Kawasaki New Ninja 250 Menurut 7Leopold7 – Test Ride Sentul

Sulit memang untuk tidak membandingkan motor baru ini dengan para kompetitornya. Saya akan coba lihat. Semoga pengalaman punya dan mengendarai sendiri scr intensif Ninja 250FI, R25 dan CBR250RR bisa jadi basis referensi yang baik.

(foto2 dan video menyusul)

Handling

New Ninja 250 memiliki handling jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya Ninja 250FI.

Kita bisa merasakan saat attacking corner S kecil yang sempit. Saya pernah bawa Ninja lama disini dan bisa dirasakan perbedaan saat flicking di tengah S dari kanan ke kiri. New Ninja terasa signifikan jauh lebih menurut dan terasa motor lebih ‘rendah’, seenteng bawa RR Mono.

Dengan Ninja lama, saya merasakan effort yang lebih untuk menghela motor memasuki tikungan dan menjaga mengkoreksi sudut selama di tikungan panjang. New Ninja adalah antidote nya.

Suspensi.

Meskipun motor ini didesain sebagai sport tourer, ternyata efek mengayun saat dipacu pada tikungan tidak terasa. Hard braking menjelang S kecil tidak menyebabkan suspensi depan dive atau kehilangan kestabilannya. Kondisi aspal yang tidak terlalu mulus pada tikungan panjang S besar, R10-R11 dan R3-R4 (kok banyak yg ga mulus wkwkwkw) juga tidak membuat suspense belakang berayun-ayun liar. Mungkin akibat konstruksi arm yang lebih rigid menjepit mesin.

Braking

Unit yang saya test adalah ABS. Dengan modul ABS yang baru dari Nissin. Di Sentul braking yang agak keras dilakukan menjelang R1, dari top speed 156 yg saya dapat, menjelang R3 sekitar 145, S kecil 150. Performa rem lebih baik,  setara dengan Ninja 650 yang pernah saya test 5 hari di Australia. Meskipun total 5 lap, tidak terasa kemampuan pengereman menurun, responsnya predictable. Sob tentu tahu kalau akurasi DAN konsistensi pengereman itu KOENTJI dalam berkendara, agar tidak overshoot.

Tidak percuma Kawasaki bermurah hati membenamkan master dan kaliper Ninja 650 disini.

Assist Slipper Clutch

Nahhhhh ini jelas yang ga ada di Ninja 250 FI versi awal. Saya ga akan ngomentarin betapa ringannya kopling deh. Yang saya rasakan bermanfaat banget dg ASC ini adalah saat membantu deselerasi terutama di S kecil. Turun dua gigi dengan pede aja kita hentak, tanpa ada efek ban mengunci liar kanan kiri. Begitu pula saat akselerasi, tanpa clutch dan kendorkan gas, speed bisa dibangun dengan lebih mulus.

Karakter Tenaga

Menurut saya Ninja 250 baru ini punya karakter tenaga yang mirip dengan CBR250RR pada mode Sport ++ (eh plusnya satu ya?). Nafas panjang dan bertenaga mulai dari medium atas. Tapi agak kurang galak di RPM bawah. Berbeda dg R25 yang lebih galak di bawah. Di putaran RPM atas nafas terasa panjang hingga mendadak dihajar limiter redline. Tidak ada gejala drop/melandai. Jadi lagi pas enak tiba-tiba brakkkkk digrebeg warga.

Saya duga apabila dipasang piggyback dan limiter bisa dimundurin lagi, puncak HP akan bisa lebih tinggi.

Karakter tenaga beda sekali deh dgn Ninja 250Fi lama yang lebih tourer dan kuat di RPM bawah. Dugaan saya owner Ninja FI akan berkomentar ini nantinya.

Karakter tenaga seperti ini masih bisa ditingkatkan dengan memasang knalpot free flow untuk mengkompensasi respons RPM bawah. Ini mirip seperti cara saya dengan CBR250RR waktu itu.

Sayangnya saat test ride dalam satu grup bervariasi pengalaman sentulnya sehingga acapkali crowded di R11 menjelang straight. Saya hanya bisa catatkan 155 km/jam dg pada RPM 11rb di gigi 6.

Screen Shot 2018-01-13 at 8.11.20 AM.png

KESIMPULAN

Meskipun diclaim sport-tourer, motor ini agresifitas handling dan tenaganya lebih mendekati garis sport. Tenaga bawah kalah dg R25, kalau harus stop-n-go di dalam kota. Namun suspensi lebih baik dibanding R25. Bukan USD tapi respons suspensi buat saya presisi dan predictable. Tidak dive atau mengayun. Nafas atas lebih panjang dan padat, karakter mirip mode Sport + CBR250RR. Ergonomi lebih friendly bersahabat dibandingkan CBR250RR yg tajam.

Power dapat, ergonomi nyaman..

It is a very promising bike both on track and road.

Motor ini sangat menjanjikan di arena balap.

Bagaimana di jalan raya? Tunggu test ridenya hari-hari ini.

Advertisements

33 thoughts on “Kawasaki New Ninja 250 Menurut 7Leopold7 – Test Ride Sentul

  1. diblog mygoldmachine / mindgenesis kok disebut ninja 2018 downgrade ya? padahal power torsi naik, apa material dan rasio toleransi keamanan/rancang bangun y downgrade? secara itu blog punya trackrecord y g ngawur dan netral, ntah dpt bocoran dari mana. kalo menurut saya disisi penjualan blunder KMI ini karena desain depan y jelek, ninja lama masih lebih cakep gak diganti juga gak masalah sebenarnya

  2. desain ninja lama itu diliat wow, diliat lama2 tetep wow, desain cbr250rr diliat awal sangat wow, lama2 bosen juga, desain R25 itu diawal jelek lama2 diliat juga jelek, padahal harga murah tp gak laku, kesimpulan pada kelas ini desain sangat berpengaruh, yang punya uang bukan hanya yang melek otomotif, dikampung2 banyak y beli motor kelas ini bukan krn hobi otomotif tapi untuk status sosial dan pamer, anda bisa pamer tampang motor dikecepatan dibawah 100kmpj, tp anda cm bisa pamer kencang diatas 150kmpj, faktanya kebanyakan y beli lebih banyak makai pelan krn memang buat pamer penampilan…. coba liat dikampung2 fakta banyak orang naik ninja y g pake helm, krn pamer gantengnya motor berharap ganteng diri ikut naik… kalo naiknya bebek y dipamerin helmnya makah 😀

    • Haha tergantung selera.. siapa yang berbicara.. kalau saya selama punya ninja 250 fi 2015 versi anniversary di lihat awal2 wooww banget apalagi dari sebelah kanan.. lama2 di lihat aduhh bosen. Apalagi di lihat dari sampingn kirinya bikin geleng2 kepala.. tp model ninja 250 baru ini lumayan lah awal2 nya..

    • Haha baca komennya mase sy juga merasa kalo pake motor bagus lebih cenderung buat pamer wkwkwkwkwk so sorry sy ngga berani ngebut2

  3. Masih sport tourer + Handling lebih baik dr yg lama…wah asik nih Ukuran tanki masih sama dgn yg dulu juga ya om? Jadi untuk perut buncit saya yg kebanyakan makan bakmi gak masalah ya?

  4. “Nafas panjang dan bertenaga mulai dari medium atas. Tapi agak kurang galak di RPM bawah”…
    oke dari sini saya bisa baca karakter mesin new ninja 250fi

    “Saya duga apabila dipasang piggyback dan limiter bisa dimundurin lagi puncak HP akan bisa lebih tinggi”….
    harus tahu durasi camshaftnya masbro (konon durasi camshaft old ninja 250Fi sekitar 276 derajat, dengan durasi overlap besar) saya khawatir jika limiter dilepas (15rb rpm misalnya) beresiko terjadi benturan antara klep dan piston…cmiiw

    New Ninja 250Fi mengunakan tipe silincer yang panjang, idealnya sport fairing spt itu sedangkan;
    R25 silincer tipe short, rpm bawah memang terasa lebih nendang, namum rada nahan dirpm atas.
    CBR250RR tipe double barrel meski terlihar keren namun maping torsinya sama sampai 8500rpm on dyno.

    • Selain itu juga penasaran, apakah diameter valve di new ninja ini lebih besar dari model lama, karena masalah ini dulu sempat diangkat juga sama Pakde Ibnu

    • kalo ninja250 lama itu tarikan bawahnya lebih enak karena ukuran TB nya lebih kecil (kalo ga salah 28mm)..cuman ya rpm atasnya gitu deh

  5. Koq handling, suspensi dan braking ga bahas perbandingan dengan CBR dan R25?? Getaran mesin saat dekat redline seperti apa? Masih penasaran Om..
    Saya tunggu deep review komparatifnya..

  6. Dibilang sport tourer tapi karakter mesin keq supersport, dibilang supersport tapi ergonomi keq sport tourer…

    Uhhh…

    Ducati Supersport everyone?

  7. saya tertarik pada bagian ” Tidak ada gejala drop/melandai. Jadi lagi pas enak tiba-tiba brakkkkk digrebeg warga…..” apaaan tuuh?

  8. “Sport ++ (eh plusnya satu ya?)”

    iya plusnya satu Om. Kalo mau dua plusnya, kita ke Orchid Spa yang di BSD aja.

    #kaabbooorrr

  9. Wah reviewnya masih kentang ini om! Ditguin nh next review posisinya dimana dengan rival2nya!
    Kalo design? Ga ush di review lah semua mata bisa bandngin dengan lebih netral kog….
    (Eh iya jgn2 next R25 mau lihat2 dlu mana yg lebih diterima price ninja ini ato cibier,baru deh mereka mutusin motor mana yg mau dipepet)

  10. Pingback: Yang sudah coba Ninja 250 2018 nggak mengeluh, jadi nggak ada TBW jelas bukan kelemahan dong? | Mengupas soal motor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s