Fenomena Helm Dibuat “MIRIP” Helm Branded Mahal. Bagaimana Menurut Anda?

 

Dengan membesarnya komunitas roda dua di tanah air, pasar aksesoris, safety gear dan apparel pun kian variatif dan subur. Termasuk helm. Baik industry local maupun helm import.

agv_pista_gpr_carbon_project4620_helmet_zoom

 

Saya perhatikan awalnya pasar helm cukup tersegmen. Mereka yang mencukupkan diri dengan mengejar helm brand lokal yang berkualitas di satu sisi, dan mereka yang membutuhkan diri untuk menggunakan helm branded import di segment pasar lainnya. Selisih harganya masih cukup jauh.

Saya sendiri sampai tahun 2011 masih setia dengan helm KYT grey (lupa serinya hehe). Baru mulai 2012 pakai GIVI, karena butuh helm yg lebih ringan. Itu juga karena ada disc sehingga harganya dibawah 1 juta rupiah.

https://7leopold7.com/2013/03/02/review-helm-givi-hps-5-02/

Namun sepertinya sebagian biker pada segmen helm brand local juga merasa memerlukan diri untuk mengenakan gengsi helm brand import yang mahal.

Yang paling mudah adalah melakukan repaint atau sticker terhadap helm local. Fenomena ini juga disambut oleh beberapa produsen helm lokal yang merilis helm dengan bentuk/desain outer shell yang mirip dengan helm brand import. Termasuk ada yang memproduksi dengan material fiber glass untuk mengejar bobot ringan seperti helm brand import.

 

Bagaimana menurut mas Leo?

Apakah ini SALAH?

 

 

Menurut saya: prek! Terserah. Bebas. Helm..helmnya sendiri. Uang-uangnya sendiri.

 

TAPI. ADA DUA FAKTOR yang harus DIPERTIMBANGKAN:

 

  1. FAKTOR KESELAMATAN

Jangan karena ingin mengejar gaya/gengsi, sobat biker mengorbankan unsur safety dari produk helm yang ingin dipakai. Pastikan helm tersebut MINIMAL memiliki sertifikasi SNI. Atau DOT atau SNELL atau ECE atau ANZ (utk Australia). Mengapa? Karena helm dengan sertifikasi tersebut sudah lulus uji keselamatan. Foam/busa harus mampu menahan benturan sampai 275G misalnya. Outer shell harus bisa menyerap dan menyebarkan impact dari titik benturan ke seluruh bagian shell. Mekanisme penguncian helm dan kualitas visor juga penting. Ingat tidak harus merk import. Yang lokalpun BANYAK yang bagus. Uang bisa dicari pelan-pelan. Tapi kepala tidak bisa diganti kalau rusak.

Helmet-protective-diagram

 

  1. FAKTOR HUKUM HAK CIPTA

Jadi keren tidak harus dengan menjiplak kok. Banyak pemodif helm baik stiker ataupun repaint yang juga jago melahirkan karya seninya sendiri. Terinspirasi boleh saja, tapi kalau kemudian menjiplak plek desain atau bahkan sampai memalsukan merk menurut saya bentuk inferioritas individu yang justru bikin jelek nama bangsa. Ingin keren tapi mengabaikan etika, bahkan aturan hukum.

 

Saya memahami ada tekanan besar untuk tampil keren dan punya gengsi. Dan saya juga prihatin di masyarakat kita punya kecenderungan: tidak perduli caranya bagaimana asalkan kita kelihatan bermateri maka akan dihargai.

 

TAPI respek terhadap seorang biker sesungguhnya bukan ditentukan dari apparel atau motor yang dia pakai. Tapi sikap dan kematangan dia berkendara/berkomunitas.

Iklan

19 thoughts on “Fenomena Helm Dibuat “MIRIP” Helm Branded Mahal. Bagaimana Menurut Anda?

  1. Artikel mantap dan berbobot nih. Saya setuju sekali dng point nomor 2. Kreatif dan inovasi boleh saja selama tidak melanggar hak cipta atau design yg sudah dipatenkan oleh produsen helm. Mirisnya di grup komunitas pecinta helm (sebut saja Helmet Lovers di FB), bahkan ada saja orang ‘kreatif’ yg plek ketiplek jiplak agv pista dng cara di mall pakai bahan fiberglass (yg biasa dipakai buat nikin variasi fairing dsb) dan mengklaim lolos sertifikasi SNI dan diperjual belikan utk umum.
    Ini baru ulah individu, bahkan sekelas produsen helm local seperti NHK pernah di ‘sue’ oleh agv jg designer helm om Anton karena motifnya di contek begitu saja.
    Ya semoga saja kedepannya banyak rider yg sadar dan paham bahwa utk tampil keren bukan berarti semua cara bisa dihalalkan, dan karena helm itu utk proteksi keamanan kepala, maka faktor safety jangan dinomor duakan oleh design dan tampilan yg keren semata.

  2. bener banget mas leo, tampil bagus gak harus jiplak, lagian desainer/grafiser indonesia kalau dikasih kesempatan juga mampu buktiin kalau mereka bisa selevel dengan luar. salah satu caranya, menurut saya, dengan menggunakan jasa para pebalap indonesia yang udah mulai race di luar tuh, support aja mereka dengan helm2 bagus berkualitas, ntar pelan2 masyarakat juga demen tuh dengan model fsn grafisnya

  3. Kalau saya sebagai pengrajin stiker di bidang otomotif baik motor atau helm juga yang baru saya dalami..banyak biker yang helm lokalnya yang ingin dibuat mirip bahkan sepersis mungkin dengan helm branded, tapi saya selalu bilang gabisa karena memang ga mungkin walaupun memang mirip2 tapi pasti ada beberapa yang saya modif, sekilas mirip iya sih..tp itu tantangan saya dan sekaligus cobaan antara gamau jiplak dengan nuruti konsumen..tpi desainer bukanlah pelacur yg hrs mgikuti smua kemauan ktika dibayar..saya kasih alasan2 logis sebagai alternatif keren sbgai desainer..dan banyak juga yang sya sodorkan desain2 dr saya..tapi arus kuat menuju pemikiran jiplak desain heom branded itu masih sangat kuat kang…

    Alasan saya biasanya : ” samain saja dengan tema desainya bro biar klop, lebih bermartabat dan lebih keren desain sendiri daripada ikuti desain branded tapi bukan helm branded kan jadi olokan teman jadinya kalau desain sendiri kan jadi lebih pede” dan kalo konsumen kena senjata saya ini 80% akan bilang ” oke deh mas”

    Hehe kena kauu…

    • memang posisinya terjepit ya mas. Di satu sisi potensi kreasi bangsa kita itu luar biasa besar. Di lain sisi konsumen masih mikir “brand import pasti bergengsi”

  4. Setuju pak Leo, yg utama untuk keselamatan. Pengalaman sendiri pernah accident keras, benturan di jln dg kendaraan lain. Karena helm alhamdulillah selamat. Misalkan wktu dulu pakai helm seadanya pasti cerita sy jdi lain. It saved my live

  5. Setuju sama pernyataan om leo, duit bsa d cari (walo pelan2 hehehe) tp kepala g bsa d ganti klo pecah. Karna saya yakim seyakin2nya beli helm mahal n bagus klo buat safety saya rasa sepadan. Semahal2nya helm di dunia ini masih lebih mahal kepala kita hehehe

  6. Kalau cuman garis desainnya agak mirip sih gak apa, tp klo udh menjurus ke tindakan plagiarisme sih mending jangan, banyak pihak yg bakal dirugiin, secara ini bisnis, tapi terlepas dari semuanya faktor safety yg harus diutamakan, boleh desain sesuka hati asal jgn ngorbanin fungsi helm itu sendiri.

  7. Kalau saya gak terlalu penting desain yang penting faktor keselamatan terpenuhi dan helm nyaman dipakai. Masalahnya produsen dan penjual helm masih senang jualan gimmick helm mirip pembalap malah alpa menyediakan helm dengan ukuran yang beragam, ujung-ujungnya setiap kali mau beli helm baru saya mesti tunggu sampai PRJ lagi.

  8. kalo saya kok malah lebih suka desain yang sederhana ya, nggak ada stiker neko neko, cukup warna putih mutiara polos dengan tulisan type helmnya, saya lebih suka desain helm seperti kyt dj maru, putih polos. tp balik lagi semua kembali ke masing masing sih mas leo. dan nggak salah juga yang membuat plagiat karena semua ada karena ada demand.

  9. kadang juga heran dengan orang yang beli barang palsu atau dibikin seolah barang asli dan branded.
    kalau ketemu dengan orang yang paham atau orang yang pakai asli apa gak malu sendiri?

    kalau faktor yang dituju soal harga, ya lebih baik nunggu barang diskonan.
    saya malah pernah dapat barang asli dengan diskon 75% seharga 100rb.
    daripada orang lain beli barang KW seharga 150rb lebih.

  10. “TAPI respek terhadap seorang biker sesungguhnya bukan ditentukan dari apparel atau motor yang dia pakai. Tapi sikap dan kematangan dia berkendara/berkomunitas.”

    Mantabb enehh quote nyahh

  11. Klo mnrut saya helm gk perlu import yng lokal saja sudah cukup asal sudah memenuhi standart keamanan soalnya helm lokal dengan harga yng sama bsa mnawarkan sesuatu yng lebih dripda helm import. Haha. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s