Anak Bekerja: Latihan Menuju Kemandirian Atau Eksploitasi Anak?

Bung Regis Bagas, seperti juga beberapa anak-anak seusianya, sudah mulai bekerja paruh waktu selepas sekolah. Kebanyakan di toko atau di restoran cepat saji. Wah eksploitasi anak! sampai segitu ga punya uangnya mas anak diperkerjakan?

Hehehe uang, meskipun ga banyak, ada. Tapi bukan itu tujuan anak-anak bekerja. Negara Australia mengizinkan anak untuk bekerja karena melihat itu latihan paling baik menuju kemandirian. Dengan bekerja, anak melihat dan merasakan sendiri arti penting dari pendidikan yang mereka terima dalam hidup nantinya. Dengan bekerja mereka jadi sadar bahwa mencari uang itu tidak semudah meminta. Apalagi pada umumnya setelah berusia 18 tahun anak-anak pada umumnya merantau atau mandiri meninggalkan rumah.

Saya sendiri merasakan bekerja semenjak kelas 3 SMA sebagai instruktur komputer di Widyaloka Pontianak. Teman-teman saya yang lain sudah bekerja lebih duluan dengan usaha berjualan langsat, durian, makanan kecil.

Jadi saya tidak merasa alergi atau malu melihat anak saya bekerja. Selama itu pekerjaan yang halal dan membawa manfaat bagi orang lain.

Bung Regis sendiri antusias sekali bekerja. Saya tanya uang hasil kerjanya mau diapain. Lalu dia nunjukin foto KTM RC390 versi L (learner, RPMnya restricted sehingga max power 33HP). Walahhh ngapain naik motor, bahaya hehehe…

Di negara miskin seperti Australia ini, Negara memberikan perhatian dan perlindungan ekstra terhadap anak yang bekerja. Ada jumlah jam kerja maksimal (4-5 jam seminggu), waktu kerja (diluar jam sekolah tapi tidak larut malam), jenis pekerjaan dan sederet persyaratan ketat lain yang harus dipenuhi baik oleh orangtua maupun pemberi kerja dengan sanksi hukum yang serius.

Jadi: bekerja, dalam kondisi yang melindungi, bermanfaat sekali bagi anak.

Di Indonesia? anak-anak yang dipaksa mengemis keleleran di jalan saja sering terabaikan. Apalagi anak-anak jermal, perkebunan dan yang bekerja di tempat tersembunyi dari publik lainnya.

Iklan

38 thoughts on “Anak Bekerja: Latihan Menuju Kemandirian Atau Eksploitasi Anak?

  1. Peluang kerjanya dan konsepnya beda. Kalau di negara barat cari kerja sambilan anak sma mudah. Kalau di Indonesia rasanya nggak banyak restoran/toko yang terima seperti itu. Kadang cuma terima yang sudah lulus SMA. Lagipula kalau di Indonesia, orang tua kebanyakan bakal malu kalau tahu anaknya jadi tukang cuci piring atau jadi pembantu.

    Kecuali kerja online atau dagang kali ya.

    https://kupasmotor.wordpress.com/2017/03/12/harga-honda-crf150l-bakal-murah-bila-mirip-dengan-honda-xr150l/

    • Kalau yang dijadikan ukurannya adalah pendapatan, saya kira sulit sekali di Indonesia bisa seperti ini, karena surplus tenaga kerja. Tapi kalau yang dicari adalah pengalaman dan latihan mental, pendapatan belakangan kesempatan itu selalu ada. Baik dengan magang atau berdagang.

  2. Setuju oom … Anak harus belajar mandiri sejak awal … dah Harus di ajarkan punya cita” yang tinggi … gak sekedar ngomong raihlah Bintang di langit, gak ngerti Anak, terlalu abstrak … good luck bung Regis … semoga tercapai cita”mu … at least KTM nya dulu … next yg lebih tinggi … 👍🏻👍🏻

  3. Misal gaji sehari di sana 400 – 750rb/hari (4-5jam, gaji 100-150rb per jam) dikurangi biaya makan harian masih sisa berapa om?

    • sekali makan kalau beli bisa 100 rb/porsi. Kalau masak sendiri itu bisa untuk 2-3 orang/hari. Kerja 4 jam sehari dengan gaji anak2 ga akan cukup untuk hidup orang dewasa.

  4. nah ini program yang baik banget…pendidikanya lebih realistis…
    di indonesia p[onakan saya sekolah sampe jam 3 sore, lalu lanjut les berbagai macam, bahkan sampe nambah les di hari libur juga….!dan memng nilai disekolahnya membaik! jadi heran aja ngapain sekolah???les ajalah….hehehe
    om bahas juga donk sistem disana kyk apa? klo kita disini khn lebih berharga sistem ijazah dan transkrip nilai…disana gimna?

  5. Maaf om mau tanya, kalau setelah kuliah di luar, tp cari kerja disana dan jadi karyawan tetap apakah bisa? Atau harus melapor terkait visa yg dikeluarkan sebelumnya untuk belajar dan akan diganti?

    Regard, Bryan.

  6. Om leo…klw jd k sana saya numpang nginap ya,
    Soal makan gak usah kuatir….ane bawa bekal beras pandan wangi dr indonesia…ha..ha..ha..ha…

  7. Koment yg pertama just kidding ya om..
    Setuju saya om anak memang harus d ajarkan mandiri sejak dini…jaman saya kelas 1 sd aja dah biasa angkut air dri sumur klw mau mandi…ortu secara gak lngsung ngajari klw mau sesuatu harus d lakukan dgn usaha. Untk bung regis…keep fight be success

  8. Saya juga gitu om meski masih di Indonesia

    Kuliah jurusan fkip sambil ngajar disana sini dan alhamdulillah kebeli cb150r meski harus nabung lumayan lama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s