Touring Pakai Patwal Juga Menyimpan Bahaya

Salah satu alasan touring menggunakan patwal adalah untuk meningkatkan keselamatan di perjalanan. Namun menggunakan patwal juga membawa resiko/bahaya tersendiri.

Faktor #01: efek pasca sibak patwal

Pada saat patwal membuka jalan. Traffic akan agak tersibak. Ini memudahkan bagi rombongan yg menempel pada patwal. Karena kendaraan dari kedua arah memberikan ruang bagi konvoi.

Namun setelah jarak dari patwal agak menjauh, traffic yang tertahan dan sempat agak menumpuk justru akan menjadi bahaya tersendiri bagi rombongan yang ada di tengah dan belakang.  Traffic akan jadi lebih menumpuk DAN lebih tidak sabaran karena merasa tadi sudah mengalah terhadap patwal.

Kejadian adu kambing antara rombongan konvoi melawan lalu lintas dari arah depan pasca sibak patwal sangat rentan terjadi.
Faktor #02: Mengejar Patwal di Depan

Dalam upaya mempertahankan rantai rombongan, biker under pressure untuk terus merangsek ke depan menjaga jarak agar tetap rapat atau terlihat dengan Patwal. Padahal kondisi jalan raya mungkin sudah tidak lagi memungkinkan melakukan itu. Karena traffic sudah mulai menebal pasca patwal lewat.

Pada saat touring, pada umumnya, RC menjaga jarak dg nomer 2, nomer 2 ke nomer 3 dan seterusnya. Apabila biker di belakang tidak ada maka RC/rider di depannya biasanya melambat sampai terlihat. Ini bisa berbeda dengan kebiasaan tiap komunitas lho.

Pada konvoi yang menggunakan patwal yg terjadi justru sebaliknya. Biker di belakang yg menjaga jarak sedekat mungkin dengan rombongan patwal di depan.

APA YANG BISA DILAKUKAN?

Jika memang menggunakan patwal tapi rombongan terlalu besar, jangan paksakan semua bisa memanfaatkan efek sibak dari patwal.

Justru bersiaplah terhadap kemungkinan traffic yg tertahan saat patwal menjadi padat dan tidak sabaran/mau mengalah.

Kita sesuaikan saja seperti riding tanpa patwal. Menikmati traffic sesuai kondisi/keramaian yg ada di jalan.

Perlu tempatkan beberapa sweeper tengah agar barisan tidak merasa ditinggalkan dan akhirnya buru2.

Bagi barisan depan tetap jaga sikap, jangan sampai barisan belakang yang terkena reaksi balik dari apa yg dilakukan rombongan depan.

Have a safe and joyful ride sobat semua!!

Iklan

26 thoughts on “Touring Pakai Patwal Juga Menyimpan Bahaya

  1. Selama ini touring hanya 4-5 motor, tanpa patwal, yg ada suasana adem, gak keburu-buru, saling toleransi, satu capek = berhenti semua. Kirain lebih asyik pakai patwal krn lebih cepat sampai, tapi bener juga artikel om Leo. Setelah ngasih jalan Patwal mmg cenderung “mbrojol” traffic nya. Hehehe..

  2. Menurut saya touring rombongan gk harus gandengan terus ada baiknya di bagi brapa bagian , yg penting titik kumpul sudah di tentuin, yg touring juga gk boleh egois ,musti mikirin pengguna jalan yg lain saya rasa ada baiknya kalo sekedar touring biasa gk usah pakai patwal .

  3. yang males kalo “oknum” rombongan touring ada yg lebih arogan dari patwalnya sendiri, misal pasang stobo + toa juga, atau kadang yg goncengan bawa tongakat atau apalah yg bikin terlihat arogan..

  4. om leo bahas juga dong tentang “patwal2an” yg mengantar jenazah ke kubur! klo di daerah saya sampe nyetop semua arus lalu lintas! dan arogansinya penduduk udh kebentuk! sampe2 kita yg mau lewat dibilang ga sabaran! bner2 pola pikir yg kebalik

  5. saya pernah sekali ikut touring dengan patwal klub motor besar amrik. Dari bandung menuju bogor. Esensi riding nya nggak nemu, stress under pressure gitu harus nempel satu sama lain.
    Beneran enak riding sendiri2, santai, enjoy surrounding view, kalau capek haus tinggal berenti. Dan yg paling penting, saya sungkan sama orang sekitar saya karena saya terkesan “arogan” saat bersama2

  6. Pernah ikut touring lebih dr 50 motor om.. Pke patwal jg..
    Buka jalaur terus, trabas trus setiap persimpangan.. Dalam hati kurang setuju jg karna ganggu pengguna jalan lain..
    Tp apa boleh buat drpda ketinggalan rombongan terpaksa mepet ke depan..
    Lain kali ogah dah ikut yg beginian..
    Enak jadi biker biasa aja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s