REVIEW Yamaha XMax250: Elegan dan Nyaman. Tidak Disarankan Bagi yang Kurang Suka Diperhatikan Di Jalan

2.5 tahun lalu saya sudah menulis bocoran Xmax250 akan di tanah air. Tiga hari ini saya merasakan langsung Maxi Scooter yang laris di Eropa ini. Apa kesan saya?

XMAX-001

XMax 250 didesain dan lahir di kontinen Eropa dimana dibutuhkan motor bertenaga besar dengan kestabilan riding untuk kecepatan berkisar 120 km/jam di highway. Terserah mau matic ataupun tidak, ya itu syaratnya. Itu sebabnya punya moped (begitu motor bebek disebut) adalah pilihan yang terbatas.

Sudah lebih dari 150,000 unit yang terjual di Eropa (sejak edisi pertama 2005). Dengan hasil survey menunjukkan sebagian besar ridernya executive muda yang juga pengendara mobil (bennet.co.uk).

Sebelum pulang ke Indonesia saya sempet WA2an dengan bro Steven Lay dari Layz motor. Bro Steven ini sohib sebagai sesama first owner R25 dan juga CBR250RR. Ngobrol-ngobrol, sayapun mendapat kesempatan untuk icip-icip si 250cc ini. Gurihhhh..

IMG_7608.JPG

Menjemput XMax di Layz

 

IMPRESSI DAN ERGONOMI

XMax terlihat sekali didesain untuk memudahkan transisi pengendara mobil ke sepeda motor. Ini terlihat dari area cockpit dan dashboard yang elegan dan mewah. Kenyamanan memang warna kunci yang terlihat jelas disini. Indra perasa juga sudah merasakan pada sentuhan seat, handlebar, glovebox.

Konsep keyless dial juga membuat para pengendara mobil “feels at home”. Satu dial untuk berbagai fungsi. Ingat, anda (atau tepatnya kunci anda) harus berjarak 80cm agar keyless dial itu bisa berkerja.

Saat saya duduk, ergonomy terasa nyaman. Handlebar cukup tinggi dan dalam jangkauan relax. Kaki memiliki space di tiga posisi. Posisi santai selonjor ke depan agak atas. Posisi normal di dek tengah. Dan posisi lebih agresif, kaki saya tarik ke belakang mendekati sumbu pinggul.

IMG_7757

Penyesuaian riding style lekas dan mulus. Sebentar saja sudah bisa nyaman dan maksimal. Saya sudah menggunakan di jalur perkotaan mulai dari Jl Panjang, Arteri Pondok Indah, TB Simatupang PP lalu menuju BSD. Total 2 jam lebih dilalui tanpa rasa lelah.

Posisi jok cukup lebar ini yang menyebabkan bagi pengendara bertinggi di bawah 170cm memerlukan tekad lebih. Bisa, bukan berarti ga bisa ya.

 

IMG_7681-002

Diperagakan oleh istrinya Benny Beruang. Tinggi 164cm.

 

HANDLING

Begitu jalan, motor seberat 178 kg ini ternyata ringan flicking ke kanan dan kirinya. Nampaknya ini terbantu oleh dua hal:

  • Centre of gravity yang rendah
  • Ukuran ban yang lebar

Jadi meskipun ukurannya lebih besar dari NMax atau matic pada umumnya tapi tetap bisa dibawa lincah bahkan agresif.

Bagaimana di kemacetan mas? Nahh itu artikel terpisah ya.

Perlindungan angin oleh windshield cukup memadai. Tidak terlalu tinggi dan masih memberi nafas ke badan. Windshiedl bisa digeser posisinya dengan menggunakan kunci allen.

 

SUSPENSI dan BRAKING

Suspensi depan nampaknya disetting untuk city riding atau long riding dengan kondisi jalan cenderung baik. Ini menyebabkan kendali motor sangat baik meskipun bobot motor dan pengendarannya luar biasa.

Tidak ada gejala rebound atau mengayun yang mengganggu handling di sisi depan.

Saat riding di long curve di BSD pada kecepatan di atas 120, saya masih bisa riding dengan satu tangan dengan merasa nyaman. Untuk suspensi belakang menurut feeling saya sudah cukup baik, tidak ada gejalan ngebuang. Dan ada 6 tingkat yang bisa distel.

Namun bila teman2 harus sering jalan di permukaan jalan yang jelek atau rusak, direkomendasikan untuk mengupgrade suspensi depan atau menyesuaikan kecepatan.

Untuk Braking, performanya lumayan. Saya untuk matic selalu mulai pengeraman dengan rem belakang baru kemudian ditambah rem depan. Terasa untuk rear braking, terasa kurang kuat hidrolisnya, kita harus mencengkeram lebih. ABS sudah ditest oke banget. Meskipun gradenya tidak sehalus Zeus ya.d

TENAGA

Ini asli enak banget. Power naik secara agresif sampai di kecepatan 120, setelah itu agak melandai. Ingat berat saya 94 kg, meskipun sudah dengan knalpot Termignoni. Top speed yang saya dapatkan 145 km/jam itupun karena track sudah habis.

Terasa sekali sweet spotnya di rentang RPM 4-6 ribu… kuat banget disitu.

Untuk stop n go, asyik banget dah.. juga untuk touring yang butuh medium power.. masih bejaban kalau barengan moge-moge.

Screen Shot 2017-05-24 at 10.14.34 AM.jpg

Utk cruising asyik banget

PROs:

  • Praktis dan nyaman
  • Desain dan finished quality elegant
  • Power berada pada range yang TEPAT
  • Kapasitas bagasi gila gede banget, cocok untuk ngantor
  • Traction Control membantu kendali terutama saat cornering di permukaan yang tidak rata.
IMG_7611

ada bbrp hal kecil begini yang jadi bonus

CONs:

  • Bagi biker bertubuh dibawah 170cm, dibutuhkan tekad ekstra
  • Suspensi depan kalau ingin jalan di permukaan jalan yang kurang baik nampaknya perlu diupgrade
  • Brake belakang yang kurang kuat
  • Feature Keyless dial buat yang ga biasa butuh penyesuaian. Ada jarak main bbrp mm.
  • Kualitas bahan standard samping yang biasa banget.

KESIMPULAN

Mengendarai XMax250, sulit sekali untuk menepis feeling bahwa kita sedang riding moge:

  • Tenaga yang agresif di putaran bawah-menengah.
  • Pandangan ke jalan melalui cockpit yang elegan.
  • Posisi kita yang lebih tinggi dari pengendara motor lain.
  • Semua perhatian yang didapatkan.

It feels like a “moge”. It looks like “a moge”. It gets all the attention like a real moge. Dengan harga 55 juta? Justified pake banget.

IMG_7727.JPG

Note: motor ini tidak disarankan bagi yang kurang suka diperhatikan di jalan.

Video maaf belum keburu diedit.

Iklan

40 thoughts on “REVIEW Yamaha XMax250: Elegan dan Nyaman. Tidak Disarankan Bagi yang Kurang Suka Diperhatikan Di Jalan

  1. Oom … Kalo handling di kemacetan kayak gmana oom … terutama compare dengan NMax dan Tmax … pengen tau banget Kalo dipake di Jakarta yg super duper macet dan jalanan amburadul… makasih ya oom …

  2. Suspensi depannya disarankan pakai merek apa om?
    Kemarin ngasih liat istri Aerox 155cc, kata doi ini lebih bagus dari pada NMAX.
    Pas ngasih liat XMAX ini, istri kasih lampu hijau buat beli wkwkwkkwkwkwkwkkw

    Walaupun istri mau nya sport 250cc, udah kasih liat CBR 250RR kata doi juga bagus. Tapi pegel juga pakai motor sport, pengen hijrah ke matic…

  3. Kalo buat selonjoran kayaknya masih enak nmax ya om leo? Saya sih oke banget sama nmax. Tinggal upgrade ke xmax ini..hehehhe…makasih artikel nya.. Mantap

  4. cuma kualitas standar samping yang kurang ya, haha bisa dimaafkan, yg penting kuat aja, toh standar samping ntar juga tampilannya bakal jelek lecet2 kena kaki n tanah terus

  5. Permisi om leo saya agak keluar topik nih, mau menanyakan prihal kawasaki mungkin om leo bisa bantu , mengenai inden sparepart yg lama banget, saya ada baca blog yg disana katanya om leo bisa bantu, terima ksh om sebelumnya, need help ….

    • Sama mas saya juga suka yg coklat, bedanya saya ga punya motor merk jepang babarblast, nasha n viar aja.

  6. Note: motor ini tidak disarankan bagi yang kurang suka diperhatikan di jalan.

    NAH ini yg masalah, saya barusan ambil MT25 biar dijalan DIKIRA BYSON Modif… 🙂 dan
    yg ke-2 istri saya 155cm ONLY, kebayang aja, 164cm aja nggak jinjit balet aja nggak bisa, apalagi 155cm 😦

    • yg ke-2 (,) istri…. beda dgn istri ke-2…. 🙂 istri 1 aja nggak habis2 kok bos, … 🙂

      akhirnya diambilkan Sc++py aja, sama2 imut hhhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s