Review 600 km Penggunaan Ban Standard New Ninja 250 2018 (Dunlop ArrowMax GT601): Lebih Lekat utk Jalanan Indonesia Yang Penuh Khianat

Motor 250cc 2 silinder pada umumnya di Indonesia dibekali dengan ban sejuta umat IRC Road Winner. Mulai dari Ninja 250Fi, R25 dan terakhir CBR250RR. Tradisi ini diganggu oleh Kawasaki pada New Ninja 250 edisi 2018.

DSCF9935.JPG

Kawasaki memilih Dunlop Arrowmax GT601, yang memiliki harga dan spek (claim pabrik setidaknya) di atas kelas IRC Roadwinner.

 

Untuk harga Dunlop satu setnya A$ 310. Sementara utk IRC Roadwinner (RX-01) satu set dibanderol A$190. Mohon dikoreksi untuk harga pasaran Indonesia.

http://www.motorcycletyresplus.com.au/motorcycle-tyres/

Untuk spec, ban modern pada kelas mid level dari Michellin, Pirelli, Bridgestone pada umumnya sudah diperlengkapi dengan campuran silica pada compound. Ini akan menambah grip sekaligus memperpanjang usia pakai ban ketimbang yang menggunakan hanya carbon. Untuk Arrowmax menurut claim pabrikan, sudah menggunakan Silica. Utk IRC Roadwinner baru pada kelas RX-02 yang menggunakan silica. Mohon dikoreksi apakah utk Ninja Fi lama atau 250cc lainnya menggunakan RX-02.

Screen Shot 2018-01-25 at 10.16.27 AM.png

 

Mengapa Kawasaki memilih ban Dunlop Arrowmax bang?

 

Mengapa tidak? Ninja 250/400 harus memenuhi kebutuhan market global dg kondisi jalan beragam. Keluar cost lebih engga masalah. Selain itu, ini melanjutkan tradisi Ninja 650 yang selalu pakai Dunlop Sportsmart.

 

Bagaimana rasanya bang?

 

Oke babang cerita dulu kondisi testnya.

 

Yang jelas selama seminggu bawa New Ninja 250 ini babang mengalami keapesan. Karena hujan turun hampir tiap hari. Rute yang dihadapi licin dan hujan habis sobbb… Mulai dari riding ke puncak, turun puncak, muter BSD-Alsut, tektok Jakarta. Becek dan licin. Kita berbagi jalan bersama air yang melintas.

 

Ini menyebabkan saya coba penyesuaian lebih bertahap.

 

Kemampuan Arrowmax dalam cuaca basah cukup baik. Jalur air pada ban depan bekerja efektif. Respons ban depan saat melintasi jalur Alsut yang berbeton dengan pasir lumayan baik.

 

Juno dari JYC sampai komentar “lu pada gila ya, jalan basah mereng2.”

 

Pada straight tidak ada efek spinning saat motor melewati genangan air seperti gejala Ninja 250FI dengan IRC Road Winner. Ini sampai saya tulis dulu di artikel tahun 2013 lalu.

https://7leopold7.com/2013/04/12/user-review-battlax-s20-pada-ninja-250fi/

Compound Arrowmax juga memberi respons positif saat menghadapi tikungan panjang berpaving pada beberapa bagian di jalur BSD. Biasanya saat cornering dengan ban standard kita akan merasa feedback jalan lebih cepat fade, melemah.

 

IMG_9307.JPG

Apakah ini berarti rider New Ninja tidak perlu mengganti ban Babangnya Boy?

 

Hmmm ya ga juga.

Silahkan saja ganti ban terutama untuk kepentingan kompetisi atau riding style yang lebih ekstrim dari biasanya ya.

Tapi untuk 80% kondisi yang dihadapi (jalanan kelas B, aspal terbuka, pasir, basah), Dunlop Arrowmax GT601 lebih handal dari umumnya ban bawaan sport 250cc.

Dengan bobot yang lebih ringan dan tenaga lebih besar, menurut saya New Ninja 250 dan Arrowmax GT601 jadi kombinasi sport touring terbaik di kelas 250cc SAMPAI saat ini.

IMG_8985.JPGIMG_5775.JPG

Advertisements

20 thoughts on “Review 600 km Penggunaan Ban Standard New Ninja 250 2018 (Dunlop ArrowMax GT601): Lebih Lekat utk Jalanan Indonesia Yang Penuh Khianat

  1. bener kok motor lain dapet RX01, karena RX02 patternnya juga beda..
    bedanya inazuma dapet RX01 made in Japan, grip lebih oke dan lebih aman saat hujan

    btw jadi penasaran harga arrowmax ini

  2. Om Leo, ada saran buat ban Ninja 250? Bingung antara Battlax S21 atau Pirelli Diablo Rosso III.
    Atau mungkin ada saran lain? Pemakaian sih buat harian & touring

  3. g bisa komen apa2 deh udah liat itu chicken kids ban standard aja bisa abis gitu😂
    ane pake Michelin pr4 aja malah jadi kotak bannya😆
    yg kek begini ngaku umur kepala 4 duh duh duuh
    HATOFF FOR YA OM LEO!!!

  4. Ternyata gt-601….akhirnya ban bawaannya bagus,ngga pake bajahitam rx01 lagi 😀
    BTW,thx artikelnya om leo,semoga pabrikan lain ngikut pake ban yg lebih advance juga :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s