Review Knalpot Leo Vince Pada CBR250RR: Emak dan Alay Minggir Semua

 

Saya dikontak Digioto, ditawari untuk melakukan review atas knalpot Leo Vince. Ada tapinya. Belum ada header. Sontak kontak Sportisi yang juga langsung menyanggupi membuatkan header untuk Leo Vince. Saling menolong ini namanya.

Knalpot pun kemudian saya bawa test dalam berbagai kondisi: harian, riding pendek ke Rangkasbitung, termasuk lari di atas treadmill dynotest. Ada kurang lebih 700 km test dilakukan.

Saya biasanya menilai knalpot dari 3 parameter: Performa, suara dan bentuk/tampilan.

PERFORMA

Knalpot Leo Vince memiliki leher 54mm dengan header free tanpa catalitic converter dari Sportisi. Hasil test dyno menunjukkan tenaga mengalami kenaikan sebesar 0.5 HP dari sebelum pemasangan. Lumayan. RPM juga terasa berkitir lebih cepat ke atas. Sayangnya kenaikan ini terjadi justru pada RPM atas yang merupakan kekuatan CBR250RR.

img_6663

Ini saya rasakan betul pada saat harus berakselerasi melepaskan diri dari kemacetan kota ataupun saat touring. Kenaikan RPM terasa lebih seketika. Tidak ada gejala nembak pada knalpot ini. Top.

 

SUARA

Saya merasa terlalu tua untuk knalpot ini hahaha. Suaranya cenderung provokatif. Mengendarai CBR250RR dengan knalpot ini memang membuat emak-emak atau alay nanggung jadi ga sembarangan motong jalan. Engga kurang ajar. Tapi juga beberapa kali saat saya cruising di dalam kota, motor yang tadinya akan saya salip di depan karena memang kecepatannya lebih lambat, sontal jadi ngebut kesetanan di depan. Mungkin setelah terprovokasi dengar knalpot ini.

Suara pada saat idle masih sopan. Tapi begitu ditarik keatas, bacotnya keluar. Pada RPM tinggi, sayangnya, tone suara terdengar mulai pecah.

BENTUK

Tipe Leo Vince yang saya coba adalah GP Corsa Black. Menurut saya dari segi desain dan finishing tergolong rerata. Ada baiknya disesuaikan untuk mengimbangi garis desain Honda CBR250RR. Kesan race-oriented yang prekk dengan keindahan muncul.

Unknown-1.jpg

 

KESIMPULAN
Bagi CBR250RR rider yang butuh lalu lintas di depan minggir dengan anggaran yang terjangkau, Leo Vince muffler dengan header Sportisi bisa jadi satu alternatif. Performa terdongkrak meskipun hanya sekitar 0,5 HP di kitiran atas. Tampilan ga terlalu dipusingin yang penting kenceng dan pada minggir semua.

 

————–

DIGIOTO

Jl arteri kelapa dua no.B45, RT.6/RW.4 kelurahan kecamatan kebon jeruk, Sukabumi Utara, jakarta, RT.8/RW.4, Sukabumi Utara, Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11540, Indonesia
SPORTISI
Address: Jl. Tenggiri No.4 A, RT.9/RW.6, Rawamangun, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220, Indonesia

18 thoughts on “Review Knalpot Leo Vince Pada CBR250RR: Emak dan Alay Minggir Semua

  1. Wahh mantab samaan knalpot ane nihh…full system di ninja250fi n slip on di kebo er6…betul sedikit pecah di high rpm ninin but so far puass hehe

  2. Saya merasa terlalu tua untuk knalpot ini hahaha. Suaranya cenderung provokatif. Mengendarai CBR250RR dengan knalpot ini memang membuat emak-emak atau alay nanggung jadi ga sembarangan motong jalan. Engga kurang ajar. Tapi juga beberapa kali saat saya cruising di dalam kota, motor yang tadinya akan saya salip di depan karena memang kecepatannya lebih lambat, sontal jadi ngebut kesetanan di depan. Mungkin setelah terprovokasi dengar knalpot ini.

    …. sama yah … kalaw pake knalpot yang suara+nya cenderung meng”intimidasi” … biasanya reaksi rider lain, cuma dua, .. kalaw ngga minggir yah .. tiba2 jadi kesetanan pas di salip … he2

  3. Hahaha… bacotnya keluar,saya malah suka yg begitu om.tenang waktu starter, gelegar waktu di tarik. tapi suara knalpot kan ibarat genre musik ya buat tiap orang,jadi relatif.
    Posisi braket nya juga tinggi ya, emblem leovince nya jadi terkesan maksa nyempil disitu menurut saya..
    BTW Ada crackel crackel nya gitu ga om waktu gas diturunin?

  4. Iy sma sya pakai knalpot racing bukan utk ugal2an hanya utk safety buat pengendara lain biar gak motong sembarangan atau sebagai penanda d belakang dia itu ad kita. Di tempat saya rata2 rider udh spion 1 jarang d pake pula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s