Penjelasan Gamblang Yamaha Mengapa MT-07 BELUM hadir di Indonesia

 

Semenjak saya me-review MT-07 saat gelaran MotoGP Motegi 2014 ada sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh rekan-rekan pembaca:

Mengapa MT-07 belum ada di Indonesia? Mengapa justru MT-09?

IMG_20141012_123843

https://7leopold7.com/2014/10/22/first-hands-on-impression-yamaha-mt-07-at-motegi-japan

Dan ini memang pertanyaan yang sangat logis.

Lihat saja  catatan penjualan di banyak kontinen seperti Eropa, MT-07 adalah salah satu best-valued, best seller bike saat ini (MCN).

Pasar kelas 500-750cc merupakan pasar potensial, jembatan antara kelas 250cc dan kelas cc besar di atasnya. Pada saat orang umumnya  memutuskan untuk riding motor besar maka mereka akan melintas di kelas ini. Apalagi fenomena beberapa tahun belakangan ini dimana kelas 250cc semakin berkembang.

Turut penasaran saya coba mengkontak langsung mas Mohammad Masykur, Asisten General Manager Marketing YIMM menanyakan hal ini. Kenapa MT-07 belum ada, dan sepertinya YIMM kurang agresif mendatangkan produk global andalannya.

Dengan sabar, dan cukup gamblang via WA dan email mas Masykur, yang dekat dengan awak media ini, menjelaskan latar belakang situasinya.

Secara prinsip, mungkin berbeda dengan pabrikan lain, “model CBU yang diimpor HARUS BISA membantu jualan produk yang diproduksi di Indonesia karena main bisnis Yamaha Indonesia Motor MANUFACTURING (MFG) adalah produk yang dibuat di Indonesia” tutur mas Masykur.

Jadi untuk mendorong penjualan seri NMax, dan nantinya XMax (yang ini bukan keterangan dari Mas Masykur lho, ini dari sumber lain tolong dicatat), YIMM mendatangkan T-Max, top of the Max class.

Untuk mendorong penjualan R15 dan R25, YIMM mendatangkan R1, rajanya kelas YZF.

Begitu pula untuk mendukung promosi serie MT15 dan MT25, YIMM memulai dengan mendatangkan MT-09, jendral di kelasnya ketika itu.

Memiliki dan menjual top of the line, atau istilahnya flagship tentu adalah strategi yang jamak dan cukup efektif dalam mendorong penjualan seri-seri dibawahnya.

Jadi itu pertimbangannya mengapa MT-09 yang digunakan sebagai gebrakan awal untuk membangun image motor MT series di Indonesia, dan bukannya MT-07.

 

Lalu apakah berarti MT-07 tidak akan dijual disini?

Mas Masykur menjawab secara diplomatis, “kami mengikuti secara dinamis permintaan konsumen dan regulasi pemerintah”.  Lanjut mas Masykur “esensi bisnis kami senantiasa berorientasi, bahkan melebihi ekspektasi pelanggan (KANDO dalam Bahasa Jepangnya).”

DILEMA: Produksi Jepang Vs Thailand

Ada dilema sebenarnya yang dihadapi oleh YIMM, meskipun saat saya mengkonfirmasi ini, YIMM tidak berkomentar. Yaitu baik serie MT-07 maupun MT-09 merupakan hasil manufacturing langsung dari pabrik di Jepang. Ini berbeda dengan pabrikan Honda dan Kawasaki yang memproduksi seri 500 dan 650cc nya di Thailand.

Di satu sisi, kualitas tentunya akan amat sangat premium seperti halnya kelas sport. Namun di lain sisi ini berdampak pada production cost dan bea masuk non ASEAN yang berdampak pada harga. Ingat Kawasaki Estrela yang kualitas finishing top, tapi harga juga premium?

IMG_20141012_123911

Mendatangkan MT-07 untuk berhadapan langsung dengan keluarga 650cc Kawasaki, Er6n/f dan 500cc Honda, namun dengan banderol harga yang lebih mahal tentu membuat persaingan jadi agak berat.

Harus dipikirkan dengan hati-hati pricing strategynya.

Atau …. produksi saja di Indonesia sekalian tak iye?

sesuai artikel saya sebelum ini 😀

 

 

 

Iklan

45 thoughts on “Penjelasan Gamblang Yamaha Mengapa MT-07 BELUM hadir di Indonesia

  1. Betul Mas Leo, heran deh YIM yang berambisi menjadi raja motorsport di Indonesia stlh matik nya kalah sm Honda tapi dalam segi promo dan tipe motor premiumnya kurang allout kaya Kawasaki. Padahal byk sekali moge moge Yamaha yg kalo di bawa kemari dgn harga bersaing, sy yakin bisa head to head dgn moge Kawasaki mengingat jaringan after sales YIM lebih unggul dr Kawasaki.

    • hehehe tiap pabrikan punya beda strategi. Kawasaki memang mengandalkan CBU sebagai salah satu tulang punggung bisnis, selain trail dan, sebelumnya Ninja 2 tak. Sementara Yamaha industri utamanya manufacturing, CBU hanya tambahan.

  2. “esensi bisnis kami senantiasa berorientasi, bahkan melebihi ekspektasi pelanggan (KANDO dalam Bahasa Jepangnya).”

    mas leo, kalo memang hal tersebut benar2 diterapkan kenapa yamaha belum keluarkan sport 150 dohc ya? Padahal segmen ini merupakan sumber utama penjualan

  3. ajibbb deh kalo di lokalin, buat brand motor jepang kelas 500-700cc 2 silinder cuma MT-07 yg desainnya macho abiss, suaranya juga beda ama 2 silinder pada umumnya, 2 silinder segaris tp suaranya mirip vtwin

  4. Pilih mana?
    CBU dari kampung asalnya dengan Build Quality super…

    Atau import dari negara tetangga..?

    Atau sekalian bikin sendiri?

    Pertanyaan awam saya Om Leo..

    Kalo dari Japan harga berapa?
    Thailand?
    Bikin sendiri?
    Eh… Kalo bikin sendiri, berarti quota produksi besar…
    Yg mau nampung siapa?
    Hehehe

    • Sorry, nyelak sebentar seblum dijawab Om Leo.
      Ini juga jadi pemikiran saya: “Kalo bikin sendiri, berarti quota produksi besar”

      IMHO, gak akan diserap oleh market lokal Indonesia sendiri, makanya juga harus export (global product).
      Nah, masalahnya type tsb kan saat ini sudah ada pabriknya di Jepang (atau tempat lain), biasanya kantor pusat cenderung memindahkan produksi di pabrik itu ke tempat baru (daripada produksi di dua pabrik).

      Pertanyaannya: Apakah pabrik itu rela kehilangan periuk nasinya?

  5. Ya kurang lebih sama seperti honda, masukin produk cbr1000rrsp yang kelewat mahal demi naekin pamor cbr150/250-nya, mungkin cbr1000rr saja cukup & sayangnya cbr600rr malah tidak dimasukkan, padahal yg ngarep banyak

  6. Kutipan:
    ” Untuk mendorong penjualan R15 dan R25, YIMM mendatangkan R1, rajanya kelas YZF.

    Begitu pula untuk mendukung promosi serie MT15 dan MT25, YIMM memulai dengan mendatangkan MT-09, jendral di kelasnya ketika itu. ”

    Dalam contoh kasus market Indonesia, apakah strategi ini terbukti efektif?

    • mungkin soal image sang produk flagship supaya bisa mendorong image produk dibawahnya kali ya mas . . imho lho . .
      walau sy setuju ada beberapa design (bukan performa) produk yimm yg kurang selaras sama image si flagship,
      misal mt 25 yang walau performa joss tapi penampilan terutama headlamp yg kurang mt banget . . kurang galak . . imho lagi . .

  7. ” Pabrik yg kehilangan periuk nasinya yg mana ya Bro? Bukannya sesama Yamaha? ”

    Om Leo, pengalaman saya di manufaktur (dulu komponen otomotif dan sekarang elektrikal) yg punya pabrik di beberapa negara, meskipun satu bendera prinsipal tapi tetep aja nggak ada pabrik yg mau kehilangan line assembly-nya (meskipun itu negara induk prinsipal) karena dipindah ke pabrik lain (for many reasons). Mereka juga nggak mau kehilangan revenue (dan memecat karyawan)

    • Itu tentu kepentingan di tingkat anak perusahan. Kalau kemudian volume penjualan akan lebih tinggi bagi induk perusahaan dengan meningkatnya penjualan di pasar ASEAN kenapa tidak? Lagipula line assembly bukan berarti turun produksinya mengingat ada banyak model lain.

  8. MEA bakal ngaruh ga ya kira kira?

    Seandainya masuj sini pun mt-07 harus menghadapi lawan tangguh.

    Er6n basis nya udah kuat. moge look bgt pure meskipun suspensi depan msh teleskopik tp berhasil merasuki mindset orang orang indonesia.

    CB500 paket paling hemat, murah untuk kelasnya, tampilan yang baru menggoda banget.

    sama sama 2 inline cyls semuanya. tapiiiiii

    mt-07 kaya nya yang paling friednly buat daily use dan ia adalah bagian dari flagship “darkside of japan” itu mungkin nilai lebih nya ya om

  9. kalo tujuannya bantu penjualan adik, dan bangun image MT saya kira gak papa 07 masuk,
    makin banyak jualan makin banyak dijalan, public making ngeh.

    dan masalah produk Jepang,
    bukannya Suzuki juga mengalami hal yg sama..??
    kenapa harus cengeng..??

  10. Kalau fz6r ada kemungkinan masuk indonesia ga ya? Pengen naik cc dari 250cc tapi motor yang ditawarkan kurang menarik, er6n vin 2015 sekarang 140jt (kurang worth it), honda cb 500 series cuma 500cc, yang 650cc udh tmbus 200jt, benelli 600 lumayan tapi 3s nya kurang..duh yamaha kapan ni keluarin yang pas 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s