Apakah Er6 Second Moge yang Layak Beli? [Testimoni]

Malam tadi topik hangat ini muncul lagi saat ngobrol bersama teman-teman 250cc di Alam Sutra. Er6n, moge second ini layak beli ga sih?

10696206_10153195743826038_1703334883249693118_n-2

 

 

Di kalangan pemoge cc besar sendiri terkadang, tanpa diucapkan, Er6n/Ninja 650 ini dilihat sebelah mata. Iya sih 650cc tapi kok (relatif) murah dan banyak. Torsi nampol, ga kalah dg kelas di atasnya, tapi kok sepertinya kurang gengsi.

 

Mendapat pertanyaan diatas respons saya seperti ini:

 

Bagi para biker yang saat ini masih bermain di kelas 4 tak 150-200cc, atau bebek atau bahkan matic, saya tidak merekomendasikan ER6n. Lebih baik teman-teman naik bertahap, menguasai motor 250cc dulu terutama twin silinder. Bisa yang sport seperti Ninja 250, R25, atau CBR250RR. Atau juga varian nakednya (Z250, MT-25, Inazuma dll). Motor bisa dibeli dengan uang. Tapi skill engga dijual dimana-mana. Itu harus dikembangkan melalui jam terbang dan tahapan.

 

Bagi para biker yang saat ini sedang bermain di kelas 250cc, saya sangat merekomendasikan utk naik kelas cc. Secara legal (resmi, dengan BPKB/STNK) disini ada Er6 series, CB(R)500 series, Duke 690. Secara praktek yang harga secondnya paling feasible adalah Er6 series di rentang 70-80 jt.

MENGAPA?

Er6 series, meskipun sering dianggap moge entry level, tapi menawarkan kesempatan pertama kepada kawan-kawan untuk terlatih mengendalikan tenaga, torsi dan bobot sebuah moge.

Ini level yang jelas berbeda. I aint talking no bullshit.

Ini testimony saya selama 15 ribu km bersama Er6n selama setahun. Bukan informasi marketing, tapi biker-to-biker advice.

 

10682435_10153197918611038_8077446477813281715_o

Di kelas 250cc, teman-teman mungkin sudah terbiasa dan puas dengan tenaga motor yang ada. Er6n memiliki torsi TIGA kali lipat lebih besar (64Nm). Akselerasi dengan menggunakan race logic untuk 250cc berkisar di angka 7, hampir 8 detik untuk 0-100km/jam. Er6n? 3.4 detik.

Kebayang hentakan tenaganya ya?

img_20140928_090715

Bagaimana dengan handling?

Kalau teman2 sudah biasa mengendari motor seberat 160-170 kg, Er6n memiliki berat (wet weight) 216 kg. Hampir 60 kg lebih berat. Pada saat manuver selap-selip slow speed, Er6n masih okelah dengan bobot segitu. Tapi coba pada saat medium-high speed, dibutuhkan teknik dan skill berbelok yang benar-benar berbeda dengan 250cc. Kalau kata teman ya seperti mengendarai kerbau berbelok. Perlu antisipasi body position untuk berbelok. Tidak seperti kelas 250cc yang jelas lebih enteng dan menurut.

Di Er6 series ini anda akan sering menghadapi kondisi sliding/spinning ban belakang terutama saat cornering, karena torsi yang sangat besar. Baik di aspal halus maupun gravel tikungan saat touring. Anda akan belajar bagaimana cara mengantisipasi persoalan ini di sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan traction control.

Faktor yang paling penting selain skill adalah MENTAL. Bagaimana bertanggungjawab dan bisa mengendalikan diri saat memiliki power yang begitu besar. Saya BISA, tapi saya TIDAK LAKUKAN.

Er6 series sebagai moge entry-level menawarkan kesempatan mengembangkan skill dan mental mengendarai moge yang tidak ditawarkan oleh motor kelas 250cc. Saya belajar buanyak sekali dari Verde. Jika anda memang berencana mengendarai moge, mulai pikirkan untuk melatih skill dan mental dengan moge seperti Er6.

Wah mas, saya punya uang itu untuk beli R1, CBR1000RR atau ZX10R, ngapain beli Er6 dulu?

Oh ya silahkan. Tanpa skill dan mental mengendarai moge yang dibangun maka akan ada GAP antara kapabilitas/kemampuan motor dan kemampuan/kendali rider, dan karenanya, dalam istilah Bimo juara junior SBK class, akan membuat antara kamu riding pelan atau membahayakan.

 

 

Iklan

100 thoughts on “Apakah Er6 Second Moge yang Layak Beli? [Testimoni]

  1. arikel yang bagus, saya adalah rider yang mengendarai suzuki inazuma, bobot kosong 183kg atau mungkin jika full load bisa sampai 190-200kg +-.
    saya ingin naik kelas, terutama yg inline 4cylinder, 600cc / 1liter bike. benar seperti yang di katakan anda, saya memandang sebelah mata er6n, karena saya pikir. bobot hampir sama dengan inazuma, hanya beda power dan cc nya saja. praktis saya menganggap bahwa saya sudah oke dalam menopang berat motor tersebut.

    yg saya mau tanyakan, apakah baik jika saya langsung loncat saja ke motor seperti, cbr600rr atau gsx600/750 ? dengan pengalaman saya menghandle motor berbobot besar (bukan ber CC besar).

    terima kasih

    • nyimak aah, Saya RIder CBR250R SIngle silinder, mau nambah silinder tapi CC tetap nanggung rasanya, hehehe
      Godaannya sih suatu hari nanti naik kelas 600cc 4 silinder
      tapi apa lebih baik mana naik ke 600cc 4 silinder langsung,
      atau naik ke Er6n, nanti kalo bosan baru nambah silinder (pindah ke 600cc 4 silinder)
      soalnya memang niatnya maksimal di sekitaran 600cc aja, melihat kondisi jalanan

  2. Demen gw artikel gini, apalagi quote yang ini: “Bagaimana bertanggungjawab dan bisa mengendalikan diri saat memiliki power yang begitu besar. Saya BISA, tapi saya TIDAK LAKUKAN.”

  3. Absolutely right…waktu mencoba ninja 250fi si junior, jadi ketagihan pengen motor, akhirnya beli er6n…pdhal 250cc aja masih belum khatam. Akibatnya bbrapa kali nylonong, susah belok n repot nahan gas biar gak nyruduk depan hehe. Rasanya setelah sekitar 5000km baru merasa nyaman pakai er6…and “saya bisa, tapi saya tidak lakukan” rasanya juga tidak mudah dilakukan…masih melatih mental, not an easy job actually

  4. Sepakaat… buat jaman sekarang, jalanan macet, yg sering buka tutup gas, ini adalah pilihan yg logis.
    Buat yg pgn tau BENGISnya ini er6, bisa buka2 yutub,

    Harga second yg logis, torsi badak. Kesampingkan image “ah, cuma 2silinder” rasain dulu.
    Mending second, bnyk yg msh bagus, under 20rb, bahkan under 10rb km, dgn selisih harga yg jauh lbh memguntungkan.

  5. selamat sore dan salam kenal…
    ini artikel yang sedang saya cari2 dan saya sangat senang sekali baca review nya..
    3 tahun ini saya menunggang z250 (full box) untuk harian ke kantor (pasar minggu – tanjung priok via bypass)…
    sudah ada keinginan untuk upgrade ke er6 ini, tapi yang mau saya tanyakan bagaimana toleransi panas mesin 650cc er6 di jalanan seperti jakarta dengan asumsi jalanan di bypass cempaka putih di jam kerja PP?
    dan sudah pasti juga akan saya modif full box sih

    terima kasih

  6. Senang banget bisa share dgn bro2 semuanya, artikel yg sangat menarik, aku seringnya maen motor lumpur buat adventure, kebetulan dpt Er6n, jadi mau nyoba2 maen aspal buat selingan, mohon sharenya trik dan tip nya buat nunggangin er6n, krn karakternya beda banget ama motor lumpur, thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s