Ngopi Pagi Dengan Goreng Pisang Srikaya.

Pagi. Enaknya ngopi. Di tempat kelahiran pisang goreng srikaya di Pontianak yg di era akhir 2000an sempat ngehits.
Kopi terasa ringan, tidak asam dgn sedikit rasa campuran jagung. Biji kopi diambil dari daerah perbukitan Singkawang 3 jam ke utara.

Pisang goreng terasa lembut dan moist, ada sedikit sepat yg dipadu selai serikaya asli yg manisnya pas.


Tradisi ngopi berawal dr aktifitas niaga pesisir timur Kalbar di Pemangkat dan Pontianak semenjak jaman Belanda.

Sembari menunggu aktifitas bongkar muat atau melepas lelah saat berniaga di sekitar pasar lama pelabuhan sungai.
Tradisi nongkrong berjam-jam ini bertahan hingga sekarang. Istilah “kopi pancong” atau “kopi setengah” tumbuh dari budaya nongkrong ini. Ini adalah upaya para penongkrong utk tetap bertahan meskipun kopi sudah habis dan kantong cekak.

Apa saja yang diobrolkan? Wah macam-macam. Saya sampai menduga bahan pembicaraan itu muter itu-itu aja. Cuman gantian aja yg menyampaikan. 

Misalnya grup ngopi itu ada A, B,C dan D.

Si A menyampaikan “Eh tau ndak katenye ……”

Esokan harinya si B yg ngomong “Eh aku dengar nih ….”

Muter dan jadi yakinlah mereka hahahaha

Pada era 1970an di area Sungai Raya, sedikit luar kota bisnis kopi + prostitusi mulai marak dg nama : Kopi Pangku. Namanya bukan warung kopi lagi, tapi coffee house krn pake AC dan dengan cahaya yg membuat malaikat sulit melihat, menurut pengelolanya.

Namun tahun 1990an semenjak saya merantau ke Jawa usaha kopi pangku pun tutup.

Setiap kali saya pulang, saya sempatkan menyesap kopi ringan dan pisang srikaya ini. Untuk bersyukur atas hidup yg dinikmati.

Iklan

18 thoughts on “Ngopi Pagi Dengan Goreng Pisang Srikaya.

    • Kampel…umumnya arak ataupun capcuan, yang waktu itu sedang hits dan dibungkus dalam kantorng es satu kilogram…hahahaaa..mabok ya bang???….@ardoid. Pantas lama ndak muncul artikelnye. Rupenye balek ponti. Next time, mudah2an bise ketemu bang leo.

  1. Entahlah, apakah kopi pangku yg mas leo sama, dengan type kopi pangku yg ad disekitar rel kereta wonokromo sby, atau sekitar waru.hehe gagal fokus.

  2. “Namun tahun 1990an semenjak saya merantau ke Jawa usaha kopi pangku pun tutup”.

    Kalimat tersebut di atas bisa menimbulkan multi tafsir…

    Apakah karena hendak merantau ke Jawa maka usaha kopi pangkunya di tutup?

    Hehehehe….peace bro….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s