif untuk memadamkan api pada motor dengan menyiramkan air menggunakan ember.

Saya kira memang jadi pemahaman dasar kita semenjak kecil lawan dari api adalah air. Dengan air, api akan padam, dan panas akan hilang. Ini yang diajarkan dan tertanam turun temurun.

Saya mendapatkan dua kali pelatihan penangangan hazard, termasuk api. Satu kali di Australia tahun 2004. Satu kali di Jakarta 2013. Ini karena saya masuk dalam focal point untuk security and safety. Ijinkan saya berbagi sedikit dari yang saya ketahui. Kita coba bicara yang basic saja dulu.

Jenis kebakaran itu berbeda-beda, dan membutuhkan alat pemadam api ringan (APAR) yang berbeda-beda pula tergantung dari material yang terbakar.

Kebakaran terjadi jika tiga hal bertemu: Oksigen, Titik/sumber panas (api), dan material yang terbakar.

Segitiga-Api.png

Tujuan pemadaman adalah MEMISAHKAN tiga komponen diatas. Dipisahkan dengan menggunakan apa? tergantung dari material yang terbakar.

Tipe kebakaran A: apabila materi yang terbakar adalah benda padat non logam, seperti kayu, kertas, maka air dapat digunakan, Karena sifatnya air akan menurunkan titik panas secara mendadak. Selain itu uap yang terbentuk memisahkan oksigen dari benda padat yang terbakar. Selain air, juga bisa menggunakan pemadam berbahan foam, atau dry powder yang bertujuan memisahkan oksigen dari material yang terbakar.

Tipe kebakaran B: apabila sumber api adalah cairan seperti bensin, minyak tanah, seperti kasus di Tabanan. SANGAT tidak disarankan menggunakan air. Karena siraman air justru akan membuat bensin (dan api yg mengikuti) menyebar kemana-mana. Bahan pemadam yang disarankan adalah dry powder, CO2 dan foam.

foto-foto-mobil-yang-terbakar-di-spbu-a-yani-kota-pangkalpinang_20180807_144951.jpg

Tipe kebakaran C: jika sumber api adalah listrik/alat listrik (komputer dll). Ini juga sangat tidak disarankan menggunakan air. Yang paling disarankan adalah APAR karbondioksida (CO2) atau dry powder.

Terlihat dari tiga jenis kebakaran ini, APAR yang paling fleksibel adalah dry powder. Apalagi jika kita tidak mengetahui materi yang terbakar/sumber api.

Untuk menghindari bahaya kendaraan akibat kendaraan ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

1. Persiapkan APAR

Apalagi bila ada sejumlah kendaraan di garasi. APAR portable juga perlu disimpan di kendaraan. Saya lihat di Indonesia harganya mulai dari Rp. 500 ribu utk kapasitas 1 kg. Saya kira harga ini masih sangat masuk akal dibandingkan musibah yang mungkin terjadi pada benda maupun nyawa.

2. Bekali diri/orang di rumah dengan pengetahuan ttg api dan APAR

Sebaiknya ada beberapa orang di rumah, jika tidak memungkinkan semuanya, yang diajari penanganan api serta langkah2 menggunakan APAR. Ini mungkin remeh dan tidak perlu, tapi bisa jadi pengetahuan yang menyelamatkan satu hari. Di perkantoran umumnya di tiap lantai ada sejumlah orang/staff yang dilatih menjadi floor warden dalam kondisi bahaya, termasuk api.

 

AKHIR KATA

Dalam penanganan kondisi bahaya, perlu diingat tiga urutan prioritas yang harus diselematkan:

  1. Keselamatan personnel/orang
  2. Keamanan data/informasi
  3. Keutuhan benda/barang.

Jangan sampai karena ingin menyelamatkan data atau keutuhan benda, kita mengorbankan resiko keselamatan orang. Apabila memang kondisi bahaya sudah diluar kendali/pengetahuan orang yang ada di lokasi, segera jauhi bahaya.

Advertisements

13 thoughts on “Bagaimana Menangani Kebakaran Kendaraan Bermotor Anda? Pengetahuan Sederhana Tapi Bisa Menyelamatkan

  1. Makasih om ilmunya,, btw kalo kebakaran akibat gas gmn? Penting banget pengetahuan buat di rumah karena suka parno sama tabung gas

    • kalau masih berupa kebocoran gas, berarti hindari munculnya titik api/panas dengan cara tidak menyalakan sesuatu yg sparking. Vent out gas ke udara luar secara manual.

  2. Alhamdulillah sudah dapat ilmu ini di tempat kerja karena safety nya diutamakan bngt…
    Tp gpp terimaksih om leo… refreshment ulang

    Memang seharusnya tabung2 apar ini di rumah2 itu harus nya ada y…

  3. misal klo api d motor msh engga terlalu besar d padamin pake kain / handuk / lap lebar yg udh d rendam k air kira² aman engga mas bro?

  4. Kalo semprot pake coca cola 1.5lt gimana Om?
    Murah meriah, banyak carbondioksidanya, bisa berbuih utk blocking oksigen.
    Kalau api sudah padam baru semprot air buat menghilangkan asamnya.
    Kalo lama gak kepake tinggal minum dan beli baru buat jaga-jaga.

  5. Logika saja, bensin atau minyak lebih ringan dari air, bila disiram air maka bensin akan terapung dan hanyut, jadi menyebar sambil terbakar.

  6. Terimakasih om Leo, informasi yg sangat berbobot dan bermanfaat. Jadi sadar kalo digarasi kita musti ada semprotan dry powder untuk berjaga-jaga.

  7. antisipasi dengan meletakkan minuman soda dg posisi terbalik di bagian yg rawan terbakar, dg harapan api akan melunakkan botol/lklaeng yg berisi soda bertekanan yg akan meledak dan memadamkan api

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s