R3 kalah CC vs Ninja 400/RC390R Tidak Halangi Galang Hendra Tercepat Kedua Superpole WSSP300 Aragon. Mengapa?

 

 

Musim 2019 utk kelas WSSP300 dimulai minggu ini. Kelas rame banget ini ada 52 pembalap turun. Sampai-sampai harus dipecah ke dua grup biar ga kayak pasar senggol di sirkuit.

Galang Hendra sohib kita turun di grup A. Mulai dari Free Practice 1, 2 dan 3, Galang menunjukkan hasil settingan balap yang makin kuat dan menjanjikan. Dari posisi 9 di FP1, ke posisi 3 dan 4 di FP2 dan 3. Galang akhirnya menjadi pembalap tercepat ke dua di gabungan superpole.

Catatan waktu yang ditorehkan di Superpole juga cukup ngerih 2 menit 6.96 detik. Alias 2 detik lebih cepat dari FP.

Tantangan yang dihadapi Galang tentu adalah spek motor R3 yang kubikasinya cukup jauh dibawah Ninja 400 dan RC390R. Pada saat straight, top speed R3  (203 km/jam) kalah dibandingkan Ninja 400 (208 km/jam).

Pada saat kualifikasi Galang bisa menutup kekurangan top speed ini dengan mempertahankan rolling speed saat cornering. Tapi untuk bisa melakukan ini pembalap memerlukan ruang yang cukup untuk menjaga racing line yg berbeda agar mendapat RPM/tenaga optimal.

Ini artinya penting bagi Galang untuk segera lepas dan tidak terjebak dalam gerombolan pembalap. Persis saat Galang menang telak dua kali tahun 2017 dan 2018 awal. Karena kalau sambil terjebak rombongan, ruang untuk menjaga rolling speed jadi terbatas, dan motor ber CC lebih besar diuntungkan saat lepas dari tikungan.

New R3 dengan aerodinamika dan suspensi yang lebih baik semoga semakin memperkuat performa Galang malam ini. Jangan lupa hari Minggu 7 April 2019, jam 20.00 WIB.

Kita doakan semuanya lancar, dan Galang bawa hasil terbaik bagi Indonesia.

Aminn ..

 

SxiM6H0U.jpeg

 

 

 

Advertisements

20 thoughts on “R3 kalah CC vs Ninja 400/RC390R Tidak Halangi Galang Hendra Tercepat Kedua Superpole WSSP300 Aragon. Mengapa?

  1. mantep, semoga terus bisa podium dan juara seri, dan kalo bisa akhirnya juara WSS300

    lebih baek mampu berprestasi konsisten di WSBK, daripada di motogp cuma jadi pengekor dan cuma finish 2-3 besar dari belakang seperti yang di Moto2 😀

  2. Mnrut saya SSP300 ini salah satu balap dagelan , gimana nggak cc antar tiap merk motor beda jomplang banget, jd berasa aneh aja sih , walau ada pembatasan rpm dirasa jomplang banget, kita susah mengukur keadilan hanya dr segi PWR nya, ….yg lbh mendekati adil spertinya minimal dimiripkan dulu cc nya, misal 300 aja atau 400 aja atau 500 aja, , misal dulu kayak balapan semprot 2 tak 150 cc, dulu ada honda NSR, yamaha TZM dan ninja serpico, dr segi cc hampir sama , jd tidak trlalu jauh jomplangnya, kangen jaman balap sperti itu dmna elektronik blm berkembang kyk skr, minimal mendekati keadilan performa lah antar motor, tinggal skill pembalapnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s