Tes Harian Jalanan Macet New R25

Motor seperti R25 tentu akan dipakai harian. Mungkin malah 99% kilometer nya habis di jalan raya ketimbang di sirkuit. Karena itu test jalan raya, dalam berbagai kondisi termasuk di saat macet sangat penting.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat macet harian seperti karakter tenaga, aspek kenyamanan dan heat management.

Kondisi pengetesan:

Saat pulang dari YIMM ke BSD jam pulang kantor (Senin jam 5-6 sore), sebenarnya saya sudah lewat rute macet sepanjang pramuka, pasar rumput, pejompongan. Tapi besokannya (Selasa jam 7 pagi) dikasi tanpa direncanakan yang lebih greget lagi: Jalan Raya Serpong dari arah Alam Sutra sampai Shell Cikokol merayap hampir 2 jam (jam 7.15 sd 9 pagi) gara2 ada truk tanah kebalik pas di penyempitan jalan.

macet

 

KENYAMANAN

Ergonomi R25 edisi 2019 ini bisa dikatakan sedikit lebih agresif ketimbang generasi 2014 yg agak santai. Faktor derajat handlebar dan underyoke.

Saat lalu lintas lancar ergonomi seperti ini membantu kita untuk tetap lincah di jalanan. Namun ketika macet cet cet maju 30 cm berhenti 1 menit, ergonomi ini setelah 1 jam terasa mulai membebani otot bahu sekitar leher. Mungkin juga karena butuh penyesuaian karena tubuh saya belum penuh beradaptasi.

Yang paling terasa adalah kopling yang relatif keras. Apakah ini memang berbeda dibanding R25 edisi 2014 ataukah karena saya hampir tiap hari pakai Ninja 400 yang sdh mengadopsi assist/slipper clutch yang empuk?

Yang jelas strain cukup berasa di otot antara jempol dan telunjuk.

KARAKTER TENAGA

Jika dibandingkan CBR250RR apalagi Ninja 250, R25 ini karakter tenaganya relatif lebih ngisi di kitiran bawah-menengah. Memudahkan kita untuk stop-and-go mengisi gap di jalanan perkotaan.

HEAT MANAGEMENT

Asli pas macet itu panas parah kondisi di jalan. Asap motor, panas aspal, jiwa panas, boncenger berbadan panas semua menyumbangkan ke naiknya temperatur yg dirasakan badan.

Selama macet saya pantengin itu heat indicator. Khawatir overheat. Perlu diakui top banget, indikator suhu tidak beranjak lebih dari setengah meskipun dianiaya macet selama hampir 2 jam. Ini lebih rendah ketimbang Ninja baru yang suhu mudah sekali naik indikatornya ke 3/4. Panas mesin juga aman tidak terasa di kaki.

GOPR2119

indikator suhu tetap terjaga di 50%

KESIMPULAN

New R25 lebih melelahkan dipakai di kondisi macet perkotaan 1-2 jam dibandingkan R25 lama. Karena ergo yg sedikit lebih menunduk, dan ingatan saya, kopling yg sedikit lebih keras.

Saya selalu berprinsip badan, selama kita sehat, akan beradaptasi. Jadi setelah sekian waktu punya R25 ini gejala di atas akan berkurang dirasakan badan.

Jika dibandingkan dengan CBR250RR yg sporty, R25 sedikit lebih bersahabat ergonominya utk macet. Ninja 250 lebih tegak dan kopling empuk dibanding R25, tapi perhatikan indikator suhu yg cepat naik.

Kesimpulan? hidup itu selalu ada lebih ada kurangnya. Sportbike kereennn dan full of excitement, tapi kalau mayoritas jalur harian 90% macet, fungsikan matic. Lebih praktis buat rider dan awet di komponen.

14D197FD-894F-45D1-9187-06F461560E21

sampai bisa pada main hape saking macetnya

 

Advertisements

43 thoughts on “Tes Harian Jalanan Macet New R25

  1. “Asap motor, panas aspal, jiwa panas, boncenger berbadan panas semua menyumbangkan ke naiknya temperatur yg dirasakan badan.”
    Cengar cengir sendiri pas sampe di kalimat boncenger berbadan panas om. Hahaha
    Dan bakal bertambah panas kalau dari spion klihatan muka siboncenger udah mengerucut di satu titik + berwarna merah. Panas, dan takut diomelin.

  2. semoga next gen R25 lebih race-oriented.

    ————

    mao saran om Leo bahas ttg:
    apakah usia pembuatan SIM itu bener2 perlu usia 17 tahun ke atas? apa ada hubungannya usia dgn keterampilan mengemudi?
    sdngkn yg sdh 20th ke atas aja masih kluar gang sembarangan/lawan arah.

    • Lebih ke mental psikologis um untuk usia.. Klo yg 20 tahunan tapi bawa motor nya ngaco itu lebih ke faktor tekhnik dan kesadaran berkendara, y klo ikut buat sim lewat jalur normal yg ky gtu belum tentu lolos.. Cmiww

  3. waaahhh….daerah sana aja dalam kondisi biasa sudah macet, tambah lagi ada kecelakaan. Tambah macet dah. Apalagi yang selepas pintu masuk tol JKT-Merak, terus depan pabrik Yuasa…kudu kepala dingin dah.

  4. Saya lagi bingung memilih cbr250rr versi terendah yang menurut saya sangat value plus karena modelnya yg saya suka.

    Atau MT-25
    Atau R25
    atau Ninja FI 2017
    atau ninja Mono

    kondisi jalanan relatif lancar, terkadang sedikit macet selama 15 menit

    kira-kira, CBR masih acceptable gak mas? walau mungkin ketersediaan dari sisi spare parts mungkin cukup meragukan

  5. Bidji lah yang harus bersandar di tangki jangan bobot body di push ke depan biar ga pegal, saya kalau di R15 v2 begitu ngakalin nya

    • saya pake ZX10R atau KTM RC8 punya saya sendiri kalau lagi jalan juga pake teknik jepit paha bro, dan keduanya lebih nunduk ketimbang R15 V2.

      artikel saya di atas membahas kondisi jalan macet dimana salah satu/kedua kaki harus turun dan motor bisa dikatakan static.

  6. masi penasaran sama hasil dyno ecu nya.. secara sejak 2016 (sampai yang paling baru) ecu R25 kodenya memang beda sama yang keluaran awal..dan 2 ecu tersebut kodenya beda dengan yang unit test.. barusan cek di katalog

  7. Setelah semalem coba cari2 impresi R25 di youtube, saya kok baru sadar… Ini om leo orang pertama yang boleh boyong dan nyoba new R25 di jalanan ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s