Sebagai Blogger, Apa Kelemahan Saya?

 

Beberapa waktu belakangan iklim per-blogging-an agak menghangat. Komentator kritik blogger, blogger kritik blogger lain, komentator serang komentator dll. Banyak point yang mengingatkan kelemahan dan kekurangan saya.

Sebagai blogger, yang juga adalah manusia, ga tau deh kalau ada yang jejadian, tentu memiliki kekurangan. Persoalannya sebagai blogger yang memiliki jaringan pembaca di media sosial, kekurangan kita menjadi teramplifikasi (menjadi menguat) dan bisa memiliki dampak.

Sebagai blogger, menurut saya ada beberapa kekurangan saya:

  1. Saya tidak memiliki hubungan yang rata/simetris dengan semua pabrikan/bengkel/produsen. Idealnya apabila kita memiliki hubungan dengan kualitas 8 dengan 1 produsen, maka hubungan dengan kualitas yang sama akan dimiliki dengan produsen-produsen lainnya. Tapi ini sulit dalam kehidupan nyata. Dan ini berpengaruh terhadap kesetaraan pemahaman saya atas satu produk terhadap produk yang lainnya. Contohnya: saya mengerti betul karakter knalpot produsen A, tapi tidak yang Z. Bukan karena saya tidak suka atau anti Z, tapi karena faktor non-subyektif lain, seperti upaya Z membangun komunikasi ke blogger misalnya.
  2. Tergolong tidak sering menulis. Selain belajar (dulu kerja) dan untuk keluarga, kalau ada waktu kosong (2-3 jam) saya biasanya lebih memilih untuk riding atau nongkrong dengan komunitas biker, dan bukannya menulis blog. Terhitung mulai dari hari pertama blogging sampai pagi ini, rerata ada interval 2.609 hari sebelum tulisan berikutnya muncul. Tumpukan draft yang menarik banget ada 23 judul. Tapi belum sempat dikerjain. Termasuk review beberapa motor premium seperti BMW S1000R dll. Jadi urutannya: i am a student/worker, a father/husband, a biker, baru kemudian a blogger.
  3. Saya lambat dan ribet dalam menulis. Tulisan yang sampeyan baca dalam waktu 5 menit selesai, saya bisa menyiapkan dalam waktu 2 jam, bahkan lebih. Mulai dari memikirkan ide awal, riset kecil-kecilan (mencari referensi, tulisan yang sama lainnya – supaya tidak mengulang dll), menulis draft, editing foto/video, editing teks dll.
  4. Saya tidak tinggal di Indonesia. Ada beberapa blogger otomotif yang menyerah dan tidak bisa aktif. Karena jujur saja tercerabut dari akarnya. Terlempar dari habitatnya. Ini tentu berpengaruh ke bagaimana saya menjaga dan mengembangkan jaringan. Percepatan saya berkenalan dan membangun hubungan dengan pihak yang baru tentu terganggu. Dunia blogger disini tidak seberkembang Indonesia. Jumlahnya terbatas, meskipun dari yang terbatas itu kualitasnya juga luar biasa.
  5. Saya tidak sabar menghadapi orang yang, menurut saya, bergelagat bully atau sok tau di media sosial. Apalagi dengan bersembunyi di balik anonimisitas internet.
  6. Secara subyektif, saya lebih mengikuti berita motor dengan cc relatif lebih besar. Mungkin faktor ukuran tubuh dan usia, saya jarang sekali menulis ulasan mengenai motor-motor ber-cc kurang dari 250cc. Mungkin juga karena sudah ada banyak blog yang mengulas tentang itu.

 

WAHHH BANYAK SEKALI MAS KELEMAHANNYAAAA??

hehehe iya ya, modarooo…

Udah TUTUP AJA MAS blog nya.

hehehe ya jangan dong.

Ada orang pernah bilang. Rubahlah kelemahan kita menjadi kekuatan.

Dan itu tidak bisa dilakukan tanpa MENGAKUI apa kelemahan kita.

 

apa KELEMAHAN saya yang BERPOTENSIAL dirubah menjadi kekuatan?

  1. Dianggap sebagai blogger yang lebih mengenal produk A, B dan C akan menyebabkan kita memiliki kredibilitas untuk informasi atas produk-produk tersebut. Tapi ingat, HAL PENTING yang betul-betul saya hindari: menghakimi atau menilai secara prematur produk D, E dan F. “Bicara yang baik dan benar, atau diam”. Itu prinsip yang saya pegang. Dan itu yang akan membangun integritas kita di mata pihak lain yang belum kita kenal.
  2. Jarang dan lambat dalam menulis. Dalam frekwensi menulis saya yang rendah justru ada banyak ide atau gagasan, yang menurut saya, otentik dan menarik untuk dikembangkan. Saya memiliki waktu untuk berefleksi dari kehidupan biker saya. Saya bisa mencari referensi untuk memastikan informasi tersebut matang dan tidak salah. Tidak terburu-buru dan, harapannya, lebih matang dan baik (untuk gaya menulis saya).
  3. Tidak tinggal di Indonesia. Keuntungannya adalah saya bisa mengambil jarak dari panasnya bakar-bakaran sembari mencari informasi yang lain. Contohnya saat membuka beberapa informasi baru mengenai konfigurasi mesin CBR250RR atau info berita NMax yang VVA.

 

Terima kasih selalu diingatkan apabila ada kekurangan dalam saya menulis. Semoga yang kita lakukan bersama ini (dengan cara berbagi gagasan via tulisa) semakin membawa kebaikan. Amin..

 

 

Iklan

69 thoughts on “Sebagai Blogger, Apa Kelemahan Saya?

  1. buat saya pribadi ngikutin blogger om leo karena isi tulisannya benar benar deep , mungkin wajar karena tingginya pendidikan yang om jalankan ๐Ÿ™‚

  2. Gapapa om Leo,
    Kalo diandaikan; blog nya om Leo itu bagaikan oase dipanasnya gurun pasir, tempat mencari penyegaran dan banyak membuka wawasan. Banyak kurma, onta dan gadis-gadis exotis.

  3. Hehehe..
    sayapun selaku blogger amatiran juga tidak terlalu terfokus dengan dunia blog..
    saya juga jarang menulis.. walaupun dulu sempet nyoba membuat artikel 1×1 hari,
    mungkin hampir sama dengan om leo, lamban, namun apa yang hendak ditulis betul2 dipikirkan matang2 dan tentu memikirkan manfaat yang diperoleh dari artikel yang dibuat..

    so, oke aja lah, ambil sisi positifnya aja ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s