Pilih MT-09 ATAU Z900?

 

 

Pertanyaanya ini muncul 5 kali dari teman pemoge. Pilih yang mana? Ini merupakan pertanyaan yang wajar mengingat kedua motor sama-sama pakai angka “9” dan range harga yang agak mirip. Hehehe. Tapi memilih tidak bisa sekedar dua hal itu. Ayo kita lihat lebih jauh.

Downloads

Sebelumnya saya kasih disclaimer dulu:

  1. Kedua motor dari segi konfigurasi mesin dan kubikasi duduk pada kelas berbeda. Z900 (4 silinder, 948cc) VERSUS MT-09 (3 silinder, 847cc). Agar perbandingannya lebih fair biasanya motor dengan silinder lebih sedikit memiliki cc lebih besar. Contoh R6 – 600cc inline four VERSUS Triumph/MV Agusta – 675cc 3 silinder.
  2. Untuk MT-09 ini berdasarkan pengalaman saya mengendarai motor ini selama 9 bulan dan 9000km (3rb km touring Kalimantan + 6rb di Australia). Untuk Z900 ini berdasarkan impresi saat static seating, dan pengalaman relative cukup mengendarai Z1000 (yang ergonominya sangat mirip dgn Z900) dan Z800.

 

IMG_1937-001.JPG

Fullscreen capture 7142014 83811 AM-001

 

MT-09 vs Z900 all

 

RIDING STYLE

Kedua motor datang dari aliran yang berbeda. Yamaha MT-09 memiliki basic motard.

Artinya posisi berkendara lebih berorientasi pada perkotaan. Close quarter combat. Posisi lengan dengan pinggang cukup dekat. Mirip seperti berdiri tegak ala supermoto.

Sementara Z900 sebagai naked bike (non-fairing version dari sport) memiliki ergonomic lebih condong ke depan. Lebih sport.

Pada kemacetan jalur perkotaan atau suburb (seperti Gadog, Ciawi, Padalarang, Menjelang masuk Semarang atau Malang), MT-09 akan memiliki keunggulan manuver. Motor yang lebih ramping (3 silinder vs 4 silinder) dan ringan (lebih ringan 16kg) akan membantu untuk menekuk labirin lalu lintas. Sementara pada jalur yang relative lengang Z900 menawarkan kestabilan.

 

KARAKTER TENAGA

Sebagai motor triple engine, MT-09 memiliki karakter tenaga yang meledak di bawah dan menengah. Torsinya minta ampun di kelas CCnya. Yahhh sesuai dah dengan alirannya yang motard. Hampir sebagian besar kecelakaan yang menimpa ridernya terjadi di minggu-minggu pertama, termasuk saya. Meskipun sudah ada throttle mode, namun karakter tenaga sulit dibohongi memang liar.

MT-09 vs Z900.jpg

Di area perkotaan atau suburb seperti dicontohkan di atas untuk stop n go, MT-09 menawarkan tenaga yang bisa diakses seketika di kitiran bawah-menengah.

Di lintasan luar kota, seperti saat acara Yamaha For Borneo 2016, saya mengendari MT-09 selama sejauh 3000km. Saya merasakan tenaga berlimpah ruah disini. Terlalu berlimpah ruah dan liar, sehingga saat cruising, saya bermain di gigi 4-5-6 untuk membuat tenaga lebih jinak, tidak sering slide di tikungan (edisi 2017 belum masuk Indo sudah ada traction control), dan agar konsumsi BBM lebih bersahabat. Mengendalikan throttle yang sangat sensitive untuk touring beberapa hari juga akan terasa di otot halus lengan kanan.

Sementara itu Z900 sebagai inline four normal, bukan crossplane, memiliki karakter tenaga yang padat namun lebih teratur di bawah. Naiknya lebih predictable dan tidak segalak mesin crossplane. Hal yang saya perhatikan saat revving Z900 adalah kitiran lekas sekali naik ke limiter dibandingkan Z800. Karakter tenaganya memang sangat dekat dengan Z1000. Maklum basis mesinnya adalah Z1000.

Di dalam perkotaan, meskipun tidak seliar Crossplane 3, keuntungannya adalah motor ini akan lebih behave, santun di RPM bawah saat kemacetan. Kelebihan inline four akan terlihat di lintasan yang lebih lengang baik saat weekend riding ataupun jalur luar kota. Tenaga di putaran bawah dan atas sangat cocok untuk cruising karena linear dan manageable.

IMG_1978

HANDLING

Disini bermain banyak sekali factor, beberapa yang penting adalah chassis, suspensi, centre of gravity, wheelbase.

MT-09 dikenal memilik chassis teknologi baru yang ringan dan fleksibel. Dengan dimensi yang ramping 3 silinder dan bobot yang ringan, MT-09 lebih mudah ditekuk. Di jalur yang padat ataupun medan non-beraspal (bukan heavy off-road ya) saya tetap lebih megang MT-09. Kalau harus lewat jalur belakang Cisarua, Gadog, Jasinga yang naik turun jalan tanah, MT-09 lebih superior.

Kelemahannya adalah pada suspensi yang terlalu motard dan empuk. Yang berpengaruh pada high speed riding baik di jalan lurus yang bumpy maupun tikungan. Reboundnya terlalu lekas, membuat kontak ban terhadap permukaan jalan berkurang. Motor juga lebih mudah terganggu dengan bump, jalan tidak rata di kecepatan medium-high saat touring. Ini bisa diakali dengan mengaplikasikan aftermarket suspension seperti Ohlins, Penske atau yg lebih budget Hyperpro.

Sementara Z900, berkaca dari banyak masukan atas Z800 yang dianggap terlalu berat dan tinggi, sudah memperbaiki banyak hal dari. Dengan Chasis, Swingarm, suspense yang sama sekali berbeda dengan Z800, Z900 tampil lebih ringan. Jauhhh.

Saya bengong saat pertama kali duduk di atas Z900. Buseett… Ini pendek banget (disbanding Z800 ya).  Hanya lebih tinggi sedikit dibandingkan ER6n. Gila gak…

Seat height bahkan lebih rendah drpd MT-09, namun seat lebih lebar, maklum jumlah silinder lebih banyak.

Posisi yang rendah tentu sangat berpengaruh pada handling dan kepercayaan diri kita melibas medan. Ini perlu dikonfirmasi saat saya sudah test Z900. Tapi jika bisa 80% saja mendekati Z1000, maka Z900 ini bakal sangat nyaman dan stabil handlingnya. Dengan suspense yang lebih sporty ketimbang MT-09, saya rasa cruising luar kota, di atas aspal ya, akan lebih terkendali dan stabil saat menghadapi cornering.

 

PRICING

Yamaha CBU mematok harga MT-09 semenjak launching 2015 seharga 250 juta rupiah. Sementara Kawasaki menghadirkan Z900 di harga 225 juta rupiah.

Yamaha menawarkan paket aftersales seperti service, towing dan parts (tertentu) gratis selama 3 tahun. Kawasaki memangkas semua layanan itu agar harga lebih kompetitif.

Menurut Yamaha harga MT-09 lebih mahal juga dikarenakan motor ini diproduksi sendiri oleh YMC di Jepang. Sementara Z900 diproduksi Kawasaki Motor Thailand. Buat saya sendiri sih, di kelas harga ini, perbedaan keduanya tidak signifikan secara gengsi.

Mengingat harga MT-09 tidak berubah selama dua tahun, ada kemungkinan Yamaha menaikkan harga. Apalagi selama 2 tahun ini sudah hampir 90 unit MT-09 laku terjual. Menurut saya Yamaha perlu mempertimbangkan dengan hati-hati, mengingat persaingan di kelas ini semakin sengit.

Beware someone has moved the cheese.

Ada motor dengan power lebih besar dan silinder lebih banyak TAPI dengan harga lebih murah.

 

KESIMPULAN

2 tahun lalu saya mereview MT-09 Vs Z800. Kawasaki mendengar keluhan banyak rider ttg Z800 dan menuangkan itu pada motor baru Z900. Ini menyebabkan peta persaingan jadi lebih menarik. Meskipun begitu keduanya tetap mewakili aliran dan pendekatan yang berbeda: Motard Vs Naked (non-fairing sport).

Jika anda mencari keliaran dan superioritas di perkotaan atau tikungan pendek, MT-09 mungkin pilihan yang lebih tepat.

Jika senang karakter inline four dan membutuhkan kestabilan saat cruising high speed atau tikungan panjang, Z900 lebih mewakili.

Apa pilihan anda?

Yamaha MT-09 2017 sports accessories_0.jpg

MT-09 edisi 2017

 

Iklan

60 thoughts on “Pilih MT-09 ATAU Z900?

  1. Wahh artikel bikin galau..
    Om Leo nanya dikit dari statement di atas “Terlalu berlimpah ruah dan liar, sehingga saat cruising, saya bermain di gigi 4-5-6 untuk membuat tenaga lebih jinak, tidak sering slide di tikungan ” itu pada prakteknya maen setengah kopling tidak? Kalau pas di tikungan yg berpasir apa tidak bahaya maen setengah kopling?

  2. Disini ada yg mau jual EX650 Om KM baru 13k
    Minta 75jt
    Mungkin ada yg minat whahaha… Bukan promosi sih maaf om

    Saya prifer sama MT
    Karena udah pernah nyoba 2000km
    Tapi sekarang sudah ganti si Viper (R1Old)
    Yg seneng dari MT y torsinya bikin naik motor maju mundur duduknya haha..

  3. Dua-duanya mantap Pak. Weight-to-torque rationya se level. Pasti lebih gampang di power wheelie atau clutch wheelie dg gir 2.

    Ngak salah Kawasaki sempurnakan dri kekurangan Z800, terutama faktor berat.

    Yamaha Mt-09 suara 3 cylinder nya mantap bikin pendengaran syuur

  4. sensasi 4 silinder, harga baik, produksi negara sebelah….. Built in japan, 3 silinder, harga sedikit lebih tinggi…. silahkan tentukan pilihan

  5. pilih mt-9 yang ada traction control nya untuk jinakin kalau lagi hujan tapi disayangkan mt-9 atau z900 belum ada abs

    maaf OOT, zx6R ada upgrade tidak mungkin om leo dapat bisikan dari petinggi kawasaki karena seri kawasaki udah pada di upgrade

  6. pilihan rider yg mau naik kelas entah itu er6 atau sejenis pasti z deh, kecuali udah rider berpengalaman dengan selera taste yg udah kebentuk…bisa milih z ato si MT …jadi secara statistik z900 lebih gampang dipilih

  7. saya ttep vote mt09 om..walau soal.power.z900 unggul..entah kenapa setelah yamaha keluarin mt series (07.09.10) pandangan saya soal.naked bike berubah..saya justru suka model.motard gini kalau di suruh milih motor non fairing..suwun om

  8. z 900 ….cinta pada pandangan pertama…kalo menurut ane sich no 1 ya modelnya ,suka ato gg, ..mengenai impressi berkendara dll nya bisa dirasain sendiri kalo udah kebeli…hehe

  9. Review om leo elegan bahasanya, tidak hanya sekedar share info, tp juga mendidik dan tentu tidak bikin pembaca saling caci maki. Kalau di blog sebelah, pembacanya saling caci gara-gara hasil tes dyno motor 150 cc….konyol banget liatnya 🙂

  10. Beda 1 silinder & 100cc tp ga terlalu jauh beda hp & torsinya yaa
    Antara mafia vs predator, tetep pilih mt 09 dark side of Japan, kalau punya uangnya hehe

  11. Lebih suka tampilan mt09 lawas, kalo yang baru terlalu ganas tampilan headlamp sementara body belakang ke motard. Bagus kok cuma ga perfect aja. Terkait liarnya mt09 lawas apa kaya kasus R6 lawas om? Sangat sangat tertarik sama mt09 cuma tertarik lebih tertarik supersport/superbike karena masih ada duke hehe.

  12. Sebentar Om, mau nanya paradigma made in atau built in Thai itu gimana ya? Setau saya, bahkan Ninja 250/300fi itu cuman di rakit/assembly di Thai, sama seperti Kawasaki Brasil.., bener gak sih om? Sedangkan mesinnya (atau bahkan sasisnya, suspensi dll) masih buatan Jepang?

    Khan sama seperi Airbus Group (dan mobil2 german juga) gak mesti all made in Europe, beberapa subcon ke pabrikan lain di rakit di mana d gabungin di mana.

    Mohon penjelasannya om…

  13. Bagaimana jika ada yg suatu statement kalau mesin V-Twin itu gengsinya pridenya lebih tinggi daripada mesin inline 4? karena jika dilihat dari samping kelihatan lebih padet dan high tech lantaran bercabang bentuk silindernya, tidak mainstream. Jika memang demikian, harusnya Suzuki GSR 750 yg mesinnya V-Twin itu (CMIIW) itu juaranya dong jika ditinjau dari segi pride?
    Bagaimana tanggapan dari pembaca dan Om Leo khususnya??

  14. masih pilih z900 dari segi harga, cc mesin dan jumlah piston, tampilann lebih padet…
    kalo tinggal di kampung lebih gaya kalo piston 4, plus kalo motornya lebih gede… lebih eye catching dan eargasm.
    kalo di kota saya pilih xrs900 biar lebih berkarakter..

    beli motor mahal2 gaya harus dipikirkan juga.. gk cuma asal motor kencang…

  15. Beda bgt yah penikmat moge asli dibading mocil 150cc ala2 bergaya naek moge di jalan, komennya smart berbobot keliatan nek berkelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s