Pengalaman Saya Sebagai Blantik Montor di Ostrali

 

Hidup sebagai mahasiswa di tanah rantau tentu harus banyak putar akal. Agar bisa hidup baik dan hobi otomotif tetap tersalur. Selain mengerjakan project penelitian sampingan dan kerja sebagai loper koran, saya juga asyik BELAJAR sebagai blantik, jual beli montor.

Ada istilah “blantik jowo”, ini adalah kondisi dimana seseorang menjual asset yang dia miliki (dan sedang digunakan) di harga yang cukup menguntungkan. Kalau ada yang mau di harga sekian silahkan, kalau tidak mau ya engga apa-apa, dipakai sendiri.

11988663_893467904083179_2869813683943144289_n

Konsep ini saya lakukan awalnya tidak disengaja. Saya perhatikan ada 2 jenis diskrepansi harga motor disini:

  1. Perbedaan lokasi. Harga motor di Canberra, territory tempat saya tinggal cenderung lebih mahal dibandingkan Sydney atau Melbourne. Ini mungkin seperti kondisi harga mobil di Yogyakarta lebih mahal daripada Jakarta ya.
  2. Perbedaan musim. Harga motor saat winter bisa jatuh dibandingkan summer. Ini dikarenakan kondisi jalan raya tidak terlalu kondusif untuk riding jarak agak jauh. Suhu yang drop ke bawah nol menyebabkan beberapa bahaya muncul: black ice (air yang berada di permukaan jalan berubah menjadi es), kondisi angin sangat dingin menyebabkan kemampuan tangan mengendalikan motor berkurang.

Kedua faktor diatas mempengaruhi rasio supply dan demand. Pada saat winter dan di kota besar rasio supply (ketersediaan) motor terlihat lebih banyak dari biasanya. Iklan bisa dipasang berbulan-bulan, sementara peminat dan pembeli berkurang banyak – ini bisa dilihat dari statistik kalau kita pasang iklan di website seperti bikesales.com.au. Sehingga penjual ada kecenderungan untuk mengkoreksi harga jual motornya.

Kesempatan pertama saya lakukan saat melihat ada KTM RC8 dengan kilometer cukup rendah dijual di Sydney pada saat puncak winter di harga yang cukup rendah dibawah pasar. Saya inspeksi (ada beberapa motor yang saya lihat sekaligus), kondisi sangat baik, dan lalu saya boyong pulang ke rumah (3 jam riding).

6 bulan kemudian, saat menjelang summer, iseng saya iklankan RC8 ini, cukup 2 hari kemudian sudah deal di harga $1.500 lebih tinggi dibandingkan saat saya beli. Si pembeli orang Tasmania, dia datang dengan pesawat ke Canberra.

Kesempatan kedua saat saya melihat ada Kawasaki Ninja 1000 edisi 2014 (ingat lho bedanya signifikan dengan edisi 2013 ke bawah) diiklankan di kota terbesar kedua di Australia: Melbourne. Saya butuh sport tourer untuk bisa touring ke Philip Island dan explore beberapa lokasi disana. Harga sangat baik, km juga hanya 2200 km. Saya pun naik bus malam (8 jam dari Melbourne) untuk mengecheck dan mengambil motor tersebut. Pulangnya menikmati rute pantai selatan yang luar biasa.

Begitu juga kali ini, saat saya iseng iklankan, saya mendapat tawaran cepat $800 di atas harga beli. Ya sudahlah hehehe…

Ada beberapa catatan penting menurut saya:

  1. Lengkapi diri kita dengan informasi tentang harga dan selera pasar. JANGAN hanya sekedar membeli motor murah. Pertimbangkan apakah anda memang suka motor itu dan valuenya di pasar, itu dua kriteria utama.
  2. Tentunya beli motor second dengan kondisi hampir baru, karena depresiasi harga ditahun pertama dan kedua cukup tinggi di Australia. ZX10R yang saya beli, usia 1.5 tahun, km 2100, harga sudah turun 35% dari harga barunya.
  3. Sebaiknya beli dari tangan pertama agar service record jelas dan kondisi sejak awal diketahui. Saya pernah cek ada motor dengan harga miring, usia 3 tahun, namun sudah tangan ke-4. Wahh menyingkirrr
  4. Private seller biasanya lebih negotiable ketimbang dealer. Resikonya kita harus lebih waspada memeriksa. Membeli dari dealer dilindungi oleh aturan yang lebih ketat.
  5. Mengerti sedikit banyak tentang tips dasar pengecheckan motor sebelum membeli. Cek surat/status motor (online bisa), cek fisik, cek fungsi, engine running dll. Standard lah.
  6. Lindungi asset anda dengan asuransi comprehensive motor. Mulai dari detik kita beli. Asuransi online cukup banyak dengan pembayaran premi diangsur per bulannya.
  7. Pajak motor cukup dibayar per 3 bulan supaya tidak rugi.
  8. Motor tidak perlu dimodif, karena harga parts modifikasi sudah pasti mengalami penyusutan, bahkan bisa saja tidak dihargai.
  9. Sabar, there is always a right price. Karena suka motor dan dipakai sendiri, kita sabar saja dalam menjual motor. Jangan kesusu.
  10. Jangan terlalu banyak unit yang dipegang. Maksimal 2 lah. Selain saya ga punya uangnya hehehe, juga biaya operasional dan maintenance bertambah.

 

Have fun exploring gorgeous bikes and receiving some extra money !!

 

 

 

Iklan

26 thoughts on “Pengalaman Saya Sebagai Blantik Montor di Ostrali

  1. Pantes Ninja 1000 nya cepet bener dilepasnya … Ora sumbut Sama ngambilnya … Saya pikir Ada “sesuatu” yg kurang sesuai dengan Ninja 1000 sehingga cepet dilepasnya …

  2. Disini soal service record agak susah ya Om Leo…
    Hehehe..

    Piara motor cukup dua…dua aja kaya ZX10R kalo disini urusan pajaknya lumayan. πŸ˜€

  3. dimarih bisa om perpanjang per 3 bulan? di sana enak dongs bisa “nyicil” gitu pajak tahunannya..
    mantap share nya, ane banget tuh, tp dibidang asesori kalo ane.. harapan awalnya sih beli 2nd like new gak lain krn hobi, juga kalo bosen dijual kembali gak rugi2 byk, BEP kalo perlu.. syukur malah untung πŸ˜€
    tp adakalanya jg beli baru om Leo..

    dan semua itu berawal dari ketidaksengajaan..

  4. klo disini….maw jual jangan nampang klo mau cepet laku(butuh duit) ntar yg nawar jadi sadis harganya….mending jual santai,klo belum laku yaa pakai sendiri….nothing to lose(iseng2 berhadiah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s