Jalur Lembang = Jalur Maut. Apa Solusinya?

Miris. Hampir tiap minggu membaca berita accident di jalur ini. Korban nyawa sudah jadi berita biasa. Jalur Lembang-Ciater-Subang yang asyik dinikmati karena lintasan dan pemandangan alamnya sudah menjadi jalur yang sering dilalui malaikat maut. Apa solusinya mas?

ilustrasi-kecelakaan-2-140520-andri

Sebagai biker kita tentu mengerti kepuasan dari berkendara melintasi jalur perbukitan yang meliuk memanjakan prefrontal lobe (bagian dari otak) yang menimbulkan sensasi yang tidak bisa dimengerti oleh non-biker. Bukan hanya menimbulkan rasa nyaman, jalur seperti ini juga membantu kita melatih skill dalam mengendalikan motor dan mendeteksi bahaya.

Apakah itu baik? oh bagus sekali malah. Sangat disarankan.

YANG TIDAK BAGUS adalah:

  • memaksakan diri/kondisi tubuh;
  • melebihi kemampuan/skill;
  • mengabaikan hazard/bahaya dan;
  • melanggar aturan.

Disitu bahaya bahkan maut menanti.

Memaksakan diri/kondisi tubuh maksudnya, bagi biker yang berasal dari luar daerah. Setelah sekian jam berkendara, dari BSD misalnya, saat tiba di daerah itu, kondisi tubuh sudah turun, mungkin 50-60% yang berakibat pada refleks dan antisipasi yang berkurang.

Melebihi skill, karena terpancing emosi atau ikut2an teman atau karena sedang bikin video, kita memacu motor melewati tikungan melebihi kemampuan kita saat ini mengendalikan motor. Biasanya di tikungan A kalau berjalan sendiri, kita pede-nya menikung dengan kecepatan 50km/jam. Tapi karena terpancing atau takut ditinggal, kita paksa di 70km/jam. Sehingga berpotensi understeer alias melebar ke jalur lawan. Atau kehilangan kendali.

Mengabaikan hazard/bahaya. Sekali lagi karena sedang bikin video, kita ingin menunjukkan gagah perwiranya kita. Blind corner dilibas. Jalanan ‘kotor’ alias ramai, disikat. Kita tahu ada wilayah permukiman, pertigaan sibuk, kita hajar saja.

Melanggar aturan. Larangan memotong jalur dibuat bukan karena iseng. Ada ilmu dan perhitungannya disitu. Yang dibuat untuk melindungi kita penggunanya dari bahaya.

SOLUSINYA APA MAS?

Bagi komunitas, mungkin ada baiknya sebelum melintasi di daerah yang ‘asyik’ tapi maut seperti ini diingatkan lagi bahaya dan resikonya. Masing-masing biker mohon kendarai motor sesuai dengan ritme dan kecepatan yang mereka nyaman. Tidak perlu dalam iringan/konvoi. Jangan takut ditinggal atau dibully. Sesuaikan dengan kondisi traffic yang ramai. Tentukan titik ketemu untuk ngopi sembari menikmati pemandangan perkebunan teh atau gadis-gadis desa yang melintas. Dibawa asyik aja. Sebelum touring lakukan checking bersama atas kondisi motor rekan komunitas.

Bagi biker yg rider dewean, kesempatan riding masih tak terhingga di depan, di tempat2 yang kita belum pernah lintasi sebelumnya. Enjoy dan nikmati lintasan yang ada dalam batas kepercayaan diri dan kemampuan kita. Hindari resiko yang tidak perlu.

Bagi Pemda tentunya selain memastikan kondisi infrastruktur jalan selalu baik juga memperkuat tanda bahaya di titik-titik maut. Tambah speed bump (bukan polisi tidur ya) menjelang tikungan maut. Perluas ruas jalan atau ruang pandang pada blind corner.

Semoga jalur Lembang bisa kembali menjadi jalur hijau. Enjoy the ride!

 

Iklan

38 thoughts on “Jalur Lembang = Jalur Maut. Apa Solusinya?

  1. Rame kecelakaan semenjak ada action cam. Libas tikungan pake kecepatan ga wajar cuma gara” pingin dapet like di medsos doang. Apalagi kalo udah wasuk daerah ciater-subang (setelah tangkuban parahu), ampun dah bawa motornya. Ga peduli kalo daerah situ banyak mobil yang mau wisata sama truck yang ngangkutin galon.

    • yoi….parah emang…jadi ga asik lagi solo riding nya. padahal nimat bawa motor sedang sambil nikmatin hembusan angin. pulangnya beli ketan bakar+susu

  2. Kalau pengalaman saya salah satu faktor yang kadang luput itu over maupun underestimate tunggangan kita. Keduanya sama bahayanya. Motor yang tidak sanggup dipaksa untuk sanggup dan motor yang buas dianggap jinak. Yang ini murni dari kemampuan seseorang, seperti poin no. 2 yang Om Leo sebut. Yang menguasai tapi terlalu pede dengan motornya kadang bisa salah perhitungan. Dan yang tidak menguasai tapi pede dengan skillnya kadang bisa salah membuat keputusan.

    Pengalaman yang bisa mengatasinya. Tapi kembali lagi, sebanyak apapun pengalamannya, selama apapun jam terbangnya, dan seberuntung apapun masa lalunya, akan kembali sia-sia jika tak mampu mengambil maknanya.

  3. Kecelakaan diawali dari pelanggaran. Jalan dibuat bukan untuk kebut2an atau ajang show off skill & performa kendaraan. Sayang disini masih saja “gengsi” dijalan nomer 1. Motor mahal/kenceng atau apalah jadi alat “pamer”. Penyesalan selalu datang belakangan. Tapi kewaspadaan & pola pikir yg benar dapat mengurangi tingkat kecelakaan dijalan.

  4. Saya pernah cerita kan om
    Apa lagi itu pas mau masuk tangkubanprahu
    Banyak remaja disitu naik motor ugal2an
    Makanya pas bawa bogo (er6n) mereka panas
    Padahal saya bawa gk ampe 80kpj soalnya motor berat ditambah jalan licin
    Kalo ada trotar sih mending
    Solusinya adain penertiban pengendara setiap minggu tanpa embel2 tilang cukup pembinaan berkendara dan diawasi pihak pusat

    • Wahhhh…. brarti yang bulan depan launching Z900??? Yahhhhh…….

      Lama beud dah ah jawaban kawak buat cbr250rr kalo ampe akhir taon mah.
      Keburu mengkeret tu ms.

    • Iya, kabarnya Z900 mas @Bhendjol, New Ninja 250 /zx25r spertinya menunggu R25 Facelift, Jadi besok Ninja keluar dg power paling gede dan desain yg istimewa. begitu sih kabarnya.

  5. saya tinggal di Jalancagak Subang, Jalur bandung-Lembag-ciater-subang adalah makan sehari-hari. Jalur tersebut sangat menggoda BIKER untuk unjuk Gigi skill dan kemampuan motor, termasuk ane sendiri ha3x….alhmadulillah walaupun pernah beberapakali hampir adu domba, Allah masih kesempatan hidup. Tiap minggu para pemilik MOGE pada nongkrong….dijalur ciater-lembang. Saya sendiri kalau dalam kondisi capek perjalanan dari bandung, lebih memilih istirahat di warung-warung pinggir jalan sambil nyeruput kopi, makan jagung bakar/ketan bakar….

  6. Kalo diledek temen gara2 ketinggalan pas riding berdua saya sering tuh om. Gara2 saya yg karakternya slow riding, plus motor saya yg cuma matik. Sedangkan temen saya demennya ngebut dan motornya sport 150cc hehehehe

  7. Kalo menurut ane adaptasi sama motor perlu juga om. Banyak yg setiap hari pake motor masih belum tahu seluk beluk motor sendiri sepenuhnya. Ane aja dulu adaptasi berbulan” dari naik bebek ke sport
    Keep safety ridding guys kalo mau kebut”an mending disirkuit pake pengaman lengkap lebih aman daripada dijalan

  8. Sangat ditunggu,,harga 100 jutaan pun bakalan laku, 4 silinder (45 – 50 hp),, USD,, (nggak usah pakai Riding mode !!! yg penting suara merdu dan desain yg keren khas Kawasaki,, top speed 200 km/jam udah lebih dari cukup,,, jarang juga dijalan raya diatas 120km/jam,, SEMOGA PIHAK KAWASAKI BACA…. Banyak yg nunggu ZX25R,, Pas untuk rentang harga diantara ninja 250 dan ninja650.

    • Siip mas @Bhendjol, Saya dan Banyak rekan jg menunggu, tp klo lama jadinya ambil CBR dulu,,, hehe,, bsa jadi akhir tahun 2017 keluar, dipasarkan 2018. masih lama

  9. Dulu, pernah ikut touring. Pas bareng rombongan, eh kok begini? Rombongan kerap kali memakan jalur lawan arah, kecepatan war wer war wer aja seperti jalan punya rombongan sendiri. Seakan rasa respect pada pengguna jalan lain ngga ada. Dari hal itu, saya terus kapok ngga lagi ikut touring, saya merasa tidak enak ‘pekewuh’ pada pengguna jalan lain. Lebih suka riding sendiri, santai mampir ke warung” sambil ngobrol ngga kesusu. Curhat saya Om Leo hehehe

  10. paling wueenak tetep sama pasangan (pacar atau istri)
    mau pamer skill ke lawan jenis siap di toyor dari belakang
    mau pamer skill ke sesama jenis siap dicubit pinggangnya
    capek tinggal minggir cari tempat di pojok,
    menikmati pemandangan sambil pijet-pijetan
    tapi sayang gw jomblo 😥

  11. Om leo, bahas juga dong soal motorsport 150cc yang akhir2 ini lagi marak persaingannya antara gsx r150, cbr150r, dan r15 dari sudut pandang om leo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s