Akankah Hubungan Rossi-Vinales Akhirnya Diwarnai Konflik?

 

Pertanyaan yang wajar muncul mengingat konflik yang terjadi juga antara Rossi dan Lorenzo. Keduanya berkompetisi mati-matian memperebutkan juara dunia selama beberapa musim. Kompetisi itu tidak berhenti saat motor masuk ke pit, namun terus berlanjut di dalam tim. Akankah hal yang sama terjadi lagi antara Rossi dan Vinales.

 

motogp-yamaha-motogp-unveil-2017-valentino-rossi-yamaha-factory-racing-maverick-vinales-ya

Rossi tentu masih berharap mendapatkan gelar Juara Dunianya yang ke 10. Itu alasannya dia memperpanjang kontrak sampai 2018. Usia boleh 38 tahun coi, tapi dia masih pembalap terkompetitif dua besar, beberapa musim terakhir. Missinya jelas: Juara Dunia 2017.

Vinales juga punya harapan yang sama. Konsistensi dan gaya kemenangan di dua seri pembuka jadi alasan untuk percaya bahwa diapun berpeluang besar menjadi juara dunia di tahun 2017 ini.

Sekarang masih di awal musim. Persaingan di klasemen masih berfluktuasi. Perhitungan masih panjang. Tim/pembalap lain masih bisa menyeruak maju.
 
Tapi bagaimana setelah melewati pertengahan musim? Dimana perebutan poin semakin sengit antar tim dan bahkan di dalam tim? Tidakkah persaingan ini berpotensi menghadirkan gesekan atau bahkan konflik di antara keduanya?

 

Ada setidaknya 3 faktor yang menurut saya bisa menjelaskan kemungkinannya:

  1. Vinales. Pembalap ini pun punya riwayat konflik dengan tim. Bahkan di tahun 2012, tepat di seri penentu apakah dia bisa jadi juara dunia Moto3, Vinales walk-out dari race, pergi dengan marah meninggalkan teamnya,  dan terbang pulang ke negaranya. Aksi ini menyebabkan Vinales gagal menjadi juara dunia dan terlempar ke klasemen ketiga. Vinales melakukan ini karena kecewa akibat tawaran untuk naik ke kelas Moto2 diblok oleh timnya. Vinales tentu sekarang sudah banyak berubah. Itu terjadi di usia 17 tahun. Sekarang 22. Seperti terlihat di dua tahun terakhir dia lebih matang, kalem, professional. Bahkan diberi penghargaan sebagai Rookie of the Year. Baik di Moto2 maupun MotoGP. Sebagai pembalap yang baru masuk ke tim Yamaha pun wajar kalau dia masih belajar dan membawa diri dengan baik. motogp-argentinian-gp-2017-second-place-valentino-rossi-yamaha-factory-racing-race-winner
  2. Rossi. Doi mengatakan kepada media, dia mempertimbangkan untuk pensiun di 2019. Tahun ini berarti dua tahun terakhir dalam karir balap MotoGPnya. These two years or never. Kalau mau dapat the magic 10th, ya harus sekarang. Rossi juga secara terbuka saat test pra-musim mengatakan Vinales adalah ancaman bagi perebutan titel Juara Dunia. Tapi saya perhatikan Rossi memulai balap musim ini jauh lebih tenang ketimbang 2015. Konflik yang terjadi ketika itu dan menyebabkan, salah satunya, dia kehilangan peluang menjadi juara dunia mengajarkan banyak-banyak hal kepada dia. Rossi harapannya akan lebih matang dalam menghadapi kemungkinan gesekan di dalam tim di tahun ini. Dia tentunya ingin dua tahun terakhir dari karirnya berakhir dengan baik, baik di dalam maupun luar track.rossi
  3. Tim Yamaha. Faktor tim dalam mendeteksi dan mengelola konflik juga sangat penting. Dan saya kira tim Yamaha punya pelajaran yang sangat-sangat banyak dari perseteruan Rossi-Lorenzo semejak musim 2008-2010 dan 2013-2016. Mulai dari pemisahan tim, data, bahkan ruang paddock sudah pernah mereka lakukan. Harapannya mereka bisa deteksi dan tangani lebih baik lagi potensi gesekan ke depan. Kebijakan, tindakan dan perlakuan dari tim terhadap para pembalap harus serius mempertimbangkan faktor itu.

tutti

Menurut saya kompetisi di antara keduanya akan menguat pasca break Agustus, tapi melihat faktor-faktor yang ada, kompetisi itu tidak akan berubah menjadi konflik baik di dalam tim maupun terbuka ke media.

Tapi sifat kita ini paradoks bukan? Pencinta kedamaian tapi juga penikmat drama action pada saat bersamaan.

 

 

 

Iklan

48 thoughts on “Akankah Hubungan Rossi-Vinales Akhirnya Diwarnai Konflik?

  1. Kayanya sih ga akan sepertu dengan si JL kmrn. Kemarin sih si JL emang rada2 gimana gitu. Kalo Vinales kayanya masih baik deh apalagi baru masuk tim.
    Dari Rossi nya mungkin masih berharap tp menurut saya ekspektasi ga seperti 2 musim sebelumnya.
    Yah moga aman walaupun ada drama.

  2. Menurut saya, manusia itu mahluk yang dinamis, bukan mahluk statis, sehingga perubahan sikap dan perilaku dari Valentino Rossi maupun Maverick Vinales sangat memungkinkan untuk terjadi.
    Persaingan memperoleh juara dunia untuk kategori pembalap merupakan kompetisi individual, dan hal ini mengesampingkan kepentingan juara Team maupun Konstruktor. Hal ini yang membuat seorang pembalap sebagai seorang manusia biasa juga biasanya sulit untuk menjaga emosionalitas nya bukan hanya di sirkuit, tetapi juga di luar itu, bahkan ke media massa yang celakanya pasti dibumbui oleh para jurnalis, pengamat, dll. dengan rempah2 yang semakin membuat masakan rivalitas menjadi hidangan perseteruan yang semakin tambah runyam.
    Semoga saja keadaan harmoni yang saat ini terlihat di depan layar antara VR46 dan MV25 juga sama keadaan nya dengan realitas keseharian mereka di dalam Team Factory Yamaha.
    Terima kasih Om Leo.
    Semoga sehat dan sukses selalu.

  3. lorenzo yg di byr plg mhal oleh ducati gmna kbrnya om??? kok gak ada yg mbhas ? apa dy lbih buruk dri rosi di ducati? gak bsa kyk stoner donk??? coba di bhas om. bloger2 honda pun jrg mbhas

  4. merubah karakter diri seseorang itu tdk mudah,

    vinales kalem saat ini mungkin karena dia di ymh baru, tau motornya plg bagus, ngeliat juga hasil test. Jadi pikirannya lebih adem.

    saingannya Jl, lagi masalah , dia tau , MM juga, mesin baru perlu adaftasi lagi.

    rossi dan mulai sadar akan umurnya, makanya keliatan ngak push di kualifikasi atu latihan, nyimpan tenaga dbuat race.

    satu lagi mungkin ymh blm targetkan apa-apa ke vinales, kalu jurdun yach bonus,

    jadi beban lebih ringan, thn depan mungkin baru target.

  5. Sya rasa vinales lebih mature di usianya saat ini, klo pun ada gesekan kya nya sih wajar aja. Nmanya jg manusia makhuk sosial slama kurun waktu 2musim kyaknya gk mlulu berinteraksinya bkal baik” aja om.. klopun ada selisih kyaknya ga sampe clash lebay dan childish kayak teammate yg kmaren.. dmana tembok pmbatas(ide furusawa) yg aslinya mencegah data tertukar karna pnggunan merk ban yg brbeda kala itu, ditanggapi dingin sma lor..yg trsinggung dgn hal tsb untuk mncegah dia contek ke sebelah. Apa ga kezel nih klo punya teammate kyak gitu kerjaannya Baperann… hhehehe

  6. atau ymh sdh sadar, bahwa vr dah mulai tua, mesti dah cari pengganti , sehingga ymh pun secara tdk langsung memperlakukan vinales spt vr.

    mungkin waktu msh adaJl, ymh msh kekeuh dgn vr, sehingga perlakuan agak beda.

    tentu kondisi ini menyebabakan mv lebih tenang dibanding Jl

  7. Bisa jdi Pak, klau keduanya terpaut point klasemen yg berdekatan dan di sirkuit itu keduanya kuat, terjdi fight handle bar to handle bar. Biasanya teammate yg punya skill bagus akan jdi kompetitor, karena bawa motor dg spek mirip.

    Rossi mungkin ngak fight se agresif atau nekat sperti dulu di jaman keemasannya juara dunia 5x tanpa putus bawa Honda disambung Yamaha. Mungkin dia lebih dg tunggu momen pas lawan bikin kesalahan atau disirkuit tersebut dia memang kuat, set up motornya tepat mendukung.

    Dia ngak akan ambil resiko terlalu besar, ingin pensiun dg aman tentram. Bukan sperti jawara motor bengis GP500 Wayne Rainey & Mick Doohan terpaksa atau pilih pensiun balap karena cedera berat.

  8. Ya inti-nya selama 2 tahun ini harus baik2x.tidak boleh selebrasi berlebihan , pas interview tidak boleh singgung2x oci , tidak boleh cemberut di depan oci klo’ bisa kasih senyuman termanis + salam jari peace kayak miss universe.cukup biaggi , gibernau,stoner,marques dan lorenzo aja yang salah terus , setelah itu tidak ada lagi telenovela motogp

    • Nah, di situlah kuncinya MV kalau mau selamat jangan sampai menjadi lima orang yg disebutkan di atas. Meskipun menang harus merendahkan diri tidak boleh membuat Rossi tercederai perasaannya. Karena bintangnya MotoGP adalah Rossi dan fansnya sangat banyak dan fanatik. 😉

      Komentarpun (di blog lain yg tidak bisa saya sebutkan di sini) tidak boleh menyinggung dan menunjukkan kesalahan Rossi waktu perseteruannya dengan MM dan JL di musim2 lalu, karena komentar yg dimoderasi bisa tidak diloloskan meskipun tidak ada menulis kata2 kasar ataupun makian. #_#

  9. Vinales lebih kalem daripada Lorenzo, juga lebih stabil dari Marquez, saat ini.

    konflik bisa saja terjadi, tapi kayaknya gak bakal separah ama Lorenzo 😀

  10. menurut ae. vinales rider paling ambisius setara marquez. dia g sungkan bilang target jurdun didekat rossi. persaingan akan lebih tajam dr lorenzo. bedanya lorenzo suka blak2an jd terlihat besar di media. sedang ambisi vinalrs vs rossi seperti api dalam sekam…

    • cakep. setuju sama yang ini. dengan skill dan potensi yang dimiliki Vinales sebenernya sudah terlihat dia orang yang ambisius, dan bumbu bumbu ke arah paddock team bakal “hareudang” sangat kuat bung.

  11. Kalau melihat karakter juara dunia dari tim balap…seorang pembalap dengan kelas/target jurdun harus lah mempunyai karakter egois….
    Tanpa karakter itu jurdun mungkin hanya cita cita saja….
    Baik di F1 maupun motogp…
    Saya yakin cepat atau lambat pasti ada konflik,mana ada sih pembalap yg ga tersinggung kalau kalah di balapan…apalagi sama team mate…masih ijo lagi….
    Dulu lorenzo rossi awalnya kan adem ayem juga…
    Lebih seru kalau ada konflik

  12. Bukankah kalau ada konvlik diantara MVK25 & VR46 justru diharapkan terjadi oleh Fans Boy kompetitor? Karena bisa saja mereka berasumsi jika ada konvlik diantara duo YFR maka justru akan bisa dimanfaatkan oleh sang Baby Alien untuk “mencuri” gelar Juara Dunia.

  13. Diam-diam oom Leo mempelajari isi hati manusia ya..hehe joss
    Paradoks, relatifitas, realitas..kata-kata yang membingungkan.

  14. Potensi clash paling besar sebenernya ajtara mm dan mvk.
    Persaingan dari kecil,persaingan abadi..
    Kalo dengan rossi pasti ada potensi, tapi mvk harus bisa manage,,terutama fbr yg bisa jadi fb vinales di akan datang

  15. Melihat dari sifat MV yang kalem, kemungkinan terjadinya konflik between these two sangat kecil ya, but we’ll never know until the end of this season..
    Tapi harapan ane sih sebagai fans Rossi dan mulai menjadikan MV sebagai idola, semoga minimal Rossi bisa dapet gelar kesepuluh dulu, setelahnya baru deh ganti ke era MV..

  16. Menurut saya tergantung posisi rossi sampai pertengahan musim ini. kalau dia masih kesulitan untuk bersaing dengan MV (selalu finish di bawah MV). maka ada kemungkinan musim ini aman-aman saja alias nggak ada gesekan.
    Tapi kalau mulai pertengahan musim mulai ada persaingan ketat potensi untuk gesekan lebih besar. Intinya tergantung bagaimana rossi memposisikan dirinya dan bagaimana vinales merespon.

  17. Belum clash aja tuh di track, apalagi di last corner……
    Entah yg jago MV atau team bekas JL nih, tapi yg jelas Movistar Yamaha itu team plg smart di motogp, modal secukupnya, hasil juara……

  18. Hmmm seharusnya sih gak akan terjadi karna mereka smua udah belajar dari konflik sblum’y, tapi kalo masih trjadi juga berarti TER…LALU . . .
    Kuncinya sih “Yang muda menghormati yang tua, yang tua mengalah dengan yang muda”, dah gitu aja, tolong di sampaikan ke MV ROSSI om . . .

  19. MV kalo pinter mah seandainya rossi tingkat kompetitifnya naik dan bisa juara seri dia langsung support rossi, bakalan aman karirnya ke depan…dapet tim kuat, motor bagus, dukungan tifosi rossi yang kemungkinan besar mau dukung dia setelah rossi pensiun

  20. MV itu sbenernya sangat ambisius tp belum keluar sifat aslinya. Maklum new kid di Yamaha. Dia tau diri ngga frontal nunjukin Rossi rival utama. Malah bisa dapet simpati fans Rossi dg psywar ke arah Marquez, yg kebetulan rival kecil nya. Sejujurnya rider motogp paling blak2an ya Lorenzo. Di “fastest ” ada scene dia lg nyetir mobil sambil bilang “Valentino is a legend but he’s not a god. If we really try, we can beat him”.
    diluar attitudenya nya yg nggatelli, gw demen style nya yg to the point gini. Rossi jg setuju Lorenzo lbh blak2an ketimbang Marquez. Sayangnya typikal frontal ngelawan Rossi ini adalah dosa besar buat fansboy Rossi yg lom dewasa. Yg udah dewasa sih bisa nerima plus minusnya rival Rossi. Just my two cents

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s