Kapan Biker Bisa Berjuang Bersama Melawan Diskriminasi?

Mungkin bro dan sis sudah hapal, atau malahan bosan mendengar bagaimana dalam perumusan kebijakan publik pengendara motor sering dianaktirikan atau bahkan didiskriminasi.

Ini hanya sebagian contoh:

  1. Larangan pengendara motor masuk ke jalan tertentu karena dianggap membuat macet
  2. Tarif parkir sepeda motor yang setengah harga tarif parkir mobil
  3. Fasilitas parkir sepeda motor yang tidak layak atau tidak aman di mall/bangunan publik lain
  4. Tidak ada area berhenti bagi sepeda motor di lampu merah
  5. STNK/plat nomer motor baru lama sekali keluarnya
  6. Pajak sepeda motor yang tinggi
  7. …. (silahkan tambah sendiri)

Pemerintah dalam mengambil kebijakan publik memang sering dalam posisi yang dilematis. Tidak bisa memenuhi semua kepentingan. Kepentingan yang biasanya diakomodir adalah kepentingan yang memiliki posisi tawar (bargain position). Sebaliknya kepentingan yang tidak ‘bunyi’ atau memiliki nilai tawar yang biasanya akan pertama dikorbankan.

Mari kita belajar sedikit dari pengalaman para biker di Australia.

Di setiap negara bagian di Australia ini biasanya ada biker association dengan nama yang berbeda-beda. Tujuannya adalah untuk memperjuangkan aspirasi klub/individu agar kepentingan biker tidak dikorbankan dalam perumusan kebijakan publik. Di daerah khusus ibukota Australia atau ACT, Canberra, namanya MRAACT (Motorcycle Rider Association – ACT), di South Australia namanya Australian Motorcycle Association.

Tugasnya apa? Ini contohnya beberapa ya

  1. to provide a link between motorcyclists and the Government, other authorities and the general public. — Untuk menghubungkan pengendara motor dan pihak pemerintah dan publik umum
  2. to work for improved road safety through road user education, driver awareness, improved road surfaces and safer roadside hardware.  — Utk meningkatkan keselamatan di jalan raya melalui pendidikan, pengembangan kesadaran pengendara, perbaikan kualitas jalan dan piranti keselamatan jalan raya
  3. to work for laws that protect motorcyclists’ safety on the roads and their rights as citizens. —  Utk memperjuangkan aturan hukum yang melindungi keselamatan pengendara motor di jalan raya dan hak-hak mereka sebagai warga negara

Ada beberapa contoh keberhasilan asosiasi-asosiasi ini misalnya dalam memperjuangkan hak sepeda motor untuk mendapatkan lahan parkir gratis di setiap gedung/area umum. Juga agar motor bisa lane filtering/lane splitting (menyelip di antara dua mobil yang sedang berhenti/berjalan pelan <30km/jam).

young asian woman (serise)

Bagaimana di Indonesia?

Sebenarnya di Jakarta pada tahun 2007 saat bang Yos menjabat sebagai gubernur, sekitar 35 komunitas motor pernah bertemu dan berjuang bersama melawan rencana larangan sepeda motor memasuki jalur sudirman. Dengan difasilitasi LBH Jakarta, hehe kantor saya dulu nih, “Honda Tiger Mailing List(HTML), Depok Tiger Club (Detik),Honda Supra x 125 community (HSX125C), YJOC, JJC, Scooter owner group (SOG) dan seribuan bikers yang tergabung dari klub motor dan masyarakat pengguna jalan umumnya untuk kumpul di Parkir Timur senayan” untuk menyampaikan petisi penolakan terhadap rencana pelarangan tersebut. Aksi berjalan dengan damai, lancar dan diterima baik oleh pihak Pemda. Rencana pelarangan tersebut pun dibatalkan.

Berita lengkapnya bisa dilihat disini. Dan disini.

Bunyi pernyataannya bisa dilihat disini.

BUKAN MEMBENTUK STRUKTUR/ORGANISASI BARU

Saya kira ini jadi kriteria penting. Saat ingin berjuang bersama, kita mudah terjebak/tergoda untuk membentuk struktur/organisasi baru. JANGAN. Karena potensi politicking dan konflik antar ego komunitas akan menjadi besar. Dikhawatirkan akan ada ambisi pribadi/komunitas untuk menonjol. Apalagi kalau ada kepentingan untuk membawa gerakan ini ke kepentingan politik tertentu. Biarlah inisiatif difasilitasi oleh pihak lain yang netral dan mengerti proses hukum seperti LBH Jakarta dalam contoh tahun 2007 diatas.

BERDASARKAN AGENDA/PERMASALAHAN KONKRIT

Harus terfokus dan jelas agendanya apa saja. Misalnya kampanye dan advokasi perbaikan permukaan jalan akibat banyaknya pengendara motor menjadi korban. Atau advokasi perda mengenai ketentuan minimal parkir sepeda motor. Nah karena disetiap daerah isyunya mungkin berbeda-beda, sebaiknya inisiatif ini juga dibangun masing-masing di setiap daerah, tanpa harus dipaksakan ada isu nasional.

HARUS SIMPATIK/TERATUR/TIDAK AROGAN/TANPA KEKERASAN

Kita boleh kecewa tapi cara menyampaikan tetap harus santun. Image biker, baik cc kecil maupun besar, jujur saja kurang baik di masyarakat. Yang cc kecil seruntulan, yang cc besar arogan. Penyampaian pendapat tetap harus jalur yang simpatik agar mendapatkan dukungan dari masyarakat luas. TIngkah laku yang arogan dan sruntulan juga harus diperbaiki.

———————-

Bagaimana bro dan sis?

sudah waktunya berhimpun dalam persaudaraan yang lebih besar demi kepentingan bersama?

atau mau asyik-asyik sendiri atau bahkan konflik antar komunitas saja?

Iklan

20 thoughts on “Kapan Biker Bisa Berjuang Bersama Melawan Diskriminasi?

  1. hmm. mungkin perbedaan budaya bisa jadi salah satu faktor penghalangnya. Kalau di Indonesia kan ini terlalu banyak klub motor yang terbentuk karena kesamaan brand, bahkan nama unit sekalipun. Hampir setiap nama motor di Indonesia ada klubnya, belum lagi cabang2nya di tiap daerah. Apa nggak susah ‘mengkoordinir’ klub segitu banyaknya? dimana setiap klub punya interest dan niat yang berbeda, udah gitu kurang bisa ‘ngelobi’ ke sang pemerintah lagi. Bukannya sy gak suka, tp ya itu tadi, susah koordinirnya.

    Dan tentang point terakhir (HARUS SIMPATIK/TERATUR/TIDAK AROGAN/TANPA KEKERASAN), I couldn’t agree more deh udah masalah klasik banget disini (meskipun ulah oknum ya)

  2. waduh…. kalo di indonesia yg ane takutin organisasi ini malah mengarah ke gankster om…

    pengalaman ane sendiri pas naik boil…
    boil baru masuk jalan raya, jalan pelan…. eh dari belakang motor klx “grung… grungg…” nyalip langsung memotong kekiri…
    krn ane merasa ni rider aneh…. ane buka kaca boil sebelah kiri, trus ane tanya ke dia “ada apa boss?”
    eh nih orang marah marah ” cepat jalannya, ga tau jalan bypass” katanya….
    saya jawab “baru jalan boss sabar….”
    orangnya ga terima om… dia marah marah ” kamu berani ya sama anggota ormas?” ane ga nanggepin kan sambil nyetir…
    eh rupanya si doi esmosi tingkat tinggi, kaca spion ane dipukul “praaakkk” trus dia ngebut….
    wah ane jadi ikutan esmosi… ane kejar, trus sundul dikit, kena ban belakang… motor oleng dia berenti…. ane turun….

    ane tanya kenapa kok spion ane dipecahin…. trus dia ngomel ala nenek nenek….”kamu berani sama anggota ormas ya?”
    “kamu jangan main main sama warga asli sini ya”
    ane cuma bilang “trus kalo situ anggota ormas boleh ya merusak barang orang lain?” “saya aja ga merusak motor situ”

    trus lokasi mulai rame… warga sekitar menyarankan ke kantor polisi terdekat aja…
    trus ni rider klx masi ngomel ” ayo kalo ga terima , ayo ke kantor polisi, emangnya takut….” ane jawab “oke hayo…”
    trus ane ikutin dah tuh rider…. eh dia nyari jalan becek berlumpur… ngebut pula…. otomatis boil ane ga bisa lewat….
    ane berusaha cari jalan lain…. tapi si rider udah kabur….
    ane lapor ke poltabes… ampe sekarang ga ada kabar….
    perkiraan ane polisi juga takut sama gankster/ormas ini….

  3. Ayo Pak Leo mari kita mulai. Sebagai orang yang memahami hukum menurut Bapak darimana sebaiknya dimulai?

    Kalau menurut saya pertama dapat dimulai dari para Blogger yang memili basis pembaca yang cukup besar dan dapat membentuk opini melalui internet yang dapat dijangkau luas.

    Mengenai larangan dijalan Thamrin saya malah pernah mengirim email ke 3 orang blogger terkenal untuk melakukan judicial review terhadap larangan tersebut.

  4. PAJAKKKKKK!!!!,,,terutama 600cc up,pengen punya motor seliter kerasanyaa buang2 duit yg g tau kemana lariny tu duit pajak,krisis kepercayaan ama birokrasi perpajakan(orang2nya) yaaa walaoo g semua siih,mafia pajak.tapi yaaa liat dari pembangunan infrastruktur umum(aspal) sangaat minim,kalopun liat ya perbaikan… pusing mau komen apalagi ni om leo..diluar itu juga memang si para biker dapat fasilitas kelas ,kalo soal mocil sruntulan,moge arogan menurut saya itu soal mentalitas kali ya,juga kurangnya edukasi,etika bermasyarakat..dll.

    • bikin undangan buat para pengurus tiap club (ketua),kemudian adakan perkumpulan untuk membahas perihal keluhan para biker,suarakan melalui media (dulu),kalo bisa act ke yg berkepentingan (memiliki kapasitas membantu menjawab,memberi solusi)ya lebih bagus.

  5. Sodara2…yg dimaksud disini bukanlah bagi genk motor atau siapapun yg arogan diatas motor, tapi secara umum. Ayolah….kalo kalian selalu memulai berpikir negatif kapan majunya?
    Justru kebiasaan pola berpikirlah yg membuat semuanya jadi negatif. Dan itu gak akan ada habisnya kalo dibahas.
    Jadi yg perlu dilakukan adalah memulai pola pikir yg positif dan berupaya membangun situasi yg kondusif pula tentunya agar cara yg positif tadi dapat terlaksana.
    Tinggalkan pola pikir lama!
    Coba lihat….apa hasilnya? Gak ada!

  6. tanya ke mayoritas biker dulu:

    bisa berhenti dibelakang garis putih waktu lampu merah?
    bisa pake helm untuk jarak dekat/jauh?
    bisa make jalan tanpa lawan arah?
    bisa ga terobos lampu merah/kuning/pintu rel kereta/jalur verboden?
    bisa ga masuk jalur busway?
    bisa untuk tidak memodifikasi motor yg ga aman/mengganggu?
    bisa tertib pas macet, ga lewat trotoar/sruntulan?
    ngerti cara belok dengan lampu sein?
    berani ujian sim dengan tes resmi tanpa calo?

    selama mayoritas biker cuma jadi cerminan penduduk berpendidikanrendahtidakberadabkampungankatrokbarbar ya bakal dipandang sebelah mata terus, ga punya nilai tawar, miris. kalo mau ada sweeping, paling cuma 1/10 biker yg masih waras.
    moge pajeknya gede jg ga ngaruh, yg mau beli moge paling cuma 1/10 biker itu, 9 yg lain make motor cuma buat a ke b, kalo mereka punya duit juga lebih milih mobil, yg cuma bisa bikin maceeeet.

  7. Mana neh solidaritas biker sejati? Walau cuma pengguna motor kecil, harusnya kita bangga melihat saudara2 kita penunggang biker motor gede sukses melenggang di jalan Tol.

  8. Digedung kantor saya jg lucu, bayar parkir motor setengah dari mobil tp dapet spacenya cm 1/4 space parkir mobil. jauh pula, akhirnya jd males bawa motor.
    Saya pernah ke mall di Kemang pk motor, subhanallah itu parkiran motor hampir 1 km dari gedung bukannya saya males jalan tp sewaktu saya berjalan melihat mobil2 dapat lokasi parkiran yg sangat dekat membuat saya terasa mengalami diskriminasi.
    Diluar kebarbaran pengguna motor, sebetulnya mereka mendapat diskriminasi luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s