Knalpot aftermarket BUKAN HANYA TENTANG suara gahar. Knalpot aftermarket juga adalah tentang bagaimana performa terbaik dari motor bisa dikeluarkan. Dan untuk itu tidak bisa pakai kira-kira. Harus melalui riset. Mencoba memahami karakter mesin. Try and error berjam-jam di atas mesin dyno. Coba lagi. Perfecting. Waktu, biaya dan pikiran.
Ini yang dilakukan oleh sportisi selama 3 bulan semenjak November kemarin. Mencari konfigurasi bentuk lekuk, diameter dari header dan muffler yang tepat. Dan akhirnya mereka berhenti pada versi terakhir yang menurut catatan Dyno berhasil melepaskan tenaga potensial CBR250RR sebesar 10% atau 3 HP dan torsi 1.2 Nm.
Waktu terima berita dan chart di Australia, saya langsung tanya, “tambah PCV mas?”
“Engga, standard, hanya exhaust full system”
“Filter, pengapian dll?”
“standard dar”.
Saya pun duduk tegak. Buku tebal kriminologi jadi tidak menarik lagi. Saya perhatikan dengan baik chartnya. Eidiannn. Saya todong “pulang nanti saya jajal mas”
“yo mesti” jawab mas Bram Sportisi.
Saat sampai di Jakarta dan akan test hujan berhari-hari tiada henti. Tidak pantang mundur. Sikat!!
Dan ini hasil review selama sekitar 200 km dan 3 hari.
BENTUK
Bentuk knalpot yang dinamakan GPR ini berbeda dengan kebanyakan knalpot aftermarket untuk CBR250RR. Bentuknya mengerucut panjang membesar. Yang menarik, pada bagian ujung muffler, justru menutup dan mengecil. Bahkan DB Killernya pun masih terpasang. Menurut mas Bram kalau dicopot justru drop tenaganya Meskipun berbahan stainless steel namun muffler berlapis doff dan memberi kesan elegan.
Untuk knalpot yang dirancang sebagai varian racing/kompetisi, GPR tergolong cantik. Knalpot kompetisi biasanya knalpot no bull-shit. Hasil pengembangan terus menerus. Yang penting performa, tampilan menyusul. Tapi tidak dengan GPR. Bentuknya yang sebenarnya panjang tertutup dengan desain yang menarik dilihat. Ditambah lagi pada bagian sambungan header dan muffler ditutup dengan cover carbon dari Prospeed.
SUARA
Pada saat idle suara yang keluar rapi dan sopan sekali. Seperti seorang siswa baru di hari pertama sekolahnya. Baju terserika rapi, celana pantalon, dan rambut dengan pomade rapi. Begitu ditarik ke RPM di atas 4000, suara yang serak, troathy ala knalpot sirkuit mulai keluar. Puntir sedikit gas, suara rarrrr meraung gelisah. Hilang sudah siswa rapi tadi. Digantikan tukang rusuh dari bangku belakang.
Yang menarik, meskipun volume muffler panjang dan besar, gas ringan dan cepat sekali menuju limiter. Coba dengar video, tarik langsung ngek ngek ngek …. Distop oleh limiter.
Hal lain, karakter suara tidak pecah di RPM atas. Tetap konsisten setelah 3000RPM.
PERFORMA
Nah ini….
Saya sudah dapat wanti-wanti dari mas Bram. Ati-ati mas Leo …
Namanya nasihat tentu tidak didengar hehehe..
Begitu betot setelah keluar dari Sportisi di jalan Pemuda. Alamak jannnn….
Ini motor trail apa ya? Motor njengat terus di gigi 1-2-3. Ngaceng.
Saya ingat saat pakai Regina dua bulan lalu. Karakternya memang benar-benar beda. Paling tidak untuk dua hal:
- CBR250RR standard memiliki karakter power lag di putaran bawah. Terasa menunggu. Dan baru meledak diatas RPM 9000 mengalahkan sport 250cc lain. Dengan instalasi GPR ini, karakter itu berubah. Motor menjadi agresif di hentakan RPM 4000. Saya memainkan gas, menyentak. Dan itu diikuti oleh motor dengan lebih responsive. Lihat videonya deh.
- Perbedaan dengan knalpot standard adalah karakter tenaga pada menjelang limiter masih mendongak ke atas. Lihat chart. Ini menyebabkan saya sering ketipu. Saat saya merasa tenaga masih naik dan saya putar terus gass, tiba-tiba mesin sudah dipotong oleh limiter dan tersendat. Kecele!! Sementara pada knalpot standard kita bisa merasakan tenaga sudah mendatar sebelum limiter bekerja.
KESIMPULAN
Saya selalu menggunakan 3 aspek dalam menilai knalpot. 1) Bentuk/Fashion, 2) Suara dan 3) Performa. Catatan: sebenarnya ada aspek lain yaitu harga.
Bagi biker lain mungkin yang penting keliatan keren. Atau ada yang nyari suara alias bacotnya gaharrrrr…
Buat saya performa jadi faktor pertama. Sensasinya kita yang rasa.
GPR mungkin bukan knalpot dengan material teratas. Tapi sejauh ini, baru GPR yang tercatat di dynojet dan test di lapangan menghadirkan 3 HP lebih dan karakter tenaga yang berbeda bagi CBR250RR. Dengan harga full-system 4 juta rupiah, buat saya ini pilihan yang secara logis sulit ditolak.
Bused sampe sering kena limiter gitu saking cepetnya rpm Naik, dahsyat! Bentuknya agak nggilani sih Tapi ya itulah bentuk dari pendekatan kompetisi .. ga bisa terlalu bagus hehe..
Kalau liat knalpot kompetisi yg biasanya, pada malesin. Hahaha ya resiko tiap kali race dirubah dll
Btw, gw gak tau kalau R25, tp ninja dan Z butuh settingan ulang dan paling gak semacam piggyback buat ilangin atau meminimalisir tembakan di Knalpot, nah di CBR ini kagak.. advise?
yaaaaa….keduluan si charming kobay nanya
yg endorse kmrn gmana mang? hrs ttp pake piggyback? kaya rambo ga cbr nya suka nembak2
kalau nembak nembak gw gakan bilang kaya di atas dong, kan pertanyaan gw kenapa CBR gak pake nembak nembak.. hehee..
Pas pake knalpot L, ada nembak bro
knalpot L yang mane nih..
Waktu pakai knalpot L sih ada nembaknya ya
👆🏻iklan
L= leov*nce?
kayaknya sih
http://kobayogas.com/2017/02/28/hasil-dyno-test-knalpot-racing-rx8-rd-honda-cbr250rr-naik-hampir-2hp/
racun…
ga nembak2 om? biasanya pasangan sejati knalpot aftermarket yaa piggyback
ntu bnr2 standart atau hrs di tmbh apa apalah biar bisa dpt performa yg bagus
Ini orientasi developmentnya memang bgmn dpt settingan paling optimal tanpa merubah afr dan timing standard
chart di puncak rada gimana gitu ya, ibaratnya baru nikmat udah kudu ganti posisi 😂
tapi harganya menarik pake banget sih..
http://dolanotomotif.com/2017/02/27/tiket-promo-air-asia-periode-terbang-1-maret-30-april-2017-domestik-dan-internasional/
Iya jadi sedih euy Regina pego
nonton videonya di ig mantap djiwa ni knalpotnya…
Nampaknya knalpot r* H2 juga naiknya hampir 3hp tanpa db killer.. Cuma belum pernah liat pergerakan grafiknya.. Bro klo ada kesempatan di review donk R* H2 di cbr250rr.. Hehehe..
Wah hebat bisa naik 10%. pakai db killer lebih enak didengar tenaga juga lebih ok ya. Apa pingin coba pro capacitor? tambah tenaga dengan merubah sifat bensin. bisa merubah suara knalpot juga.
Ini warung racun banget..
Wajib beli mah…ada atau gak ada doku wajib diadain kakakakkkk
Masalah istri ngomel mah tinggal dibawa ke mall..
Menurut saya justru tampilan seperti ini yg keren,rapih, ,
Sikatttttttt
“Motor njengat terus di gigi 1-2-3. Ngaceng” Gokil Om wkwkwk
“Ini orientasi developmentnya memang bgmn dpt settingan paling optimal tanpa merubah afr dan timing standard”..
👆Yang begini yang mantab…. ekonomis,terlebih lagi;praktis..
Kirain waktu di video ada suara sirine bakal ada tulisan “BUSTED” gitu,hehehe..
Sayang ga skalian video topspeed nya om.. harga 4jt dapet barang bagus tanpa beli pb ya jelas ini worthed bgt lah. Btw bobotnya om leo brp sih om?
Hahahaha … berat saya 45kg mas… kirinya
Wkwkk timbang kaki kiri doank?
Itu diatas ada namanya Kobayogas kalo gak salah Blogger juga ya?
Tapi bawa motornya gak sejago Iwan Beneran
Harganya berapaan kang leo
om ne exhaust nya msh di produksi ga?
skalian minta contact person sportisi nya donk om
thanks sblum nya
Masih bro. +62 817 4953079