Ninja 250Fi VS R25 VS CBR250RR: Road Test to Rangkasbitung

 

Memahami satu motor tidak bisa hanya dengan membaca brosur. Anda perlu mengendarainya. Untuk mengerti bagaimana motor bereaksi terhadap jalan raya dan instruksi dari anda sebagai pengendaranya.

dsc_6386

Pic: Permana Trias

Untuk kepentingan itu, saya mengajak tiga orang teman untuk riding pendek ke Rangkasbitung. Kenapa ke Rangkasbitung? Karena rute ini bisa dianggap mewakili jalan raya umum yang dihadapi biker saat touring. Kondisi jalannya variatif: mulai dari jalan tanah yang terbuka, beton rengkah, hingga berpuluh-puluh km jalan raya penuh liku naik turun bukit. Minus macet.

 

Tiga teman itu: Rano ASR, rider fanatic Ninja 250FI. (Mantan) pengguna Ninja 250 Karbu, Er6n, Z800. Buat Rano, Ninja is the best. Permana Trias, blogger (yg lebih) muda (dari saya), penunggang R25. Ada masalah dengan NMax anda? Hubungi Trias. Dan Albert Juno, jomblo berkualitas dari Cibubur, hapal semua jenis motor. Juno rencananya mengendarai KTM RC250, namun pihak Penta hingga saat terakhir tidak memberikan kepastian. Akhirnya Duke 690R JYC yang turun.

Ninja 250Fi standard, hanya ganti knalpot CLD dan ban MPR. R25 knalpot standard dengan piggyback D-tech dan ban MPR. CBR250RR  knalpot Leovince (volume kecil), PCV utk Ninja250 dan ban standard.

Semua motor yang ditest milik sendiri dibeli pake uang beneran.

Kami berangkat pagi sekitar jam 8 kurang dari BSD. Setelah sekali berhenti untuk rehidrasi di Jasinga dan foto-foto, kami tiba di Rangkasbitung pukul 10. Langsung mengarah ke Alun-alun kota untuk foto-foto dan kemudian sarapan/makan siang. Baru jalan pulang sekitar jam 11.30 karena hujan lebat. Tiba kembali di BSD jam 2 siang. Satu jam terakhir perjalanan kami disambut hujan lebat, bisa dikatakan badai, karena pohon dan gerobak makanan bertumbangan di jalan. Sepanjang perjalanan kami bergantian mengendarai CBR250RR.

 

img_7022

Berikut impressi saya:

 

 

Kawasaki NINJA 250FI.

 

Cukup sebentar mengendarai Ninjanya bro Rano, memori di otak dan otot di tubuh saya mengingat kembali momen berkendara bersama Bianka.

Di antara ketiga motor, Ninja memiliki karakter tenaga dan handling yang paling bersifat tourer. Sebaran tenaga rata dan linear di RPM bawah dan menengah. Tidak terasa ada drop saat bermain di rentang tenaga ini. Sangat tourer. Pelepasan tenaga lebih rapat dan halus.

Ergonomi juga begitu, paling tegak. Cocok untuk long range riding.

img_6988

Itu kelebihannya.

Kekurangannya juga ada: sebagai tourer, Ninja cenderung lebih nyaman untuk berjalan lurus ketimbang menghadapi tekukan tikungan sempit rute Jasinga-Rangkasbitung. Oleh rider yang sama, R25 dan CBR250RR terasa lebih lincah.

Jadi meskipun tenaga lebih cocok untuk perbukitan, tapi handling tidak selincah yang lain.

gopr1312-001

 

Yamaha YZF-R25

 

R25 memiliki karakter yang berbeda dengan Ninja untuk dua hal. Pertama handling terasa signifikan berbeda. Lebih ringan. Kedua: karakter tenaga yang lebih meledak dan menghentak di putaran menengah. RPM 5000-9000 itu sweet spotnya. Riding di arena perbukitan yang berliku-liku, saya merasa lebih PD dengan handling R25 ketimbang Ninja.

gopr1309-010

R25 terasa lebih kecil dan ringkas saat dikendarai. Lebih cocok untuk rider bertubuh kecil-medium atau mereka yang baru naik ke kelas 250. Di lintasan lurus pendek-menengah atau saat ditengah lalu lintas , R25 lebih cepat merespons dibandingkan CBR250RR. Sisi lainnya, efek engine brake juga terasa lebih besar saat kita main di tikungan. Beberapa kali ban mengunci, masih oke, asal perhatikan sudut.

Suspensi R25 cenderung soft. Membantu saat melintasi jalur touring yang keriting ataupun terbuka. Namun pada saat bantingan cornering pendek, terasa suspensi depan lebih nge-dive karena perpindahan bobot ke depan. Begitu juga saat mid cornering, suspensi belakang terasa mengayun.

 

Honda CBR250RR (Mode Sport +)

Ini sebenarnya motor balap. Yang bisa dipakai harian. Begitu istilah mas Bram Sportisi.

dsc_6393

pict: Permana Trias

Jarak antara pinggul dan handlebar lebih jauh ketimbang R25. Posisi handlebar juga lebih rendah. Membuat ruang untuk body position saat cornering lebih lega ketimbang Ninja dan R25. Handling terasa agresif dan ringan. Setting suspensi yang terasa lebih keras (stiff) membantu kita lebih PD saat masuk dan ditengah tikungan. Jeleknya saat rolling di atas jalan keriting, getaran jalan lebih terasa sampai ke lengan dibandingkan R25.

Untuk tenaga, nahh, urusan tenaga di RPM bawah dan menengah terasa sedikit kurang dibandingkan R25 dan Ninja di saat melewati perkampungan, tanjakan sempit, traffic perkotaan dll. Kita harus menggantung RPM dekat 7000an, jangan keseringan tutup gas, agar tetap ngisi dan sewaktu-waktu siap meledakkan tenaga ke atas. Tapi begitu meledak, eidiann…

 

KESIMPULAN:

Ketiga motor di atas memiliki karakter dan arah dasar yang berbeda. Karakter tenaga dan handling Ninja cenderung lebih tourer ketimbang dua temannya. Sementara itu karakter CBR250RR yang lebih track-oriented. Perbedaan di antara keduanya cukup jauh. R25 sepertinya duduk lebih mendekat ke kutub sport. Kenyamanan long range riding saya prefer Ninja250FI. Namun dengan kondisi jalan raya yang membutuhkan tenaga dan handling yang lebih kejam Ninja perlu menunggu edisi terbarunya.

Untuk karakter tenaga jika boleh memilih saya ingin punya motor dengan kombinasi R25 + CBR250RR. Responsif di kitiran bawah-menengah seperti R25, tapi di atas meraung marah sampai limiter seperti CBR250RR.

Untuk handling saya lebih memilih CBR250RR, agresif dan tajam.

Sementara R25 lebih ke arah ringan dan friendly, tapi posisi stangnya dan respons suspensi perlu dibuat lebih sporty.

Jika anda sudah memiliki salah satu di antara ketiganya, anda ga perlu pusing, anda punya motor yang jutaan biker lain ingin miliki.

Pada akhirnya yang terpenting how you ride your bike. Bersyukur, dan gauli sebaik-baiknya.

img_6979

 

 

 

 

57 thoughts on “Ninja 250Fi VS R25 VS CBR250RR: Road Test to Rangkasbitung

  1. Kata kata yang ini yang bikin greget,
    Pada akhirnya yang terpenting how you ride your bike. Bersyukur, dan gauli sebaik-baiknya.
    Wakakakakaka

  2. Jika anda sudah memiliki salah satu di antara ketiganya, anda ga perlu pusing, anda punya motor yang jutaan biker lain ingin miliki.
    Suka om…

  3. Saya pengguna r25, rencana mo ganti ke versys x. Dg alasan bahwa versys x akan memperluas jangkauan bermotor saya..sementara memang r25 sy tidak bawa turing..turing sy pake naked bike z8..tp eman2 ya z8 dbawa turing jauh..butuh input apakah ini kputusan bijaksana..mengingat cc yg hanya 250 d versys x..tmen2 bilang bhw akan sgera bosan dg versys x krn tenaganya tanggung (dg perbandingan ke z8). Ini jg bikin sy galau..mohon inputnya oom leo dan tman2

    • Budget 70an mas leo..gak mau nambah byk2..soalnya rencana kan tuker sama2 250cc..kalo nambah byk2 mending lsg versys 650..tp versys 650 velg 17 rata dan bobot berat..utk cb500x sih sama skli tidak msk pilihan saya..krn 500ccnya 2cy hp hanya 40an dan tadi itu..velg jg 17inch tenaga boyo..overprice. shock sama dg versys 250..pilihan d budget 70jtan adlaah er6 ato versys x..sbelum pake z8 sy pake er6..

    • Thanks oom Leo..mungkin pilihan lainnya bungkus z8 ganti tracer kali ya..hehehe dbanding MT..tp 2 lbh baik dr 1 ya..hehehe thanks inputnya oom…

  4. Maaf om Leo, ulasannya mmg sangat bagus, apalagi alinea terakhir, tp kalau mmg tujuannya membandingkan ketiganya secara handling, power, stabilitas, sebaiknya pake motor yg bener2 standar.
    Penggantian ban pun sudah mempengaruhi handling dan stabilitas. Penggantian knalpot dan piggyback jelas mempengaruhi power juga.
    Nuhun…

    • Terima kasih masukannya mas. Utk akurat mungkin sepertinitu. Buat saya sendiri test kemarin lebih pada reminder akan karakter, karena ketiga motor sudah cukup familiar. utk Ninja 250 FI saya sdh 14rb km, R25 7000an km.

  5. kalo dilihat di foto… secara dimensi depan terlihat cbr lebih kecil dari yang lain… r25 tampak paling lebar. tapi dari bentuk facia tampak r25 paling biasa…paling enggak latest moge look . disaat kita bisa membayangkan mirip ninja1000 atau ala panigale yang lebih fresh, pada r25 miripnya pada R1 jadul atau malah jadi mirip r15… IMHO
    asal fbh garis keras nggak sering BC-in ninja kayak para fby-smart, ninfiers mungkin bisa nyari istri muda yang lebih cantik dan bengal pada cbr250rr ini

  6. Masing2 motor mmiliki karakter trsendiri, Tnggal kita mau plih yg mna . . Masih tnggu 2 silinder Suzuki apakah akan memfinalisasi mengakomodasi and action of perfection kelebihan & kekurangan tiga saudara jepang’y. .
    Mohon Doa Restu Om Leo

  7. aduh om, untuk si merah jangan terlalu di gauli sebelum di beri nama, kasian bagai kan orang tanpa ktp kita udah menikahinya, ayo cepetan om apakah sudah ada bocoran nama yg cocok utk si merah ☺

  8. Scr overall puas g om beli cbr? O iya itu kan ceritanya riding gantian..klo pendapat tmn2 om lainnya ttg karakter masing2 motor sama apa ada bedanya? Pengen tau jg.

  9. duit beneran itu gimana om? 😂😂😂
    makanya semua pasti ada plus minusnya, cocok di si A belum tentu si B juga cocok. oleh karena itu seobyektif apapun review balik lagi ke karakter reviewer, nah yang jadi poin positif disini dikatakan sesuai karakter om leo gimana plus minusnya. josss! 😊

  10. Nah ini nih yg mantep..kira2 menurut om leo, dari kawasaki dan yamaha perlu improve produk mereka lagi ndak om untuk bersaing dengan cbr250rr??? Gak salah kan pakai kata bersaing, kan emang jualan itu kayak kompetisi, tapi yang sehat lho ya… Soalnya kok menurut saya ini cbr imba kalau r25 dan nin-fi gak ada improv.. Tapi sebenernya memang ketiga produk udah bagus sih ndak ada yang jelek..

  11. Komparasi yg mantap! Buat saya 17th menggauli thunder250, 5th KZ200, 2th gelatik k3, kalo dijual ketiga motor itu mana bisa beli salah satu motor di atas. Walaupun besi tua tapi how you ride your bike ya om? Yg penting bersyukur anak bisa sekolah, dapur istri tetep ngebul dan masih bisa naik motor.

  12. Sy jg lg nyari review cbr250…buat jarak jauh enak meain ninja ya om…kalo gt versys 250 sudah plg bener ya om touring lintas propinsi…cm terkendala blum upside down …

    Trims om leo

    • sebagai usulan, mungkin om Leo bisa ngebahas perbedaan suspensi upside down dengan teleskopik konvensional,
      apakah untuk pemakaian sehari-hari dan/atau touring sangat terasa perbedaannya?

      Thanks om leo

  13. Bersyukur itu penting.. ketika om leo sharing harga filter oli CBR250RR harganya 260 ribu selisih ama R25 200 ribu !!… bagaimana harga spare part lain ??.. bagaimana jika crash berapa duit restorenya ? seketika saya mensyukuri R25 saya… yang jauh lebih terjangkau harga sparepartnya..toh selama 2 tahun ga pernah bermasalah..
    Thanks om leo

  14. Klo dari pengalaman saya di ninin, z250 dan r25, mengganti ban belakang lebih lebar akan membuat manuver / cornering jadi lebih enak / gesit. IMHO

  15. Kangen dengan tulisan classic blogger. Menceritakan impresi personalnya secara terbuka apa adanya tanpa khawatir pemasangan iklan pabrikan

  16. Muantap sekali om Leo kalo bahas, dari perspektif yang benar benar seorang rider, bukan yang mempromosikan salah satu brand.
    Saya sendiri penunggang R25 asal semarang tp sekarang domisili di jakarta, kmaren lagi maen ke semarang ya om? ketemu sama predator25 aka yroi semarang.

    setuju sekali sama bahasan R25, persis seperti yang saya rasakan, apalagi tentang ban belakang sering lock ketika engine brake rpm tinggi.
    untuk ninja 250 FI seirama juga sama om Leo, dulu pernah pake itu kurang lebih baru 1000km doang, 500km sendiri untuk Jakarta-Semarang.
    Nah untuk cbr250rr menarik juga, ternyata minusnya disitu ya, harus bener bener rpm atas baru meledak ledak tenaganya dibanding keduanya.
    Menarik om.

    Sukses selalu, dan ya saya selalu bersyukur punya salah satu dari trio 250cc 2 cylinder jepang ini

  17. Alhamdulillah sudah pernah punya R25 dan saat ini pake NinFi jadi sepakat sama mas Leo yang penting bagaimana menikmati perjalanannya. tinggal nunggu setaun untuk CBR 250 RR biar tau pro and consnya. makasih artikel kerennya mas

  18. Om,apa boleh dikatakan CBR 250rr penyempurna Ninja dan R25? Karena disaat R25 launching,ada beberapa kelemahan yg dibandingkan langsung dengan ninja. Tapi setelah launching CBR,saya kira dengan fitur teknologi akan overpriced, Ternyata Honda masih memberikan price yg logic,lebih mahal pasti tapi tidak overpriced. Dan feedback dari blogger dan motovlog Indonesia,sangat minim sekali tentang minus dari CBR. Semoga ATPM lain bisa lebih memanjakan konsumen kedepannya,tks

  19. artikel om leo menjadi artikel yg pertama pernaha saya komen sepanjang hidup saya selama 19 tahun. haha. kata2 super bijak keluar. saya penunggan ninfi. dan saya suka semua motor kelas 250cc twin cylinder ini.” they have their own character “. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s