Informasi Lebih Jauh Mengenai Kebijakan Honda Discontinue CBR600RR

Pertama, ini belum merupakan statement resmi alias official statement dari Honda Pusat.

Kedua, alasan discontinue merupakan kombinasi beberapa faktor sekaligus: tidak hanya persoalan Euro-4.

Ketiga, pola gerak sportbike Honda memungkinkan munculnya kelas baru supersport.

IMG_0497

 

Mari kita bahas satu persatu.

Pertama:

Artikel yang diturunkan oleh MCN pada edisi cetak no 26/2016 oleh Andy Downes merupakan konfirmasi tidak resmi yang diberikan oleh sumber MCN di dalam Honda pusat.

IMG_0509

Memangnya masih bisa berubah di pernyataan resminya mas?

Mungkin ya mungkin juga tidak. Tapi detil penjelasan tambahan akan mengkonfirmasi kebijakan jangka panjang Honda di kelas ini.

 

Kedua:

Ada tiga kombinasi faktor utama “Honda tidak menyiapkan versi Euro-4 dari CBR600RR.”

  1. Pergeseran kebutuhan pasar di Eropa dari demand yang terpusat di kelas sport menjadi demand yang merata pada kelas-kelas lain: adventure, naked-bike dll. Lihat saja record penjualan pada kelas 500cc yang tidak lagi terpusat pada CBR500R namun menguat pada kelas CB500X dan CB500.
  2. Akibat pergeseran demand pasar, berdampak pula merosotnya angka penjualan. Pada tahun 1999 di UK saja, pada saat keemasan, Honda masih menjual hampir 4447 CBR600RR per tahunnya atau 370 unit/bulan. Pada tahun 2015 hanya ada 150 unit CBR600RR yang terjual atau hanya sekitar 12 unit motor yang laku perbulannya. Atau hanya 3% dalam
  3. Development cost. Honda memiliki kebijakan yang unik. Setiap region diminta berkontribusi terhadap bagian tertentu dari pengembangan motor baru. Bagi Honda Eropa biaya investasi agar CBR600RR memenuhi Euro 4 tidak dapat dijustifikasi dengan angka penjualan yang ada sekarang. Sementara bagi Honda US/Canada, tidak ada kebutuhan untuk memenuhi syarat Euro 4. Jadi ini bukan merupakan business proposal yang feasible.

 

Ketiga: placement policy Honda di kelas supersport.

Ini analisa saya.

Ingat, Honda CBR600RR dilahirkan dari generasi awalnya: CBR600F yang menjadi big selling di era 1990an. Akan lebih feasible pula bagi Honda untuk melakukan update, melahirkan versi sport yang baru berdasarkan CBR650F yang sekarang ini juga sedang menjadi andalan penjualan Honda.

IMG_0499

CBR600F yg big selling menjadi basis CBR600RR

Yang perlu dilakukan adalah upgrading spek material, compression ratio agar bisa mendulang lebih banyak HP, upgrading system suspensi dan pengereman. Honda CBR650RR? Kenapa tidak? Kawasaki sudah melakukan itu dengan upgrade dari ZX6R ke ZX636R. Triumph dengan upgrade dari Daytona 600 ke Daytona 675. R6? tunggu saja khabarnya.

Pada kelas 1000cc, Honda sudah melakukan juga dengan menyelipkan higher-spec, racing oriented V4 1000cc-  RVF1000.

https://7leopold7.com/2015/10/21/hadapi-yamaha-r1m-dan-ninja-zx-10r-honda-persiapkan-superbike-1000cc-v4-rvf1000-2/

Mengabaikan sepenuhnya kelas supersport sementara pada banyak negara dan region  event balap kelas supersport justru menjadi idola dan marketing point sepertinya engga Honda banget.

 

 

Iklan

24 thoughts on “Informasi Lebih Jauh Mengenai Kebijakan Honda Discontinue CBR600RR

  1. Demand bergeser dari sport fairing ke naked / adv… Dilema banget ini mah..

    Wah, ZX6R jadi 636…,R6 kok masih setia dengan angka 6-nya ya Om Leo 😀
    Hehehe

  2. Mau nanya om, pergeseran di kelas 500 yg lebih ke seri cb dan cbx daripada cbr nya, apa karena cbr sendiri ga sport banget ? Dimana spek powernya juga ga beda jauh dari seri lainnya.. jadi seperti cbr nya itu cuma versi fairing (doang) dari cb seriesnya

  3. Kelas sport middle emg udh makin amburadul gara2 pada naik turun cc. Harga juga makin ngga jelas rate nya. Kalo dulu lbh jelas ada kelas 600 dan ada kelas 750. Skrng ada yg pake mesin 636, 675, ada yg naik ke 800, 900, ada juga yg bikin mesin 500. Produsen jd keblinger krn pasar middle sport jd lebar kemana2. Beda sama kelas sport 1000cc yg cenderung stabil.

    Lucunya berkebalikan sama pasar international, di Indonesia malah yg tdnya market sportnya lebar 115 (YT), 120 (RG, TRS), 125 (RX, GL, Thunder), 135 (RX, Ninja old), 150 (Ninja, NSR, RGR, TZM, FXR, Megapro), 185 (GT), 200 (Tiger), 225 (Scorpio) skrng udh fokus main di 150 dan 250 aja. So far sih blm ada yg bikin kacau pasar dgn jualan motor dgn mesin yg kubikasinya lain. Semoga nggak.

    • ada yg coba2 ngacauin tp belom berhasil mas..

      jadi stagnan di 150cc (paling ramai nih) dan 250cc (krn kepentok regulasi >250cc terhadap harga akhir+pajak2nya motor itu sendiri, sampe2 honda mau terjun juga akhirnya di kelas 2 silinder nya 250cc krn emang jadi idola dan rame bener pasar di segmen ini, alias honda banget tuh 😂😂😂

    • back to cbr600rr, sepertinya kalopun di discontinue pun sepertinya akan ada “penggantinya” nih buat positioning kelas supersport..

      setidaknya itu yg aku baca dari bahasanya om Leo yg (mengabaikan… menjadi idola… enggak honda banget) 😃😃😃

  4. Euro4 yg makin ketat aturannya mengharuskan ongkos produksi yg lebih mahal lagi dg situasi penjualan makin menurun terhadap motor supersport race oriented. CBR600RR padahal memberi kemenangan terbanyak sejak kelas supersport WSBK diadakan.

    Sekarang lebih kepada mid-sportbike yg nyaman dijalanan, Tdk terlalu high revving, level powerband yg muncul di rpm bawah-tengah, riding position yg lebih tegak

    Bisa jdi sperti analisa pk Leo Honda membuat versi jalan raya CBR600RR 650cc seperti Kawasaki ZX-6R 636cc yg lebih ada grunt/torsi dari low-mid rpm nya. Hanya 4 silinder di atas 600cc sesuai aturan tdk boleh ikut balapan supersport WSBK. untuk engine 3 silinder boleh sampai 675cc

    Tapi apakah ongkos prod bisa tetap tidak naik kalau mengikuti aturan emsis Euro4. Katanya cost mendekati kelas 1000cc? Yamaha R6 pun katanya jga belum Euro4.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s