Apakah Penjualan CBR250RR Akan Mengalahkan Ninja250FI dan R25?

 

Sebagai pendatang baru, CBR250RR memiliki banyak keuntungan. Honda sudah bisa melihat landscape market seperti apa. Apa kekurangan dan kelebihan kompetitor. Tapi apakah penjualan CBR250RR akan mengalahkan Ninja250FI dan R25?

img_4265

Market penjualan kelas sport 250cc di tanah air semenjak tahun 2012 berkisar di angka 2,000 unit per bulan.

Tahun 2013, setahun setelah Ninja 250FI dilaunching dan euphoria berlalu,  AISI mencatat:

Ninja 250FI (ABS+Non ABS)  —  1,998 unit perbulan. (AISI Juli 2013)

Begitu pula tahun 2015, setelah R25 dirilis resmi dan euphoria mereda, kue DOMESTIK dibagi menjadi:

  • Ninja250FI  — terjual maksimal 1400 unit/bulan
  • R25  — maksimal 700 an unit/bulan

(AISI Mei 2016).

Jadi setelah fase spike (bergejolak) atau euphoria, kue pasar sport semenjak 2013 hingga sekarang menunjukkan angka cenderung stabil di 2,000 hingga 2,1000 unit per bulan. Kita bisa saja asumsikan terjadi perubahan (10-15%, angka optimistik) untuk akhir tahun 2017 menjadi 2,400 unit per bulan.

PERTANYAANYA:

Setelah masa spike/euphoria berlalu, seberapa besarkah kue penjualan yang bisa ditangkap oleh CBR250RR?

Saya menduga dibawah Ninja 250Fi dan berhimpit ketat dengan R25. Kadang di atas kadang di bawah.

Ada dua faktor yang jadi pertimbangan saya: basis market dan harga. Saya mengasumsikan faktor ketersediaan parts dan kualitas service setara.

  1. Basis market.
    • Kawasaki memiliki basis pengguna sport yang sangat luas dan fanatis. Jangan maen-maen dah dengan basis ini. Sudah terbina lama. Belum lagi image Ninja yang sudah beredar luas ke kalangan awam yang enggga mengerti motor sekalipun. Ini yang menyebabkan angka penjualan Ninja, meskipun dicuri oleh R25, bisa tetap stabil. Belum lagi dengan rilis baru varian sport 250cc oleh Kawasaki.
    • Begitu pula dengan basis market Yamaha di kelas sport 150-225cc sudah sangat luas.  Untuk kelas Vixion saja tahun 2014 tercatat 1.5 juta unit yang terjual semenjak 2007. Hampir semua R25 rider yang saya tanya, dulunya adalah rider sport Yamaha. Bagi mereka naik kelas dr 150-225cc ke 250cc twin silinder ini keniscayaan. Namun karena faktor daya beli dari kelas 150cc tentu mobilitasnya tergolong alamiah dan lambat. Tapi konstan.
    • Basis market Honda. Dalam waktu setahun setelah launching, para pembeli akan didominasi para CBR 250 single rider dan bike enthusiast yang penasaran dengan CBR. Namun setahun kemudian mengandalkan basis market 150-200cc  seperti CB150 atau CBR150 untuk imigrasi ke CBR250RR yang dibanderol di angka 70an juta bukanlah hal yang mudah. Kelas sport 150cc di Honda relatif baru terbentuk jika dibandingkan Kawasaki ataupun Honda. Akan terjadi, tapi serapannya termasuk golongan alamiah dan lambat.
  2. HARGA. Pasar di kelas ini masih merupakan pasar yang sensitif harga. Bagi bike enthusiast yang motor sudah tarafnya hobi mungkin ga akan pusing, beli saja. Namun, mereka, sesuai namanya, akan melakukan pembelian di tahun pertama, demi prestise dan greget. Namun diluar kelompok itu, Honda harus mengandalkan basis pengguna Honda 150cc atau yang lebih potensial pengguna 250cc lain yang dulunya berdarah Honda.

 

Ini kalkulasi saya. Bagaimana menurut rekan-rekan?

63 thoughts on “Apakah Penjualan CBR250RR Akan Mengalahkan Ninja250FI dan R25?

  1. soal harga…bukankah skrng sdh jamannya pke sist kredit ya om. Jd orng yg pngen motor bagus, hrg mahal tp uang pas2an y belinya kredit. Yg penting dapet, mslh nyicil belakangan.
    Gmn y nanti jk trnyata pnjualannya ndk bs mngalahkn dominasi ninja..pdhl sptnya honda sdh habis2an membuat cbr250rr..bgitu detail.smpai2 lekukan di knalpot aja di desain buat pijakan kaki. Smntara ninja ya gt2 aj blm upgrade fitur dlsb. Pnjualan msh blm bs dikalahkn R25.
    Kyknya bg honda perlu deh om…bikin sinetron yg isinya motor cbr250rr smua.wkwk…

    • Betul om, sekarang zamannya kredit. Namun, apakah juga ada kemungkinan orang yang macet juga kreditnya sehingga berpengaruh terhadap penjualan?

      Menurut saya, memang pasar ini (pasar CBR250RR) bukan pasar yang sembarangan, mengingat spek yang ditawarkan “wow” dan harga yang nggak murah sehingga menurut saya bisa dikatakan pasar untuk motor ini lebih segmented. Sehingga yang beli cuma yang ngerti spek motornya, bukan dari harganya

  2. Kualitas service om, untuk CBR250RR mesti dibuat ‘pit’ sendiri. Setiap kali saya service motor Honda, baik di AHASS maupun bengkel yang ada di dealer ora tau bener, malah tambah suloyo -,- Selebihnya, sependapat dengan Om Leo. Ganteng juga Om, naik CBR hahaha

    • Ketersediaan part sepertinya jadi pertimbangan utama. Saat sy msh di CBR, sekedar mengganti break pad saja susah bnget pdhal part tsb kan tergolong fast moving yg mustinya dealer wajib ready stock.

      Lalu sy beralih ke n250fi, sy pernah ganti break pad, disc break, footstep, faiing, stang bisa langsung didapatkan hari itu jg alias tanpa perlu indent. Hebatnya lagi, perangkat footstep bisa sy beli hanya sebelah dan tdk hrs satu perangkat utuh, begitu pula stang dan fairing bisa beli sebelah.

    • Untuk kualitas service,saya sependapat dengan anda..saya punya pengalaman tidak mengenakan service di bengkel AHASS 0001 alias ASTRA Motor Dewi Sartika,dimana pada saat saya service CBR 150r K45A saya,mekanik mengatakan kampas rem depan belakang sudah hampir habis,saya pun mengiyakan karena saya sendiri tahu memang sudah habis,nahh disini permasalahannya..sang mekanik mengganti kampas menggunakan milik cbr CBU yg notobene memiliki harga jauh lebih mahal..awalnya saya berpikir kampas cbr lokal dan cbu adalah sama, karenanya saya bayar aja sebesar 785 rb (kampas rem + jasa+servis lengkap),harga kampas depan belakang + jasa kurleb 550rban,begitu di rumah ..saya penasaran dengan kode partnya..disanalah saya tahu klo mekanik mengganti kampas dengan cbu tanpa konfirmasi dulu ke saya..saya sudah kirim email keluhan ke AHM..ya balasannya cuman menginvestigasi saja..tanpa ada update ke saya…disini saya merasa kapok punya motor dari AHM…service di AHASS nomor cikal aja begitu apalagi yg dibawahnya huehehehehe

      salam

      dari biker CBR yang memutuskan untuk tidak pernah lagi servis ke AHASS

      :v

    • Ada kesamaan seperti yang saya alami, tapi dengan sepeda motor vario karbu. Karena km sudah hampir 24000 saya putuskan ganti belt cvt di ahass duniamot keb. Penggantian tidak hanya belt cvt set, tetapi juga drive face boss.

      Setelah pakai beberapa hari, saya coba buat raih top speed. Diatas 100 km/h biasany g ada getaran, ini malah ada getaran ampe ketangan *kayaktigerane. Karena penasaran saya cek online parts yang diganti. Alhasil heran jadinya, drive face boss yang baru ternyata punya honda spacy. Ada perbedaan sekitar 5mm panjangnya. Efeknya selain getaran tadi, seal oil crankshaft juga ikut bocor dan kemungkinan shaftnya ikut tertarik, karena walau diganti drive face boss yang baru lagi masih getar.

      Sejak saat itu saya muales lagi service di AHM. Bengkelnya mungkin bagus, tapi SDMny payah. Parts kayak gitu aja bisa keliru.

  3. Yap stuju om,mnurut saya sepertinya ahm gak niat jadi penguasa seperempat liter ini terbukti dengan menyematkan fitur di atas rata rata para pemain seperempat liter.jika seandainya mau nyaingin ninja harusnya fitur dan harga bisa sama bahkan lebih murah dari ninja efeknya para fansboy honda bisa lebih mudah untuk beli 250rr ini.mungkin honda lebih memikirkan image 250rr itu sendiri yg dibikin sedikit lebih premium untuk saat ini.jelas populasinya tidak akan sebanyak ninja di jalanan

  4. IMHO Kalau Honda gagal membendung ninja, sepertinya segmen 250cc perkembangannya akan lambat. Karena pabrikan lain beranggapan kalau segala fitur dan kelebihan yang udah ditawarkan cbr ternyata gak menarik minat masyarakat.

    Dampaknya tenggelam lagi deh tuh isu ninja 4 silinder. Fitur-fitur baru yang udah dipersiapkan produsen lain untuk melawan cbr terpaksa disimpan lagi urung diluncurkan atau sekedar melakukan minor facelift aja.

  5. wah….saya malah lepas ninja fi 2014, nyesal belinya….tidak sesuai ekspetasi sebagai pengganti ninja RR 2004, lemottttt…mentok di 160kpj, skr wait & see melihat power cbr250rr dulu, daripada nyesel lagi….

  6. menurut saya untuk menumbangkan ninja250fi itu agak susah karena image si ninja sudah sngat kuat di masyarakat walau secara spec bisa di kalahkan oleh cbr tp imagenya itu yng kuat bngt karna dari awal ninja sudah bermain di kelas ini duluan, kalaupun bisa psti butuh waktu yng ckup lama untuk itu, tp klo untuk r25 saya rasa cukup mudah di saingi oleh cbr250rr ini krna image r25 tidak sekuat ninja.

  7. menurut ay, habis habisan untuk honda cbr250rr ini bagi AHM/ Honda adalah hal yang masuk akal, tak hanya untuk penjualan, justru keknya itu nomor dua, yang pertama adalah menancapkan image dulu setelah ancur lebur dari cbr250r jomblo silinder lalu wkwkwkw..
    menggeser mindset lawas akan cbr yang kadung terkenal punya silinder 1 dengan desain plain.. kalau mindset udah dapet, penjualan jadi lebih mudah..
    menggeser ninja? gak mudah, setuju paling setahun dua tahun ini uber uberan dengan R25 dulu..

    • sepertinya agak susah untuk project pencitraan Astra belakangan ini. (product terbaik tapi jualannya dikit aja)
      karena bagaimana pun juga AHM masih butuh duit yanag melimpah untuk kasi makan karyawannya yang melimpah.

      malah menurut saya pribadi AHM akan terjepit antara cari duit dan cari prestige.

  8. Kalo dr kasus cbr150 cbu sampai cbr250 single customer eh sori, single cylinder, AHM hanya jualan aja dilihat dari ketersediaan spare part yg sulitnya minta ampun khusus klan cbr

  9. mungkin bakal senasib dengan usaha honda menggoyang Satria F150.
    euforia tinggi pada awalnya, ngga jelas akhirnya..
    saya melihat sumur uang kawasaki berasal dari keluarga ninja 250, sama persis dengan suzuki yang mata airnya dari Satria F150.
    kawasaki akan membayar apapun demi mengkultuskan nama “Ninja Riders”, lagi lagi sama dengan usaha suzuki mempertahankan hegemoni F150.

    apakah nasib Honda akan sama? saya kira begitu.

  10. Kalau saya : memang terbukti tehnologi honda lebih unggul drpd kawasaki. Tetapi tehnologi tersebut masih dibanderol mahal oleh honda sehingga ada godaan pindah cc yg lebih bsr dg hrg yg relatif sama . (*Uang 70 jt mending ambil Er6 2nd)

    • sama dong dengan yamaha, yg paling laku kan mio, ngiahahahahahha. cuman kawasaki yg basis penggunanya orang2 mapan. truely fact

  11. Aku cuman penasaran aja, om Leo mau menggenapkan pengalaman pake motor kelas 250cc ga? Setelah sebelumnya jadi rider ninja trus r25 hahahaha

  12. harga spare partsnya CBR250RR gak yakin bisa murah, meskipun rakitan lokal

    contohnya lampu sein CBR150R K45 yg udah rakitan lokal aja 400ribuan sebiji, gimana yg 250cc tuh

  13. yang paling khawatir adalah pengguna motor kawasaki.. Andalannya jualan kawasaki di Indonesia ninfi ama klx.. kalo penjualannya anjlok.. dealer2nya terancam tutup seperti suzuki…terus bagaimana nasib pemilik motor kawasaki?.. tolong pengguna motor kawasaki mulai berfikir.. Yamaha dengan R25 nya malah bisa diuntungkan jika cbr250rr menggerus penjualan ninfi.. rentang harga bisa menjadi senjata.. bisnis seperti permainan strategi

  14. selalu suka dgn artikelnya Om Leo. plus komen2 pengunjung nya pun asik. ga kaya warung populer sebelah yg isi komennya sebagin besar saling hujat antar merk.. -_- semangat Om! 🙂

  15. Jawaban dari 2 pertanyaannya diatas sangat mudah di jawab : Pembuktian kehebatan marketing Astra Honda Motor yang akan di uji ….. Faktanya tanpa basa basi debat kusir dari data historis sejak 1971 sampai sekarang mereka masih sang Juara , jarang2 ada perusahan yang sudah 40 tahun bisa sustain bahkan jawara alias bukan perusahaan one hit wonder ….. ada nama Astra di belakang honda sebagai mesin penggerak marketingnya bukan isapan jempol.

    • sepakat masalah marketing dan pasokan dana yang sangat melimpah akan sangat membantu honda (AHM)
      sayangnya tim marketing hondaa tidak disupport oleh tim R&D yanag mumpuni, selalu tertinggal dibanding kompetitor (yamaha dengan mio, kawasaki dengan ninja, suzuki dengan FU)

      dan lagi lagi itu adalah strategy marketing AHM, testing pasar oleh merk sebelah lalu dicuri 2-3 tahun kemudian dengan produk yang dibenturkan secara desain dan fitur.

    • mosoook cih ….45 tahun always no.1 dan marketnya semakin mendominasi lho …FAKTA lho bukan katanya (coba sebutkan tahun berapa Astra honda pernah kalah marketnya , bukan bulanan yah misalnya yamaha juara di bulan deember hehehe)….. tau dari mana selalu tertinggal ??? perasaan ente aja kali tertinggal …. indikator tertinggal dari mana ??? kalo tertinggal astra honda sudah almarhum spt ymki tih 😀 .. apakah anda tau skala prioritas ? hehehe…inget sekali lagi skala prioritas untuk selalu memenangkan pertempuran untuk bisa durable sepanjang tahun sepanjang hayat bisa selalu no.1 tentunya sehat alias profit & growth…selama 45 tahun enter pernah denger dealer2 honda tutup bangkrut ??? jangan lupa ini baru bicara motor honda …masih ada kejayaan daihatsu isuzu toyota di bawah kehebatan manajemen Astra ….uhuuuyyy

    • Itu yg gw liat om, kalo ga setuju silahkan saja….hehehe
      harus diakui honda…eh ahm di 10 tahun belakangan minim inovasi, gw yakin bukannya ga mau (asta sugeh kok) tapi semaata mata strategy marketing yg mereka lakuin ya seperti iku…kasarane mengekor lalu hantam dengan produk yg lebih baik.
      Plus…jaringan, ini yg bikin astra (ga cuma hoonda) kuat….mau seberapapun overpricenya orang bakal beli hoonda karena service deket. Jadi bukan murni karena produk terbaik.
      nah skala prioritas yg ente sebut tadi itu mungkin strategy yg gw bilang.

      Paling ga itu yg gw liat di 9th di internal astra…hehehehe

  16. sebagai salah satu pengguna varian motorsport, saya pun melihat pergerakan ekonomi belakangan ini sepertinya memang sedang menurun, entah apa penyebabnya, apakah karena jelang akhir tahun, biaya hidup naik, macet bertambah, dll sebagainya. geliatnya di klub saya sendiri sedang kurang kurangnya jika dibandingkan awal awal tahun buat urusan hobby bermotor seperti ikut race, turing, beli motor-motor baru dll, hanya sebagian minoritas saja, entahlah di klub klub lain.

    Peluncuran CBR 250RR baru bisa saja jadi momentum untuk memecah kejenuhan line up yg diisi R25 & Ninja fi yang sampai saat ini juga belum ada facelift/penyegaran.
    Tapi kembali lagi, harga 65-70an juta akan memisahkan kalangan pembelinya. Menjadi sangat sangat segmented. liat saja contohnya di pasaran, berapa banyak jumlah Ninja 300 yang kerap kita temui dijalanan? mungkin kita lebih sering berjumpa ER6 ketimbang Ninja 300, karena faktor pricing. Intinya sih, “sangat segmented” lah. Tergantung lagi kepada bagaimana review Honda CBR setelah beberapa waktu pemakaian, baik dari segi kualitas material, kerusakan / kemungkinan adanya recall seperti kasus R25, dan performa di ajang balap 250cc yang menjadi patokan prestasi keunggulan produk.
    salam hangat om Leo.

  17. Benar, hanya sebagai pelengkap big 4 di 250cc sport fairing. Sama halnya nanti dengan GSX250. Mustahil menghapus image Ninja untuk sport fairing. Jadi, apakah itu memang itu target mereka..?! Karena saya pikir untuk mengganggu pasar Ninja seharusnya dengan sport naked 250 yang lebih terkesan “motor jalanan” & umum, toh image “motor ya Honda” sangat kuat..

  18. Kalau menilai dari spesifikasi dan fitur serta harga yang di tawarkan, CBR250RR lebih logis kalau di kategorikan sebagai motor mewahnya kelas 250cc, dan apakah motor mewah itu mengincar jumlah penjualan tertinggi? saya rasa sih bukan itu, tapi lebih ke prestige nya.. ibaratnya itu BMW-nya motor lah (walaupun BMW punya motor mewah sendiri juga,,hihi) atau Lexus deh yg adalah kelas mewahnya Toyota…
    Tapi kalau melihat lagi TPT-nya yang kisaran produksi bulanannya itu sekitar 2.000 an unit perbulan, terlihat kalau niat AHM adalah untuk menguasai pasar…
    Dan saya sendiri jadi bingung sendiri dengan penilaian saya…wkwkwkwk.. apalah maksud AHM ini dgn 250RR nya… wait and see aja deh reaksi pasar.. dan iklan TV harus kuat untuk menonjolkan segala fitur2 dan performa si CBR ini klo mau memperbaiki image CBR atau menggeser image Ninja…

  19. Saya pribadi berharap ini segmen digarap ga setengah2…mau harga mahal sekalian gapapa, semakin dikit yg pake maka semakin prestige nilainya. Toh ahm uda kebanyakan duit dari skutiknya.
    Lets see…..kalo jarang dijalanan ya beli, kalo pasaran ya wegah. 70juta kok dapet motor pasaran….hehehehe
    Ini opini probadi lho ya

  20. kalau menurut saya om leo , menarik liat cbr 250 rr ini positioningnya ga diantara ninja maupun r25 , malah diposisikan diatas para kompetitornya , ada 2 kemungkinan , honda membuat std baru di kelas ini supaya calon lawannya updgrade dan mengikuti strategi marketing nya honda lalu pada suatu titik honda akan membuat gebrakan lagi atau ini memang tujuan honda membuat si cbr ini sebagai produk flagship(emg sih) jadi ga masalah kalau jualan nya ga semoncer ninja soalnya ladang mereka ada di matic , dengan sumber daya dan dana yang melimpah saya yakin honda bakalan membuat kejutan yang lain hehehe maap analisisnya belibet om leo :v

  21. Tekun dan berusaha PASTI bisa…rejeki udah ada yang mengatur om..NAMA BESAR CBR dari taun 1985 kan…kalau R25 taun 2014 belum familiarlah samapi sekarang…beda dengan CBR…prediksi saya akan mengalahkan ninja 250cc…tinggal AHM berusaha lebih hebat lagi…misal bikin sinetron..yang dimana properti motornya CBR seperti sinetron anak jalanan..lebih hebat lagi…bahasa sinetron pling jitu untuk mengiklankan produk disini.tq broo..kalau saya salah..maaf yah..nimbrung..pisss

  22. Sparepart CBR 250R, sudah mahal dan susah stocknya, user harus pintar cari informasi untuk substitusi atau modifikasi part tanpa mengurangi fungsi utamanya. dari pengalaman pemakaian 5 tahun CBR 250 r hanya baru ganti kanvas rem belakang,(diluar ganti oli/filter oli) dengan sedikit modifikasi menggunakan part original New Megapro. lumayan harganya jadi jauh lebih murah.
    Untuk CBR250RR, sepertinya after sales servicenya sangat baik dan memperhatikan sekali kalau ada keluhan sekecil apapun. Cuman Manpowernya sepertinya masih kurang pengalaman untuk produk baru ini (banyak aplikasi control electro mechanic), semoga dengan berjalannya waktu menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s